Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
Chapter 63


__ADS_3

Qin San lalu mengantarkan Ye Xin Ru ke tempat ayahnya dengan menggendongnya yang membuat Ye Xin Ru kaget karena tiba tiba Qin San menggendongnya.


"Apa yang kamu lakukan."ucap Ye Xin Ru yang tiba tiba di gendong oleh Qin San.


"Ya aku hanya menggendong wanita yang aku cintai apakah tak boleh."ucap Qin San tersenyum manis ke arah Ye Xin Ru yang membuat rona merah di pipi Ye Xin Ru.


dan menyembunyikan wajahnya di dada Qin San.


Melihat tingkah laku kekasihnya yang malu ia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian mereka akhirnya sampai od tempay tournamen dengan Ye Xin Ru yang masih menyembunyikan wajahnya di dada Qin San.


"Ru'er sudah sampai apakah kamu hanya ingin menyembunykan wajahmu."ucap Qin San pada Ye Xin Ru.


Mendengar Qin San berbicara bahwa ia sudah samapai.Ye Xin Ru lalu langsung melepaskan dirinya dari Qin San dan berlari menuju ayahnya.


Ketika ia melihat ayahnya ia lalu menghampirinya dan juga melihat dari atas sampai bawah untuk memastikan ayahnya baik baik saja karena ayahnya adalah merupakan orang yang paling ia sayangi karena ketika ibunya meninggal karena suatu kejadian ia telah berjanji bahwa ia akan patuh dan selalu menjaga ayahnya.


"Ayah apakah kamu baik baik saja."ucap Ye Xin Ru melihat Ke arah ayahnya.


"Hm ayaj baik baik saja kamu tak perlu khawatir seperti itu."ucap Kaisar ye melihat anaknya yang mengkhawatirkanya.


"Oh ya nak apakah pria bertopeng itu adalah kekasihmu."ucap kaisar ye melihat ke arah Qin San.


"I..itu dia memang kekasihku."ucap Ye Xin Ru menunduk malu.


"Hahahaha anaku memang sudah besar tetapi kenapa kamu merahasiakanya pada ayah."ucap Kaisar ye bertanya.


"Karena aku tak ingin mengecewakan ayah pada saat itu ayah menjodohkanku dengan tuan muda d sekte pedang dewa itu."ucap Ye Xin Ru menunduk.


"Eh kalau kamu tak suka dengan tuan muda sekte pedang dewa itu kamu seharusnya bilang pada ayah karena bagaimanapun pernikahan adalah hal yang akan membuat setiap orang merasakan kebahagiaan karena kamu mencintai orang yang menikahimu tetapi bila kau sama sekali tak menyukai orang itu,itu adalah penyiksaan bagimu."ucap Kaisar ye menjelaskan yang di beri anggukan oleh Ye Xin Ru.

__ADS_1


Melihat itu kemudian Qin San menghampiri mereka.


"Ayah mertua apakah kamu sudah baikan."ucap Qin San bertanya pada kaisar Ye.


"Hahaha ya aku sudah baikan ini semua berkatmu karena telah memmbantuku menyembuhkan lukaku dan juga menghabisi iblis itu aku sebagai kaisar di benua selatan ini berhutang budi padamu."ucap kaisar ye sedikit mebungkukan badanya pada Qin San.


"Eh ayah mertua tak perlu seperti itu aku meneyelamatka kalian semua karena juga ak sangat membenci para iblis itu yang selalu menggangu hidupku di manapun aku berada."ucap Qin San pada kaisar Ye.


"Haha baiklah kalai begitu ayo pergi ke istanaku untuk merayakan kemenangan hari ini."ucap Kaisar ye mengajak Qin San.


"Haha ayo ayah mertua aku juga mempunyai sebuah anggur spesoal untuk ayah mertua apakH ayah mertua ingin mencobanya."ucap Qin San.


"Baiklah mari kita coba di istana."ucap kaira ye menyetujuinya.


Ye Xin Ru yang melihat ke akrapan ayahnya dan kekasihnya itu ia menjadi senang.


