Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
QIN SAN VS RUA LING


__ADS_3

Rua ling duduk di depan Qin San sambil mengeluarkan sebuah anggur yang berada di cincin penyimpanan naga takdir.


Ia menyesap anggur itu dengan menatap Qin San sejenak.


"Baiklah, aku akan menceritakan padamu sesuatu yang perlu kau ketahui." Ucapnya dengan meletakan cangkir di meja yang membuat jarak di antara mereka berdua.


Qin San disisi lain hanya diam sambil menatap muka santai Rua Ling.


"Begini, kau adalah aku dan aku adalah kau, kita adalah satu jiwa yang sama yang sudah terpisah sejak lama, dan kebetulan sekali bahwa kau adalah inti dari jiwa kami, maka jika kami bersatu kau orang yang bisa mengendalikan jiwa kita." Jelas Rua Ling yang masih merasa bingung dengan ini semua.


"Tunggu kita adalah jiwa yang terpisah sejak lama, dan aku adalah inti dari jiwa kalian, apakah maksudmu masih ada pecahan dari jiwaku, selain kau." Tanya Qin San menebak.


"Benar, masih banyak lagi kepingan jiwamu yang terpisah, kalau tidak salah terdapat 5 jiwa lagi yang perlu kau dapatkan, dan untuk mendapatkan kepingan jiwamu kau perlu membunuh pemilik tubuh dari kepingan jiwamu itu." Jelas Rua Ling.


"Em, bolehkah aku bertanya bagaimana bisa jiwa kita terpecah menjadi 7 keping." Tanyanya penasaran.


"Shruttt....." Menyeruput anggur.


"Untuk itu kau perlu mencari tahunya sendiri, Walaupun aku tahu itu tidak bisa membantumu karena ingatanku hanya kepingan saja, untuk mengetahuinya kau harus mengumpulkan semua kepingan jiwa lainya." Jelas Rua Ling .


"Bisakah kau tidak berbelit berlit, dan katakan yang sedikit jelas tentang siapa identitasku yang sebenarnya."


"Maaf, tapi hanya itu yang bisa aku katakan, jika kau ingin mengetahui selanjutnya, kita bisa menyatukan jiwa kita."


" Oke, baiklah mari kita satukan jiwa kita." Ucap Qin San yang sudah tidak sabar ingin tahu siapa dirinya itu.


"Eishh.., kau terlalu terburu buru, aku saja baru bangun dari alam rohmu tetapi kau sudah ingin mengusirku pergi." Ucap Rua Ling menggelengkan kepalanya.


"Begini saja, bagaimana kalau kita bertarung, aku ingin tahu sekuat apa kau saat ini." Ucap Rua Ling Menantang Qin San.


"Em.. baiklah kalau begitu aku terima tantanganmu, aku juga ingin melihat sekuat apa pecahan jiwa kepingku" Ujar Qin San langsung mengeluarkan auranya yang begitu mendominasi.


"Hmm... Cukup hebat untuk seorang inti jiwa." Ujarnya sedikit kagum.


Setelah mengatakan itu keduanya melompat ke sisi berlawanan, Keduanya menunjukan senyum sebentar dan seketika keduanya menjadi sekelebet cahaya.

__ADS_1


Qin San dan Rua Ling memukul dengan tinju mereka membuat angin kencang di sekitar mereka, membuat alam jiwanya tergoncang, setelah saling memukul mereka mundur 5 langkah menyeimbangkan tubuh mereka yang goyah karena benturan keduanya yang dahsyat.


"Hebat... aku tidak menyangka kau bisa mengimbangi kekuatanku." Ujar Rua Ling memuji.


"Kau juga lumayan." Ucapnya memandang Rua Ling.


"Hahaha, tapi walaupun begitu aku akan tetap lebih unggul darimu." Ujar Rua Ling seketika melesat dengan mendaratkan kakinya ke arah Qin San, Qin San di sisi lain tersenyum lalu menangkap kaki Rua Ling setelah itu ia melemparkanya.


Rua Ling bersalto di atas sambil menyeimbangkan tubuhnya, Di langit langit ia tersenyum, Lalu kembali menyerang Qin San.


Ia menarik tinjunya lalu mendorongnya sambil mengeluarkan tekhniknya.


"Tapak Naga petir." Sebuah naga dengan petir di sekujur tubuhnya, langsung menghantam ke arah Qin San.


