
"Hm...sepertinya aku pernah melihat wajah jiwa pria tua itu."ucap Qin San menatap jiwa pria tua di depanya.
Setelah menatapnya beberapa saat akhirnya ia mengingat siapa pria tua di depanya.
"Kau...... bukankah kau Shen Zing ayah dari Shen yu."ucap Qin San sedikit terkejut melihat wajah pria tua itu yang ternyata adalah ayah dari Shen Yu.
"Haha bocah kau benar aku adalah ayah Shen Yu,dan aku tak menduga bahwa kau adalah penerus dari Naga itu,apakah berarti naga sialan itu sudah mati?."ucap jiwa pria tua itu berbicara pada Qin San.
"Apakah yang kau maksud naga itu adalah naga takdir."ucap Qin San bertanya.
"Ya siapa lagi kalau bukan calon menantu sialan itu."ucap Shen Zing pada Qin San.
"Tunggu bukankah kamu mati di bunuh oleh naga takdir,tapi bagaimana bisa kau berada di tempat ini?."ucap Qin San bertanya.
"Di bunuh olehnya...hahaha apakah kau bercanda....aku adalah kaisar dewa elf,bagaimana bisa naga itu membunuhku dengan mudah."ucap Shen Zing pada Qin San.
"Tapi aku mendengar bahwa kau dan naga takdir dulu pernah bertarung yang membuat semua ras elf terbunuh."ucap Qin San bingung.
"itu...bagaimana kau bisa mengetahui cerita itu apakah Shen Yu yang menceritakanya padamu."ucap Shen Zing bertanya.
"Hmm memang dia yang menceritakan padaku."
"Sebenarnya orang yang menyerang itu bukan aku tetapi adalah musuh absolute dari naga takdir sendiri yang menyamar sebagai diriku dan yang membantai semua ras elf ku."ucap Shen Zing mengatakan kebenaran yang terjadi.
"Apa...tapi kalau kau tahu begitu kenapa kamu mengetahui itu tidak membantu klan mu sendiri."ucap Qin Sam bertanya dengan nada keras karena bagaimana sebagai kaisar dewa elf tak membantu rasnya sendiri.
"Saat itu aku juga tak tahu apa yang sebenarnya terjadi,aku baru tahu tentang ini pada saat 10 tahun setelah kehancuran ras elfku,karena pada saat itu aku sedang dalam masa penyucianku untuk masuk ke alam itu dan tak tahu bahwa ada yang menyamar sebagai diriku di ras elfku apalagi saat penyucian tubuh ku ini tiba tiba mengering karena tubuh dewa elfku memiliki aura suci dari alam itu sehingga ketika aku bangun hanya jiwa sisaku saja yang berada di sini sedangkan jiwa inti dan tubuh suciku menghilang ke alam itu,jadi ini sebabnya aku tak bisa membantu klan elfku,aku sebagai kaisar dewa elf sangat menyesal pada saat melihat kejadian itu berharap aku bisa mengulang semua ini."jelas kaisar dewa elf pada Qin San dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
Melihat wajah raut kesedihan dari Shen Zing Qin San tahu apa yang dia rasakan karena bagaimapun Qin San juga pernah mengalami masa masa sulit seperti ini bahkan sampai ia dikhianati oleh rekan rekanya sendiri.
"Hm jadi kejadian sebenarnya seperti ini dan tak ada sangkut pautnya dengan ras dark angel."ucap Qin San dengan mengangguk.
"Ras dark angel?? kata siapa ras dark angel yang melakukan semua ini."ucap Shen Zing bertanya.
"Em putrimu sendiri yang mengatakanya padaku katanya hasil dari penyelidikanya semua ini karena campur tangan ras dark angle yang sengaja mengadu domba ras elf dan klan yun milik naga takdir karena takut karena ancaman kedua belah pihak."ucap Qin San.
