Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
HUKUMAN


__ADS_3

Semua kekuatan Qin San dari awal di dunia biru hingga di dunia ini menghilang, Semua kekuatanya kecuali hasil dari kultivasinya sendiri dan dari kehidupan pertamanya semuanya menghilang.


Kekuatan Qin San sekarang hanya di ranah raja dewa awal saja, semua senjatanya dari Naga Takdir dan dari Kaisar Elf semuanya menghilang hanya terdapat satu senjata miliknya yaitu Pedang kekosongan.


Qin San sekarang sudah tidak memiliki apapun, Tapi ia sama sekali tidak menyesalinya karena dengan begini ia bisa terbebas dari takdir yang menurutnya tidak jelas.


Setelah jutaan petir yang menyambarnya akhirnya ia terbebas dari takdirnya, Tubuh Qin San selama 2 tahun ini di tempa oleh petir surgawi hingga tubuhnya menjadi sangat kuat, bahkan kulitnya sekarang sudah lebih kuat dari tubuh naganya.


Akibat Hukuman petir Surgawi itu Qin San mendapatkan keuntungan berupa elemen petir Surgawi, Dan dengan ini juga ia sudah menjadu musuh semesta.


Qin San mulai membuka matanya, ia melihat ke depan dan mendapati ibu dan ayahnya sedang berdiri tak jauh darinya bersama dengan lainya.


Ia menatap ke arah bawahanya, yang sekarang sudah menjadi musuhnya, Long Tian yang dahulu selalu menatapnya dengan hormat kali ini ia menatapnya dengan penuh kebencian.


Bahkan Sheng Zangyu yang ia dapatkan dari menara ras elf sepertinya juga sudah tidak terikat segel darinya, dan ia malah menatapnya dengan sinis.


Ling Fang Yi melihat Qin San dengan tatapan rindu karena selama dua tahun ini ia selalu mengkhawatirkan dirinya, ia tidak peduli jika putranya menjadi musuh semesta karena bagaimanapun ia tetap putra satu satunya yang ia sayangi.


Ia memeluk Qin San dengan erat.


"Nak... maafkan ibumu ini." Ucap Ling Fang Yi merasa sedih dan juga bersalah.


"Ibu... , Ibu sama sekali tidak bersalah, jika aku harus menyalahkan aku akan menyalahkan sang pembuat takdirku itu, Aku bersumpah setelah ini aku akan menghancurkan orang itu." Ucapnya menatap langit dengan tajam.


"Ibu, setelah ini aku akan pergi, Ibu dan ayah mohon jaga diri." Ucap Qin San mengusap air mata ibunya.


"Aku berjanji aku pasti akan pulang, setelah aku menghancurkan orang yang membuat takdirku itu, dan aku juga akan membangkitkan mereka kembali." Ucap Qin San dengan penuh tekad tang membara di matanya.


Mendengar itu Ling Fang Yi hanya mengangguk.


"Dan untuk kalian terima kasih sudah mendampingiku hingga hari ini." Ucap Qin San menatap mantan bawahanya.


"Setelah ini kalian boleh mencari tuan baru untuk balas dendam padaku, atau melakukan apapun yang kalian inginkan." Ucap Qin San kepada mantan bawahanya.


"Nenek Lin, terima kasih." Ucap Qin San membungkuk kepada Tang Lin.

__ADS_1


"Kamu...,"


Bugh....


Tang Lin memeluk Qin San dengan erat, ia memukuli dada Qin San.


"Mulai sekarang jangan panggil aku nenek, karena aku... aku... mencintaimu." Kata Tang Lin sedikit tergagap.


Mendengar itu Qin San sedikit ling lung, Lalu ia memeluk Tang Lin dengan erat karena menurutnya hanya ia yang masih ada yang merupakan keluarganya.


"Terima kasih." Ucap Qin San memeluk Tang Lin, bohong Jika ia tidak memiliki rasa terhadap Tang Lin, Sebenarnya ia sudah lama juga memiliki perasaan pada Tang lin tapi karena banyaknya masalah ia hanya mengesampingkan perasaan itu.


