
"Argkkhhh..." Xiwu Yun berteriak kesakitan saat pusakanya di tendang oleh Yuan Zuan hingga mengeluarkan suara yang tidak ingin di dengar oleh setiap laki laki.
Bahkan Qin San sendiri melihat ini menjadi merinding di seluruh tubuhnya.
"Ughk... wanitaku sangat kejam, tapi aku suka." Ucap Qin San memandang Xiwu Yun yang dalam keadaan pucat.
Semua orang di sana sangat ketakutan, Mereka tidak ada yang berani mendekati kelompok Qin San.
Para guru di dalam yang sedang membimbing murid murid mereka dalam pembuatan pill, mereka sedikit terkejut saat merasakan aura raja dewa puncak.
"Baiklah, kita akhiri pembelajaran hari ini, kita akan lanjut besok bersamaan dengan praktek uji coba pembuatan pill." Ucap salah satu guru pengajar di sana.
Lembah raja obat memiliki sebuah tingkatkan kepemimpinan, tingkatan kepemimpinan lembah raja obat yang pertama adalah Patriak lembah raja obat, patriak lembah raja obat bertugas sebagai pemimpin lembah raja obat yang bertujuan untuk mengatur para anggotanya agar sekte lembah raja obat tetap stabil, jabatan kedua adalah tetua, tugas tetua adalah mengatur para guru sekaligus memberi bimbingan kepada guru guru pengajar sedangkan jabatan ketiga adalah guru, Guru bertugas mengajar para murid di lembah raja obat, terakhir adalah murid yang bertugas untuk belajar.
Di lembah raja obat juga ada beberapa tingkatan seperti akademi pada umumnya.
Untuk siswa junior biasanya mereka menjadi murid luar sedangkan untuk murid senior mereka berada di murid dalam, tapi ada lagi yang lebih tinggi dan biasanya tempat ini hanya di peroleh oleh murid murid yang jenius yaitu murid elite.
Setelah membuat sedikit keributan Qin San dan Yuan Zuan segera pergi dari sana, dan menuju ke suatu paviliun utama yang merupakan pusat dari lembah raja obat.
Banyak pengamanan di lembah raja obat ini, tetapi Qin San bisa menerobos dengan mudah, dengan kekuatanya yang berada di dewa semesta mustahil untuk melacak dirinya.
Setelah beberapa saat menerobos beberapa pengamanan lembah raja obat Qin San sampai di area yang memiliki aura paling kuat di antara semuanya, melihat itu saja Qin San sudah yakin jika ini merupakan tempat tersuci di lembah raja obat dan ini merupakan tempat daru temannya.
Qin San dan yuan zuan melangkah ke beberapa anak tangga, setelah itu mereka mulai masuk kedalam, saat mereka masuk , mereka sedikit terkejut karena mendapati pemandangan yang sangat luar biasa, bisa di katakan bahwa paviliun ini sebenarnya bukan sekedar paviliun biasa melainkan sebuah alam lain yang tersimpan didalam sebuah paviliun.
Dengan jelas keduanya dapat merasakan bahwa energi didalam sini lebih besar dari pada energi yang berada di luar, alam itu berukuran kecil mungkin jika di ujur alam itu memiliki panjang 100 kilometerpersegi.
"Tempat ini sangat indah gege." Ucap Yuan Zuan memandang keindahan.
"Memang sangat indah, tapi yang lebih indah lagi adalah di sini banyak sekali tanaman obat langka yang berserakan, bahkan rumput di sini sangat berharga bagi pembuatan sebuah pill. Ucap Qin San kagum.
Tak selang berapa lama mengelilingui tempat itu Qin San tiba tiba berhenti.
"Ada apa Gege." tanya Yuan Zuan.
__ADS_1
"Itu disana ada sebuah gubuk, mungkin itu adalah tempatnya." Jawab Qin San sambil menunjuk ke arah gubuk.
Setelah itu keduanya pergi bersama sama menghampiri gubuk kecil itu.
Di gubuk itu mereka melihat seseorang yang sedang menyesap teh sambil melihat pemandangan luar.
