PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Aqiqah


__ADS_3

Acara aqiqah Danial Ezaz Herlambang Pangestu diadakan secara meriah di rumah Prasetyo Pangestu yang lain. Naura juga sudah diijinkan Dokter untuk beraktivitas, hanya harus mengurangi aktivitas yang memorsir fisiknya. Aqiqah dilaksanakan setelah usia Ezaz tepat 2 minggu, dengan mengundang 250 anak yatim ke rumah dan menyantuni 10.000 anak yatim dan dhuafa yang tidak mereka undang ke rumah.


"Mommy...., Ezaz sudah siap sayang untuk dipotong rambutnya?" Naura tersenyum malu, karena pertama kalinya Ditya memanggilnya dengan panggilan itu.


"Kok malah merah pipinya, jangan rayu Daddy dong?" bisik Ditya yang langsung dihadiahi cubitan di pinggangnya.


"Aaww.." teriak Ditya pura-pura kesakitan.


"Kenapa kak Dity.., siapa yang tadi teriak, kakak kan?" tiba-tiba Claudia bergegas ke kamar Ezaz saat mendengar teriakan kakaknya.


Naura tergagap melihat Claudia yang sudah berada di dalam kamar putranya. kemudian dia mengalihkan perhatian adik iparnya itu..


"Kak Ditya hanya iseng aja Claudi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan?" ucap Naura akhirnya, sambil melotot pada suaminya.


"Ha..ha..ha.., ada yang mati gaya. Ini Claudia adikku sayang, bukan orang lain. Tidak perlu malu sama adikmu sendiri. Kakakmu sudah minta itu..tu., sstt." sahut DItya menggoda Naura.


"Kirain ada apa, ayo kak kita ke depan. Kata mama, acara sudah akan dimulai!"


Naura akhirnya keluar ke halaman depan, dan Ezaz di gendong Ditya. Untuk berjaga-jaga jika kakaknya kecapaian menggendong keponakannya, Naura mengambil stroller dan membawanya ke depan.


Sesampainya di teras, Naura terkejut dengan penuhnya tamu undangan. Karena Naura menolak untuk diadakan resepsi pernikahan, Prasetyo memang mengundang semua anggota keluarganya pada acara aqiqah ini, sekaligus untuk mengenalkan menantu  dan cucu pertamanya.


"Naura sini.., kenalkan ini tante-tantenya Ditya, jadi mereka juga omanya Ezaz!" Naura sedikit terkejut dengan panggilan mama mertuanya, karena baru kali ini dia merasakan keramahan Marina.


"Iya ma..., kenalkan Tante, saya Naura istrinya kak Ditya.." Naura tersenyum dan mengacungkan kedua tangannya ke depan dadanya. Karena banyaknya tamu disitu, tidak mungkin dia akan menyalami mereka satu persatu.


"Istrinya Ditya cantik sekali, Dity... ternyata penantianmu untuk tidak membawa perempuan ke rumah bisa menghasilkan istri secantik ini." kata Tante Irene memuji kecantikan Naura.


Naura hanya tersenyum malu..

__ADS_1


"Kan Ditya juga tampan Aunty..., ya wajar dong kalau istrinya juga cantik. Iya kan Momm, kalau Daddy tampan?" kata Ditya sambil iseng menyenggol Naura.


"Bercandanya nanti lagi ya, Ditya.. tidurkan Ezaz di keranjang bayi untuk aqiqah ya!" Marina memutus candaan mereka, dan meminta Ditya dan Naura untuk segera mempersiapkan diri.


"Ya Mam.." dengan hati-hati Ditya menidurkan Ezaz di keranjang bayi. Kemudian dia dan Naura duduk di samping bayinya, kemudian kedua pasang opa dan oma masing-masing duduk mengapit Naura dan Ditya.


