
Qin San tidak langsung kegunung Tian Lu, karena hari yang sudah malam maka ia memutuskan untuk beristirahat di alam batinya, walaupun sebenarnya seorang kultivator dengan tingkatanya tidak akan merasa lelah walaupun tidak beristirahat tetapi menurutnya istirahat tetap perlu walaun ia seorang kultivator hebat sekalipun, karena istirahat sebenarnya bagi kultivator sepertinya bukan untuk menghilangkan lelah melainkan untuk menyegarkan pikiran.
Ia merebahkan dirinya di atas ranjang empuk miliknya, tak lama kemudian ia tertidur.
Hanya dalam sekejap malam yang penuh bintang sudah berganti oleh mentari yang cerah menyinari setiap kehidupan.
Ia terbangun dari tidurnya lalu ia melakukan aktifitas paginya seperti mandi dan lain lain.
Setelah mrlakukan beberapa kesibukan kecil ia keluar dari kediamanya untuk melihat kinerja dari 3 pengikutnya.
Di sana ia dapat melihat bahwa ketiga pak tua ituterlihat sangat akur kepada para warga disana, bahkan nampak mereka sedang bercanda tawa.
"Ehem... apakah kalian bersenang senang." Tanya Qin San menganggetkan mereka.
"Tu..Tuan." Ucap mereka menunduk ke arah Qin San.
"Eh.. kalian tidak perlu membungkuk seperti itu, karena aku belum pantas untuk menerima ini semua." Ucap Qin San sedikit canggung.
"Baiklah kalian bisa melanjutkab aktifitas kalian, aku pergi dulu." Ucap Qin San menghilang dari dunia batinya.
"Tuan muda memang sangat baik." Ucap Salah satu wanita memuji Qin San.
"Hm, Tuan muda memang sangat baik, selain itu dia juga sangat tampan." Ucap Salah satu wanita diserujui oleh lainya.
........
Qin San muncul di halaman yang akan digunakan untuk kompetisi para tetua, kali ini ia bertujuan untuk mengungkap siapa tetua Bu sebenarnya.
Saat Qin San muncul banyak orang yang menyapanya hal ini dikarenakan kehebatan Qin San semalam.
Tetua Ding yang mengangkat Qin San menjadi tetua terlihat sedang berjalan ke arahnya dengan di temani oleh beberapa tetua yang berdiri mengikuti dirinya dari belakang.
"Tuan, saya kemari ingin menyerahkan ini kepada tuan, mohon di terima." Ucap Tetua Ding membawakan sebuah Token berwarna emas dengan lambang sekte teratai suci yang terukir di token itu.
__ADS_1
"Hm.. baiklah." Qin San kemudian mengambil token sekte teratai suci ditangan tetua ding.
"Oh ya, panggilkan tetua bu dan bawa dia kehadapanku." Perintah Qin San kepada tetua Ding.
"Em, jika boleh tahu apakah Tuan ada urusan dengan tetua Bu." Ucap Tetua Ding dengan hormat, bagaimanapun ia tidak bisa menerima permintaan Qin San dengan mudah karena tetua Bu merupakan tetua agung dari sekte teratai suci dan kedudukanya berada di atasnya, jadi ia tidak berhak untuk membawa tetua bu kemari atas perintah Qin San.
"Apakah aku perlu menjelaskan semuanya padamu!!, jika aku menyuruhmu maka jalankan saja jika tidak aku yang akan membunuhmu." Ucap Qin San dengan penekanan.
"Ba.. baik Tuan, tetapi saya tidak bisa menjamin bahwa tetua bu ingin datang kesini." Ucap Tetua Ding dengan sopan.
"Jika dia tidak mau datang maka, aku yang akan kediamanya." Ucap Qin San berbalik pergi..
"Huh, sepertinya sekte kita akan dibawah kepemimpinan pemuda itu, dia terlihat sangat arogan, tetapi walaupun begitu dia memang memiliki kemampuan." Ucap salah satu tetua memandang punggung Qin San yang meninggalkan tempat mereka berdiri.
"Hmm.. kau benar, aku yakin bahwa ketua sekte bahkan para leluhur sekte tidak bisa menghentikanya, karena aku bisa merasakan kekuatanya berada di atas mereka semua, maka kita sebagai tetua harus mematuhi perintahnya supaya dia dapat membuat sekte kita menjadi lebih maju lagi setelah kemunduran akibat hilangnya leluhur sekte Peng Gu." Ucap tetua lainya memandang kepergian Qin San.