"Tidak apa, setelah ini aku akan menunggumu di alam bulan, jika kamu mencariku di sana kamu bisa datang di kerajaan bulan, kerajaan bulan pasti akan menyambutmu." Ucap Tang Lin atau bisa di sebut dengan dewi Chang'e.


"Hm aku pasti akan datang." Qin San mengangguk memeluk kembali Tang lin.


Setelah memeluk Tang Lin sebentar Qin San melepaskanya kemudian ia menatap Dewi kegelapan.


"Jadi sekarang apa yang akan kamu lakukan." Tanya Qin San pada Yun Zi atau dewi kegelapan.


Qin San sudah tidak mempermasalahkan kematian keluarganya kepada Yun Zi karena menurutnya Yun Zi tidak salah, yang salah adalah sang pembuat takdir.


"Maaf sepertinya aku menolakmu, Aku akan pergi sendiri kali ini." Ucap Qin San tersenyum.


"Mungkin kita bisa bertemu kembali di masa depan, Aku harap di masa depan kau bisa berubah menjadi lebih baik." Ucap Qin San tersenyum.


Teng....


Teng....


Teng....


Wush....


Sebuah hembusan angin yang sangat halus terasa menyegarkan tubuh bersama dengan suara Lonceng membuat semua orang di dunia weris tertidur kecuali kelompok Qin San.

__ADS_1


Terlihat Awan di langit terbelah memperlihatkan dimensi lain, dimensi itu terlihat sangat indah, sebuah kerajaan yang sangat besar dengan prajurit berarmor emas yang berbaris memperlihatkan kewibawaan mereka, di masing masing prajurit terdapat satu pemimpin dengan menggunakan armor berlapis berlian, jumblah pasukan itu terdapat Jutaan di tengah jutaan prajurit terdapat seorang raja yang tak lain adalah penguasa ras God Choice atau ayah dari Ling Fang Yi dan kakek Qin San.


"Anak muda kau sudah menjadi musuh semesta dan berani menentang takdir, maka sebagai hukumanya kau akan aku kirim ke alam neraka sebagai penebusan maafmu." Ucap Raja itu mengangkat tanganya seketika sebuah cahaya terang menyelimuti Qin San.


"Aku siap, aku sama sekali tidak menyesal melakukan ini." Kata Qin San.


"Baiklah jika itu keputusanmu anak muda, aku kirim kau ke alam neraka." Dengan cepat Tubuh Qin San terbungkus cahaya dan menghilang.


Semua orang yang berada di sana termenung melihat Qin San sudah menghilang.


Ling fang Yi menatap ke arah ayahnya dengan marah, aura kekuatanya merembes keluar membuat dunia seisinya bergetar hebat.


"Ayah.. apakah kau tahu bahwa dia cucumu." Ucap Ling Fang Yi.


"Ya aku tahu, tapi apakah orang yang berani menentang takdir pantas menjadi cucuku, orang seperti itu sama sekali tidak pantas menjadi cucuku, aku bahkan malu memiliki keturunan seperti itu." Ujar Ling Guan marah.


"Hahahaha tua bangka, kau memang orang yang tidak berperasaan." Ucap Qin Yan mengarahkan auranya pada prajurit emas Ling Guan membuat setengah prajurit emas milik Ling Guan pingsan tak sadarkan diri.


Melihat itu para prajurit inti Ling Guan dan para tetua marah, sehingga mereka ingin menyerbu Qin Yan tapi Ling Guan menghentikan mereka karena pertarungan melawan Qin Yan hanya akan merusak harga diri ras God Choice mereka.


"Berhenti, Kalian tutup gerbang antar dimensi, kita akan pergi." Ucap Ling Guan memerintahkan para prajuritnya.


"Tapi raja." Ucap salah satu Panglima yang tidak terima.


"Apakah kau sudah berami menentang keputusanku." Ucap Ling Guan.


"Tidak raja, hamba tidak berani." Ucap Ling Guan.


"Baiklah kalau begitu segera tutup gerbang antar dimensi." ucap Ling Guan seketika gerbang antar dimensi segera tertutup.


Like👍


.........


BERSAMBUNGG....

__ADS_1


__ADS_2