Naura melihat di dekat penerima tamu, terdapat banyak tumpukan kado untuk putranya. Tampak di kejauhan Iin yang duduk dengan kakaknya Jessica melambaikan tangan pada Naura. Naura tersenyum sambil mengacungkan kedua tangannya. Di sebelah barisan kanan, duduk anak-anak santri yatim dan didampingi oleh pengurus yayasan panti asuhan. Dan di bagian depan, tampak ustadz terkenal yang ada di negeri ini diundang oleh Prasetyo untuk memberikan tauziah pada semua tamu yang hadir.


"Om Prasty... apakah masih ada yang ditunggu?" tanya Pradipta.


Papa mertua Naura menoleh ke arah Ditya, dan setelah melihat anaknya menganggukkan kepala, sebagai isyarat bahwa acara segera bisa dimulai..


"Sudah tidak ada, segera dilaksanakan saja! Kasihan para santri juga sudah datang dari awal tadi."


"Baik Om, segera Dipta sampaikan ke Master of ceremony nya."


**************************


"Secara bahasa, aqiqah memiliki arti “memotong” yang berasal dari bahasa arab “al-qat’u”, atau ada yang mendefinisikan lain yaitu nama rambut bayi yang baru dilahirkan." ustadz menjelaskan makna aqiqah pada tauziahnya.


" Selain itu, Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama. Tetapi karena keluarga ini sangat menghargai mama dari Nak Ezaz yang baru tahap pemulihan dari operasi caesarnya, maka acar diundur pada minggu berikutnya." lanjut ustadz lagi.


Semua tamu undangan tampak antusias mendengarkan tauziah, dan tanpa terasa ustadz sudah selesai menyampaikan pengajian, dan akhirnya ditutup dengan do.a bersama.


"Terima kasih guys..., kalian mau datang kesini." Naura mendatangi Iin, Akbar dan Fikri yang tampak sedang menyantap hidangan perjamuan.


"Ya pasti dong Na.., masak kami tega meninggalkan kamu. Lagian disini banyak COGAN!" bisik Iin.


"Apaan itu COGAN?" tanya Naura yang agak kurang update dengan istilah baru.

__ADS_1


"Cowok Ganteng sayang, jiwa jombloku merana." bisik Iin lagi.


"He..he..he.., lucu kamu In. Kalian makan dulu ya, aku mau menemui keluarga kak Ditya dulu. By the way... kemana kak Jess dan kak Doni tadi?"


"Tuh.., lagi duduk di pojokan. Katanya mau menikmati kambing guling." sahut Akbar.


"Okay.., selamat menikmati ya. Aku tinggal dulu.., tuh si Ezaz menangis."


Naura segera menghampiri bayinya yang sedang ditenangkan Ditya, dan saat Naura mau mengambilnya...


"Ingat Momm..., belum boleh angkat Ezaz, tunggu pulih dulu bekas operasinya!"


"Sudah sembuh Dadd.., Mommy sudah tidak merasakan sakit lagi." kata Naura, karena memang Prasetyo langsung mendatangkan obat untuk pemulihan kondisi menantunya langsung dari China, dan juga menghilangkan bekas operasi. Tetapi karena khawatir dan protective terhadap kondisi istrinya, Ditya belum mengijinkan Naura mengangkat apapun.


"Satu bulan lagi, baru boleh menggendong Ezaz."


"Tapi kasihan, Ezaz itu haus Dadd."


"Ayo kita ke kamar saja, nanti aku yang pamitan sama keluarga kalau Ezaz haus, jadi Mommy tidak perlu ga enak dengan mereka." merasa percuma berdebat dengan suaminya, akhirnya Naura mengikuti keinginan Ditya.


"Aunty... Naura ke kamar dulu ya. Ezaz rewel, biasa jatah ASI." Ditya meminta ijin untuk istrinya.


"Halah modus kamu Dity.., Naura belum bisa kamu sentuh. Ingat masih ada forbidden nya." goda aunty nya,


"Ha...ha..ha.., tidak aunty. Dalam hal ini, Ditya patuh dan sabar ya."


Ditya langsung merangkul istrinya dan membawanya ke dalam kamar.


**************************

__ADS_1


__ADS_2