
Qin San setelah itu ia mendekati tang Chin Dan Hou chun yang sedang melakukan latihan bersama,"Adik Chin terima kasih telah mengajari Chun'er.
"Kakak tak perlu berterima kasih padaku karena bagaimanapun Adik Chun adalah murid kakak jadi aku sebagai adik kakak sudah sewajarnya untuk membantu adik Chun."ucap Tang Chin dengan sopan.
Hou Chun mendengar itu,ia mengangguk dan melanjutkan latihanya kembali.
"Oh iya adik Chin apakah kau berencana untuk membalas dendam terhadap Kekaisaran Tang."ucap Qin San yang mengingat bahwa Tang Chin pernah mengatakan bahwa ia akan membalaskan dendam pada kekaisaran Tang terhadap perlakuanya pada neneknya.
"Em..kurasa itu tak perlu kak,karena biarpun aku membalaskan dendamku itu tak akan dapat mengubah apapun yang telah terjadi,Aku juga berpikir bahwa balas dendam tak akan bisa menyelesaikannya itu malah akan memperburuk situasi apalagi kekaisaran Tang juga menjadi korban dari para iblis,aku takut jika aku membalaskan dendam kekuatan kekaisaran Tang akan menurun,kurasa kejadian yang menimpa mereka sudah cukup untuk menjadi pelajaran pada mereka."ucap Tang Chin menjelaskan bahwa ia sekarang tidak lagi berniat membalaskan dendam.
Qin San mendengar itu tersenyum karena bangga atas sikap Tang Chin yang jauh lebih dewasa dari anak seusianya,tentu saja untuk sikapnya itu ia dapatkan ketika ia mendapatkan kekuatan dewa perangnya,sehingga ia terlihat lebih dewasa dan sangat pintar.
Setelah berbincang beberapa kata dengan Tang Chin,Qin San lalu berjalan ke arah Hou Chun yang sedang berlatih tekhnik api,Qin San di situ hanya mengajarkan sebuah penjelasam saja tentang bagaimana cara posisisinya berdiri dan bagaimana cara melepaskan Qi nya untuk membuat bola api di tanganya agar terlihat lebih stabi lagi.
Menerima penjelasan dari Qin San,Hou Chun hanya terdiam dan memperhatikanya walaupun dalam percobaan itu ia gagal,tetapi walaupun gagal ia tak menyerah dan terus berlatih.
Selesai memberi beberapa petunjuk pada Hou Chun,Qin San lalu mendekati Tang Chin.
"Adik..bagaimana kalau kita latih tanding,sekalian saling memberi petunjuk tentang ilmu kultivasi beladiri."ucap Qin San pada Tang Chin.
"Baik kak,aku juga sudah lama ingin berlati dengan kakak dan saling memberi petunjuk."ucap Tang Chin menerima tantangan Qin San.
"Kak kita akan latih tanding di mana?." Tanya Tang Chin karena tidak mungkin kalau mereka berlatih di aren tournamen karena itu akan menyebabkan kehancuran.
"Em..bagaimana kalau kita latih tanding di udara saja,karena jika kita latih tanding di sini aku tak yakin bisa mempertahankan tempat latih tanding kita secara utuh."ucap Qin San memberi pendapat.
Mendengar itu Tang Chin mengangguk setuju karena ia juga berfikir sama dengan Qin San karena bagaimanapun kekuatan keduanya sudah melebihi hukum dunia ini,jika mereka tak memilih tempat pertarungan yang tepat mereka berdua dapat menghancurkan tempat mereka latih tanding.
__ADS_1
Qin San lalu melayang di udara dengan di ikuti Tang Chin yang melakukan hal yang sama.
Tang Chin dan Qin San saling memandabg sejenak dan berkata."Adik Silahkan adik Chin menyerang terlebih dahulu."ucap Qin San menyuruh Tang Chin untuk menyerangnya terlebih dahulu.
"Kalau itu yang kakak inginkan,aku akan menyerang kakak terlebih dahulu."ucap Tang Chin yang lalu mengambil posisi kuda kuda yang kemudian langusng melesat ka arah Qin San.
