PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura

PERTEMUAN TAK DISANGKA: Keberuntungan Naura
Kau Milikku


__ADS_3

"Kak.., tas dan dompet Naura masih di rumah Edward? Bagaimana kita akan mengambilnya?" tanya Naura pada DItya. Mereka sudah sampai di mansion mereka, dan langsung dibawa Ditya ke kamar mereka.


"Kamu kehilangan suamimu saja tidak bertanya-tanya, hanya tas sama dompet tertinggal saja kamu masih menanyakannya." jawab Ditya sambil memberikan ciuman pada Naura.


"Kak.., ada Ezaz. Bisakah kakak hati-hati." bisik Naura malu-malu.


"Ezaz ini putra kita, wajar dong dia menyaksikan kemesraan orang tuanya." ucap Ditya sambil mengacak-acak rambut Naura.


"Dad.., kenapa daddy tidak jemput Momm sama Zaz? Zaz kan kangen sama Daddy." tanya Ezaz dengan polosnya. Naura memberi kode pada Ditya untuk tidak berbicara jujur pada putranya, dia tidak mau memberikan trauma psikologis pada putranya.


"Daddy masih banyak urusan sayang, sekarang Daddy dah jemput Mommy sama Ezaz kan. Ezaz sayang ya sama Daddy?" tanya Ditya sambil mengangkat Ezaz dan mendudukannya di pangkuan.


"Iya sayang dong, untung ada Uncle Ward.., Uncle yang setiap hari mengajak Zaz main, berenang, dan jalan-jalan. Karena Mommy tidak pernah mau ikut, kalau Zaz pergi dengan Uncle." Ezaz menceritakan tentang Edward.


Mendengar putranya menceritakan kebaikan dan perhatian Edward padanya, muka Ditya langsung menghitam. Melihat reaksi suaminya, Naura langsung secara ekspresif memeluk Ditya dari belakang. Dagu Naura dia letakkan di bahu suaminya, dan nafas gadis itu menerpa belakang leher Ditya. Sesuatu di dalam celana Ditya langsung bangun menggeliat, selama 3 bulan dia tidak pernah merasakah de..sahan nafas maupun aroma Naura. Saat ini, begitu merasakan lembutnya kulit istrinya, tubuhnya terasa gemetar.


"Zaz.., Ezaz sayang.., kamu dimana nak?" terdengar Claudia memanggil nama Ezaz. Mendengar suara adiknya, Ditya merasa lega.


"Masuk sini Claud.., bawa Ezaz keluar dari sini!" Ditya langsung berteriak memanggil adiknya untuk masuk ke dalam kamar. Dia betul-betul ingin mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuhnya, yang sudah lama terbendung.


"Aaaww." pekik Ditya karena mendapatkan cubitan dari istrinya. Naura melotot pada suaminya.


Tiba-tiba pintu didorong dari luar, dan masuklah Claudia ke dalam kamar. Dia langsung berlari mendekati Ezaz, kemudian memeluk dan menciumi wajahnya.

__ADS_1


"Aunty kangen Zaz..," ucap Claudia sambil mendudukkan pantatnya di pinggiran ranjang kamar Ditya.


"Eh malah duduk.., sana bawa Ezaz keluar Claud!" seru Ditya tidak tahu malu.


"Hmmm.., keburu ya? Ya udah, yokk main keluar sama aunty. Kita ke pantai lewat pintu belakang." sambil mengedipkan matanya ke arah Naura, Claudia menggandeng Ezaz dan membawanya keluar. Muka Naura langsung memerah, dia tidak berani membalas godaan adik iparnya itu.


Ditya mengikuti Claudia sampai di pintu, begitu mereka keluar dia langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Dengan tersenyum smirk, dia langsung menghampiri Naura yang sudah tidak mampu menatapnya karena rasa malu.


"Lihat mata Daddy sayang..!" ucap lirih Ditya sambil menengadahkan dagu Naura. Begitu Naura mengangkat wajahnya, bibir Ditya yang hangat langsung menutup bibirnya. Pagut..an demi pagu..tan terangkai berdua, lidah mereka langsung membelit. Dengan kasar, Ditya menarik baju atasan yang dikenakan Naura sampai robek, dan terpampang di depan kedua matanya, dua bongkahan squissy kenyal yang tampak menunggu untuk dijamahnya.