Mendengar itu mereka semua mengangguk dengan mantap, mereka sudah memutuskan untuk tidak mengecewakan Qin San.
Setelah perbincangan sesaat akhirnya mereka bubar untuk melakukan tugas masing masing.
"Apakah ada yang bisa saya bantu tetua Ding."Tanya kedua penjaga mansiaon tanpa ekspresi.
"Tidak hanya saja aku ingin menemui tetua Bu." Kata tetua Ding dengan jujur.
"Apakah anda ada urusan dengan tetua Bu??, jika tidak ada silahkan anda pergi karena tetua bu sedang melakukan latihan tertutup dan dia sama sekali tidak mau diganggu." Ucap salah satu penjaga dengan tatapan tajam.
"Ini adalah urusan penting, jika tidak sekte ini mungkin skan hancur." Ucap Tetua Ding dengan wajah seriusnya.
"Oh, omong kosong apa yang kau katakan tetua ding, siapa yang berani dengan sekte ini, dengan kekuatan sekte ini sekarang bahkan kerajaan kekosongan akan berpikir dua kali untuk menyerangnya." Penjaga lain menjawa dengan tidak percaya.
"Baiklah, jika kalian tidak mau membuka jalan, maka aku yang akan membunuh kalian berdua." Ucap tetua Ding melepaskan kekuatanya.
"Hahaha, apakah menurutmu kami takut denganmu." ucap mereka melepaskan kekuatan kaisar dewa puncak setengah langkah menuju dewa galaxy, kekuatan keduanya jika di gabungkan sama dengan dewa galaxy awal tahap puncak.
__ADS_1
"Oh ternyata kalian berdua memiliki kemampuan."Tetua Ding menerjang mereka dengan berbagai pukulanya, tetapi kedua orang itu memblokir setiap serangan dari tetua Ding.
"Apa.. bagaimana mereka bisa menghentikan berbagai seranganku." Batunntetua Ding sedikit terkejut.
"Hahaha, apakah kau terkejut dengan kekuatan kami, kau sama sekali tidak layak untuk menjadi lawan kami lebih baik pergilah dari sini sebelum tetua Agung Bu marah dan menghabisimu." Ucap salah satu penjaga yang sedang memblokir serangan dari Tetua Ding, sedangkan yang lainya melayangkan serangan kepada tetua ding.
Terlihat disana tetua Ding kewalahan saat menghadapi kerjasama keduanya.
"Cih, serangan kombinasi sialan." Umpatnya dengan kesal.
Kedua penjaga gerbang mansion tetua bu itu melakukan tekhnik harimau dan kura kura.
Tekhnik harimau berguna untuk melakukan serangan pelumpuh lawan sedangkan untuk tekhnik kura kura adalah sebagai pelindung yang kuat, dan jika kedua tekhnik itu digabungkan maka kekuatanya akan menjadi berkali kali lipat.
"Apakah kalian pikir bisa mengalahkanku." Ucap tetua Ding dengan marah.
"Mari coba tekhniku, tekhnik pedang teratai abadi." gumam tetua Ding meneluarkan pedang milinya dari cincin spasialnya.
Pedang milik tetua Ding berayun dengan lembut, tetua ding terlihat menari indah, setiap tarianya seperti sebuah teratai yang tenan dan tak tergoyahkan.
Tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan yang tak lain adalah Qin San sendiri.
"Hm, lumayan hebat." Seru Qin San memandang tarian pedang dari tetua Ding.
"Tarian teratai abadi, Penghancuran abadi." Ucap tetua Ding setelah selesai melakukan gerakanya, dan sebuah siluet teratai sebesar mansion milik tetua bu terlihat mekar di sekitarnya.
Lama kelamaan teratai itu nampak terlihat jelas, Tetua Ding mengangkat tanganya ke atas langit dan teratai abadi melayang dengan indah di langit, tapi tidak ada yang menyangka bahwa teratai itu memiliki dampak penghancuran yang sangat besar.
"Hancurkan." Tetua Ding melemparkan teratai itu kemansion tetua Bu.
Melihat itu kedua penjaga itu menjadi panik dan langsung membuat pelindung pertahanan gabungan untuk menghentikan teratai itu agar tidak menghancurkan kediaman tetua Bu.
.........
__ADS_1
BERSAMBUNGGG....