Melihat itu Qin San tersenyum dan langsung menghampiri pria itu.
"Suan Yan bagaimana kabarmu." tanya Qin San berjalan bersama Yuan Zuan.
Suan Yan mendengar itu terkejut, ia menoleh dan mendapati ada dua pemuda dan pemudi yang saling bergandengan tangan dengan mesra.
"Siapa kalian."Itulah yang diucapkan oleh Suan Yan saat melihat Qin San dan.Yuan Zuan.
"Apakah kau sudah lupa denganku, Yuan Bodoh."Ucap Qin San menekan kata Yuan Bodoh.
"Anak muda apakah kau pernah di ajari sopan santun terhadap orang yang lebih tua." Ucap Suan Yan menasehati Qin San.
"Sepertinya otakmu sudah termakan oleh usiamu." ledek Qin San pada Suan Yan
"Puluhan ribu tahun yang lalu aku yang mengajarimu cara membuat pill dan pada akhirnya kau membuat organisasi yang bernama lembah raja obat." ucap Qin San.
"Puluhan ribu tahun yang lalu." Gunam suan Yan.
"Apakah kau berbohong padaku anak muda." Ucap Suan Yan yang tidak percaya, walaupun dia ingat dengan orang yang telah membantunya dari tahap awal hingga menjadi seperti sekarang, tapi orang itu sudah mati.
"Kau benar benar sudah melupakanku." Ucap Qin San.
"Dulu memang pernah ada orang yang membantuku tetapi di kabarkan orang itu sudah mati di bunuh oleh para iblis " Ucap Suan Yan.
"Aku adalah orang yang kau maksud itu." Ucap Qin San membuat Suan Yan terkejut.
"Degg...
"Apakah kau adalah reinkarnasi darinya."Tanya Suan Yan.
__ADS_1
" Benar, aku adalah Qin San, Atau biasanya orang memanggilku dengan sebutan dewa kehampaan." Ucap Qin San.
"Hahaha kamu ternyata kakak Qin San, Hua... kakak aku sangat merindukanmu, sebenarnya selama ini apa.yang terjadi padamu." Suan Yan memeluk Qin San dengan erat.
"Hoe, lepaskan aku dulu kau membuatku merasa jijik." Ucap Qin San mencoba melepaskan pelukan dari Suan Yan.
"Kakak San, ini siapa." Tanya Suan Yan.
"Ini adalah Yuan Zuan, Istriku, atau kalian dulu menyebutnya adalah dewi kehidupan." Jawab Qin San.
"Ah, kamu kakak ipar selamat datang kemari." Ucap Suan yan yang ingin maju untuk memeluk Yuan Zuan.
"Hehe, Suan Yan apakah kau meminta pemukulan." Ucap Qin San menyeringai.
"Hehe kakak san aku hanya bercanda saja, mana berani aku bertarung denganmu." Ucap Suan Yan.
"Oh ya kakak san, bukankah istrimu ada banyak, kenapa kau hanya membawa sayu saja dimana yang lainya." Tanya Suan yan ya g tak sengaja membuat luka batin Qin San kembali sedikit terbuka.
"Maaf aku tidak bisa bercerita padamu." Ucap Qin San.
"Oh Ya kakak ipar, apakah kamu ingin berbicara dengan istriku." Tanya Suan yan.
Mendengar itu Yuan Zuan mengangguk karena tidak ada pilihan lain.
"Baiklah aku akan berbicara dengan istrimu." Ucap Yuan Zuan.
"Cian' er kemarilah, kakak iparku datang." Ucap Suan Yan berteriak.
"Yan'gege kamu jangan berbohong padaku, mana ada kamu punya kakak ipar, bahkan kakak saja kamu tidak punya." Ucap Du Cian.
"ish, aku kali ini tidak sedang berbohong padamu." Ucap Suan Yan pada istrinya yang berada di dalam gubuk.
Setelah itu akhirnya merekapun berbincang satu sama lain, Dengan grup yang terpisah karena Qin San dan Suan Yan ingin membicarakan seauatu yang pentiing.
.......
__ADS_1
BERSAMBUNGG