
Naura bernafas lega karena sudah beberapa hari sejak kejadian malam naas di hotel, tidak ada yang terjadi dengannya. Hari ini dia sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja hari pertama di PT. Elang Jaya, karena dia sudah mendapatkan surat penerimaan secara resmi yang dikirimkan oleh perusahaan melalui email. Dia berusaha melupakan semuanya, meskipun Bi Ijah dan Ujang merasakan jika ada perubahan sikap dari Naura. Naura lebih sering berada di kamar, daripada mengobrol dengan mereka.
"Sudah mulai kerja ya Non hari ini?" tanya Ujang.
"Iya Jang, do.akan ya. AKu bisa melalui semua urusan di pagi ini dengan lancar dan baik."
"Pasti Non. Ujang selalu berdoa untuk semua yang tinggal di rumah ini. Semua dalam keadaan yang baik dan sukses. Aamiin."
Naura tersenyum mendengarkan jawaban dari Ujang. Dia kemudian dengan cepat menghabiskan sarapannya. karena dia belum bisa memperkirakan berapa jam perjalanan naik Ojol menuju perusahaan tersebut.
"Selamat pagi semua, tumben Naura kamu pagi ini berpakaian sangat rapi, dan pastinya menjadi sangat cantik sekali. Seperti wanita karir, mau kemana kamu?" tiba-tiba Edward muncul di meja makan.
Naura berdiri akan meninggalkan meja makan, dan tersenyum pada Edward. belum jadi melangkah pergi, dia melihat Firmansyah juga sudah menuju meja makan. Akhirnya dia kembali duduk untuk mempersiapkan makanan suaminya. Setelah Firmansyah duduk, Naura mengambil piring kemudian menyendokkan nasi dan meletakkan di depan suaminya.
"Kenapa yang diambilkan nasi hanya Om Fir saja aunty? Aku mana?" protes Edward.
Firmansyah menoleh ke arah keponakannya itu, dan spontan Edward langsung menyendok nasi ke piringnya sendiri.
"Om, Naura tinggal ya. karena pagi ini Naura sudah harus berangkat kerja di hari pertama. Ini mau segera berbenah dan berangkat kerja." Naura ijin tidak menemani suaminya makan.
"Ya." jawab Firmansyah singkat.
"Tidak usah naik Ojol aunty. Bareng Edward saja, nanti tak antar sampai tempat kerja."
"Tidak perlu Edward, aku sudah pesan Ojol. Aku berangkat ya, selamat pagi."
Naura segera bergegas ke kamar dan mengambil tas yang sudah dia persiapkan sebelum sarapan. Dia tidak mau saat dia masih menunggu Ojol, suami atau Edward juga sudah mau berangkat kerja.
****************************************
Kurang lima belas menit dari jam kerja masuk, Naura sudah berada di PT. Elang Jaya. Dia masih menunggu acara orientasi yang akan dilakukan oleh Human Resource Department, dan akan diinformasikan pada bagian mana dia akan ditempatkan. Tidak lama datang seorang laki-laki yang kemarin bareng Naura saat wawancara, dan Naura masih mengingat namanya yaitu Bambang.
"Hai Naura..., ternyata kamu diterima juga ya?"
"Iya Bang, berarti hanya dua yang diambil. Kira-kira kita ditempatkan di bagian mana ya?"
__ADS_1
"Pasti kita beda Na. Kan bidang ilmu kita berbeda, katanya kamu Digital Business, aku Sistim Informasi."
"Iya juga ya. Tapi dimanapun ditempatkan bagiku tidak masalah Bang. Semoga kita bisa menjalani pekerjaan dengan lancar ya."
"Iya, aamiin."
Tidak lama kemudian Herwinda datang ke arah mereka, dia tersenyum.
"Naura, Bambang, ayo ikuti saya. Nanti akan saya bantu mengenalkan tempat kerja kalian."
"Baik mbak, terima kasih."
Naura dan Bambang mengikuti Herwinda, kemudian berhenti di depan pintu ruangan Wakil Direktur Utama. Naura melihat name tag yang tertempel nama "Pradipta".
"Naura.., kamu ditempatkan disini. Kamu menjadi Sekretaris dari Pak Pradipta, jadi nanti semua schedull pribadi pak Pradipta yang terkait pekerjaan kamu yang handle. Termasuk persiapan meeting, ketemu dengan kolega, semua kamu yang atur. Silakan kamu duduk disini dulu." Herwinda meminta Naura untuk menduduki tempat yang disediakan untuknya.
"Kemudian untuk fasilitas kerjamu di ruangan ini. Silakan buka di filling cabinet di belakangmu, kemudian keluarkan tas yang ada pada bagian paling atas."
