
Esok pagi Edward ke dapur, kemudian ke belakang rumah tampak seperti sedang mencari seseorang. Melihat Edward yang kebingungan, Ujang menghampirinya.
"Tuan, sedang mencari apa? Mungkin Ujang bisa membantu." Ujang menyapa Edward.
"Kamu lihat Aunty Naura tidak? Dari tadi aku cari kemana-mana, sudah tidak ada dia."
"Hari ini Non Naura ada jadwal ujian jam 7 pagi. Ya jelaslah, Non sudah berangkat dari jam 06.30."
Mendengar itu, Edward langsung balik masuk ke dalam rumah. Tadi dia berencana akan memberi tahu Naura, jika hati ini akan mulai kerja di perusahaan. Dia berpikir, dengan bangun jam tujuh masih memiliki sedikit waktu untuk menyampaikan. Tetapi ternyata dia sudah lebih dulu ditinggalkan.
Tanpa sarapan, dia langsung masuk ke dalam mobil. Kemudian dia menyalakan mobil.
"Edward..., tunggu Om." teriak Firmansyah dari pintu keluar.
"Ya Om." Edward keluar dari dalam mobil, kemudian menghampiri Firmansyah.
"Kamu sudah mau berangkat ke Perusahaan?"
"Ya iyalah Om. Atau Om sudah berubah pikiran, Edward tidak jadi membantu di perusahaan."
"Hush.., kamu ke perusahaan mau ketemu siapa. Kenapa tidak tanya-tanya dulu, disana mau menemui siapa, terus di bagian apa?"
Edward tersenyum malu.
"Ayo matikan dulu mobilnya. Sarapan dulu sama Om. Hari pertama ini, kamu berangkat bareng Om. Untuk besok berangkat sendiri."
"Ya Om. Edward matikan mobil dulu."
Edward akhirnya sarapan bersama Firmansyah, dan 30 menit kemudian mereka berangkat bersama.
**************************
Dari pagi Naura sudah siap di ruang tunggu dosen. Hari ini dia mau minta tanda tangan halaman pengesahan dari penulisan skripsi yang telah dia kerjakan selama 4 bulan. Dalam collecting data, dia banyak dibantu oleh Doni kekasih kakaknya Jessica. Banyak manfaat yang banyak dia ambil, dengan mengisolasi diri. Kegiatan kemahasiswaan yang sangat dia sukai, pelan-pelan dari awal nikah sudah dia tinggalkan. Tanpa terasa pernikahan dengan Firmansyah sudah dia jalani hampir 2 tahun lebih.
"Mbak Naura..., diminta masuk ke ruangan pak Teddy." pegawai administrasi di ruangan pak Teddy memanggilnya.
"Baik, terima kasih ya mbak."
"Sama-sama."
Pelan-pelan Naura melangkah masuk, dan di depan pintu dia mengetuk pintu ruangan.
"Masuk." suara pak Teddy mempersilakan Naura masuk.
Naura perlahan masuk, dan melihat pak Teddy duduk santai di sofanya.
__ADS_1
"Selamat pagi pak Teddy, saya Naura ijin bertemu." dengan sopan Naura minta ijin bertemu.
Pak Teddy menengok ke arah Naura, kemudian mempersilakan duduk.
"Ada apa Na?"
"Mau minta tanda tangan pak."
"Kamu mau ujian pendadaran, sudah selesai apa skripsinya?"
"Kebetulan sudah pak, dan juga sudah ada tanda tangan dari dosen pembimbingnya."
"Coba lihat dulu."
Pak Teddy meminta berkas skripsi yang sudah di ACC Bu Nunuk. Kemudian dia membuka dan membacanya, sesekali keningnya berkerut tetapi kemudian dia menanda tangani.
"Berarti baru kamu yang minta tanda tangan dari angkatanmu. Luar biasa kamu Naura. Berarti masa studimu hanya 3,5 tahun."
"Aamiin pak, mohon do.anya ya pak.Semoga nanti Naura bisa menjawab waktu ujian pendadaran."
"Iya, terus besok setelah lulus mau kerja di perusahaan lain atau kerja di tempat papamu."
Naura diam tidak dapat menjawabnya.
"Kan kamu dulu pernah dapat surat dari perusahaan pak Aditya kan, itu pengusaha muda yang pernah kalian undang sebagai nara sumber. Dia waktu memberi kesempatan kamu untuk join di salah satu perusahaannya."
