Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
Keberadaan klan Qin


__ADS_3

"Siapa kalian." Salah satu pasukan Qin San maju menghadap beberapa orang di depanya.


"Tidak penting siapa kami, tetapi sebaiknya kalian suruh pemimpinmu untuk keluar." Ucap pemimpin dari 10 orang yang menghadang mereka.


"Kalian tidak layak untuk menyuruh pemimpin kami keluar." Ucap salah satu pasukan yang bersiap siap untuk menyerang.


Mendengar perdebatan itu Qin San keluar dari kereta kudanya.


"Ada apa kalian mencariku." Tanya Qin San kepada orang orang yang mencegat mereka.


Saat melihat Qin San keluar mereka membungkuk kearah Qin San.


Melihat ini Qin San mengeritkan keningnya lalu ia bertanya" Apa yang kalian lakukan."


"Hormat kami kepada dewa kehampaan." Mereka memnungguk didepan Qin San.


"Eh, bagaimana mereka menyadari identitasku." Batin Qin San dengan bingung.


"Kalian berdirilah."Perintah Qin San.


Mendengar perintah Qin San mereka berdiri dengan wajah mereka yang masih tertunduk.


"Kalian ikutlah denganku, mari bicarakan ini di kediamanku." Ucap mereka yang disetujui oleh semuanya.


Qin San kembali kekereta kudanya, Yuan Zuan yang penasaran kemudian bertanya kepada Qin San.


"Gege siapa mereka." Tanya Yuan Zuan.


"Entahlah aku juga tidak tahu siapa mereka, maka dari itu aku menyuruh mereka untuk mrngikutiku." Jawab Qin San dengan senyuman.


Setelah beberapa saat kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali kekota Qin Zuan.


Disebuah ruangan gelap nan sunyi terlihat satu orang yang sedang menatap tiga orang yang berada didepanya dengan tatapan tajamnya.


"Cepat katakan tujuan ras iblis kalian kemari." Ucap orang itu yang tak lain adalah Wen Zia.


"Hahaha... walaupun kami tahupun kami tidak akan mengatakanya padamu." Kata leluhur pertama dengan keadaan yang sudah diambang batasnya karena disiksa oleh Wen Zia.


"Sepertinya kalian memang ingin disiksa." Ucap Wen Zia dengan wajah psikopatnya.

__ADS_1


Wen Zia membawa sebuah Pisau kecil di tanganya yang berwarna merah darah. Wen Zia kemudian mulai menusuk bagian tangan mereka satu persatu dengan gerakan pelan supaya mereka dapat merasakan kesakitan.


"ARGGKKK......


Teriak mereka yang bergema disana.


"Apakah kalian masih tidak ingin mengatakanya." Wen Zia masih menusuk nusuk tangan dari ketiga leluhur tersebut.


"Tidak.. arrggkkk tidak akan..!!" Mereka berteriak kesakitan saar merasakan pisau itu mengiris tanganya dengan pelan pelan.


"Oh, kalau begitu aku akan menyiksa kalian hingga kalian semua angkat bicara." Ucap Wen Zia terus menyiksa mereka, mula mula ia menyiksa tangan kemudian leher dan bagian tubuh lainya.


......


Kereta kuda Qin San telah sampai di kota Qin Zuan, Saat tiba dikota semua orang menunduk hormat kepadanya sementara itu Qin San disana hanya tersenyum saat menanggapi mereka.


"Selamat datang tuan." Ucap penduduk kota saat kereta kuda Qin San melewati kediaman mereka.


"HMMM." Sahut Qin San sambil tersenyum di tirai kereta kudanya yang ia buka sedikit.


"Gege, mereka sangat sopan." Ucap Yuan Zuan yang juga tersenyum saat menanggapi penduduk kota Qin Zuan.


"Tapi syukurlah karena mereka telah berubah. Dengan perubahan ini juga dapat memberi dampak baik pada kota QinZuan kita." Ucap Yuan Zuan yang merasa senang.


Setelah melewati beberapa jalan mereka akhirnya tiba di kediaman mereka yang berada di pusat kota.


"Tuan kita sudah sampai." Kata pengawalnya memberitahu.


Qin San mengangguk lalu ia keluar bersama Yuan Zuan.


"Zuan'er kamu kembalilah terlebih dahulu." Ucap Qin San yang disetujui oleh Yuan Zuan.


Kemudian Qin San menoleh ke arah orang orang asing yang menghadangnya tadi.