"Huhhh bukan ras dark angel memang ras jahat tetapi mereka tak pernah mengadu domba kami karena ras dark angel sebenarnya adalah ras terkuat ke 3 setelah ras malaikat suci dan God's Choice yang lebih kuat dari ras elf ku dan ras naga Yun."ucap Shen Zing menjelaskan.
"Ras God's Choice ras seperti apa mereka."ucap Qin San bertanya pasalnya dia walaupun dulunya adalah seorang dewa ie sama sekali tak pernah mengetahui yang namanya ras God's Choice/pilihan tuhan.
"Huhh aku tak bisa menjelaskan ras seperti apa mereka tetapi ras mereka adalah ras yang sangat kuat atau bisa di bilang ras mereka adalah ras penguasa dari semua semesta ini."ucap Shen Zing.
"Apakah ras mereka ada hubunganya dengan musuh naga takdir."ucap Qin San bertanya.
Mendengar itu Qin San mengangguk dan kemudian ia bertanya.
"Oh ya pak tua jadi apa misiku sekarang di menara ke tuju ini."
"Hehe misimu kali ini adalah bunuhlah aku."ucap Shen Zing tersenyum.
"Apa membunuhmu..bukankah itu terlalu sulit."ucap Qin San terkejyt dengan apa yang di katakan Shen Zing karena walaupun itu hanya sisa jiwa saja Qin San bisa merasakanya kekuatanya berada di ranah neraka tingkat rendah yang lebih rendah dari ranah surga sedangkan Qin san hanya fi ranah Abadi tingkat rendah saja yang walaupun ia mengekuarkan semua kekuatanya ia tetap tak bisa mengalahkan pak tua Shen Zing.
"Emm begini saja aku akan menurunkan basis kultivasiku ke ranah yang sama denganmu,bagaimana apakah kau setuju."ucap Shen Zing memberikan solusi karena bagaimanapun jika ia menggunakan semua kekuatamya ia dapat mengalahkan Qin Zan hanya dengan satu serangan saja.
"Aku setuju."
__ADS_1
"Karena kau telah setuju ayi ikuti aku ke arena pertandingan."ucap pria tua itu bergerak melayang di udara karena jiwa tak memiliki kaki jadi ia hanya bisa melayang untuk bergerak.
Mendengar itu Qin San berjalan mengikuti pria tua itu melewati ruang demi ruang istana itu yang sangat megah,beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat sebuah lapangan yang lumyan besar dengan mereka berdua yang berada di tengah lapangan itu.
"Apakah kita akan melakukan pertarunganya di sini."ucap Qin San bertanya.
"Ya."ucap Shen Zing menjetikan jarinya yang menbuat gravitasi di tempat itu bertambah kuat ya g menekan mereka berdua.
"Apa yang kau lakukan pak tua kenapa kau menambah gravitasi tempat ini menjadi sangak kuat."tanya Qin San.
"Aku hanya menekanya agar kita bertarung di tanah saja tidak terbang ke atas."ucap Shen Zing sambil membelai jenggotnya.
"Ehh bukanya ini tak adil."ucap Qin San.
"Tak adil bagaimana ini adalah pertandingan yang adil."jawab Shen Zing dengan mantap.
"Huh adil darimananya pak tua kau saja terbang dan tak menyentuh tanah bukankah ini tak adil,dan kau berkata agar pertarungan kita berada di tanah bukan terbang."ucap Qin San yang membuat Shen Zing terbatuk sengaja.
"Ehemm..ehmm aku akan adalah jiwa jadi wajar karena aku tak memiliki kaki."ucap Shen Zing membuat Qin San menghelanfasnya.
"Terserah kau sajalah pak tua berdebat denganmu aku yakin aku tak akan pernah menang."ucap Qin San.
"Haha anak yang baik sangat cocok dengan putriku kau bisa mengalah dengan irang tua sepertiku."kata pak tua Shen zing.
"Baiklah pak tua dari pada kita banyak bicara bagaimana kalau kita mulai."ucap Qin San yang langsung berlari menuju ke arah pak tua Shen Zing dengan memegang pedangnya.
..........
__ADS_1
BERSAMBUNG...