Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
LELUHUR ASSOSIASI HITAM 2


__ADS_3

"Hahaha, Setelah aku menyatukan setengah jiwa wanita bodoh itu dan wanita ini, aku dapat membangkitkan Dewi kegelapan kembali, Dengan begitu dewi kegelapan pasti akan memberikanku kekuatan padaku dan aku bisa menguasai dunia ini di bawah kepemimpinan dari Dewi kegelapan serta tuan Nar, mungkin aku juga bisa mrnjadi orang kuat di 3 semesta ini." Kata Leluhur itu dengan mengelilingi Yue Ha.


Qin San dan Tang Chin dapat mendengar dengan jelas tentang apa yang di katakan oleh Leluhur itu.


"Dewi kegelapan!, Tuan Nar!, Siapa mereka." Gumam Qin San.


"Jadi ini rencana leluhur itu, yaitu memisahkan setengah jiwa dari Yue Ha, Tapi setelah memisahkan setengah jiwa lalu apa yang ia lakukan terhadap jiwa lainya." Gumam Tang Chin yang masih terdiam menunggu aba aba dari Qin San.


"Ia akan mengurung jiwa lainya di sebuah tempat, yang tujuanya untuk memberikan jiwa itu kepada seseorang yang akan mereka bangkitkan." Jawab Qin San.


"Apakah yang kakak katakan benar?." Tanya Tang Chin.


"Ya, aku yakin ini benar, Apa kau ingat bahwa aku pernah berkata untuk membawa San Liu kepada seseorang." Kata Qin San kepada Tang Chin yang sedang berpikir keras.


"Hm, aku ingat, jadi apakah orang yang kakak maksud adalah jiwa lain dari San Liu." Tebak Tang Chin.


"Tepat sekali, dia adalah setengah jiwa dari San Liu, dan itulah kenapa ia melupakan beberapa ingatanya." Jawab Qin San membenarkan tebakan dari Tang Chin.


"Tapi, yang aku bingung adalah bagaimana Tua bangka itu mengetahui jika jiwa dari Yue Ha dan San Liu memiliki setengah Jiwa dari dewi kegelapan."Ucap Qin San berpikir.


"Entahlah kak, tapi ini tidak bisa di biarkan jika leluhur itu berhasil memisahkan setengah jiwa dari Yue Ha maka dunia ini pasti akan hancur, mengingat kekejaman dari sang sewi kegelapan, bahkan jika aku berada di kekuatan puncaku dahulu aku tidak yakin bisa melawan dewi kegelapan itu." Sambung Tang Chin.


"Eh, kau pernah mendengar tentang dewi kegelapan." Tanya Qin San yang sebenarnya ia baru mendebgar nama ini.


"Apa!! kakak tidak tahu siapa itu dewi kegelapan." Ucap Tang Chin sedikit aneh terhadap Qin San ini.


"Aku tidak tahu sama sekali siapa dia, kau kan tahu sendiri aku dulu tidak pernah pergi kedunia luar, aku dulu hanya fokus meningkatkan kekuatanku saja, Hingga aku di hianati olah kelima bawahanku itu dan pada akhirnya aku mati." Ucap Qin San sedikit menyesal pada waktu itu, ya tapi tidak ada gunanya menyesalinya karena semua itu sudah terjadi.


"Baiklah kak, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang." tanya Tang Chin yang menunggu keputusan dari QinnSan.


"Kita serang tua bangka itu, apalagi." Ucap Qin San lalu menghilangkan pelindung tipis yang membuat aura keberadaan mereka tidak terdeteksi.

__ADS_1


Karena pelindung tipis yang menyembunyikan keberadaan mereka telah hilang, otomatis leluhur itu dapat merasakan mereka berdua.


"Siapa disana." Ucap leluhur itu yang merasakan keberadaan orang lain di kediamanya.


"Hai, kakek tua apa kabar." Ucap Qin San yang sok kenal.


"Siapa kau?,dan juga jangan panggil aku kakek kita tidak memiliki hubungan apapun."Kata leluhur itu.


"Oh, ya aku lupa seharusnya aku memanggilmu tua bangka, karena jika kau di panggil kakek sepertinya sangat tidak pantas."Ucap Qin San mengejek.


"Beraninya kau berkata seperti itu padaku apakah kau tahu siapa aku." Ucap leluhur itu melepaskan kekutanya untuk menekan Qin San Dan Tang Chin.


