
"Ughk.." Leluhur keempat terbatuk dengan darah dimulutnya, dengan lemah ia merangkak mencoba untuk berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya.
Sedangkan leluhur kelima ia dalam keadaan yang mengenaskan dengan tubuhnya yang bersimpah dengan darah, hal itu disebabkan karena ia tercabik cabik oleh bola hitam.
"Apakah kalian sudah menyerah??." Tanya Qin San yang masih berada diudara menatap keduanya yang sudah terlihat tidak berdaya.
"Menyerah!!.. walaupun kami tiada kami tidak akan menyerah." Ucap leluhur keempat yang mulai berdiri kembali.
"Hohoho, aku tidak tahu kalau ada orang yang pantang menyerah sepertimu." Ucap Qin San.
Leluhur keempat hanya terdiam, ia menatap Qin San dengan tajam.
"Perubahan Iblis." Teriak leluhur kelima dengan lantang.
Diudara Qin San hanya tersenyum tipis.
"Ternyata keluarga Gun Berkolusi dengan iblis, ckckck kenapa keamanan kerajaan begitu bodoh!! bagaimana bisa iblis sepertinya tidak bisa terdeteksi." Teriak Qin San penuh provokasi.
Qin San dari awal memang sudah mengetahui ini, saat pertama kali datang ia sudah curiga saat melihat Gun Ta Lin karena ia memiliki bau iblis yang pekat di dalam tubuhnya, jadi ia bersiasat dengan Yuan Zuan dengan cara memberitahu lewat telepati mengenai rencana mereka untuk mengungkap keluarga Gun yang berkolusi dengan iblis sekaligus ia ingin mempermalukan kerajaan dengan keteledoran mereka yang ingin menikahkan putri kerajaan dengan keluarga yang berkolusi dengan iblis.
Mendengar ejekan dari Qin San dewa petir menjadi bingung harus menjawab apa, ia terhempit diantara dua sisi, dewa petir bingung harus memihak kepada siapa supaya aman.
Tapi ia berpikir untuk memusnahkan leluhur kelima demi mendapatkan kepercayaan pada rakyatnya.
Dewa petir mengambil Tombaknya yang diselimuti oleh petir biru yang menyala nyala.
"Dasar iblis matilah." Teriak Dewa petir pura pura murka.
"Slebb....
"Bommm....
Leluhur keempat langsung hancur hanya dengan satu serangan dari dewa petir.
"Hihihi, pada akhirnya ia terpaksa untuk berpura pura." Gumam Qin San menatap Dewa petir.
Semua orang disana terlihat begitu marah saat mengetahui bahwa keluarga Gun berkolusi dengan iblis, mereka semua menyalahkan pihak kerajaan atas kejadian ini karena begitu ceroboh.
"Semuanya maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan hari ini, aku sebagai dewa petir penguasa alam kekosongan ini berjanji setelah ini keluarga Gun akan aku hilangkan dari alam ini." Ucap Dewa petir dengan penuh wibawanya.
__ADS_1
"Dewa petir anda memang raja yang bijak." Ucap Qin San tersenyum mengejek.
"Sialan, Bocah ini sepertinya memang harus segera disingkirkan." Gumam Dewa petir.
"Kalian bawa kedua leluhur ini ke sel tahanan dan hukum mereka dengan hukuman yang paling berat." Perintah dari dewa petir kepada pengawalnya.
"Baik yang mulia raja." Ucap kedua pengawal lalu mereka pergi membawa kedua leluhur tersebut.
.....
"Baiklah karena masalahnya sudah selesai, maka mari kita lanjutkan pesta perayaan ulang tahun putriku." Ucap dewa petir kepada semua orang.
Mendengar ini semua orang seketika langsung melupakan kejadian barusan lalu mereka berteriak dengan semangat.
"Gege apakah kamu merasakanya." Tanya Yuan Zuan.
"Ya, teriakan tadi mengandung godaan iblis, sehingga membuat semua orang langsung melupakan hal ini sementara." Jawab Qin San.
"Gege apakah gege akan langsung kerencana selanjutnya." Tanya Yuan Zuan yang sudah tahu alasan sebenarnya Qin San mendatangi acara seperti ini.
"Tidak aku akan melakukanya dengan pelan pelan dan mencari waktu yang pas untuk menemui keduanya." Ucap Qin San membelai rambut panjang Yuan Zuan yang membuat Yuan Zuan tertunduk senang.
Qin San dan Yuan Zuan kemudian masuk kedalam aula kerajaan dengan tenang, tidak ada yang berani mengganggu keduanya saat masuk kedalam.
