
Satu hari berlalu Qin San dan Ye Xin Ru juga sudah kembali kekediaman masing masing setelah mereka dari rumah nenek Hou.
Hari ini adalah hari Tournamen kedua akan di mulai.
Pagi itu Qin San baru bangun dari tempat tidurnya dan bergegas dan bersiap untuk menghadiri tournamen yang dia ikuti.
Sebelum pergi ia juga tak lupa memakai topengnya kembali untuk menghindari masalah yang tak perlu.
Selesai bersiap Qin San lalu pergi menuju tempat Tournamen dengan berjalan kaki.
Karena Qin San yang belum makan Ia memutuskan untuk mencari sebuah rumah makan terlebih dahulu sebelum tournamen di mulai.
Di rumah makan itu terlihat segerombolan orang dengan jubah hitam merah yang menambahkan kesan menyeramkan yang akan membuat takut siapapun.
Melihat segerombolan orang itu dengan ekspresi serius Qin San merasa curiga dan lalu mengedarkan pendengaranya ke arah segerombolan orang itu.
"Bagaimana rencana pemimpin bisa gagal dan siapa sebenarnya yang membeli pill itu."ucap salah satu dari 10 orang uang sedang berdiakusi.
"Kabar dari orang yang kita suruh untuk melelang pill itu yang membelinya adalah pemuda bertopeng."ucap yang lain menyahut.
"Pemuda bertopeng?siapa dia."ucap orang itu bertanya tanya.
"Kalau aku tahu aku tak akan bertanya padamu."ucap orang berjubah itu.
"Karena rencana yang kita buat gagal terpaksa kita harus menjalankan rencana ke dua."ucap orang berjubah lainya.
"Rencana kedua apa itu."ucap yang lain berbicara.
"Dasar bodoh apakah kau tak pernah mendengar perintah dari pemimpin cabang sekte darah benua selatan."ucap orang berjubah yang terlihat paling berkuasa dari laniya.
"Hehe waktu penjelasan rencana yang di jelaskn oleh pemimpin cabang aku tertidur karena pada saat itu aku sudah sekitar 1 minggu tak tidur karena setiap harinya di beri misi oleh pemimpin membantai orang untuk di persembahkan pada jendral iblis yang masih terkurung."ucap yang lain menjelaskan bagaimana ia tak mendengar rencana dari pemimpin sekte cabang.
"Terserah kau saja lagian walaupun kau mendengarnya kau tak akan banyak membantu dan malah akan menyusahkan saja."ucao temannya menyahut.
__ADS_1
Mendengar temanya yang mengejeknya ia menjadi sedikit marah dan mengeluarkan qi darahnya.
"Apa kau bilang apakah kau ingin bertanding denganku."ucap jubah hitam merah yang di ejek tadi menantang temanya.
"He kalian berdua sudah sudah jangan mencari keributan dulu kalau para iblis tua bisa merasakan kehadiran kita di sini kita akan mati di tempat ini sebelum berhasil membangun rencana kita."ucap orang yang lai memisah pertengkaran mereka berdua.
Qin San yang mendengar mereka ia bergumam.
"Sekte iblis darah setelah aku mendengar rencana kalian itu adalah hari terakhir kalian semua."ucap Qin San memandangi mereka yang sedang berbicara.
"Jadi rencana ini adalah kita di tugaskan untuk menancapkan bendera ini di setiap sudut kota agar orang orang di kota ini tak akan bisa kabur ketika sekte iblis darah kita menyerang."ucap orang itu memberitahu renacanya pada teman yang belum mendengar rencana itu.
"Dan kalian bawa masing masing satu bendera ini dan berpencarlah ke setiap sudut kota dan juga jangan sampai kalian ketahuan."ucap orang yang membawa bendera itu dan membagikanya.
Mendengar para orang itu Qin San mengeti tentang rencana mereka.
"Oh jadi rencana kalian adalah ingin mengurung kami di kota ini ketika semua orang berkumpul di tournamen dan mengahancurkan mereka semua lalu menguasai kekaisaran ye ini,memang hebat dan licik untuk sebuah sekte sampah."gumam Qin San yang mendengar pembicaraan mereka semua.
Lalu mereka semua menerima masing masing satu bendera dan langsung pergi dari sana tnpa membayarnya.
"Dasar Miskin kalau tau begini aku tak akan melayani segerombolan pengemis bajingan itu,semoga kalian semua akan mati."ucap pemilik rumah makan itu marah dan mengutuk mereka semua.
Mendengar ocehan dari pemilik rumah makan Qin San hanye tersenyum.
"Hehe permintaanmu akan ku kabulkan."guman Qin San melihat ke arah pemilik rumah makan itu.
