
Tengah malam, pesawat jet pribadi akhirnya mengantarkan Naura dan Ditya kembali ke Indonesia. Tampak Ezaz tertidur di kabin bagian tengah, sedangkan Claudia duduk disampingnya. Di sebelah Claudia Pradipta membuka majalah menjaga mereka, dan pasangan suami istri seperti biasa jika sudah bertemu selalu mencari tempat untuk berdua.
"Bagaimana perasaanmu Momm? Aku baru merasa duniaku kembali seutuhnya saat bisa melihatmu kembali." tanya Ditya dengan nada pelan. Tangannya menyingkirkan rambut yang jatuh di pipi istrinya itu.
"Kak Ditya bisa menebak sendiri bagaimana perasaan Mommy kan??? Terbangun dari tidur, saat membuka mata tiba-tiba sudah berada di dalam kamar sebuah mansion, dan ternyata berada di belahan dunia yang lain. Jika Mommy tidak ingat Ezaz, mungkin Naura sudah mengakhiri hidup ini." kata Naura, air mata sudah tergenang di pelupuk matanya.
Ditya langsung memeluk Naura, jari tangannya menghapus air mata di kelopak mata Naura.
"Semua sudah berlalu, sekarang kita tidak akan lagi terpisahkan. Apakah Mama dan kak Jess tahu tentang apa yang terjadi pada Naura kak?" tanya Naura sambil melihat ke mata suaminya.
Ditya menggelengkan kepalanya.
"Maafkan Daddy sayang, tidak ada waktuku untuk memberi tahu mereka. Aku seperti orang gila melacak setiap ada informasi sekecil apapun untuk menemukanmu. Bahkan semua perusahaan yang dimiliki Edward dan keluarganya, sudah kami sisir. Ternyata keluarga Edward maupun Firmansyah laki-laki tua itu tidak berbohong padaku. Mereka memang tidak atahu apa yang sudah dilakukan oleh laki-laki gila itu." Dtya mengembil jari tangan Naura, tanpa henti dia memberikan ciuman.
"Tidak apa kak, malah Naura senang jika kak Ditya tidak memberi tahu mereka. Nanti setelah kita sampai di Semarang, kita akan mengunjungi keluarga mama dan kak Jessica." kata Naura.
Ditya menyandarkan kepala Naura di dadanya, kemudian menyelimuti badan keduanya.
***************
Pagi hari pesawat jet yang membawa Ditya dan rombongan akhirnya landing di Bandara Halim Perdhana Kusuma Jakarta. Ditya menggendong Ezaz di pundaknya, dan tangan kirinya menggandeng Naura. Saat merekakeluar dari pintu kedatangan, tampak Marina dan Prasetyo Pangestu berlari ke arah mereka. Marina langsung menubruk dan memeluk menantunya dengan erat sambil berlinang air mata.
"Naura..., akhirnya kamu ditemukan nak. Maafkan mama nak, karena keteledoran mama, akhirnya kamu harus terpisah dengan putraku hampir tiga bulan." ucap Marina sambil terisak.
"Sudah Ma.., yang penting sekarang Naura dan Ezaz sudah kembali. Terima kasih ma karena sudah peduli dan ikut mendoakan Naura." jawab Naura sambil tangannya mengusap punggung Marina.
Marina melepaskan pelukannya, dia melihat ke arah Ditya putranya. Sejak Naura hilang, hubungan antara dia dan putranya itu tidak pernah ada.
"Selamat pagi ma.., mau gendong cucu mama?" goda Ditya sambil menyerahkan Ezaz pada mamanya. Tetapi ternyata dia hanya menggoda mamanya, karena dia kembali meletakkan kepala Ezaz di pundaknya. Ditya kemudian memeluk Marina dan mencium pipi mamanya.
__ADS_1
"Papa.., selamat pagi." sapa Naura pada Prasetyo Pangestu.
Prasetyo P langsung mengangkat kedua lengannya, kemudian memeluk menantunya itu.
"Selamat datang kembali putriku. Papa sangat senang melihatmu dalam keadaan sehat." kemudian dia merangkul Naura dan mengajaknya menuju mobil yang sudah disiapkan oleh driver.
