Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
QIN SAN VS LEFINAR


__ADS_3

Malaikat jatuh yang sudah selesai melakukan khotbahnya ia menjadi sangat marah saat melihat Long Tian yang tiba tiba datang menggangg dirinya, tapi walaupun ia marah ia juga sangat berhati hati dalam mengambil langkahnya karena ia tahu bahwa Long Tian adalah orang yang tidak bisa ia singgung.


Ketika semua mengejar Long Tian malaikat jatuh itu mencoba untuk pergi dari sana tapi tiba-tiba sosok Qin San melesat dengan sangat cepat di depanya membuat ia terhalang untuk pergi.


"Cih kau lagi..." Ucap malaikat jatuh itu kesal karena Qin San dan Long Tian ini terus mencampuri urusanya.


"Hehe kita bertemu lagi pak tua." Ucap Qin San menyeringai.


"Siapa yang kau panggil pak tua Bocah, kau yang tua seluruh keluargamu itu tua."Ucap Malaikat jatuh yang sedang kesal.


"Benar yang kau katakan keluargaku memang Tua dan kau hanyalah bocah kecil saja, jadi aku akan memanggilmu Bocah Tua, dan juga kau bisa memanggilku kakek." Ucap Qin San yang menciba memprovokasi Malaikat jatuh itu.


"Dasar Bocah Sialan..., aku akan mengingat ini semua aku pergi dulu." Teriak malaikat jatuh itu yang sedang melesat pergi.


"Hehe, menurutmu kau bisa kabur sesuka hatimu." Kata Qin San yang juga melesat dengan sangat cepat.


Saat melihat Qin San melesat mengejarnya seketika terbentuk senyuman sinis di wajah malaikat jatuh itu.


Malaikat jatuh atau biasanya mereka sebut debgan sebutan Tuan Nar itu memang sudah merencanakan hal ini, ia tahu jika Qin San ke sini pasti karena ingin mengambil beberapa bagian kunci yang tersisa, jadi ia berencana untuk menjebaknya karena dari ingatan leluhur assosiasi hitam malaikat jatuh itu tahu jika beberapa kuncinya di pegang oleh Qin San.


Ketika sudah berlari cukup jauh tiba tiba Malaikat jatuh yang Qin San kejar berhenti, Qin San yang berada di belakangnya juga ikut berhenti, ia sedikut mengerutkan kening saat melihat daerah sekitarnya.


"Baiklah sudah cukup sampai di sini, jika kau ingin bertarung denganku kemarilah aku akan melayanimu." Ucap Lefinar yang tiba tuba menjadi sangat percaya diri untuk melawan Qin San.

__ADS_1


"Hehe, kenapa kau tiba-tiba menjadi sangat percaya diri." Qin San tersenyum mengikuti permainan dari lefinar.


"Oh, apakah kau mengira aku dari tadi tidak percaya diri dan kau menganggapku penakut, Pikiranmu itu salah aku tadi lari karena aku ingin bertarung di tempat yang lapang seperti ini, agar memudahkan untuk membunuhmu." Ucap lefinar beralasan.


"Haha.... kau pikir aku percaya dengan omong kosongmu itu." Qin San tertawa mengejek lalu ia menghentakan kakinya ketanah dan seketika sebuah pola array tiba-tiba terbentuk di bawah kakinya.


"Bukankah kau memancingku kesini karena array ini." Ucap Qin San membuat lefinar sedikit terkejut karena Qin San mengetahui rencananya.


"Ternyata kau sudah mengetahuinya dari awal."


"Menurutmu hanya trik anak-anak seperti ini aku tidak bisa mengetahuinya, kau terlalu meremehkanku." Kata Qin San dengan aura yang yang seketika merembes keluar.


"Ya walaupun kau mengetahuinya tapi tetap saja kau masih terjebak di dalam array darah dewaku." Ucap lefinar tertawa mengejek.


"Terjebak....!!! hanya array seperti ini kau kira bisa menjebaku." setelah mengucapkan itu aura spiritual tingkat dewa Qin San muncul, membuat array itu langsung meledak.