Melihat itu Qin San mengayunkan jarinya membuat robekan ruang untuk melahap naga itu di retakan ruang yang ia buat.


Tetapi pada saat retakan ruang hendak melahap tapak naga petir milik Rua Ling, tapak naga itu seketika berbelok menghindari retakan ruang itu, menuju ke arah lain Qin San.


Mengetahui itu Qin San melompat ke atas sehingga naga petir itu menabrak lantai.


"Duarrrm....." Ledakat terdengar sangat keras bahkan, ledakannya itu mengguncang tempat ini.


"Tekhnik kekosongan gerakan kedua tangan kehampaan.


Sebuah siluet tangan berwarna hitam terpampang jelas di atas Rua Ling, Rua Ling yang hendak menghundari tangan itu ia tertekan di bawahnya sehingga ia sama sekali tidak bisa menghindarinya.


Karena ia tidak bisa menghindari ini, tidak ada pilihan lain selain membuat pertahanan yang dapat melindungi dirinya sendiri dari serangan yang Qin San buat.


Rua Ling mengucapkan sebuah mantra aneh dari bibirnya, kemudian setelah mengucapkan beberapa kata sebuah array berukuran telapak tangan dapat terlihat, setelah array itu jadi Rua Ling melemparkanya ke atas langit dan alhasil array itu membesar dan membuat sebuah pelindung berwarna hijau sehingga menekan pergerakan tangan besar yang mengarah padanya.


Dan kedua jenis kekuatan itu seketika meledak, Rua Ling yang berada di bawahnya masih terlihat baik baik saja, tapi walaupun ia terlihat baik baik saja.


"Sudah kuduga kau benar benar sangat hebat, tapi jika untuk menekanku, kekuatan seperti itu masih belum cukup." Sebuah aura mendominasi keluar dari tubuh Rua Ling, sebuah Siluet pedang tercetak di belakangnya.


"Jiwa beladiri pedang." Ucap Qin San yang terkejut.

__ADS_1


Jiwa beladiri pedang merupakan salah satu dari jiwa bela diri terkuat, Jiwa bela diri pedang biasanya sangat berguna bagi pemiliknya, karena orang yang memiliki jiwa beladiri pedang ilmunya dalam hal berpedang bisa 10 kali lipat dari orang biasa, siapa yang tidak iri denganya, apalagi jika kultivator pedang melihat ini, mereka pasti akan berebut Rua Ling sebagai murid sekte mereka.


Gelombang niat pedang berkumpul di sekitar Rua Ling, membentuk sebuah angin puyuh dengan Qi pedang yang berputar mengelilinginya sehingga dirinya terlihat seperti dewa pedang.


"Serang....." Tunjuk Rua Ling kepada Qin San memerintah semua pedang yang mengelilinginya.


Melihat itu Qin San tersenyum senang, dengan menggenggam pedangnya ia menangkis segala pedang yang mengarah kepadanya.


Trang.....


Tranggg......


Tranggg......


Suara benturan pedang Qi Rua Ling dengan pedang Milik Qin San terdengar bergemerincing.


"Tekhnik kekosongan gerakan pertama,pedang pembelah kekosongan." Sebuah siluet bulan sabit berwarna hitam.


Benturan kedua kekuatan terjadi, dan keduanya sama sama mundur.


Gelombang pedang di sekitar Rua Ling terus berkumpul dan kemudian membentuk sebuah pedang yang sangat besar mengarak pada Qin San.


Qin San yang dengan kuda kudanya langsung mengarahkan jarinya kedepan, sebuah pelindung berwarna hitam muncul dari jarinya.


"Tekhnik pelindung kehampaan."


Bommm.......


Kekuatan pedang itu terus mendorong kekuatan pelindung kehampaan Qin San.


Qin San yang merasa sedikit terpojok, ia menambah energi surgawinya sehingga dapat mendoring energi pedang Rua Ling.


Tak Mau kalah, Rua Ling menggabungkan pedang Qinya kembali sehingga terlihat lebih kuat dari sebelumnya, tetapi itu belum membuat Qin San mundur.


"Hehe, tekhnik merobek Ruang." Ucap Qin San seketika pelindung kehampaan berubah menjadi robekan ruang sehingga pedang itu terlahap oleh robekan ruang itu.

__ADS_1


..........


BERSAMBUNGG....


__ADS_2