Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
pura pura menjadi kekasih


__ADS_3

Sambil menunggu malam tiba Qin San pergi kesebuah rumah makan yang letaknya berada di sekte tersebut atau kita bisa menyebutnya sebagai kantin, di sana ia hanya memesan camilan sembari mendengarkan obrolan murid murid sekte.


"Apakah kau dengar tentang makhluk hydra yang menyerang sebelah perbatasan barat kerajaan kekosongan."Salah satu murid menceritakan apa yang ia dengar pada beberapa temanya yang sedang mendengarnya.


"Aku sudah mendengarnya, kabarnya sekitar seratus ribu makhluk hydra datang menyerbu daratan di sana dan menghancurkan beberapa kota serta desa bahkan mereka juga memakan para warga, Beberapa waktu lalu tetua juga memberikan tugas kepada murid dalam dan murid inti untuk menghabisi para hydra itu." Kata salah satu temanya.


Mendengar percakapan itu ia menjadi tertarik dan menyimak setiap yang mereka bicarakan.


"Hm.. hydra ya, sepertinya akan menarik, para iblis ini benar benar sudah sangat berniat menghancurkan alam kekosonganku sampai-sampai mereka menggunakan makhluk seperti hydra, tapi karena aku sudah kembali lagi maka aku akan menghancurkan rencana mereka." Batin Qin San dengan tekad bulat.


Qin San kemudian berdiri dari tempat duduk dan pergi dari sana, Tak terasa malampun tiba, Qin San yang sudah bersiap siap ia berangkat ketempat pertarungan tadi dan saat sampai ia sudah disambut hangat oleh pelayan dari Cun Ya.


"Selamat datang tuan muda, saya akan mengantarkan anda untuk pergi kekediam nona muda." Ujar pelayan itu dengan sopan.


"Hm baiklah, antarkan aku kesana." Jawab Qin San dengan senyuman hangat.


Mereka berjalan sebentar saja, dan berhenti di depan sebuah mansion yang lumayan besar, Melihat ini Qin San sedikit kagum, ia tidak menyangka bahwa ada mansion didalam sekte itu yang nampak begitu megah dan mewah, hal ini membuktikan bahwa sekte ini sangat menghormati keluarga Cun hingga mereka bahkan membuatkan tempat khusus untuk nona muda mereka tinggal.


Ya bagaimanapun ini adalah strategi dari pihak sekte, mereka mungkin tidak mau menyianyiakan jenius seperti nona muda Cun Ya kepada sekte lain sehingga mereka membuatkanya sebuah mansion supaya nyaman untuk ditinggali oleh Cun Ya.


"Benar benar pemborosan." Gumam Qin San saat melihat perlakuan yang terlalu berlebihan oleh pihak sekte kepada keluarga Cun, ia mengatakan itu bukanya ia iri denganya tetapi menurutnya itu tidak diperlukan sama sekali, karena tujuan seorang murid berlatih pada dasarnya adalah agar menjadi kuat sehingga bisa melindungi orang orang yang mereka sayangi dan bukan untuk mencari sebuah kenyamanan.


"Tuan silahkan anda masuk, nona muda sudah menunggu anda didalam." Kata pelayan itu mempersilahkan masuk.


Mendengar ini Qin San hanya mengangguk lalu ia memasuki tempat itu.


Saat membuka pintu ruangan itu tercium sebuah wangi yang khas akan wanita, di dalam sana ia melihat seorang wanita cantik dengan menggunakan gaun ungun dengan setengah wajahnya yang ditutupi boleh cadarnya sehingga terlihat sangat menawan.


Wanita itu memiliki mata yang lentik, kulitnya seputih sebuah giok murni, auranya memiliki kesan yang sangat elegan serta tatapanya yang dingin dapat membuat semua pria tertarik padanya karena ingin menaklukan hatinya.

__ADS_1


Wanita itu terlihat duduk di salah satu kursi dengan wajahnya yang menghadap ke meja makan, dengan jarinya yang terus bertemu satu sama lain yang menandakan bahwa ia sedang gugup, bagaimana dia tidak merasa gugup seumur hidupnya ia belum pernah mengundang seorang pria untuk makan malam kecuali ayahnya.


Beberapa pelayan juga terlihat berdiri disekitarnya, ada juga beberapa orang yang berada di tempat persembunyianya sedang mengawasi Cun Ya.


