
" Tuan sepertinya ada yang menghancurkan artefak miliku." Ucap Jia Lan yang terlihat pucat karena bagaimanapun artefak itu sudah tergabung dengan jiwanya dengan hancurnya artefak itu membuat luka pada jiwa Jia Lan.
" Hm, aku juga merasakanya." Ucap Qin San yang sedang duduk berkultivasi.
"Kakek apakah kamu tidak apa apa." Tanya Jia Xue Khawatir.
"Kakek tidak papa, kakek hanya butuh istirahat saja." Ucap Jia Lan.
"Ayah Istirahatlah dulu, biarkan kami yang akan mengurus ini." Ucap Jia Bei.
"Kakek anda minumlah ini, air ini berguna untuk memulihkan keadaan kakek." Ucap Jia Mei membawakan segelas air kepada Jia Lan.
"Baiklah, kalau begitu ini adalah saatnya kita keluar." Ucap Qin San mengayunkan tanganya membuka portal menuju ke alam neraka.
Beberapa orang juga ikut keluar dari alam batin Qin San, Di alam batin Qin San hanya tersisa orang orang biasa sedangkan para kultivator mengikuti Qin San keluar untuk menghadapi para dewa.
Beberapa saat kemudian mereka muncul di hutan yang tempatnya tak jauh dari perkotaan.
"Tuan Qin Kami akan mendengarkan perintahmu." Ucap Jia Bei mewakili seluruh orang di sana.
"Huh.... sebenarnya kali ini aku tidak memiliki rencana, karena aku akan menghadapi mereka secara langsung." Ucap Qin San.
"Jika itu yang akan dilakukan tuan Qin, maka kita juga akan mengikutinya." Ucap Jia Bei yang di setujui oleh semuanya.
"Gege, aku juga akan mengikutimu." Ucap Yuan Zuan.
"Baiklah, karena kalian sudah mengatakan seperti itu, maka aku hanya akan mempebolehkan kalian untuk mengikutiku." Ucap Qin San menyetujuinya.
.......
"Akhirnya ilusi ini sudah hilang." Ucap Chou Soran yang sudah kelelahan menghadapi setiap ilusi yang di buat oleh Jia Lan.
"Tuan, aku rasa bantuan kita sudah datang." Ucap Long Tian.
"Hahaha.. setelah ini adalah giliran kalian yang akan mengalami kesengsaraan." Chou Soran tertawa bahagia sambil membayangkan bagaiman kelompok Qin San tersiksa.
......
"Kalian semua kemarilah." Ucap Shen Wan memanggil rekan rekanya yang lain yang selamat dari ilusi itu dengan menggunakan batu komunikasi.
Mendengar itu para dewa menjadi lega, mereka lalu bergerak menuju tempat Shen Wan berada begitupun dengan Chou Soran, Long Tian dan Long Ya.
........
"Baiklah kalian ikuti aku, kita akan langsung pergi menyerang mereka." Ucap Qin San kepada rekan rekanya yang mengikuti dirinya.
Qin San menggunakan kekuatan spiritualnya untuk memindai keberadaan Shen Wan, Setelah ia menemukan lokasi keberadaan Shen Wan ia langsung terbang dengan di ikuti oleh kelompoknya.
__ADS_1
Wush....
Mereka melesat dengan kecepatan tinggi, Beberapa menit berlalu mereka akhirnya sampai di titik di mana Shen Wan berada.
Qin San berhenti di atas awan, mengamati gerak gerik mereka sambil menunggu untuk melakukan penyergapan, tentunya mereka juga menyembunyikan aura kultivasi mereka.
"Tuan Chou, bagaimana keadaan anda." Tanya Shen Wan pada Chou Soran.
"Hanya sedikit lelah saja." Jawab Chou Soran.
"Tuan Chou makanlah ini agar tenaga anda kembali pulih ." Shen Wan memberikan sebuah pill penyembuhan kepada Chou Soran.
Melihat itu Chou Soran langsung menyambar pill itu lalu ia memakanya dengan sekali telan.
Shen Wan juga membagikan pill kepada yang lain, selagi mereka menyerap manfaat dari pill Qin San dari atas langit sudah mengintruksi kelompoknya untuk melakukan penyergapan.
" Selagi mereka sedang menyerap manfaat pill mari kita membuat serangan kejut untuk mereka." Ucap Qin San menghilang lalu di ikuti oleh yang lain.