"Aduh Naura, Naura... usiamu itu berapa sekarang, kan baru sekitar 20 tahun? Ada hal penting begitu kok dilupakan."
Naura mencoba mengingat apakah pernah berhubungan dengan yang namanya Aditya, dan dia merasa tidak dapat menemukannya.
"Maaf pak, Naura tetap belum dapat mengingat ada teman atau siapapun yang namanya Aditya. Mungkin Bapak bisa membantu Naura pak." kata Naura sambil tersenyum malu.
"Naura..., Naura.., nanti coba Bapak mintakan arsip penerimaan kamu di bagian kemahasiswaan."
"Terima kasih pak Teddy atas bantuannya. Saya permisi dulu ya pak, masih mau urus surat keterangan bebas keuangan dulu di Biro Administrasi Keuangan."
"Iya, tinggalkan nomor ponselmu. Nanti kalau surat keterangan dari bagian kemahasiswaan sudah Bapak pegang, nanti kamu tak hubungi."
Naura kemudian menuliskan nomor ponselnya di kertas, dan memberikannya pada pak Teddy.
"Ini nomor ponsel saya pak. WhatsApp juga tidak apa-apa pak. Mungkin sudah tidak ada lagi ya pak. Naura pamit dulu ya pak, mau minta surat bebas administrasi keuangan dulu."
"Ya sudah, sukses ya."
"Terima kasih pak." Naura menjabat tangan pak Teddy, kemudian keluar untuk melanjutkan mengurus persyaratan yang lain.
__ADS_1
Naura mengambil jalan memutar karena khawatir ketemu sama Fikri, karena jika dari ruangan pak Teddy harus melewati tempat kuliah jurusan Fikri. Hari ini dia memutuskan untuk menyelesaikan urusannya, kemudian langsung pulang ke rumah.
********************
"Drttt...., drttt..," ponsel Naura bergetar.
Naura mengambil ponsel, dan melihat kakaknya Jessica melakukan panggilan.
"Ya kak Jess," sapa Naura.
"Bagaimana urusan hari ini. Jadi mengurus pendaftaran ujian pendadaran kan?"
"Sudah kak, ini baru antri di Biro Administrasi Keuangan mau ambil Surat Keterangan. Kakak sendiri sedang dimana sekarang?"
"Biasa Na, kakak lagi pemotretan di Kota Tua. Sudah segera diurus syarat-syaratnya ya. Kakak juga ada sesi lagi."
"Oh ya jangan lupa, kalau schedule ujian sudah keluar segera kirim ke kakak. Nanti kakak sama Doni akan support kamu di ujian."
"Terima kasih kak Jess, Naura jadi pingin peluk kakak. Naura kangen kak Jess." tiba-tiba air mata menggenang di kelopak matanya.
"Iya, jangan khawatir Naura. Kamu punya kakak. Sudah ya. Yok."
Naura mengakhiri panggilan telepon dari kakaknya, kemudian dia segera maju ke loket administrasi.
**********************
"Kok tumben sampai siang kuliahnya Non. Belum ada jam 7 loh Non tadi berangkat dari rumah." Ujang membuka gerbang masuk ke dalam rumah.
"Iya Jang, soalnya Naura ngurus persyaratan mau ujian pendadaran. Jadi yah, lumayan ruwet sih."
"Ujian pendadaran itu yang sudah mau lulus itu ya Non?"
"Iya Jang, do.akan ya. Agar Naura cepat lulus dan cepat dapat kerja"
"Aamiin Non. Kalau kerja kan, Non tinggal bilang sama Tuan Firmansyah. Nanti Non bisa kerja di perusahaan Tuan, sama kayak Tuan Edward."
"Kok sama kayak Edward sih Jang?"
"Lha siapa lagi Non. Karena disini Ujang hanya tahu Tuan Edward dan Non Naura. He..he.., tadi pagi Tuan Edward meter rumah Non."
"Olah raga apa?"
"Bukan, mungkin cariin Non. Mau pamer kali, kan mulai hari ini Tuan Edward dah mulai kerja Non. Kerja di perusahaan Tuan Firmansyah."
"Ah kamu bisa saja Jang. Ya biarlah Edward bantuan Om nya. Jadinya tidak ganggu lagi Naura. Sudah ya Jang, aku masuk dulu. Capai, mau tidur."
__ADS_1
"Baik Non. Selamat istirahat."
***************************