
Naura membaringkan tubuhnya diatas king size bed yang ada di dalam kamar, dan tidak lama dia langsung tertidur. Ditya tersenyum melihat istrinya yang langsung terlelap, dan tidak melihat jika suaminya masih menemani Ezaz bermain sambil memanaskan makanan di microwave. Perlahan Ditya menyelimuti istrinya dengan selimut, kemudian kembali keluar menemani Ezaz yang masih bermain lego.
"Dadd.., Zaz laper. Mommy mana?" Ezaz menanyakan Mommy nya.
"Ezaz makan sama Daddy ya?? Kasihan tuh, Mommy capai dan sekarang baru tidur." Ditya menunjuk Naura yang berada di dalam kamar.
Ezaz menganggukkan kepala, kemudian kembali memainkan mainannya.
Ditya segera menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk putranya. Dia merasa kebingungan, berapa banyak dia harus menyediakan makanan untuk putranya. Karena selama ini, dia tidak pernah menyiapkan makanan untuk putranya itu.
"Kok melamun di dapur Dadd?? Maaf ya, Mommy tadi datang-datang langsung tidur. Ternyata pegal semua pinggang Mommy." Ditya menengok ke sumber suara, dia agak terkejut melihat istrinya sudah berada di dapur melihatnya kebingungan menyiapkan makanan untuk Ezaz.
"Kok sudah bangun Momm? Daddy mau menyiapkan makanan untuk Ezaz, katanya dia lapar." Ditya menjelaskan.
"Mommy juga lapar, bukan hanya Ezaz. Sekarang Daddy temani Ezaz saja dulu, Mommy yang akan menyiapkan makanan untuk kita semua. Nanti kita makan sama-sama disini." Ditya pergi sambil mengacungkan dua jempol ke istrinya.
Naura tersenyum, kemudian mencuci tangan dan mempersiapkan makanan yang sudah dihangatkan, dan menaruhnya di atas meja. Dia juga menyalakan kompor, untuk merebus air dan membuat teh manis panas. Tidak berapa lama, Naura memanggil suami dan putranya untuk makan bersama di meja makan.
"Ayo Ezaz sayang.., dibuka mulutnya.. Aaaa." Naura menyuapi Ezaz, dan Ditya memperhatikan istrinya.
"Mommy ga makan?? Atau Mommy makan dulu, biar Ezaz yang menyuapi Daddy."
"Makan Dadd.. ini sekalian bareng Ezaz. Kan lauknya sama, daripada makan sendiri-sendiri nambah cucian piring, mending joinan sama Ezaz. Iya kan nak?" jawab Naura sambil tersenyum.
"Tet..., tet.., tet.." tiba-tiba bel pintu berbunyi.
"Daddy ada janji ketemu orang?" tanya Naura, karena biasanya apartemen itu kosong. Dan mereka baru saja tiba di apartemen, jadi hanya orang-orang yang sudah membuat janji yang akan datang berkunjung kesitu.
"Ga tuh. Paling pak Maman.., diminta mama untuk kesini. Sudah Mommy lanjutkan nyuapin Ezaz saja, Daddy yang akan melihat ke depan." kata Ditya sambil berdiri, kemudian mencuci tangan dan melangkah ke arah pintu. Naura menganggukkan kepala, dan kembali menyuapkan makanan ke mulut Ezaz.
"Ezaz sayang... hmmm.. aunty kangen sayang." teriak Claudia dari arah ruang tamu. Dia langsung menggendong Ezaz yang sedang makan.
"Aaaaa.." Ezaz berteriak ketakutan, saat tiba-tiba diangkat badannya oleh gadis itu.
"Turunkan.., Ezaz takut!" teriak Ditya.
"Ezaz.. ini aunty Claudia sayang. Ayo tangan manisnya mana, kasih salaman dulu untuk Aunty!" dengan lembut Naura mengambil Ezaz dari gendongan Claudia, kemudian meminta putranya untuk bersalaman. Dalam gendongan Naura, Ezaz mengulurkan tangannya pada Claudia kemudian mencium punggung tangan Claudia.
"Uluh..uluh.., ternyata pinter keponakan Aunty." gadis itu mencium pipi kiri dan kanan Ezaz. Kemudian menyalami kakak iparnya.
__ADS_1
"Sama siapa kamu kesini?" tanya Ditya pada Claudia.
"Setir sendiri, habisnya malas dengar mama ngomel melulu. Melihat pak Maman datang tanpa ada kakak, eh.. malah kemana-mana ngomelnya. Mendingan deh, Claudia pamit papa terus melarikan diri kesini." ucap Claudia enteng sambil mencomot lauk dari atas meja makan.
