
Lalu mereka semua ke dalam kota dengan Qin San yang memimpin jalan.
Di depan kota Qinar mereka disambut dengan pemandangan para penjual makanan dan berbagai pertunjukan musik atau beladiri.
Melihat itu mereka semua sangat takjub dengan kota Qinar karena bagaimanapun penyebab kekaisaran Qin menjadi benua terkaya adalah karena perekonomian di sini yang sangat maju sehingga banyak orang asing yang berdagang di sini untuk mancapai nasibnya tetapi juga rawan bahaya yang akan menyebabkan musuh masuk untuk mengamati kekaisaran Qin.
"Kakak aku ingin permen itu."ucap Qin Zu melihat penjual permen.
"Em baiklah akan kakak belikan."ucap Qin San menuju tempat penjual Permen.
"Bos permen ini berapa harganya."ucap Qin San bertanya.
"Satu permen harganya 1 koin perak."ucap penjual itu pada Qin San yang memakai topeng.
"Em kalau begitu aku beli 10 permen."ucap Qin San membeli lalu mengeluarkan 1 koin emas pada penjaga itu.
"Eh tuan ini terlalu berlebihan."ucap Penjual itu yang akan mengembalikan uang pada Qin San tetapi di tolak Oleh Qin San.
"Ambil saja kembalianya."ucap Qin san yang lalu membawa permen itu dan memberikanya pada Qin Zu.
"Adik ini permen yang kamu minta."ucap Qin San menyerahkan permenya pada Qin Zu yang merasa senang.
"Terima kasih kakak,kakak memang yang terbaik."Ucap Qin Zu memeluk Qin San sebentar dan mulai menjilati Permenya.
"Apakah kamu mau Xue Ya."tawar Qin Zu menawarkan permenya.
""Tidak terima kasih."ucap Xue Ya yang sudah akrab dengan Qin Zu.
Mendengar Xue Ya menolaknya Qin Zu lalu kembali menjilati permen itu dengan rakus.
"Apakah kamu ingin sesuatu."Ucap Qin San melihat ke arah Li Yan yang dari tadi diam saja.
"Tidak."ucap Li Yan singkat.
"Em bagaimana kalau kita makan di rumah makan itu."Tunjuk Qin San ke rumah makan.
"Setuju."teriak semangat Qin Zu yang menjilati permenya.
Qin San yang melihat Qin Zu sangat bersemangat ia menggelengkan kepalanya.
"Karena adik setuju mari kita makan du sana."ucap Qin San mengajak mereka bertiga.
Lalu mereka berjalan ke rumah makan itu dan masuk kedalam dan duduk di tempat duduk yang kebetulan tersisa tiga yang pas untuk mereka.
Pelayan yang melihat ada pengunjung ia lalu menghampirinya.
"Apakah anda ingin pesan sesuatu tuan dan nona."ucap Pelayan itu melihat pria bertopeng dan Li yan.
"Em kami ingin pesan makanan terbaik di sini dan beberapa daging untuk gagak itu."ucap Qin San menunjuk Xue Ya yang hingga di pundak Qin Zu.
"Em baik tuan mohon anda tunggu sebentar."ucap pelayan itu yang pergi mengambil pesanan Qin San.
__ADS_1
Sambil menunggu pesanan datang mereka berbincang bincang terlebih dahulu.
"Em Qin San setelah ini kamu akan ke mana."ucap Li Yan bertanya pada Qin San.
"Setelah ini aku akan pergi menuju istana kekaisaran Qin."Ucap Qin San jujur.
"Kekaisaran Qin."Pikir Li Yan yang tiba tiba teringat dengan marga Qin San.
"Apakah kamu adalah Pangeran kekaisaran Qin."ucap Li Yan terkejut.
"Ya."ucap Qin San singkat.
"jadi kamu memang pangeran kekaisaran Qin tetapi aku dengar dulu pangeran kekaisaran Qin adalah seorang sampah."ucap Li Yan mengingat ngingat.
"Ya memang aku adalah orang yang kalian sebut sampah itu apakah kau sekarang merasa jijik dengaku."ucap Qin San yang sangat jengkel jika ia di sebut dengan sampah.
"Ti...tidak aku sama sekali tak merasa seperti itu padamu."ucap Li Yan yang Gugup melihat Qin San dengan wajah sedikit marah.
Setelah perbincangan sebentar akhirnya makanan mereka tiba.
