
Melihat petir miliknya tiba tiba hilang, Zhi Niu terlihat sangat bingung dan juga terkejut.
"Ini.. bagaimana mungkin..!! bagaimana bisa elemen petirku menghilang, apa yang sebenarnya kau lakukan." Kata Zhin Niu yang masib tidak percaya.
"Hahaha kenapa kau terkejut, itu hanya elemen petir saja, sedangkan elemen miliku bukan lemen petir tetapi elemen yang merupakan asal muasal dari segala elemen yaitu elemen kekosongan." Ucap Qin San melihat keterkejutan di mata Zhi Niu dan lainya.
Karena elemen petirnya dapat di hentikaj dengan mudah oleh Qin San Zhin Niu yakin Jika Qin San adalah orang yang sangat kuat, jadi ia memutuskan untuk meminta bantuan kekuatan pasukanya, ketika Qin San lengah dan kehabisan tenaganya baru ia akan turun tangan untuk membunuhnya.
Tapi Sayangnya pikiranya terlalu dangkal karena Qin San tahu apa yang sebenarnya ia rencanakan.
"Hehe, sepertinya kau terlalu meremehkanku." Gumam Qin San tanpa di dengar oleh siapapun.
" Kalian semua serangg...." Teriak Zhi Niu kepada para pasukanya.
Mendengar perintah dari Zhi Niu, semua pasukannya bergegas menyerang Qin San.
Qin San melihat itu tersenyum sinis, karena dari sekua pertempuran bagian ini adalah bagian yang ia suka yaitu melajukan sebuah pembantaian sepihak.
Dengan menggunakan pesang kekosonganya Qin San bergerak melebihi kecepatan suara berlari sisi demi sisi membunuh setiap oramg yang di lewatinya.
Zhi niu melihat pasukanya yang di bantai oleh Qin San ia terlihat sangat marah sehingga ia langsung membantu para pasukanya menyerang Qin San.
Karena adanya Zhi Niu yang ikut camour Qin San di sini langsung melakukan mode pertahananya pada saat Zhi Niu tiba tjba menyerangnya dengan energi gabungan antara energi kegelapan dan energi petir.
Bommm....
Ledakan terdengar memekakan telinga, Qin San yang terkena serangan dari elemen kegelapan dan elemen petir ia tersenyum senang.
"Hehe menarik, aku tak menyangka ada orang yang memiliki 2 elemen sekaligus di dunia ini." Ujar Qin San sedikit memuji.
__ADS_1
Melihat seranganya tidak berpengaruh pada Qin San, Zhi Niu mundur dan memetintah pasukanya menyerang dia kembali.
Pertempuran inten terjadi, bukan pembantaian inten terjadi di sana, Qin San sekarang telihat seperti dewa kematian yang baru saja menyiksa para pendosa.
Darah merah para monster terlihat membasahi tubuhnya, mata Qin San yang tadinya biasa saja tiba tiba menjadi merah, bahkan ia terlihat sudah tak terkendali.
Pikiranya tidak bisa di kendalikan dan itu seperti bukan dirinya sama sekali, entah kenapa tiba tiba sisi lain dari dirinya muncul sebagai sang dewa pembantai.
"Haha.. haha bantai... bantai... Bunuh.." Itulah yang diucapkanya saat ia menyerang para monster.
Sekarang Qin San terlihat seperti orang yang gila membunuh, bahkan Zhi Niu melihat itu bergidik ngeri walaupun ia pernah melakukan pembantaian tapi tidak sekejam dan separah ini.
Di dalam Jiwa Qin San, dapat terlihat sekarang jiwa Qin San terdapat dua orang dengan wajah yang sama dengan aura dan kekuatan yang berada di tingkat yang sama, tetapi bedanya satunya memiliki mata yang merah satunya meniliki mata yang jernih.
jiwa Qin San mengerutkan keningnya saat tiba tiba tubuhnya di ambil alih oleh seseorang yang mirip denganya, ia benar benar tidak tahu apa yag sebenarhya terjadi.
"Apa yang terjadi, siapa dia..?, Apakah dia iblis hatiku, tapi seingatku aku sudah pernah mengusirnya tetapi bagaimana ini ada lagi dan kelihatanya dia juga sangat Kuat." Ucap Qin San yang sedang bingung.