"Kak Naura.., Claudia ikut makan ya? Lapar, belum sempat makan di rumah."
"Iya..., ambil sendiri ya, kakak baru nyuapin Ezaz nih!" sahut Naura.
************************
Pagi-pagi apartemen Ditya sudah ramai, karena baru saja dia bangun tidur bel pintu sudah berbunyi. Terlihat mama dan papanya Ditya sudah datang ke apartemen karena ingin segera menemui Ezaz.
"Ma..., pa... selamat pagi." Naura menyalami mama dan papa mertuanya, kemudian mencium tangannya.
"Pagi juga Naura, begini dong bagus. Badanmu sudah mulai berisi daging, tidak seperti dulu waktu awal-awal menikah." Prasetyo dengan ramah membalas sapaan Naura.
"Mana cucuku Ezaz?? Claudia masih disini ya?" tanya Marina pada Naura.
"Iya Ma.., keduanya masih tidur di kamar sebelah. Semalam Claudia tidur sama Ezaz." Naura mengambil alih tas tempat makanan yang dibawa Marina.
"Mama sama papa mau minum apa, sekalian Naura buatkan? Kak Ditya mau minum teh manis panas." tanya Naura.
"ART kemana Naura?? Apa belum datang, kok kamu repot sendiri menyiapkan semuanya."
"Belum diminta datang sama kak Ditya mam.. Tidak apa-apa, kan hanya kerjaan kecil. Naura sudah terbiasa."
"Ya sudahlah ga pa pa.., tapi jangan membuat malu Ditya. Jika ada yang melihatnya, jangan sampai ada yang bicara kalau putraku membuatmu susah." Marina mulai menyoroti hal-hal yang tidak perlu.
"Halah ma.., ma.. Kapan kamu itu berhenti memikirkan hal-hal tidak penting seperti itu. Yang penting Naura dan Ditya menikmati apa yang mereka lakukan, kita diam saja." Prasetyo mengomel istrinya.
Prasetyo kemudian duduk di sofa ruang tamu, dan Naura langsung ke dapur menyiapkan teh panas untuk suami dan kedua mertuanya. Tidak berapa lama,. Naura sudah membawa nampan berisi 5 cangkir kosong dan meletakkan di atas meja ruang tamu.
"Ditya juga masih tidur Naura?" tanya Prasetyo pada menantunya.
"Masih pa.., semalam kak Ditya menemani Ezaz bermain dengan Claudia sambil mengerjakan kerjaan. Naura tidur lebih dulu, jadi bisa bangun pagi. Naura ambil teh nya dulu ya pa, nanti Naura bangunkan kak Ditya." Naura menjawab pertanyaan mertuanya.
Naura segera kembali ke dapur, menyiapkan Snack yang dibawa Marina, kemudian membawanya ke ruang tamu. Dari dalam kamar muncul Marina yang sedang menggendong Ezaz.
"Opa.., Ezaz sudah bangun." ucap Marina sambil membawa Ezaz ke samping Prasetyo.
__ADS_1
"Wuih cucu opa sudah tambah besar sekarang. Opa kangen sayang..." Prasetyo mencium pipi gembul Ezaz.
"Putra Mommy sudah bangun..., bau asem mesti. Ayok mandi dulu sama Mommy, baru nanti main sama Oma dan Opa." seru Naura sambil membawa dua scetcher berisi teh panas manis.
"Mommy...," Ezaz mengacungkan kedua tangannya pada Naura.
"Ezaz sama Oma dan Opa dulu, sudah kamu siapkan pakaian Ezaz saja Na. Oma yang akan memandikan Ezaz." Marina memegangi Ezaz dan melarangnya untuk minta gendong pada Naura.
"Baik Ma.., makasih. Naura siapkan dulu pakaian Ezaz."
Naura kemudian meninggalkan kedua mertuanya, dan kemudian membuka trolly bag berisi pakaian putranya. Setelah menaruhnya di kursi kamar, Naura juga menyiapkan handuk untuk mengeringkan air mandi.
*********
PENGUMUMAN
Bantu Author Yukkk,. Author lagi ikut Misi Kepenulisan nih, dan juga ikut Lomba Pemeran Pria
Judul:
Sang Petarung karya Mamah AllRey
Revenge: Terlahir Kembali karya Mamah AllRey
Baca dong, dan jangan lupa minta Like
Terimakasih
__ADS_1