Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
JEBAKAN KECIL


__ADS_3

"Sial kenapa mereka lama sekali." Ucap Chou soran yang mulai khawatir tentang keadaanya sendiri.


"Hahaha aku kira pewaris yang mereka pilih sangat hebat ternyata hanya begini saja, sungguh mengecewakan." Ucap Qin San mengejek.


"Bacot kau bajingan, kau sebagai penentang takdir harus mati." Teriak Chou Soran marah.


"Mati...?? Apakah kau tahu hanya aku saja yang menentukan hidup dan matiku, jika takdir itu ikut campur maka aku sendiri yang akan menghancurkanya." Ucap Qin San.


"Hanya kau saja, menurutmu apakah orang sepertimu bisa mengalahkan sang takdir, Sang takdir adalah pengatur sebab dan akibat, kau berani berkata seperti itu apakah menurutmu takdir tidak akan menghukumu." Ucap Chou Soran yang masih menghadapi mahkluk makhluk ciptaan Qin San.


"Aku sudah pernah di hukum oleh takdir dan aku tidak akan pernah membiarkan lagi ia mempermainkanku." Ucap Qin San datar.


"Krak.....


Pyar....


Tiba tiba terdengar suara robekan ruang yang ternyata itu adalah kelompok Long Tian.


Pyar...


Suara dari domain milik Qin San yang hancur.


"Oh, bagaimana kabarmu Long Tian, apakah kau nyaman denganya, jika iya syukurlah setelah ini kau bisa ikut denganya ke alam baka." Ucap Qin San tersenyum yang mengandung kengerian tersendiri bagi lawanya.


"Bajingan mati."Ucap Long Tian menyerang ke arah Qin San.


Wushhhh.....


Bangggg......


Pukulan Long Tian telak mengenai Tubuh Qin San, tetapi karena di tubuh Qin San sudah dilengkapi oleh armor yang bahkan bisa menahan serangan dari ranah dewa semesta sekalipun maka ia tidak mengalami luka sama sekali.


"Long Tian, sepertinya pukulanmu telah menurun." Ucap Qin San menepuk peurt yang di pukul oleh Long Tian.


"Kau, artefak apa yang kau gunakan." Tanya Long Tian terkejut.


"Oh, apakah aku harus menjelaskan kepada mantan pengawal." Ucap Qin San.


"Sepertinya kau cari mati."Ucap Long Tian Marah.


"Hahaha Long Tian ku kira kau lebih proaktif dari pada saat kau denganku." Ucap Qin San tertawa.


"Pedang penghancur naga datanglah padaku." Ucap Long Tian merapal mantra.


"Ck...ck...ck... Long Tian, menurutmu aku akan memberikan kesempatan padamu untuk memanggil pedang burukmu itu." Ejek Qin San yang tiba muncul di depan Long Tian.

__ADS_1


"Petir hukuman datanglah padaku." Ucap Qin San seketika petir hukuman menggelegar di atas langit.


"Serang dia." Perintah Qin San terhadap Petir hukuman.


Jedert...


Jedert..


Petir-petir hukuman menyerang Long Tian terus menerus, tapi Long Tian bisa menghindarinya dengan cukup mudah.


"Tinju Langit." Ucap Long Tian yang sudah berada di depan Qin San.


"Hahaha, kena kau Long Tian." Ucap Qin San seketika sebuah array muncul di depan Qin San mengunci pergerakan dari Long Tian.


"Wush...


Tangan Qin San mencekik Leher Long Tian hingga ia kesulitan untuk bernapas.


"Apakah Long Tian yang dulu sangat hebat menjadi begitu lemah." Ucap Qin San.


"Sial, kau sebenarnya dari tadi sudah merencanakan dan menjebak kami menggunakan array yang bisa menyerap vitalitas dan Qi." Ucap Long Tian merasa tidak bernapas.


"Apakah kau baru sadar, Aku memang sudah menyiapkan ini semua tanpa sepengetahuan kalian, Ya ini hanya sekedar kejutan kecil saja dariku." Ucap Qin San.


"Hahaha ini memang kejutan kecil darimu tapi aku punya kejutan besar untukmu." Ucap Long Tian tertawa.


