
Qin san dan Long Tian berjalan melewati perkotaan dengan memakai topeng yang membuat orang orang curiga siapa sebenarnya mereka dan juga walaupun mereka berdua memakai topeng kharisma mereka berdua tak bisa di sembunyikan yang membuat mereka menjadi bahan perbincangan pada saat mereka melewati kota.
Beberapa saat berjalan akhirnya merek sampai juga di rumah sederhana milik Nenek hou Chun.
Di dalam rumah nenek hou Chun.
"Nenek kapan guru akan menjemput kita."ucap Hou Chun pada nenek hou.
"Em dia pasti akan datang karena nenek yakin dia adalah orang yang selalu menepati janjinya."ucap nenek hou meyakinkan Hou chun.
"He apakah kamu tidak percaya dengan gurumu."ucap Qin San yang tiba tiba yang masuk ke pintu rumah nenek hou.
Mendengar Seseorang yang masuk dari pintu yang tak lain adalah Qin San dengan Long Tian di belakangnya yang memakai topeng Hou Chun menjadi terkejut karena ia tahu siapa yang berada di pintu itu.
"Guru maafkan aku,aku tak bermaksud untuk tak percaya pada guru."ucap Hou Chun membungkuk pada Qin San.
"HE sudahlah guru mengerti maksudmu dan kau tak perlu membungkuk seperti itu karena aku tak suka dengan orang yang membungkuk di depanku."ucap Qin San pada Hou Chun menyuruhnya agar tak menbungkuk padanya.
Sedangkan Long tian melihat tuan barunya ini ia menjadi kagum dan merasa tuan naga takdirnya tak salah memilih orang karena sifat yang di miliki Qin San dan naga takdir sama,sama sama tak suka jika ada orang yang membungkuk padanya.
"Tuan memang benar benar hebat dalam memilih pewarisnya."Pikir long tian melihat Qin San.
"Baiklah apakah kalian verdua telah siap."ucap Qin San pada Hiy Chun dan neneknya untuk membawa mereka ke benua timur.
"Aku siap guru."ucap Hou Chun pada Qin San.
"Nenek belum bisa pergi bersama kalian karena nenek masih harus mengurus penginapan nenek yang merupakan peninggalan dari kakek Hou Chun."ucap Nenek Hou belum bersedia.
__ADS_1
Mendegar bahwa nenek hou belum bersedia Qin San berpikir untuk membujuknya.
"Em begini saja nenek bagaimana kalau penginapan nenek kita serahkan pada orang yang akan mengelola penginapan nenek dan aku juga akan merenovasi penginapan nenek ini agar menjadi lebih maju lagi dan jika nenek merindukan tempat ini aku bisa mengantar nenek kesini dengan cepat,bagaimana nenek apakah nenek setuju."ucap Qin San pada nenek hou.
"Em tapi bukankah itu terlalu mahal untuk membayar pengelola penginapan dan merenovasi penginapan ini."ucap nenek hou.
"Nenek tak perlu khawatir masalah biaya ini aku yang akan membayar semuanya."ucap Qin San.
Mendengar Qin San berbicara nenek hou sebenarnya ingin menolak karena bagaimanapun Qin San sudah banya membantunya tetapi karena ia juga ingin bersama cucunya dan juga jika ia menolak Qin San pasti akan terus membujuknya karena jika Hou Chun tanpa neneknya ia akan merasa sedih dan mungkin itu akan menghambat pelatihanya apalagi Qin San memiliki banyak tugas untuk di selesaikan dan tak bisa terus memandu pelatihan Hou Chun jika ia kesepian ia pasti akan merasa sedih.
"Em baiklah nenek setuju denganmu dan juga nenek hanya bisa mengucapkan terima kasih padamu karena selalu membantu nenek dan juga Hou Chun."ucap nenek berterima kasih tetapi ia tidak membungkuk karena Qin San tidak menyukai orang yang selalu membungkuk padanya jadi nenek Hou hanya menangkupkan tanganya saja pada Qin San.
"Nenek tak perlu berterima kasih seperti itu karena Hou Chun adalah muridku jadi kita bisa di anggap keluarga sekarang."ucap Qin San pada nenek Hou yang di beri anggukan padanya.