"Uuhhh..., akh..., kak.." terlepas lenguhan kenikmatan dari bibir Naura. Seluruh tubuhnya seperti dialiri oleh sengatan listrik, tetapi dapat membuatnya ketagihan. Mendengar lenguhan kepuasan istrinya, Ditya menjadi lebih bersemangat mengeksplorasi setiap jengkal bagian tubuh Naura. Perempuan itu sudah tidak dapat berpikir, bajunya sudah terbuang dan tersobek-sobek dan tergeletak di lantai.


"Kakk..., Naura tidak mau berpisah dengan kakak lagi." bisik Naura di telinga Ditya.


"Kau milikku sayang, tidak akan pernah aku lepaskan."


***************


Beberapa orang dan dua petugas kepolisian datang ke mansion Ditya. Mereka akan meminta keterangan tentang kejadian sebenarnya pada Naura.


"Dity..., Ditya.." Pradipta memanggil DItya, dan saat mau membuka pintu kamar Ditya, Claudia berlari menahannya.


"Kak Dipta mau kemana?? Jangan ganggu orang lagi honeymoon!" ucap Claudia sambil menariknya untuk menjauh dari kamar Ditya. Untungnya kamar utama yang ditempati Ditya, memiliki peredam suara, sehingga apa yang mereka lakukan di dalam tidak terdengar dari luar.

__ADS_1


"Memang anak kurang ajar si Ditya itu. Orang lain diminta bekerja keras, dia malahan indehoy sama bininya di kamar." protes Dipta.


"Halah kak.., sudah biarkan saja! Kasihan hampir 3 bulan mereka terpisahkan. Bagaimana kak, sudah selesai urusannya?" tanya Claudia sambil menarik Pradipta untuk menjauhi kamar kakaknya.


"Sudah.., Edward sudah dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Ini ada dua polisi yang ikut kemari, mereka menanyakan tuntutan apa yang akan diberikan pada Edward." kata Pradipta yang terlihat kelelahan di wajahnya.


"Kak Dipta istirahat saja dulu, biar Claudia yang akan menemui polisi itu. Biar kak Ditya dan kak Naura melepaskan rindu dulu, setelah selesai nanti malam biar mereka pergi ke kantor polisi." Claudia meminta Pradipta duduk dulu di ruang keluarga. Claudia mengambilkan air minum untuk Pradipta, kemudian ke ruang tamu untuk menemui dua orang petugas polisi yang duduk di kursi tamu.


"Sir, my brother and my sister in law happens to be resting. Maybe, sir, you can go back to the office, tonight I will make sure that my sister will give a statement there." Claudia mengatakan jika kedua kakaknya sedang istirahat, dan meminta petugas polisi untuk kembali ke kantor. Dia memastikan jika kedua kakaknya nanti malam akan memberikan keterangan di kantor polisi.


"Okay, fine then. We will return to the police station. We will wait for your brother's cooperation." kedua petugas polisi akhirnya menyetujui usulan Claudia, kemudian mereka segera keluar dari mansion. Claudia mengantarkan petugas polisi itu sampai ke halaman depan.


"Kalian semua silakan istirahat dulu!! Hubungi nanny.., mereka akan menyiapkan kamar untuk kalian!" Claudia memerintahkan para pengawal untuk istirahat. Kemudian dia kembali masuk ke dalam, dan langsung menemui Pradipta di ruang keluarga.


"Kasihan kamu kak Dipta, memang terkadang kak Ditya sangat keterlaluan padamu." melihat Pradipta yang tampak lelah tertidur di atas sofa di ruang keluarga, Claudia hanya melihatnya kasihan. Dia kemudian menyalakan AC dan mengambil selimut kemudian menyelimuti tubuh kekasih yang sudah menyatakan komitmen padanya.


"Aunty..., Zaz lapar." teriakan Ezaz dari dalam kamar membuyarkan lamunannya. Segera dia mendatangi keponakannya itu.


"Ssttt.., Ezaz jangan berisik dulu ya! Tuh lihat, Uncle Dipta baru istirahat." Claudia berpesan pada Ezaz sambil menunjuk Pradipta yang sedang tertidur di sofa. Ezaz mengangguk, dan memegang tangan Claudia.


"Ezaz mau makan ya? Aunty siapkan dulu ya, sekarang Ezaz mainan dulu ya di kamar aunty." setelah menutup pintu kamarnya, Claudia segera berangkat ke meja makan untuk menyiapkan makanan untuk Ezaz.


***************

__ADS_1


__ADS_2