Setelah Qin San makan dan membayar Qin San lalu melesat dengan cepat ke arah mereka yang membawa bendera dengan mengikuti aura mereka yang telah mereka tinggalkan yang menyebar ke seluruh arah.
"Huh kalau aku mengejar mereka satu persatu ini akan sangat lama dan bisa bisa aku terlambat pada tournamen nanti."gumam Qin San memikirkan cara.
"Hm kenapa aku lupa aku kan bisa membelah diri dengan teknik bayangan."ucap Qin San yang sudah mendapatkan idenya.
Setelah menemukan solusinya Qin San lalu langsung menggunakan teknik bayanganya untuk membelah dirinya.
__ADS_1
"Teknik membelah Diri 10 bayangan."ucap Qin San yang tiba tiba terdapat 10 orang yang mirip denganya dengan kultivasi di ranah half saint tingkat menengah dan tinggi yang bisa membunuh mereka dengan beberapa serangan saja.
"Baik lah kalian aku tugaskan untuk membunuh orang yang aku cari."ucap Qin San pada sepuluh bayanganya yang di angguki mereka semua lalu pergi dan sementara Qin San lalu pergi ke tournamen itu.
Beberapa saat berjalan Qin San akhirnya sampai di tournamen itu dan melihat di sana terdapat sekitar 250 peserta yang lolos dari pertandingan kemarin yang sudah berkumpul di tempat yang telah di tentukan oleh pembawa acara dan juga di sana terlihat banyak sekali orang yang datang bahkan kaisar ye yang jarang sekali keluar dari intana bila tak ada urusan penting juga keluar demi melihat generasi muda yang akan menjadi tulang punggung dari benua selatan ini.
"Sepertinya setelah pertandingan ini acaranya akan lebih meriah lagi."ucap Qin San yang sudah merasakan beberapa iblis yang telah bersembunyi mengamati jalanya pertandingan dengan menutupi auranya agar tak terlihat.
"Baiklah sebelum pertandinganya kami mulai aku akan menjelaskan sedikit tentang tournamen ke dua ini."ucap zin mo mengumumkan.
"jadi pertandingan ke dua ini adalah pertandingan tangga jiwa dan untuk memenangkan pertandingan ini kalian hanya perlu menaiki tangga ini dan siapa yang berada di tangga paling atas merekalah yang akan menang."ucap zin mo menjelaskan.
"Cih hanya menaiki tangga itu apa susahnya."ucap salah satu peserta meremehkan tangga jiwa itu.
seketika ia lalu dengan percaya diri naik ke tangga itu,awalnya ia naik dengan mudah tetapi ketika ia berada di tangga ke sepuluh tubuhnya tertekan dan langsung teepental keluar dari tangga itu.
"Dasar orang bodoh yang sombong."ucap peserta lainya yang menganggap bahwa pertandingan ini tak semudah yang dilakukan.
"Aku lupa menjelaskan bahwa tournamen ini bertujuan untuk melihat seberapa kuat jiwa kalian jika Jiwa kalian kuat kalian akan bisa bertahan di pertadingan ini dan jika jiwa kalian lemah maka kalian akan terpental keluar dari arena ini."jelas Zin Mo melihat peserta yang meremahkan ujian tangga jiwa.
Mendengar penjelasan dari pembawa acara mereka lalu satu persatu pergi menuju tangga itudsn beberapa orang juga sudah ada yang terpental karena jiwanya yang lemah sedangkan untuk Qin San ia hanya diam di sana dan melihat kekasihnya yang sudah naik ke tangga jiwa dengan urutan pertama.
"Haha kekasihku memang hebat."ucap Qin San memuji ye xin ru yang ada di urutan pertama.
Sedangkan Ye Xin Ru yang berada di atas ia mencari Qin San di bawah yang terlihat banyak sekali orang yang naik dan urutan ke dua adalah Su Yang dari sekte pedang dewa.
"Hahaha calon menantuku lumayan hebat walaupum dibawah putriku tetapi ia terbukti adalah orang yang paling jenius dari lainya."ucap Kaisar ye yang sudah menyetujui pertunangan antara ye xin ru dan su yang walaupun sudah di tolak beberapa kali oleh ye xin ru.
Qin San yang mendengar kaisar ye menyebut Su Yang sebagai calon menantunya ia menjadi sedikit terpancing emosi dan ingin menunjukan bahwa dialah yang pantas dengan Ye Xin Ru.
Lalu Qin San yang di bawah langsung berjalan menuju tangga dan mendahului satu persatu orang yang menaiki tangga itu dan tiba tiba sudah berada di dekat Su Yang yang sedang berjuang untuk menuju tangga yang lebih tinggi lalu mendahuluinya.
.....................
__ADS_1
BERSAMBUNG..