PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Negosiasi


__ADS_3

Jam 6 pagi hari Naura sudah menyiapkan dirinya untuk berangkat kerja. Setelah sarapan, dia langsung pamit sama Bi Ijah untuk menyampaikan pada suaminya, jika dia harus berangkat pagi ke perusahaan.


"Ya Non, nanti Bibi sampaikan. Hati-hati di jalan Non." Bi Ijah mengantarkan majikannya sampai Ojol membawanya pergi.


"Bibi.., Naura berangkat."


Karena jalanan masih sepi, hanya butuh 15 menit waktu perjalanan ke perusahaan. Karena belum dibuka pintu menuju ruangannya, Naura mencari security yang sedang minum kopi di pos nya.


"Permisi pak, bisa minta tolong saya dibukakan pintu akses masuk ke ruangan kantor saya. Saya akan mempersiapkan berkas yang akan dibawa oleh pak Pradipta untuk menemui tamu pada pukul 08.00 pagi ini." Naura minta ijin untuk dibukakan pintu pada security.


Mendengar nama orang nomor dua di perusahaan disebut oleh Naura, security langsung berdiri dan mencari kunci akses masuk ke kantor.


"Tunggu sebentar mbak saya siapkan dulu kuncinya. Mbak di unit apa, biar sekalian saya bukakan."


Naura melirik name tag di dada security itu namanya Samsul.


"Ruangan saya persis di depan pak Pradipta pak. Karena saya di perusahaan ini menjadi sekretaris pak Pradipta."


"Okay, ini kuncinya. Mari mbak ikuti saya, tapi mungkin cleaning service masih muter bersihin lainnya dulu. Tolong mereka jangan diadukan pak Dipta ya mbak, kalau ruangan mbak belum dibersihkan mereka."


Naura tersenyum melihat kepedulian security itu, perlahan dia mengikutinya untuk membuka pintu masuk menuju ruangannya. Tidak berapa lama, Naura sudah sampai di ruangannya, dan terlihat seorang *cleaning service *sedang bersih-bersih ruangan Pradipta.


"Selamat pagi semua, maaf ya saya mengganggu pekerjaan kalian semua." dengan ramah Naura menyapa mereka yang sedang membersihkan ruangan bossnya.


"Pagi mbak."


Naura kemudian menyalakan komputernya, kemudian dia membaca kembali PKS yang akan didiskusikan dengan kolega pada pukul 08.00 pagi. Dia sudah menebalkan pokok-pokok keinginan kedua belah pihak, yang nanti akan disampaikan pada Bossnya. Berkas yang akan dia bawa, kemudian sudah dia rapikan dan dimasukkan pada paper bag.


"Pagi Naura, ternyata kamu on time ya. Ayo kita langsung berangkat, temani saya ke temu kolega. Sambil nanti di jalan kita diskusi bareng." tiba-tiba suara Pradipta mengagetkan Naura.

__ADS_1


Kemudian Naura menengadahkan wajahnya ke atas, dan melihat Pradipta sudah berdiri di depannya.


"Maafkan Naura pak Dipta, tidak tahu kalau bapak sudah datang. Ini sudah saya siapkan di dalam paper bag, mari."


Melihat sekretarisnya sudah siap Pradipta kemudian membalikkan badannya dan berjalan keluar perusahaan. Naura kemudian berdiri dan mengikutinya. Sesampainya di mobil, Naura kaget karena Pradipta membukakan pintu mobil di bagian depan dan menyilakan dia masuk.


"Terima kasih pak Dipta, seharusnya Bapak tidak perlu membukakan pintu untuk saya."


"Tidak apa-apa Naura, kan kamu wanita, saya laki-laki. Ya laki-laki harus siap membantu wanita dong." sahut Pradipta kemudian kembali menutup pintu mobil.


Naura kembali terkejut ketika Pradipta duduk di sampingnya, dan dia mengemudikan mobil sendiri.


"Lho pak Dipta mengemudi sendiri, kita tidak pakai *driver *pak?" Naura dengan heran bertanya pada Pradipta.


"Kamu tidak percaya dengan sopiran saya apa? Saya tidak begitu suka tergantung pada orang lain, sudah santai saja." kata Pradipta sambil tersenyum pada Naura.


"Atau kamu yang akan mengemudikan mobil Naura. Kamu bisa mengemudikan mobil?"


"Bisa pak, tetapi sudah dua tahun saya tidka pernah bawa mobil. Dulu kalau kuliah, sering membawa mobil sendiri ke kampus. Atau Naura saja yang bawa mobilnya pak?"


"Ah, tidak perlu. Nanti kalau kita sudah ketemu dengan client, aku pimpinan, kamus ekeretaris saya. Tapi di dalam mobil ini, kita pria dan wanita, okay."