"Serang.....!!." Teriak Qin San.
"Serang....." Teriak kelompoknya yang sudah membawa senjata pamungkas mereka masing masing.
"Tekhnik kekosongan gerakan kedua, Tangan Kehampaan." Ucap Qin San dan seketika tangan yang sangat besar muncul di atas mereka.
"Awas ada penyergapan." Teriak Shen Wan langsung membentuk barier pelindung menutupi rekan rekanya.
Seketika semua orang terbangun, Untung saja mereka semua sudah selesai menyerap manfaat pill itu jika tidak mungkin mereka akan mengalami luka dalam karena ganggungan itu.
"Beraninya kalian melakukan penyergapan, apakah kalian sekkarang sudah menentang kami." Ucap Shen Wan marah.
" Hahahaha.. apakah menurutmu kami harus menerima siksaan kalian setiap saat, dan menerima kenyataan pahit itu." Ucap Xiao Ji Marah mengeluarkan auranya yang berada di ranah jendral dewa.
"Kalian sebagai seorang pendosa memang harus menerima takdir itu, jika tidak maka kalian harus mati." Ucap Shen Wan.
"Mati, kenapa harus mati, hidup dan mati kami hanya ada di tangan kami bukan berada di tanganmu, para dewa seperti kalian hanya tahu memperalat manusia, membuat mereka memiliki takdir yang menyedihkan dan sekali manusia melawan takdir maka ia akan di hukum." Ucap Jia Bei Tidak terima.
"Kami semua sudah muak dengan inu semuua maka lebih baik mati dari pada terus menjadi seperti ini." ucap Jia Lan menimpali.
"Tekhnik Tinju Xuanwu, hancurkan barier ini untuku." Ucap Jia Bei Seketika sebuah kura kura besar menuju ke arah Barier Shen Wan.
Bom...
Krak...
Barier milik Shen Wan retak ketika tinju Xuanwu membenturnya, tetapi tinju Xuanwu masih belum bisa menembus barier pelindung itu.
"Tinju penghancur gunung." Ucap Qin San memukul Barier pelindung itu dan barier pelindung itu langsung pecah.
__ADS_1
" Bunuh.." Teriak Kelompok Qin San menyerang kelompok para dewa.
"Long Tian terima seranganku." ucap Qin San mengeluarkan pedang kekosonganya.
"Tekhnik seribu pedang." Ucap Qin San seketika ribuan pedang muncul di belakangnya dan mulai menyerang Long Tian.
Siu....
Bom..
Bom..
Long tian melihat itu ia menghindari setiap pedang yang menuju ke arahnya.
"Badai pedang." Ucap Long Tian seketika sebuah pedang mengelilingi dirinya membuat pedang pedang Qin San sam sekali bisa mengenainya.
"Sepertinya kau cukup meningkat Long Tian." Ucap Qin San tersenyum.
"Petir hukuman, Hukuman semesta." Ucap Qin San dan sebuah petir berbentik sebuah seseorang menggunakan Zirah dan pedang terbentuk di langit menyerang menuju Long Tian.
"Bomm....
Serangan petir hukuman membuat badai pedang Long tian hancur. Tak sampai di situ saja petir hukuman itu terus melaju menyambar Long Tian.
"Duarrt..."
Long Tian yang terkena petir itu langsung mundur, Untung Saja ia segera mengaktifkan perubahan naganya sehingga petir hukuman tadi tidak begitu berpengaruh padanya.
"Hampir saja." Gumam Long Tian.
"Groarr... " Long Tian mengaum mengepakan sayapnya menuju Qin San.
Shen Wan melihat pertarungan itu ia membantu Long Tian untuk mengalahkan Qin San, karena menurutnya Qin San adalah yang paling berbahaya dari lainya, sementara itu Yuan Zuan sedang berhadapan dengan Long Ya.
Shen Wan menyerang Qin San dari belakang, Qin San yang merasakan Hal itu ia menghindar kesamping sehingga serangan Shen Wan tidak mengenainya.
"Sial... orang ini berada di ranah Kaisar dewa puncak." Gumam Qin San merasakan kekuatan dari Shen Wan.
" Mati.." Ucap Long Tian mengayunkan cakar naganya.
"Wush..
Sringgg.....
.......
BERSAMBUNGG....
__ADS_1