"Aku pasti akan menjemput kalian kembali." Gumamnya dengan penuh tekad.
.........
Keluarga Gun.
"Sialan orang yang menyerang Gun Ta Lin Dan Gun Sao Bao ternyata sangat kuat, dia juga mengalahkan leluhur kelima dan leluhur keempat." ucap leluhur pertama.
"Kakek leluhur, kita pikirkan balas dendam nanti saja, yang pentiing sekarang kita cepat-cepat mengosongkan tempat ini terlebih dahulu, karena kerajaan sudah memberi titah kepada kita untuk segera kabur." Ucap tetua pertama keluarga Gun.
"Hm.. kau benar, sekarang cepat perintahkan seluruh anggota keluarga untuk segera bersiap siap, kita akan pergi ke wilayah kerajaan kematian dan menetap disana." Ucap leluhur pertama keluarga Gun.
........
Di kerajaan kekosongan.
__ADS_1
"Wen Zia, Hadang pergerakan keluarga Gun dengan pasukan kita, setelah itu tangkap mereka dan bawalah mereka kepenjara Kota QinZuan." Perintah Qin San dengan transmisi suara kepada Wen Zia.
Wen Zia yang sedang berkultivasi kemudian membuka matanya saat sebuah transmisi suara terdengar jelas di telinganya.
Wen Zia kemudian menghilang melaksanakan apa yang diperintahkan Qin San padanya bersama dengan pasukanya.
......
Qin San menyesap sebuah anggur merah kedalam mulutnya, Saat menyesap anggur itu ia bisa merasakan bahwa banyak campuran sebuah aroma penggoda yang bisa membuat siapa saja akan tunduk kepada pemilik anggur ini.
Tapi Tidak dengan Qin San ketika anggur itu masuk kedalam mulutnya ia langsung menetralisir campuran itu sehingga tidak terjadi apa apa padanya.
"Pantas saja, masyarakat di kerajaan ini tidak menyadari kejahatan yang selalu dilakukan oleh pihak kerajaan, ternyata mereka menggunakan cara seperti ini agar mereka melupakan semua keburukan dari pihak kerajaan." Ucap Qin San mendesah pelan.
"Saudaraku, kau tadi benar benar hebat." Ucap seorang pemuda tampan yang tiba tiba saja menghampiri Qin San.
Saat melihat itu Qin San tersenyum senang, ia tahu bahwa pria tampan itu adalah salah satu temanya dahulu yang yang tak lain adalah dewa langit penguasa benua langit di alam kekosongan ini, dulu ialah yang selalu memperingatkan Qin San atas kejahatan kelima dewa itu tetapi ia tidak menggubrisnya dan malah tetap percaya dengan kelima dewa penghianat.
"Huh, sudah lama kita tidak bertemu saudaraku." Ucap Qin san memeluk dewa langit yang masih dalam penyamaranya.
"Ngomong ngomong bagaimana kau bisa tahu bahwa aku berada disini." tanya Qin San lalu melepaskan pelukanya.
"Beberapa hari lalu aku mendatangi lembah raja Obat dan pak tua itu mengatakan bahwa kau sudah kembali, lalu setelah itu aku mencari tahu tentangmu dan mendapatkan informasi dari bawahanku bahwa kau akan pergi kemari, setelahnya aku berinisiatif untuk datang kemari dengan menyamar agar para dewa itu tidak curiga denganku." Jelas dewa langit yang bernama Tian Yan.
"Hm, jadi begitu, pantas saja aku selalu merasa bahwa ada yang mematai mataiku, ternyata itu adalah anak buahmu." ucap Qin San.
"Oh ya, apakah kamu tidak mau mengenalkan istrimu padaku." Tanya Dewa langit.
"Hei Tian Yan sepertinya kamu ingin meminta pemukulan dariku." Ucap Yuan Zuan menatap tajam kearah Dewa langit.
"Cih, dewi kehidupan ternyata masih sangat pemarah seperti dahulu." Ejek Dewa langit.
Mendengar ini Yuan Zuan hanya mendengus kesal lalu ia memeluk lengan Qin San dan membenamkan kepalanya di dadanya.
"Sudah sudah, kalian ini masih sama ketika bertemu pasti akan seperti ini." Ucap Qin San menengahi keduanya.
"Kakak bodoh itu memang sangat menyebalkan." ucap Yuan Zuan mendengus kesal.
Yuan Zuan memang merupakan adik dari Tian Yan dahulu, Cuma Yuan Zuan berasal dari ibu yang berbeda dari Tian Yan jadi marga mereka juga berbeda.
__ADS_1
...........
BERSAMBUNGGH.....