********************************************


Seorang bapak-bapak sudah menunggu kedatangan mereka di kantor, dan saat ini menyambut kedatangan Pradipta dan Naura di lobby perusahaan. Dia adalah Dodi pemilik dan sekaligus pemimpin perusahaan itu.


"Luar biasa, saya suka anak-anak muda yang janjian dengan orang tua *on time. *Ayo kita langsung ke meeting room saja, kita santai ngopi-ngopi dulu.  Toh ini masih jam 07.45." dengan ramah Dodi menyapa mereka, kemudian berjalan di depan memimpin mereka untuk menuju ke *meeting room. *Naura dan Pradipta mengikuti di belakangnya.


"Ayo-ayo silakan masuk dan langsung pilih tempat duduk ya. Saya tinggal dulu ya, tepat jam 08.00 kita mulai."

__ADS_1


Naura menganggukkan kepala, dan dengan senyum manis dia kemudian duduk di samping Pradipta. Naura mengeluarkan berkas dari paper bag, dan menyerahkan pada Pradipta untuk dipelajarinya sebentar. Tidak lama sekretaris Dodi ikut keluar dan menyajikan camilan dan minuman panas untuk mereka.


"Inti dari request mereka apa Naura?" tanya Pradipta yang malas membaca .


"Yang saya tebalkan dengan stabillo pak. Minta pembagian profit 30%, fasilitasi kegiatan event-event untuk mendongkrak penjualan. Kemudian dalam waktu dekat mereka akan mengundang artis ibukota untuk endorsement iklan mereka, kita yang harus menanggung semua biaya yang timbul."


"Okay no problem. Ini mana lagi si Ditya, sudah tak bilangi jam 08.00 harus sudah sampai di lokasi, malah belum kelihatan batang hidungnya." gumam Pradipta.


"Mungkin sudah sampai baru di depan pak. Kita tunggu beliau saja dulu." kata Naura.


"Silakan masuk pak DItya, mari. Pak Dipta dan Bu Naura kebetulan juga sudah berada di dalam." terdengar sekretaris Dodi sedang mempersilakan masuk Aditya.


"Kehormatan bagi orang tua seperti saya, ternyata pak Ditya bersedia hadir ke perusahaan kecil saya. Mari silakan masuk pak DItya." terdengar Dodi menyilakan Ditya masuk.


Ditya masuk kemudian duduk di sebelah kanan Dipta, kemudian Dodi dan timnya segera memasuki meeting room.


"Baiklah, tidak mengurangi rasa hormat, sambil perwakilan dari PT. Elang Jaya menikmati minuman, kita langsung mulai ya Bapak/Ibu. Karena kami menyediakan waktu pada pukul 08.00 pagi."


Dodi mempresentasikan poin-poin yang dia ingin dapatkan dari kerjasama antara kedua perusahaan itu, Naura mencatat poin-poin penting yang disampaikan Dodi, kemudian meletakkan di depan Pradipta. Dipta sendiri sangat terkejut, dengan kerja cepat Naura, dengan tersenyum dia membaca note dari Naura. Kemudian secara berantai Dipta memberikan note pada Ditya.


"Thank you Mr. Dodi, untuk profit 30% apakah tidak terasa cukup besar. mengingat semua resource dan fasilitasi event ke depan semua ditanggung oleh perusahaan kami?" Ditya langsung menanggapi poin utama dari PKS tersebut.


Dengan cepat tim dari perusahaan Dodi menanggapi dan menyampaikan alasannya. Akhirnya terjadi diskusi dan perdebatan antara dua perwakilan tersebut.


"Mohon maaf saya ikut bicara pak Dodi. Perusahaan kami bisa dijamin memiliki semua resource yang bapak butuhkan, dan kami memiliki supporting team yang akan sigap menangkap peluang pasar. Silakan Bapak mencari perusahaan lain yang ada di kota ini, yang mampu memenuhi resource seperti yang bapak inginkan. Jadi kalau pendapat saya, mungkin profit sharing yang bapak inginkan 10% bagi saya sudah lumayan besar, mengingat berapa investasi yang kami keluarkan." tiba-tiba Naura tanpa diminta berpendapat dengan suara jernih dan jelas.


Dia menambahkan poin-poin keunggulan PT. Elang Jaya dengan analisis yang tajam. Pradipta sangat terkejut dengan kemampuan Naura untuk bernegosiasi, dan terlihat Dodi mengangguk-anggukkan kepala mendengar penjelasan Naura. Sedangkan Aditya, seperti mendapatkan sambaran petir mendengar suara gadis itu, dan dengan todak percaya menoleh pada gadis yang duduk di samping Pradipta. Tanpa berkedip dia terkesima melihat ke Naura.


********************************************

__ADS_1


__ADS_2