Sedangkan Hou Chun dari tadi hanya Diam dan melihat ke arah pria bertopeng satunya lagi karena ia tak mengetahui siapa pria bertopeng yang ada du belakang Qin San.
"Oh ya ini perkenalkan ia adalah temanku namanya Long Tian."ucap Qin San menyebut Long Tian temanya bukan pengikutnya yang membuat hati long Tian senang karena Qin San menganggapnya sebagai teman.
Tetapi Long tian hanya diam saja seperti batu tanpa menyapa mereka karena sifat Long tian yang selalu berhati hati agar tak terjadi apapun pada tuanya.
"Hai kakak tian."sapa Hou V
Chun pada Long Tian.
Long tian yang mendengar Anak kecil di depanya menyapanya ia hanya mengangkat tanganya tanpa bicara pertanda bahwa ia menanggapi anak itu.
Melihat sikap dingin dari teman gurunya itu Hou Chun hanya diam dan berfikir bahwa teman dari gurunya itu seperti batu karena harus memanggilnya dulu baru ia bergerak dan sama halnya seperti batu harus mendorngnya dulu agar ia dapat bergerak.
__ADS_1
Qin san melihat sikap Long Tian yang dingin hanya menggelengkan kepalanya karena mungkin Long tian adalah pengikut yang hanya mempedulikan tuanya saja karena jika ia berbicara dengan tuanya ia akan berbicara seperti biasa dan selalu mengikuti perintahnya dan jika ia berbicara dengan orang lain ia hanya mengabaikanya karena bagi dia tak ada yang lebih penting dari tuanya sendiri di dunia ini.
Beberapa saat kemudian mereka berdua telah selesai berkemas dan lalu pergi menuju kekaisaran Ye dengan menyewa kereta kuda yang cukup mewah.
Di dalam kereta kuda Hou Chun terkagum kagum dengan kereta ini karena kereta ini adalah kereta yang paling mewah yang pernah di naiki oleh Hou Chun.
Selang beberapa lama mereka berdua telah sampai di depan istana kekaisara yang membuat nenek Hou bingung dan lalu bertanya pada Qin San.
"Nak Qin San kenapa kita ke istana kekaisaran ye."ucap nenek Hou bertanya pada Qin San.
"Em nenek karena aku mau menemui Ru'er terlebih dahulu."ucap Qin San yang di mengerti oleh nenek Hou karena nenek Hou tahu tentang hubungan Qin San dan Ye Xin Ru.
Mendengar Qin San nenek Hou hanya menganggu sedangkan Long Tian hanya diam tak peduli di dalam kereta itu.
"Setelah sekitar lima puluh ribu tahun yang lalu dunia ini menjadi semakin lemah."ucap Long Tian karena dulu ketika ia kesini hukum primodial di sini masih pada tingkat abadi langit tetapi sekarang hanay sampai ranah half saint dan juga energi Qi disini juga sangat lemah.
"Apakah ini karena dia yang melemahkan hukum primodial di sini karena marah tak menemukan tubuh tuan naga takdir?dan kenapa ia tak menghancurkan dunia ini saja dan malah hanya mengambil hukum primodial di sini apakah hanya untuk mengawasi semua gerak gerik di sini."ucap Long tian karena jika orang itu bisa mengubah hukum primodial ia berarti adalah penguasa dari dunia ini yang berrati ia bisa mengamati setiap gerak gerik dari dunia ini dan bukankah kalau begitu ia mengetahui tentang pewaris tuan naga takdir."ucap Long Tian menebak.
Di kekosongan
Terlihat di sana terdapat seorang pria yang sangat tampan yang bisa menyaingi ketampanan Qin San orang itu tak lain adalah musuh dari Naga takdir.
"Hahahaha penerusmu sudah datang aku akan menunggunya menjadi kuat terlebih dahulu agar kau bisa melihatnya karena kau telah salah memih pewarismu tapi kau ternyata juga licik dalam memilih penerusmu."ucap orang itu yang bertuju pada naga takdir.
Musuh naga takdir itu kenapa ia tak ingin membunuh Qin San pada saat ini karena ia tak mau menghadapi musuh yang lemah jadi ia akan menunggu Qin San menjadi kuat terlebih dahulu karena ia merasa bosan karena selama ini di semua semesta ini tak ada yang bisa menghadapinya.
.................
__ADS_1
BERSAMBUNG.......