"Kalian ikuti aku, mari kita bicarakan didalam."Qin San kemudian berjalan ke dalam aula pertemuan bersama dengan kesepuluh orang itu.


"Sebenarnya siapa kalian." Tanya qin San yang duduk di kursi miliknya mendominasi siapapun yang melihatnya.


"Kami kesini di perintahkan oleh keluarga Qin terdahulu untuk menjemput Tuan." Ucap pemimpin salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Ha..., apakah keluarga Qin masih hidup." Tanya Qinn San penasaran karena ia mengira bahwa klan Qin Sudah musnah karena telah di buuh oleh mereka.


"Sebenarnya sekarang klan Qin Sudah berada di ambang kehancuran karena banyak dari keturunan klan Qin yang bertarung karena ingin menjadi patriak klan." Ucap pemimpin mereka yang bernama Qin Bi.


Mendengar ini Qin San hanya mengangguk.


" Oh ya, apakah leluhur Qin Di masih hidup." Tanya Qin San.


"Hmm, leluhur Qin Di masih hidup, tapi sekarang ia dalam keadaan yang sangat lemah.." Ucap Qin Bi.


"Humm aku tidak menyangka jika keluarga Qin masih hidup, jika boleh tahu dimana letak keluarga Qin saat ini." Tanya Qin San.


"Keluarga Qin sekarang hidup di sebuah kota kecil yang tak jauh dari kerajaan, keluarga Qin Sudah tidak seterkenal dahulu lagi, semenjak Tuan menghilang keluarga kami benar benar mengalami kemunduran dari segi ekonomi maupun kekuatan sehingga keluarga kami mengasingkan diri kekota kecil untuk bertahan hidup." Jelas Qin Bi mengenai kondisi dari keluarga Qin.


"Lantas, bagaimana kalian mengetahii keberadaanku." Tanya Qin San sedikit janggal.


"Tuan itu mudah, kami tahu keberadaan tuan karena merasakan aura kehidupan dari giok jiwa milik tuan yang tiba tiba bersinar kembali dengan terang, saat mengetahui itu kami mulai mencari tuan dengan menggunakan giok ini, dan waktu itu kami menemukan bahwa tuan menuju kekerajaan kekosongan, jadi kami hanya bisa menunggu tuan keluar dari sana." Ucap Qin Si yang duduk di samping Qin Bi.


Mendengar ini Qin San terdiam, lalu ia mengangguk paham.


"Dengan kekuatan kalian semua yang berada di dewa galaxy awal hingga puncak tidak mungkin keluarga Qin menjadi mundur hanya karena perebutan Kekuasaan, apakah pihak kerajaan menekan kalian." Tanya Qin San curiga.


"HUH... ternyata tuan sudah mengetahuinya, sebenarnya apa yang terjadi dengan tuan pada waktu itu dan kenapa tiba tiba tuan tiada." Tanya Qin Jian.


"Apakah kalian belum mengetahuinya." TANYA Qin San menatap mereka.


"Belum, karena pada saat itu kami sama sekali tidak diijinkan untuk menyelidiki tentang kematian tuan dan pada akhirnya tiba tiba saja mereka mengeluarkan perintah bahwa keluarga Qin di keluarkan oleh mereka dari kerajaan kekosongan." Ucap mereka mengingat beberapa ribu tahun yang lalu.


Mendengar itu Qin San hanya mendesah pelan, ternyata ia sudah berpikir terlalu jauh kepada kerajaan kekosongan, Tentu saja mereka tidak berani membantai kerajaan kekosongan karena banyak teman Qin San yang melindunginya seperti orang orang dari lembah raja obat, dewa langit dan teman teman lainya.


Setelah mendengar itu lalu Qin San menceritakan masalalunya tentang dia dibunuh oleh kelima dewa itu yang ternyata sudah berkolusi dengan iblis, ia juga menjelaskan tentang tujuanya kali ini adalah untuk membalas dendam tentang perbuatan mereka.


Mendengar ini 10 orang itu terlihat sangat marah dan geram karena selama ini mereka telah dibodohi oleh mereka.


"Sialan, ternyata begitu." Ucap mereka serempak.


"Tuan, kami bersedia membantu tuan untuk membalas dendam demi keadailan klan Qin kita." Ucap 10 orang itu membungkuk kearah Qin San.


...............

__ADS_1


Bersambungg...


__ADS_2