"Keamananya memang sangat ketat, apakah sebegitu khawatir keluarganya hingga menggunakan banyak penjaga hanya untuk memastikan keselamatanya." Gumam Qin San saat mengetahui bahwa banyak penjaga di sana.


"Apakah kamu sudah lama menungguku." Tanya Qin San membuat terkejut Cun Ya.


Mendengar suara yang tampak tak asing ditelinganya Cun Ya menoleh ke arahnya, dan ia dapat melihat seorang pria tampan dengan jubah berwarna putih polos yang sedang tersenyum ke arahnya, Melihat Ini Cun Ya tersipu malu tetapi ia mencoba menutupinya.


"Tidak....! Walaupun lama juga tidak apa apa, lagi pula aku sepertinya tidak pantas untuk mengundang tuan muda sehebat anda hanya untuk makan malam." Ucapnya merendahkan diri.


"Eh..." Gumam Qin San sedikit bingung, ia tidak menyangkan jika orang yang terlihat begitu arogant tiba tiba saja menjadi rendah diri.


"Tuan muda, saya belum mengenal nama anda." Tanya Cun Ya penasaran.


"Tuan muda Qin San, nama saya dalah Cun Ya." Ucap Cun Ya sedikit gugup.


"Nona anda tidak perlu terlalu formal." Ucap Qin San yang merasa canggung karena pembicaraan yang terlalu formal.


"Baiklah jika kakak San mengatakan itu." Cun Ya mulai memanggil Qin Dan dengan sebutan kakak.


Mendengar itu Qin San tersenyum.


"Ya'er jadi apa yang membuatmu mengundangku." Ucap Qin San dengan panggilan intim sehingga membuat Cun Ya tersipu.


"Em.. anu... sebenarnya aku memanggil kakak san kemari ingin meminta bantuan kepada kakak san." Ujar Cun Ya yang raut wajahnya yang tadinya pemalu tiba tiba saja berubah menjadi sedih.


"Bantuan apa??." Tanya Qin San yang sudah duduk bersebelahan dengan Cun Ya.

__ADS_1


"A... aku ingin kakak San, berpura pura menjadi kekasihku." Katanya dengan gugup.


"Ha.. kekasih."Qin San terlihat terkejut saat mengetahui permintaan daru Cun Ya.


"A..apakah kakak San menolaknya."Tanya Cun Ya menunduk dengan air matanya yang mulai menetes.


"Hmm.. sebenarnya bisa saja, tetapi apakah ada alasanya dibalik ini semua." Tanya Qin San.


"Sebenarnya, ayahku menjodohkanku dengan Putra dari tetua Bu yang merupakan tetua agung dari sekte Teratai Suci, Tetapi aku tidak menyukai Putra dari tetua Bu karena aku tahu bahwa putra dari tetua Bu suka bermain dengan wanita aku takut jika menikah denganya ia hanya akan memanfaatkan tubuhku saja lalu kemudian ia akan meninggalkanku." Ucapnya dengan rasa kesedihan yang mendalam.


Mendengar itu Qin San hanya terdiam"Pantas saja penjagaan disini sangat ketat, ternyata ayahnya tidak mau jika dia kabur."


Qin San yang kasihan terhadap Cun Ya,ia mengangkat tanganya dan mulai mengusap bulir bulir air mata yang menetes di pipinya.


"Baiklah, aku setuju." Ucapnya sambil membelai wajah cantik Cun Ya.


Mendengar ini Cun Ya tertegun sejenak, lalu ia tersenyum tipis dan mendaratkan satu kecupan dipipi Qin San.


"Perasaan wanita memang susah ditebak."batinya melihat Cun Ya yang terlihat sangat senang padahal tadinya ia terlihat sedih.


Cun Ya di depan Qin San terlihat memerah sambil menundukan kepalanya.


"Nona Ya kenapa kamu begitu percaya padaku."Tanya Qin San bingung, padahal mereka belum pernah berbicara satu sama lain tetapi Cun Ya ini tiba tiba mengundangnya dan menyuruhnya untuk berpura pura menjadi kekasihnya, tapi untung saja pilihanya memang tepat jika yang dipilih bukannQim San mungkin dia akan dimanfaatkan.


"Entahlah, tetapi hati kecilku mengatakan bahwa kakak san adalah orang baik." Ujar Cun Ya dengan malu malu.


.........


BERSAMBUNGGG....

__ADS_1


__ADS_2