"Huh..., ternyata semua hanya fokus pada Kak Naura dan Ezaz. Ga ada ternyata yang peduli pada Claudia, hiks.." dari barisan paling belakang terdengar suara protes Claudia.
"Ha..ha..ha.., uluh.. uluh.. putri papa cemburu, Papa ga akan ganggu pokoknya, karena sudah ada Pradipta yang menjagamu. Urus putri papa Dipt!" ucap Prasetyo Pangestu.
"He.., he.., he.., siap Om. Bolehkah Claudia saat ini langsung Dipta bawa untuk menemui mama dan papa?" sahut Pradipta sambil bercanda.
"Enak aja.., nanti Claudia ga ada mahar dong. Ga mau.." sahut Claudia pura-pura marah.
"Ha.., ha..., ha..."
*************
"Dadd..., hari ini Mommy hanya siapkan nasi goreng telur saja. Cari yang simple sih, lagi malas mau masak yang berat-berat." kata Naura saat meminta suaminya untuk sarapan dulu sebelum berangkat ke perusahaan.
"Sudah luar biasa itu sayang, apapun asalkan istri Daddy yang masak pasti deh akan habis. Para ART kemana, apakah mereka tidak membantumu?" tanya Ditya sambil mengenakan jam tangan Rolex di pergelangan tangannya.
"Kan si Santi ijin, dia pulang ke Magelang. Katanya mau melangsungkan akad nikah. Sebenarnya Mommy pingin sih kesana menghadiri pernikahan Santi, boleh ga?" Naura menjawab pertanyaan suaminya, sambil minta ijin agar bisa datang ke Magelang menghadiri pernikahan Santi.
Ditya tersenyum kemudian merangkul Naura dan membawanya ke ruang makan. Setelah dia duduk di kursi, Naura mengambilkan nasi dan telur ceplok untuk suaminya.
__ADS_1
"Minum apa Dadd, teh atau kopi panas?" tanya Naura.
"Air putih saja, biar ga kerasa haus, kan sarapannya sudah nasi goreng." sahut Ditya sambil mulai menyendok nasi dan memasukkan ke mulutnya.
Naura duduk di depannya, sambil ngemil biskuit dan teh manis panas.
"Gimana Daddy..., Mommy diberi ijin tidak untuk datang ke Magelang?" Naura mengulangi pertanyaan yang sama.
"Kapan sih acaranya?"
"Hari Minggu besok jam 10.00 resepsi, tapi akad nikahnya jam 08.00 pagi. Jika diijinkan, nanti Mommy berangkat bareng ART yang lain biar diantarkan sama driver."
Ditya mengambil gelas air minum, kemudian meneguknya.
"Kita berangkat Jum.at sore selepas Daddy keluar dari perusahaan. Kita nginap dua malam di Magelang sekalian honeymoon. Juga kita kenalkan Ezaz di suasana pedesaan." ucap Ditya yang sangat mengejutkan Naura.
"Benarkah Dadd??? Terus yang lain juga bareng kita, berangkat di hari Jum.at?"
"Hadeh.. Mommy istri Daddy yang paling tersayang. Jika bawa mereka, bagaimana kita mau honeymoon sayang, kita berangkat bertiga saja sama Ezaz. Mereka sama driver, dari sini jam 07.00 bisa nyampai kesana pukul 08.30."
"Iiiihhh.., kak Ditya tuh bicara apaan sih? Sudah punya anak juga, masih mikir bulan madu terus." protes Naura.
"Ha..ha..ha.., ga peduli sayang, sampai kita tuapun, Daddy akan selalu honeymoon terus sama kamu. Apalagi tiga bulan, kamu sudah ninggal Daddy sendiri. Jika satu hari 2 kali, berarti utang pada Daddy minimal 180 kali." goda Ditya.
"Sudahlah ngomongnya, diladenin malah pikiran Daddy jadi mesum." kata Naura, langsung berdiri dan menyingkirkan gelas kotor ke tempat cuci piring.
__ADS_1
********************