Naura membuka filling cabinet yang paling atas, dan dia melihat tas laptop kemudian membawanya keluar.
"Naura.., laptop ini dan semua yang ada di dalam tas ini adalah fasilitas kerjamu. Untuk keperluan kantor, kamu akan disediakan mobil dan driver, tetapi jika pak Pradipta mengajakmu bareng setiap menemui kolega, maka kamu harus bersama dengannya dalam satu mobil."
"Ada yang kamu tanyakan?"
Herwinda tersenyum.
"Kamu hanya menurut pada perintah Pak Pradipta dan pak Aditya. Pak Aditya itu Direktur Utama di perusahaan ini, nanti kamu pasti akan ketemu dengannya saat melakukan koordinasi."
"Baik, terima kasih Bu, atas informasi dan pengarahannya."
"Yah, kalau tidak ada lagi yang ditanyakan. Silakan kamu cek tumpukan berkas di meja samping. Seleksi dan pilah, mana yang akan kamu selesaikan terlebih dulu. Jika sudah siap draft-nya, taruh di atas meja pak Pradipta."
'Siap Ibu."
"Ayo sekarang kamu Bang, ikuti saya!"
"Siap Ibu. Aku ikut Bu Winda dulu ya Na. Nanti kita makan siang bareng ya,"
"Dilihat nanti ya Bang."
Sepeninggal Herwinda dan Bambang, Naura mengambil berkas kemudian membacanya satu persatu. Pengalaman dia sebagai aktivis kegiatan kemahasiswaan pada waktu kuliah, ternyata sangat membantunya saat ini. Dengan sigap dia memilah-milah hard file berdasarkan masuknya surat ke perusahaan. Kemudian dia juga mempelajari soft-file yanga da di dalam laptop, dan setelah membacanya dia sedikit bisa memahami alur kerjanya.
__ADS_1
"Selamat pagi." tiba-tiba terdengar suara laki-laki mengucapkan salam. Naura menoleh ke arah suara, kemudian reflek dia berdiri.
"Selamat pagi Pak Pradipta." Naura membalas sapaan Pradipta.
"Kamu Naura kan? Yang hari Kamis kemarin saya wawancarai. Sudah mulai kerja ya hari ini?"
"Iya pak, saya Naura. Tadi sudah diarahkan sama Bu Herwinda, yang tadi beliau menyampaikan jika ke depan, saya bertugas mendampingi Bapak, sebagai sekretaris."
"Ya bagus, lanjutkan pekerjaanmu."
"Siap pak."
Pradipta masuk ke dalam ruangan kerjanya, dan Naura melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertinggal. Beberapa draft surat sudah dia print, kemudian dia mengetuk pintu ruangan Pradipta.
"Masuk."
Naura mendorong pintu, kemudian masuk dan menyerahkan draft beberapa surat yang sudah dia buat.
"Pak, tadi saya melihat di memo soft file, sepertinya hari ini Bapak ada janji ketemu dengan client pada pukul 13.00, yang acara akan diadakan di Hotel **putra."
"Oh ya, terima kasih sudah diingatkan. Nanti saya akan datang kesana dengan pak Ditya. Tinggal dulu draftnya, akan saya review dulu."
Pradipta mencoba membaca sekilas draft surat yang dikonsep Naura. Matanya langsung terbuka, dan dia kembali tertarik untuk membaca semua draft.
"Busyet..., tidak ada kesalahan sama sekali dalam draft yang dia buat."
Pradipta langsung mengambir airphone dan menghubungi Naura, untuk melakukan finalisasi beberapa surat yang sudah dia konsep hari ini. Naura melaksanakan semua yang diperintahkan Boss-nya, kemudian kembali memasukkan surat-surat tersebut.
"Tunggu dulu, langsung saya tanda tangani sekalian. Kamu tidak perlu mencari siapa yang akan ekspedisi, kamu tekan air phone nomor 103, nanti karyawan divisi sana yang akan mengambil ke tempatmu."
"Siap pak."
"Selama kuliah, kamu sudah pernah bekerja Naura?"
"Belum Pak, Naura baru pertama kali bekerja kali ini. Untungnya pihak kampus mengirimkan rekomendasi ke perusahaan ini. Jadi saya tidka perlu putar-putar cari tempat bekerja. Kenapa pak, apakah banyak kekurangan dari draft yang Naura buat?" Naura bertanya dengan penuh rasa khawatir.
"Tidak perlu khawatir seperti itu. Baru kali ini, saya membaca draft tanpa koreksi. Ini segera dikirim ke bagian ekspedisi."
"Baik pak, segera Naura follow up. Terima kasih pak."
__ADS_1
****************************************************