Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
MENJEBAK ( 2 )


__ADS_3

"Hahaha... saudara Qin rencanamu sungguh berlian. Ayo kita lihat bagaimana mereka akan tersiksa sendiri karena bubuk racun mereka." Kata Jun Qu tertawa karena rencana Qin San.


"Baiklah, kali ini akan aku pastikan mereka akan malu sekaligus tersiksa karena ulah mereka sendiri."Ucap Qin San lirih tapi di dengar jelas oleh Jun Qu.


"Kak lang, sebelum kita berpesta, mari kita minum anggur ini dulu." Ucap Zua Qin.


"Hehe kau benar...., lagian anggur ini dikatakan juga bisa meningkatkan stamina seseorang di atas ranjang." Ucapnya tertawa mesum, ia tidak tahu jika minuman mereka telah tercampur oleh racun afstrodiak.


"Memang benar, anggur itu sangat sangat meningkatkan stamina di ranjang." Ucap Jun Qu lirih, mengejek kebodohan lima orang itu.


Singkat cerita mereka berlima menikmati anggur itu, tapi tak selang berapa lama entah kenapa tiba tiba birahi mereka tumbuh dan itu membuat mereka menatap satu sama lain dengan tatapan nafsu.


"Saudara Qin sepertinya bubuk itu sudah mulai memperlihatkan efeknya." Jun Qu menoleh ke arah mereka yang terlihat memasang wajah bernafsu satu sama lain.


"hihi... kita lihat saja sebentar lagi apa yang akan terjadi kepada mereka, juga sebaiknya kita meninggalkan mereka atau mereka juga akan menyerang kita." ujar Qin San mengajak Jun Qu untuk meninggalkan mereka sementara.


Setelah Qin San dan Jun Qu bersembuyi. Nafsu birahi kelima kelompok itu mulai memuncak, mereka berlima melepas pakaian mereka masing-masing memperlihatkan tubuh yang lumayan bagus, tapi walaupun tubuhnya terlihat bagus tongkat sakti mereka hanya berukuran 5 cm saja dan yang paling besar hanya 10 cm.


Tubuh mereka mulai merasa panas, dan tiba-tiba mereka mulai melakukan hal itu, tanpa peduli jika mereka melakukanya dengan sesama jenis.


"Begitu kecil, bahkan lebih kecil dari miliku, punyaku setidaknya berukuran 15 cm, aku kadang merasa rendah diri karena tongkatku yang kecil, sekarang melihat tongkat mereka aku menjadi percaya diri lagi."Batin Jun Qu saat melihat tongkat kelima kelompok itu.


"Hehe sekarang saatnya." Qin San menyeringai lebar melihat kelakukan tak senonoh itu.


"Saudara Qu ayo kita tonton pertunjukan selanjutnya." Ujar Qin San menepuk bahu Jun Qu yang juga tak sabar dengan pertunjukan selanjutnya.


"Mari saudara Qin..." Jun Qu tersenyum sinis kearah kelima orang itu yang sedang memadu kasih dengan cara yang liar.


Qin San mengangkat tanganya, seketika sebuah array muncul dari bawah kelima kelompok itu yang menyedot kelompok itu kesuatu tempat.

__ADS_1


Melihat mereka yang sudah menghilang Qin San dan jun Qu menghilang dari tempatnya menuju alun alun kota negara Sanyang.


Karena banyaknya pendatang dari luar kota ini, alun alun kota negara Sanyang terlihat sangat ramai walaupun hari sudah sangat malam.


Sebuah portal terlihat sedang menjatuhkan kelima orang itu di alun alun kota.


Tapi semua orang disana tidak menyadarinya, karena mereka masih sibuk dengan urusan mereka masing masing.


Seorang anak kecil berusia 10 tahun yang sedang berjalan jalan bersama ayah ibunya menoleh ke tengah alun alun kota, anak kecil itu mengernyitkan dahinya karena kelakuan mereka, anak kecil itu berfokus pada tongkat dari lima orang itu yang terlihat kecil menurunya.


"Ayah... ibu... tongkat mereka sangat kecil bahkan tongkatku kebih besar dari tongkat mereka..." Kata anak itu dengan nada polos menunjuk ke arah lima orang yang entah sedang melakukan apa.


Kedua orang tua itu mendengar perkataan anak mereka, mereka berdua menoleh ke arah yang di tunjuknya.


Secara refleks kedua orang tua anak itu langsung menutupi mata anaknya.


