
Hari Rabu pagi Naura sudah bersiap untuk melakukan ujian pendadaran skripsi. Dari pagi buta dia sudah bangun, mempersiapkan powerpoint untuk presentasi. Seperti pegawai magang, pagi hari Naura sudah mengenakan atasan putih, rok bawahan warna hitam lengkap dengan dasi. Bi Ijah menemaninya di dapur untuk sarapan pagi.
"Adududuw..., pagi-pagi sudah ada yang siap mau berangkat kuliah nih." tanpa disangka Edward sudah muncul di belakang Naura.
Karena ingin mempersiapkan auranya agar muncul mood positif, Naura membalas balik sapaan Edward.
"Ed..., minta do.anya ya. Aku ada jadwal ujian pendadaran, do.akan ya bisa lancar presentasi, dan menjawab pertanyaan dari dosen pengujinya."
"Wow.., sudah ujian aunty. Pasti dong, semoga my aunty pagi ini ujiannya diberikan kelancaran dengan hasil sukses. Aamiin." sahut Edward, yang merasa mendapatkan surprise karena baru kali ini Naura sangat ramah padanya.
"Tuan Edward mau sarapan sekalian? Jika iya, Bibi siapkan dulu piringnya." tanya Bi Ijah.
"Ya pasti dong Bi, kan mau nemani aunty Naura."
Edward kemudian duduk di samping Naura. Naura tidak terusik, dia tetap melanjutkan sarapannya.
"Nih Tuan, jangan ganggu Non Naura pagi ini. Biar mood Non jadi baik Tuan." Bi Ijah datang meletakkan piring di depan Edward.
"Oh pasti tidak Bi. Kan Edward senang kalau aunty cepat lulus, nanti bisa join bareng di perusahaan Om. Ya kan aunty?"
Naura hanya tersenyum merespon perkataan Edward.
"Bibi.., Naura sudah selesai makannya. Mohon maaf ya Bu, Naura tidak bisa bantu bibi cuci piring. Ini langsung mau berangkat."
"Ditinggal saja Non, nanti Bibi bereskan." teriak Bibi dari dapur.
"Aunty Naura.., ke kampusnya aku antar ya. Sekali-kali ya." Edward mengikuti Naura.
"Maaf ya Edward, bukannya aku menolak. Tetapi pagi ini, Naura sudah dijemput sama kak Jessica."
"Hmm..." terdengar suara Firmansyah sedang berdehem.
Naura melihat suaminya sedang membaca majalah di kursi, kemudian Naura langsung masuk ke dalam kamar.
"Om, Edward mau antarkan Aunty ke kampus boleh ya?" Edward minta ijin sama Firmansyah.
"Lha Naura mau tidak kamu antar, kok tanyanya sama Om."
"Tidak sih, katanya sudah akan dijemput Kak Jess. Siapa dia Om?"
"Kamu sudah mendapatkan jawaban, kenapa malah menanyakannya pada Om."
__ADS_1
Tidak berapa lama Naura sudah keluar dari kamar, kemudian mendatangi mereka berdua untuk pamitan.
"Om, Naura minta do.anya ya. Pagi ini mau ujian pendadaran, mohon do.a agar lancar dan berakhir sukses." Naura minta memberi tahu pada Firmansyah jika dia pagi ini akan ujian.
"Cepat sekali dia sudah mau ujian." batin Firmansyah.
Firmansyah meletakkan majalah diatas meja, kemudian melihat Naura yang telah dia nikahi sebagai istrinya. Tetapi belum pernah dia memperlakukannya sebagai istri.
"Ya, semoga sukses." akhirnya keluar juga perkataan dari mulut Firmansyah.
"Aamiin, Naura berangkat dulu Om. Edward." pamit Naura.
"Aunty..., ayo Edward antar sekarang."
"Maaf Edward, aku sudah ditunggu sama kakakku di luar pintu gerbang masuk. Aku berangkat ya." tanpa menoleh lagi, Naura langsung menuju pintu gerbang.
Ujang sudah mempersilakan Jessica dan Doni untuk masuk ke halaman, tetapi Jessica tidak mau agar tidak ketemu dengan suami dari adiknya. Hari ini Jessica sengaja mengosongkan jadwal pemotretan, karena ingin memberikan support untuk Naura. Bahkan Doni juga sengaja tidak berangkat bekerja, karena dia tahu Naura membutuhkan dukungan moral untuk menghadapi ujian pendadaran.
**********************
"Kamu tadi sudah sarapan belum Naura? Kalau belum, kakak bawa kue nih, makan dulu." Jessica mengulurkan kotak makanan untuk adiknya.