"Eh kalian melupakanku."ucap Ye Xin Ru yang di tinggal oleh mereka berdua dengan wajah kesal.


"Ayah mertua apakah Ru'er selalu seperti ini ketika ia kesal."ucap Qin San bertanya pada Kaisar ye melihat Ye Xin Ru yang kesal.


"Hehe terkadang ia memang seperti ini jadi kau harus sedikit jaga sikap ketika kau memiliki wanita lain agar ia tak merasa cemburu dan akhirnya akan marah padamu."ucap Kaisar ye mengiyakan perkataan Qin San.


Melihat Ye Xin Rh yang sedang kesal Qin San lalu menghampirinya.


"Apakah kau marah dengan kami Ru'er."ucap Qin San.


"Em tidak siapa yang marah padamu."ucap Ye Xin Ru memalingkan wajahnya.


Malihat Ye Xin Ru yang marah Qin San tanpa pikir panjang mencium pipinya yang membuat Ye Xin Ru tiba tiba merona merah.


Sedangkan kaisar ye yang melihat meraka berdua ia hanya berkata.

__ADS_1


"Hah dasar anak muda,Aku jadi teringat pada mendiang istriku."ucap Kaisar ye mengingat tentang istrinya.


Setelah mencium Ye xin Ru Qin San juga menggendongnya di depan banyak orang yang membuat semua para pemida lainya iri terhadap Qin San bahkan mereka juga menganggap Qin San adalah idola mereka karena dapat menaklukan ratu es yang sangat sulit untuk di dekati oleh semua orang.


Ye Xin Ru yang di gendong oleh Qin San ia sedikit memberontak karena malu terhadap banyak orang yang melihatnya tetaoi ia juga merasa senang atas perlakuan yang di berikan Qin San padanya.


"Lepaskan aku,aku bisa berjalan sendiri."ucap Ye Xin Ru yang sedikit memberontak.


Mendengar Ye Xin Ru yang ingin melepaskan diri Qin San hanya diam tanpa menanggapinya dan terus tersenyum padanya membawanya kekereta kuda yang didalamnya terdapat ayah mertuanya.


Lalu Qin San membawanya masuk ke dalam dan menurunkan ye xin Ru di tempat duduk dengan wajah yang masih kesal yang terlihat cantik dan imut bagi Qin San sehingga ia mencubit pipinya.


"Aauu kenapa kamu mencubit pipiku."ucap Ye Xin Ru memegangi pipinya.


"Tidak kamu terlihat sangat cantik dan imut ketika kamu sedang kesal."puji Qin San yang membuat Ye Xin Ru kembali malu laku menyandarkan kepalanya ke arah Qin San.


Melihat kelakuan mereka berdua Kaisar ye hanay menggelengkan kepalanya yang membuatnya seperti melihat mereka berdua adalah dirinya dan mendiang istrinya.


Melihat ayah mertuanya yang seketika merasa sedih Qin San lalu bertanya padanya.


"Eh ada apa ayah mertua kenapa atah mertua terlihat sedih."ucap Qin San yang melihat wajah ayah mertuanya sedamg sedih.


"Ha tidak tidak aku hanya mengingat mendiang istriku yang telah tiada karena ia menyelamatkanku pada saat itu aku sedang sakit ia mencarikanku obat ke paviliin alkimia dan pada akhirnya ia di sergap oleh seseorang saat perjalanan dan aku menemukanya sudah meninggal dengan keadaan waja h yang sudah hancur."ucap kaisar ye menceritakan kejadian kelam tenatang istrinya.


Ye Xin Ru yang mendengar cerita ayahnya ia merasa sedih dan meneteskan air matanya.


"Ru'er kamuntak perlu sedih pasti ibumu sudah tenang di sana."hibur Qin San melihat ye Xin ru yang sedih mendengar cerita ayahnya.


"Hah aku seharusnya tak meneceritakan ini pada saat hari kebahagiaan ini."ucap kaisar ye mengubah raut wajah sedihnya.


...................

__ADS_1


BERSAMBUNGG.........


__ADS_2