"Ahhhh... dasar mesum, cabul." teriak ibu dari anak itu memaki kelima orang itu yang telah menodai mata suci anaknya.


Setelah mendengar teriakan dari ibu itu, semua orang yang menoleh ke arah ibu itu lalu menatap ke arah yang di tatap oleh ibu itu.


Melihat hal tak senonoh seperti itu tentunya mereka semua marah, dan memaki kelima orang itu juga melempari mereka dengan barang barang yang mereka bawa.


tapi terlihat mereka sama sekali tidak menggubrisnya sama sekali, karena mereka sekarang berada di puncak kenikmatan jadi mereka tidak peduli dengan hal hal di sekitarnya.


"Itulah akibatnya jika berniat buruk dengan istri-istriku." Ujar Qin San yang menatap mereka berlima tanpa adanya rasa kasihan sama sekali, karena menurutnya orang-orang seperti mereka yang selalu berada di atas memang layak mendapatkan ini, karena biar mereka tahu bahwa di atas langit masih ada langit dan tidak sepantasnya mereka berbuat buruk kepada siapapun, Qin San memberi hukuman seperti ini biar mereka jera dan tidak menyinggung orang yang salah, walaupun hukuman seperti ini sebernarnya kebih kejam dari kematian, karena jika mereka sadar pasti mereka akan menanggungg malu yang tidak bisa di katakan, dan mungkin saja jika jiwa mereka tidak kuat menahan malu itu mereka bisa bunuh diri atau terkena gangguan kejiwaan.


"Bukankah mereka adalah lima pria jenius alkimia dan merupakan murid dari master Yu." Ucap seorang warga yang mengenali mereka berlima.


"Benar... tapi aku tidak menyangka kelima orang itu benar benar menjijikan, bahkan mereka tidak tahu malu melakukan hal tak senonoh seperti itu di tengah alun alun kota." Timpal salah satu warga.

__ADS_1


"Mungkin ini adalah salah satu ritual mereka untuk menenangkan tournamen alkimia." Duga Salah satu orang lewat.


"Ya... yang kau katakan mungkin benar,tapi ritual seperti itu sungguh menjijikan, hanya demi kemenangan mereka berani melakukan hal itu di depan umum."


"Ternyata master alkimia telah memelihara orang orang yang menjijikan, entah apa yang akan di lakukan master alkimia jika ia mengetahui kebusukan murid muridnya ini."


Kelima orang itu menjadi tontonan bagi orang orang di alun alun kota dengan panas, Qin San melihat itu ia sangat puas.


Sedangkan Jun Qu ia sudah memutuskan untuk tidak pernah memprovokasi Qin San, ia takut jika ia memprovokasinya ia bisa menjadi lebih mengenaskan dari kelima orang itu.


........


Malam itu telah berganti pagi, tadi malam saat Qin San sudah puas melihat pertunjukan kelima orang itu, ia mengembalikan mereka ke kediaman keluarga Jun, mereka berlima benar benar tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka semalam, karena seingat mereka saat mereka selesai minum mereka merasakan perasaan aneh dan setelah itu mereka tidak ingat apa apa.


Selain Qin San dan Jun Qu tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi pada kelima orang itu.


Pagi itu mereka menjadi trending topik di kota itu, bahkan mereka sendiri tidak menyadarinya.


Qin San dan Jun Qu mereka merasa ingin tertawa saat mendengar semua orang orang membicarakan mereka berlima bahkan mereka menatap mereka jijik karena kejadian kemarin malam, tetapi mereka berlima masih terlihat begitu sombong dan arogan.


" Benar benar tak tahu malu." Ucap Salah satu peserta mencemooh mereka berlima tetapi mereka berlima tidak menanggapinya karena mereka sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Saudara Qin, menurutmu apa yang terjadi jika mereka mengetahui apa yang mereka lakukan semalam." Tanya Jun Qu.


"Mungkin mereka akan pingsan, atau lebih parahnya mereka akan mati atau gangguan jiwa." Ucap Qin San santai.


" Hehe, kalau iya itu benar benar bagus, aku juga tidak peduli dengan mereka, aku sebenarnya tidak sudi ibuku memiliki murid murid seperti mereka." Kata Jun Qu.


Qin San mendengar itu mengangguk lalu ia pergi menuju tempat peserta Tournamen.

__ADS_1


..............


BERSAMBUNGGG......


__ADS_2