"Nanti saja kak, habis ujian saja. Kebetulan tadi Naura sudah sarapan dulu." sahut Naura yang dari tadi tampak tidak tenang duduknya.
"Iya kak." jawab Naura sambil tersenyum kecut.
"Naura.., semangat. Kami datang." tiba-tiba terdengar suara Iin dari samping.
Naura tersenyum melihat kedatangan Iin, Fikri dan Akbar. Iin memeluk Naura, kemudian menyalami Jessica dan Doni.
"Aku pikir, kalian tidak pada datang." kata Naura.
"Datang dong, tadi kita janjian di depan. Ternyata kamu lebih awal sampainya." jawab Akbar.
"Ayo Duduk yok, jujur aku nervous."
"Hadeh Naura, kamu nervous, terus besok kalau pas giliran ku ujian, aku bisa lebih parah nih." Iin memegang tangan Naura yang terasa dingin.
"Sudah, tenang. Naura, ambil nafas panjang dan dalam. Do.a dalam hati agar diberikan kelancaran ya." kata Fikri, dia memberikan botol air mineral padanya.
"Terima kasih Fikr."
__ADS_1
Doni menyenggol Jessica melihat kedekatan Fikri dan Naura. Jessica hanya tersenyum.
Ketika pintu ruang ujian dibuka dari dalam, mereka terdiam. Dan terlihat seorang petugas administrasi memanggil Naura.
"Naura Ramadha Samsuar, silakan masuk." petugas memanggil Naura.
"Ya pak," Naura langsung masuk ke dalam ruangan. Tampak ada 3 dosen yang sudah berada di dalam ruangan.
"Permisi pak, Bu, selamat pagi." sapa Naura sambil tersenyum.
"Ya, selamat pagi. Lima menit waktu untuk persiapan powerpoint Naura."
"Siap Bu."
Naura langsung menaruh laptopnya yang sudah dia nyalakan dari tadi. Kemudian menyambungkan koneksi dengan Projector. tidak sampai lima menit, tampilan powerpoint Naura sudah terlihat di screen.
"Naura sudah siap Bapak, Ibu."
"Okay. Mari pak Theo, silakan dibuka dulu. Saya selaku dosen pembimbing mengikuti saja." kata Bu Nunuk.
"Baiklah, selamat pagi semuanya. Karena mbak Naura juga sudah siap, dosen pembimbing sudah ada, serta dua dosen penguji juga sudah hadir. Mari kita awali dengan berdoa terlebih dahulu."
"Cukup. Sekarang mbak Naura silakan presentasikan isi dari apa yang kamu tulis dalam skripsi. Waktu maksimal 10 menit."
"Terima kasih Bapak Theo atas kesempatannya. Yang terhormat Bapak Theo, Bapak Iskandar selaku dosen Penguji, dan Ibu Nunuk dosen pembimbing saya. Ijinkan hari ini saya mempresentasikan skripsi saya yang berjudul Dampak Virtual Communication terhadap Interest Buying."
Naura menyampaikan pokok-pokok masalah yang dia tuliskan dalam skripsinya, dan tepat 10 menit dia mengakhiri presentasinya.
"Okay, good job Naura. Saya persilakan pak Iskandar terlebih dahulu untuk konfirmasi apa yang sudah ditulis oleh Naura."
"Baik, terima kasih pak Theo. Mbak Naura, tolong uraikan novelty dalam penelitian yang kamu lakukan."
"Terima kasih Bapak. Novelty yang saya gunakan adalah dari perusahaan untuk lokasi penelitian. Disini saya hanya menggunakan perusahaan yang sudah mengimplementasikan Green management. Alasan saya menggunakan perusahaan-perusahaan tersebut adalah, menurut saya mereka lebih memiliki rasa tanggungjawab sosial yang tinggi terhadap masyarakat."
"Okay. Untuk isu penelitian dan gap research apa yang sudah kamu identifikasi?"
Dengan jelas dan tegas, Naura menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh dosen penguji dan dosen pembimbing. Waktu satu jam untuk ujian ternyata terlihat menjadi sangat pendek.
"Baiklah mbak Naura, silakan tunggu di luar. Jam 12 siang, nanti akan kita umumkan secara kolektif siapa yang lulus, dan yang wajib untuk melakukan pengulangan." Bu Nunuk menutup acara ujian.
"Baik Ibu. Terima kasih Pak, Bu, Naura ijin untuk keluar."
__ADS_1
Dengan penuh rasa syukur, Naura keluar dari ruangan ujian, dan sudah dijemput oleh teman-temannya. Jessica dan Iin langsung memeluk erat Naura.
***********************