
Jum.at sore selepas Ashar, Ditya jadi mengajak Naura dan Ezaz untuk berlibur di Magelang. Dia bahkan tidak memberi tahu pada Pradipta, jika mereka akan pergi ke luar kota.
"Ezaz.., main sama Daddy dulu ya! Mommy mau menyusun barang ke koper dulu." Ditya mengajak Ezaz bermain. Untuk menarik perhatian putranya itu, dia menumpahkan box berisi mainan Lego ke lantai.
"Apa itu Dadd?" melihat warna-warna dominan merah, biru dan kuning tersebar di lantai, psikomotorik Ezaz langsung bermain. Anak itu langsung meninggalkan Naura, dan berjalan menghampiri Daddy-nya.
Naura tersenyum, kemudian dia segera memasukkan baju dan perlengkapan penting ke dalam koper. Tidak berapa lama, akhirnya Naura sudah selesai memasukkan semua barang dalam koper.
"Sudah selesai Dadd.., tinggal masukkan ke mobil kopernya." ucap Naura sambil mendorong troli bag.
"Kita langsung berangkat saja sekalian, biar Daddy yang bawa dan susun di bagasi. Mommy langsung bawa tas dan bawa Ezaz saja!" sahut Ditya, dia kemudian berdiri dan mengambil dua troli bag.
Naura segera mengambil tas selempang dan tas kecil untuk pesta Santi, kemudian menuntun Ezaz keluar dari kamar.
"Bi..bibi.." Naura memanggil ART.
"Iya Non... ada apa?" Bibi segera berlari mendatangi Naura.
"Saya dan kak Ditya akan berangkat sekarang Bi... Nanti kita ketemu hari Minggu di nikahannya Santi." Naura pamit pada ART.
"Baik Non.. Menginapnya dimana Non.., Magelang atau Jogja?" tanya Bibi.
"Di Magelang Bi.., di hotel Aman Jiwo. Jaga rumah baik-baik ya, kami akan berangkat."
Bibi mengangkat Ezaz dan menggendongnya, kemudian mengikuti Naura keluar dari rumah. Ditya sudah siap di belakang kemudi, dia tidak mau diantar driver. Katanya dia ingin quality time dengan keluarga kecilnya.
Sambil menggendong Ezaz, ART membukakan pintu mobil untuk Naura. Setelah Naura naik di kursi depan samping Ditya, ART memberikan Ezaz di pangkuan Naura.
"Sudah tidak ada yang tertinggal sayang?" tanya Ditya.
"Sepertinya tidak, ya nanti kalau masih ada yang tertinggal, kita bisa mencari di Magelang." jawab Naura santai.
__ADS_1
Ditya kemudian menjalankan mobilnya dengan santai, jika tidak menemui kemacetan mereka akan sampai di hotel sebelum Maghrib.
*********
Ditya dan Naura terpukau melihat interior dan landscape hotel yang dia pilih untuk menginap selama berada di kota Magelang. Bangunan hotel ini mirip dengan konsep Candi Borobudur, meskipun mereka harus merogoh kocek yang dalam untuk membayar biaya servis yang mereka terima, tetapi sebanding dengan layanan yang mereka terima. Mereka merasa masuk pada dimensi yang berbeda, berada dalam sebuah hotel yang sangat tenang, dan jauh dari kebiasaan kota.
"Selamat datang.., kenalkan nama saya Iin. Saya akan mendampingi Tuan dan Nyonya untuk mengeksplorasi hotel ini. Anggaplah hotel ini sebagai rumah kedua bagi Tuan dan Nyonya." seorang petugas hotel ditugaskan untuk menyambut dan melayani Ditya dan Naura selama berada di hotel ini.
"Okay..., segera antarkan kami ke kamar!" ucap Ditya tegas. Dia memang tidak mau berlama-lama dengan perempuan manapun, kecuali Naura.
"Baik.., sebenarnya semua sudut hotel ini bisa Tuan dan Nyonya gunakan sebagai tempat untuk wisata. Ada perpustakaan, tempat bermain berbagai budaya tradisional." Iin melanjutkan penjelasannya, tetapi Ditya tidak mau mendengarkannya.
Iin melewati ruang tengah yang ada permainan musik tradisional berupa gamelan, dan beberapa orang sedang menabuh gamelan.