"Aku tahu, yang aku ingat kau adalah pengemis di jalan waktu itu kan." Ejek Qin San yang berhasil membuat leluhur itu kesal.


"Berisik, aku akan membunuhmu." Ucap leluhur itu dengan emosi yang telah memuncak.


"Tua bangka, selamat tinggal terima kasih atas sambutanya, aku bawa wanita ini dulu." Ucap Qin San menghilang dari tempatnya, dengan Tang Chin yang sudah membawa Yue Ha.


"Sial, mereka telah menipuku, semua assosiasi hitam kelilingi seluruh kediamanku,jangan sampai ada orang yang bisa keluar dan masuk ke sini." teriak leluhur itu yang bergema di seluruh penjuru wilayahnya.


"Semut kecil, aku akan membunuhmu." Leluhur itu menghilang dari tempatnya untuk mencaru jejak Qin San.


"Kakak, apa yang harus kita lakukan, mereka semua telah mengunci jalan kita."Ucap Tang Chin.


"Apalagi, hancurkan mereka."


Qin San melesat ke arah orang orang assoasiasi hitam, ia mengepalkan tanganya dan meninju setiap wajah dari orang orang assosiasi hitam hingga kepala mereka meledak satu persatu, semua orang di kubu assosiasi hitam merasa ngeri saat melihat kebrutalan Qin San menyerang.


Sekitar seratus musuh tumbang hanya dalam beberapa detik saja, di sana sekaramg hanya tersisa satu orang saja dan pastinya ia adalah ketua dari kelompok itu, Ketua kelompok itu terduduk di tanah dengan celana yang sudah basah.


"Tuan, tolong ampuni saya." Ucap ketua itu bersujud kepada Qin San.

__ADS_1


"Memangnya apa yang aku dapat ketika aku mengampunimu."Ucap Qin San dengan menendang ketua itu hinga menabrak beberapa pohon.


"Tuan, aku bisa memberimu uang dan juga peta harta karun ini."ucap ketua itu yabg memberikan satu karung emas dari cincin ruangnya, dan beserta sebuah sobekan peta.


"Ini, kebetulan sekali." ucap Qin San mengambil peta dari tangan ketua itu.


Dengan pasti ketua itu mengambil sesuatu dari cincin penyimpananya, yang berbentuk seperti petasan, lalu ketua itu menghantamkan petasan itu ketanah, dan siapa sangka tiba tiba petasan itu aktif dan meluncur ke langit, seketika sebuah kembang api besar terhentuk di langit.


"Hehe, semut kecil ternyata kalian di sana." gumam leluhur assosiasi hitam melihat ke arah petasan itu muncul.


Tidak hanya leluhur assosiasi hitam saja yang kesana tapi semua anggota assosiasi hitam langsung melesat ke arah petasan itu berasal.


Qin San di sana terlihar masih memegang pera yang di berikan oleh ketua dari kelompok yang ia bantai.


"Sepertinya kali ini aku bisa meregangkan otot ototku yang kaku."Ucap Qin San.


Ia menoleh ke arah Tang Chin yang sedang menggendong Yue Ha yang pingsan.


"Chin'er kamu bawa Yue Ha pergi dari sini, Untuk mereka biar aku saja yang mengurusnya." ucap Qin San kepada Tang Chin.


"Tapi kak, aku bisa membantu kakak menghabisi mereka." Ucap Tang Chin menolaknya.


"Aku tahu, tapi lebih baik kau sembuhkan dia terlebih dahulu, jika terlambat mungkin kau bisa menyesalinya." Ucap Qin san yang membuat Tang Chin terdiam.


"Baiklah kak, kalau begitu aku pergi dulu." Tang Chin melesat pergi meninggalkan daerah itu.


Sebuah panah melesat ke arah Tang Chin, Qin San mengetahu itu ia menangkap panah itu lalu mengembalikanya ke pemilik panah itu yang bersembunyi di balik pohon, Pemilik anak panah itu terjatuh dari pohon karena panah itu mengenai tepat di perutnya.


"Kalian keluarlah, aku sudah tahu kalian semua bersembunyi di sana." ucap Qin San menunjuk ke arah persembunyian mereka.


........

__ADS_1


BERSAMBUNGG..


__ADS_2