"Ini tuan dan nona silakan di makan hidangan kami."ucao Pelayan itu dengan senyuman.
"Wah banyak sekali."ucap Qin Zu yang meletakan permenya di meja yang masih terbungkus dengan kertas.
"Adik mari makan."ucap QinSan melihat Qin Zu bersemangat melihat makanan.
Lalu mereka berempat makan dengan tenang di tempat duduk mereka.
"Iya ini sangat enak adik Zu."ucap Li Yan melihat Qin Zu.
lalu mereka makan sampai habis karena makanan yang sangat nikmat lalu memanggil pelayan untuk membayar.
"Berapa semuanya."ucap Qin San pada oelayan di depanya.
"semuanya 6 koin emas tuan."ucap pelayan memberikan harga.
Qin San lalu mengambil 6 koin emas di dalam cincin penyimpananya dan menyerhakan pada pelayan.
Setelah membayar mereka semua meninggalkan rumah makan itu.
Tapi sebelum mereka pergi mereka di hadang oleh seseorang.
"Hei kau serahkan wanita itu dan kau boleh pergi."ucap pemuda melihat Li Yan dengan tatapan penuh nafsunya.
Qin San mendengar ancaman pemuda yang bersama bawahanya ia mengabaikanya dan tetap berjalan ke depan.
"Hei beraninya kau mengabaikanku apakah kau tak tahu aku Fu Ling anak dari wali kota Qinar."ucap pemuda yang menyebut dirinya fu ling menghadang Qin San.
Qin San yang di hadang oleh Fu Ling ia langsung menamparnya hingga terpental keluar dari rumah makan.
Plaaaakk..
__ADS_1
Para pelanggan yang sedang makan yang mendengar suara tamparan mereka menoleh.
"Bukankah itu anak dari wali kota Fu ji siapa yang berani memukulnya."ucap pelanggan melihat Fu Ling terpental dengan wajah mengenaskan di tanah.
"Kau beraninya kau memukulku....Kalian cepat bunuh dia."ucap Fu Ling pada bawahanya.
"Baik tuan muda."ucap meraka yang menyerang Qin San.
Qin San yang melihat mereka menyerangnya ia lalu melesat dengan sangat cepat yang bahkan lebih cepat daro kecepatan suara memukul mereka satu persatu.
Boommm
Bommmm
Setelah memukuli mereka Qin San lalu berjalan kembai tanpa berbicara apapun yang di ikuti oleh para perempuan yang tidak lain adalah Qin Zu,Li yan Dan Xue Ya.
Fu Ling yang merasa sama sekali tak di pedulikan oleh Qin San ia sangat marah.
"Tunggu saja pembalasanku."ucap Fu Ling mengepalkan tangnya.
.................
"Wah kakak hebat sekali busa mengalahkan mereka semua."ucap Qin Zu kagum
"Apakah kamu ingin menjadi kuat seperti kakak."ucap Qin san melihat Qin Zu yang kagum padanya.
"Aku ingin menjadi seperti kakak dan membantu kakak di masa depan saat kakak dalam masalah."ucap Qin Zu.
"Hm Baiklah kakak akan mengajarimu setelah urusan kakak selesai,bagaimana apakah adik setuju."ucap Qin San melihat Qin Zu yang bersemangat.
"Aku setuju dengan kakak."ucap Qin Zu menyetujuinya.
...................
"Nona Li Yan apakah perlu aku antarkan."ucap Qin San melihat Li Yan yang masih terdiam yang seperti merasa bersalah tentang ia menyebut sampah di depanya.
"Em tidak perlu aku sudah memanggil ayahku untuk membawakan kereta untuk menjemputku menggunakan giok komunikasi ini."Ucap Li Yan pada Qin San menolak.
"Nona Li Yan kamu tak perlu merasa bersalah pada saat kamu menyebutku sampah lagian kamu juga tak tahu jadi jangan dimasukan ke hati."ucap Qin San menjelaskan pada Li Yan.
"Em baiklaj nona Li Yan aku pergi dulu."ucap Qin San memegang tangan Qin Zu berbalik.
Tapi sebelum berbali Li Yan menari tangan Qin San dan sedikit berjinjit mencium pipinya.
Cupp.
"Terima kasih."ucap Li Yan singkat lalu juga berbalik.
...........................
BERSAMBUNGG........
__ADS_1