"Momm.., itu apa?" tanya Ezaz yang tampak terpukau melihat pemandangan baru di depannya.
Naura berhenti sejenak, membiarkan putranya melihat dan menikmati suara gamelan.
"Monggo jamunya..!" terdengar suara perempuan paruh baya yang menawarkan kamu tradisional.
Seorang ibu-ibu paruh baya dengan cekatan menumbuk jamu-jamuan, kemudian meramunya menjadi minuman tradisional.
"Nyonya mau, jika ya saya ambilkan!" Iin menawarkan pada Naura.
Naura menganggukkan kepalanya. Dengan sigap, Iin langsung mengambil dua gelas kecil kemudian memberikan pada Ditya dan Naura. Naura dan Ditya langsung menikmatinya, tetapi tidak mengijinkan Ezaz untuk ikut mengkonsumsinya.
"Kita langsung kamar saja dulu! Nanti malam atau besok kita kesini lagi." Ditya mengajak Naura untuk segera ke kamar. Dia langsung mengangkat dan menggendong Ezaz. Untungnya Ezaz langsung mau tidak protes akan Daddy-nya.
Iin segera mengantarkan mereka langsung ke kamar, dan pada kamar nomor 21 Iin menghentikan langkah.
"Selamat menikmati istirahat! Ini kamarnya untuk istirahat." dengan ramah Iin menunjukkan kamarnya. Tetapi saat petugas itu akan mengikuti masuk ke dalam kamar, Ditya langsung menghentikannya.
__ADS_1
"Silakan kembali ke tempat anda bertugas. Letakkan barang bawaan saya diatas sana!" terdengar dengan tegas Ditya memerintah Iin dan petugas pembawa barang-barang mereka. Naura sebenarnya merasa tidak enak dengan mereka, tetapi dia tidak melarang suaminya.
"Baik.. selamat beristirahat, terima kasih!" Iin dan petugas porter segera berpamitan dan meninggalkan kamar mereka.
Naura mengamati kamar untuk mereka. Karena mereka memilih family room,. kamar ini memiliki dua kamar. Satu kamar adalah ruang tidur utama yang connecting dengan satu kamar kecil untuk anak-anak. Ruang tamu dengan satu sofa besar, dan balkon untuk menikmati pemandangan ikut menjadi fasilitas kamar mereka.
"Mom., sini!" Ditya memanggil Naura dari atas ranjang. Suaminya itu langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Melihat Ezaz yang ikut berbaring di atas ranjang, Naura langsung bergabung dengan mereka.
"Sepi ya Dadd.., kalau Mommy diminta menginap sendiri disini ga mau." kata Naura yang hanya mendengar keheningan.
"Kenapa.., enak disini untuk relaksasi sayang." sahut Ditya sambil memberikan kecupan di pipi Naura.
"Tahu.., ngeri pokoknya. Terlalu sepi." jawab Naura.
"He..he..he.., tenang ga bakalan Daddy membiarkan Mommy disini sendiri. Kemanapun pergi, harus ada Daddy disamping Mommy." kata Ditya sambil tertawa kecil. Tangannya langsung memeluk erat tubuh Naura.
"Momm.., Zaz haus." tiba-tiba Ezaz minta minum.
"Bentar ya.., Momm siapkan dulu!" Naura kemudian bangun dan beranjak dari ranjang. Dia kemudian menyiapkan satu botol minuman susu untuk Zaz. Setelah siap, dia langsung memberikan botol untuk minum putranya.
"Momm.., Daddy pingin." bisik Ditya di telinga Naura.
Naura melotot pada suaminya, tangannya menepuk-nepuk pantat Ezaz. Ditya tertawa melihat mata istrinya.
"Ha..ha..ha.."
"Dadd.., ini lho Ezaz mengantuk. Tolong dong.., jangan berisik!" tegur Naura pada suaminya.
"Iya Momm.., Daddy juga tahu dang ngerti. Kan Ezaz satu hati sama Daddy, tahu Daddy lagi butuh sesuatu, makanya dia langsung minta susu. Lihat saja.., sebentar lagi Ezaz akan tidur." bisik Ditya di telinga Naura. Muka Naura langsung memerah, dan hanya mencubit pinggang suaminya saat tanpa ijin, lidah Ditya memberikan jilatan di belakang telinganya.
__ADS_1
*********