"Apakah kau lupa dengan orang orang di alam sini yang telah pingsan." Ucap Long Tian.


"Lalu apakah kau melakukan sesuatu pada mereka." Ucap Qin San.


"Long Ya bawa mereka kemari." Teriak Long Tian Pada Long Ya yang kini sudah menjadi istrinya.


"Baik... " Long Ya menyuruh semua pasukanya untuk membawa beberapa orang yang telah di sandera.


"Beraninya kalian menyandra mereka, apakah kalian semua pengecut." Ucap Qin San yang terlihat marah.


"Ini namanya bukan pengecut tapi cerdik." Sahut Chou Soran yang terlihat lumayan babak belur setelah selesai mengalahkan Makhluk buatan Qin San.


" Cih apa mau kalian." Tanya Qin San geram.


"Kami Hanya ingin membunuhmu, lebih baik kau menyerah dari pada menggunakan kekerasan." Ucap Chou Soran.


"Menyerah, siapa juga yang mau menyerah pada kalian, lebih baik aku mati dari pada menyerah." ucap Qin San yang sudah membuladkan tekadnya.


"Oh jadi itu yang kau mau maka aku akan mengabulkamya untukmu." Ucap Chou Soran.

__ADS_1


"Tombak naga datanglah padaku." Ucap Chou Soran dan seketika sebuah Tombak muncul di langit.


Chou Soran terbang dan mengambil tombak itu dengan cepat.


"Tekhnik Tombak pemusnah para naga." Ucap Chou soran melesat ke arah Qin San.


" Apakah kau ingin duel tombak denganku." Qin San memanggil tombak asal mulanya.


"Sebenarnya tombak ini tidak pantas untuk menghadapi tombak rapuhmu itu, tapi bagaimana lagi, lagian aku hanya membawa tombak ini saja."


"Asal mula, awal akhir, yin Yang bersatu." Ucap Qin San melesat ke arah Chou Soran.


"Bang...


Kedua Tombak itu bertabrakan membuat kehancuran di sana, dengan jelas terlihat bahwa Tombak Milik Chou Soran retak dan pada akhirnya tombak itu hancur menjadi abu.


Kekuatan Tombak iti terus melesat ke arah Chou Soran dan hendak menusuk dirinya tetapi pada saat itu akan terjadi Long Tian seketika berteleportasi untuk menyelamatkan Chou Soran.


" Cih hanya pengecut yang hanya berani untuk menghindar." Ucap Qin San mengejek.


"Bocah sebaiknya kali ini kau menyerah, karena ini adalah kepungan untukmu." Ucap Long Ya.


"Kepungan untuku,apakah kau bercanda Long ya." Ucap Qin San yang masih menatap tajam ke arah Chou Soran ya g di selamatkan Olej Long Tian.


"Apakah kau tidak menyadarinya, Kau memang mantan tuan yang bodoh, Semua dewa sudah datang kesini dan kau sekarang sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup." Ucap Long ya.


"Istriku, kamu hanya membuang waktumu berbicara padanya lebih baik kita segera membunuhny saja." Ucap Long Tian.


"Oh ternyata mereka sudah kesini, baguslah kalau begitu." Qin San tiba tiba menyeringai kejam.


" Jadi apakah kau sekarang takut."Ucap Chou Soran yang masih dengan ke adaan lemah.


" Takut.. Kenapa aku haru takut, sudah aku bilangkan tadi bahwa ini adalah jebakan kecil untuk kalian, jadi aku juga suda menyiapkan jebakan besar untuk kalian juga." Ucap Qin San yang mulai mengangkat jarinya.


Ctek...


Menjentikan jari


Setelah Qin San menjentikan jarinya seketika dunia berubah, menjadi aneh dan juga semua orang yang tadinya mereka sandera berubah menjadi seperti potongan kayu dan Pohon Pisang san lainya.


"Ini apa yang sebenarnya terjadi." Tanya mereka terkejut.


" Inilah tadi yang aku maksud dengan jebakan besar." Ucap Qin San menghilang dari tempatnya.


"Selamat bersenang senang kepada kalian semua, Semoga saja kalian bisa selamat, Oh tidak lebih baik kalian mati saja dari pada selamat."

__ADS_1


.........


BERSAMBUNGG...


__ADS_2