Qin San melihat pergerakan dari Tang Chin ia tersenyum lebar,dan memposisikan tubuh dalam kondisi bertahan,ia menangkis dan terkadang menghindari serangan dari Tang Chin.
"Kak San,kenapa kau tak menyerangku."tanya Tang Chin yang melihat Qin San dalam posisi bertahan.
"Em belum saatnya aku menyerangmu."ucap mereka berdua yang saling menyerang dan bertahan.
"Adikk bersiaplah aku akan menyerangmu."ucap Qin San memperingatkqn Tang Chin.
Mendengar itu Tang Chin meningkatkan kewaspadaanya dan memfokuskan diri pada Qin San.
Qin San ia menggunakan segel tangan yang lalu membuat array dan menyerang ke arah Tang Chin.
"Segel pengunci area."ucap Qin San melemparjan segel areanya ke tempat Tang Chin.
Segel itu lalu mengeluarkan cahaya putih dan lalu mengeluarkan sebuah tali panjang yang bisa menyerap Qi orang yang terkena segel itu.
Tang Chin di dalam segel itu ia mencoba melepaskan diri,mengeluarkan Qinya yang mengakibatkan Qi miliknya berkurang perlahan seperti sedang mengnyedot habis Qinya.
Tang Chin menciba melepaskan dirinya dari segel itu tetapi ia tak bisa karwna semakin ia bergerak Qi nya otimatis akan tersedot kedalamnya.
Tang Chin yang terus berpikir untuk melepaskan dirinya tib tiba terlintas sebuah pikiran.
__ADS_1
"Hehe karena kau segel array yang bisa menyedot energi Qi bagaimana kalau aku juga akan menyedotmu."ucap Tqng Chin mengingat bahwa ia berkuptivasi menggunakan terknik penghisap binta sehingga latihanya terbilang sangat cepat.
Tang Chin mulai memejamkan matanya berusaha untuk tenang,dan lalu ia menghisap tali itu begitupun demgan taki itu.
Akibat keduanya saling menghisap,membuat tali itu meledak karena memang tekhnik menghisap tang Chin lebih tinggi dari pada segel aray buatan Qin San.
"Adik kau sangat hebat,bahkan segel pengunci area ku tak berhasil mengalahkanmu."puji Qin San pada Tang Chin yang terlihat mengatur nafasnya karena Qi nya yang telah terkuras karena segel array Qin San.
"Kakak kau terlalu memujiku,jika aku tak mengeluarkan tehknik kultivasiku mungkin aku akan langsung kalah dalam latih tanding ini."ucap Tang Chin.
"Bagaimana adik apakah kita masih akan melanjutkanya atau berhenti disini saja."tanya Qin San karena melihat tubuh Tang Chin yang lemah.
"Kakak,mari kita melanjutkanya kembali."ucap Tang Chin dengan senyuman perangnya.
"Memang pantas dengan julukan dewa perang,bahkan ia haus dalam melakukan pertarungan."batin Qin San melihat Tang Chin yang tak ingin menyerah.
"Tekhnik pedang perang gerakan pertama hujan pedang."ucap tang chin yang tiba tiba di atas langit mengeluarkan sebuah segel yang amat besar dan segel itu seketika mengeluarkan banyak pedang dengan Qi yang meneyelimutinya.
Qin San yang melihat itu tak bisa untuk tidak kagum karena tekhnik ini adalah tekhnik yang bisa menekanya hingga dalam posisi terpojok di kehidupan sebelumnya yang di akibatkan ruang di sekita memebeku dan tak akan bisa di robek.
"Hehe adik kau memang hebat."ucap Qin San lalu berkata."Dao waktu penghenti waktu."
Seketika waktu di area Qin San dan Tang Chin berhenti bahkan hujan pedang itu juga berhenti turun ke bawah.
"Tekhnik kekosongn gerakan pertama pedang pembelah kehampaan."ucap Qin San lalu mengayunkan pedangnya secara vertikal untuk menghancurkan hujan pedang itu.
Seketika keluarlah sebuah siluet bulan sabit yang menuju ke arah array hujan pedang itu.
__ADS_1
...................
BERSAMBUNGG....