Qin San terdiam sejenak menatap tajam ke arah lefinar, walaupun tingkat kultivasinya lebih rendah satu tingkat ia sama sekali tidak gentar untuk menghadapinya bahkan jika ia bertemu dengan kultivator tingkat surga ia tidak akan mundur, karena dengan konstitusi tubuhnya saja ia bisa melawan ranah alam surga tingkat menengah, jika digabungkan dengan kekuatanya ia mungkin bisa seimbang dengan ranah surga tingkat sempurna dan jika ia menggunakan kedua aura itu mungkin ia bisa mengalahkan ranah alam surga tingkat sempurna dengan mudah.


"Nak, walaupun kau kuat tetapi ranahmu masih di bawahku, sebaiknya sekarang kau menyerah dan menjadi pengikutku, aku jamin jika kau menjadi pengikutku kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau." Ucap Lefinar yang mencoba mengajak Qin San bernegosiasi.


"Menurutmu aku takut dengamu, kau hanya satu tingkat lebih tinggi dariku, apa yang perlu di takuti bahkan jika kau adalah kultivator tingkat surga aku tidak akan takut padamu." Kata Qin San dengan energi surgawinya yang merembes keluar dari tubuhnya.


Merasakan hal itu lefinar mengerutkan keningnya, ia terkejut saat merasakan energi aneh yang bahkan lebih kuat dari energi Qi keluar dari tubuh Qin San.

__ADS_1


"Benar benar hebat, aku tidak menyangka aku bisa merasakan energi ini setelah pertarungan terakhir kita, kupikir pada saat itu energimu ini hanya perasaanku saja, tetapi sekarang aku yakin jika energi milikmu ini memang benar benar ada." Ucap lefinar dengan wajah yang senang, ia berpikir jika ia bisa mendapatkan Qin San ia mungkin bisa mebgetahui energi itu dan jika ia bisa mendapatkanya bahkan mungkin ia bisa melawan orang yang telah menyegelnya terdahulu.


"Oh, jadi apakah kau tertarik dengan energiku ini." Tanya Qin San tersenyum sinis.


"Tentu saja."


" Baiklah kalau begitu langkahi mayatku terlebih dahulu." Qin San tanpa aba aba menyerang ke arah Lefinar dengan pukulanya yang diselimutu dengan energi surgawinya.


Tak mau kalah lefinar juga melesat ke arah Qin San sehingga terjadi bentrokan yang kuat antar keduanya, tapi disini bisa dilihat bahwa walaupun Qin San memuliki ranah dibawah Lefinar, ia tetap lebih unggul dari dia, bahkan ia bisa memukul mundur kekuatanya.


Lefinar mundur beberapa langkah sebelum berhenti, tanganya bengkak saat menerima pukulan dari Qin San tapi ia menyembunyikanya.


Tak memberi kesempatan pada lefinar Qin San melesat kembali dengan mebgayunkan kakinya, ia menendang bagian kepala lefinar, tetapi lefinar yang merasakan bahaya ia menghindarinya sehingga tendanganya hanya mebgenai udara kosong.


Lefinar di sisi lain langsung mengambil pedang miliknya, ia melesat dengan sangat cepat ke arah Qin San melakukan tebasan berkali kali padanya, tapi Qin San menghindarinya dengan cukup mudah.


Saat pedang lefinar hendak mengenai leher Qin San, Qin San mengambil pedang kekosongan miliknya menghentikan gerakan pedang dari lefinar.


Qin San mengayunkan pedangnya dengan kuat sehingga lefinar mundur beberapa langkah kebelakang.


Qin San juga mundur beberapa langkah, ia menjaga jarak aman dari lefinar, Qin San terlihat menggenggam pedangnya dengan mengaliri pedang kekosonganya dengan energi surgawinya.


Lalu ia menyentuh dari pangkal hingga ujung pedang, sebuah api yang membara seketika tercipta dari pedangnya, api ini adalah api hitam miliknya yang merupakan api terkuat kedua di ketiga semesta setelah api phoenik putih milik Ye Xin Ru.

__ADS_1


..............


BERSAMBUNGGG......


__ADS_2