"Hahaha, kau masih bertanya siapa aku, aku adalah kau dan kau adalah aku, kita adalah orang yang sama tetapi memilii tujuan yang berbeda, Kau bisa menyebutku dewa pembantai Rua Ling."Ucap Jiwa Itu memperkenalkan namanya.
" Rua Ling...? bagaimana kau bisa berada di tubuhku." Tanya Qin San.
"Seharusnya yang bertanya adalah aku kenapa kau bisa berada di dalam tubuhku, Aku Rua Ling sebenarnya pemilik tubuh Ini sebelumnya, dan pada waktu itu aku belum menyadari identitasku, aku baru menyadarinya pada saat aku terjatuh, dan tiba tiba tubuh ini kau kendalikan."Ucap Rua Ling.
"Eh jadi kau belum mati, tapi bagaimana kau bisa bersembunyi dariku selama itu bahkan aku tidak bisa mengetahuinya." Tanya Qin San yang masih bingung.
"Hehe kalau itu aku punya cara tersendiri, karena pada saat itu aku tidak tinggal di alam jiwa karena aku tahu kau pasti akan selalu mengunjungi alam jiwanu itu, tetapi aku berada di dalam alam roh di tubuhnya yang bahkan tidak pernah kau masuki sama sekali." Ujar Rua Ling.
"Hmmm, tapi sekarang kita berada di tubuh yang sama dan agar bisa mengendalikan tubuh ini kita harus saling membunuh." Ucap Qin San.
__ADS_1
"Kenapa kita harus saling membunuh jika kita bisa menyatukan jiwa kita." Rua Ling memberikan pendapat.
"Eh menyatukanya..!! memangnya bisa ?, bukankah kita adalah jiaa yang berbeda dan jiwa yang berbeda tidak bisa disatukan." Ucap Qin San yang merasa aneh dengan ide dari Rua Ling.
" Siapa bilang kita adalah jiwa yang berbeda kita adalah jiwa yang sama." ucap Rua Ling yang masih membuat Qin San bingung.
"Huh.. baiklah aku akan menjelaskanya, tapi setelah aku membantai semua monster ini." Ujar Rua Ling pada Qin San.
"Baiklah aku akan mengijinkanmu mengendalikan tubuh ini sementara." Qin San menyetujuinya
"Hmm..." Mengangguk..
"Hahahaha....Akhirnya setelah sekian lama aku bisa membantai kembali." Ujar Rua Ling yang sedang memegang pedang kekosonganya.
Sementara itu di dunia Jiwanya,Qin San masih termenung dengan semua ini ia masih bingung sebenarnya apa yang sedang terjadi.
Sekitar 1 jam semua monster tewas dan hanya menyisakan 10 dewa monster dan juga Zhi Niu yang sedang menatapnya dengan penuh rasa rakut.
"Hm... kalian monster monster yang lumayan kuat, sebenarnya aku ingin segera mengakhiri ini tapi aku ingin melatih kedua hewan iblisku." Ujar Rua Ling yang seketiks mengeluarkan Bai Long dan juga Sheng Zangyu dari artefak dunianya.
"Kalian berdua habisi mereka." Perintah Rua Ling kepada kedua hewan iblisnya.
Mendengar perintah dari Rua Ling keduanya mengangguk san langsung bergegas menyerang 10 dewa monster dan 1 mahadewa monster.
Rua Ling mengamati pertarungan mereka sejenak, setelah mengamatinya ia memejamkan matanya dengan memberi sebuah array pelindung di sekitar tubuhnya supaya saat ia sedang berdiskusi dengan Qin San di dunia jiwa tidak ada dari mereka yang memanfaatkan situasinya pada saat ia sedang bertapa.
Di dalam dunia jiwa Rua Ling meluhat qin San yang sedang duduk termenung di sebuah kursi, yang Qin San buat dengan imajinasinya sendiri, karena dunia jiwa ini bisa di kendalikan eleh pemilinya sesuka hatinya.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku." Tanya Qin San yang sudah penasaran sejak tadi.
__ADS_1
..........
BERSAMBUNGG...