
Long tian meninju ke arah wajah sosok hitam dengan keras tetapi sosok hitam itu dapat menghindarinya dengan mudah.Sosok hitam yang tak mau kalah ia juga melancarkan seranganya kepada Long tian,karena long tian yang sudah siap ia menangkap tinju dari sosok hitam,kemudian ia memukul perut sosok hitam dengan serangan sedang bagaimanapun sosok hitam itu adalah Hou Chun yang sedang di rasuki,jika ia memukul tubuhnya dengan keras sama saja ia memukul Hou Chun sendiri.
"Sial!!sepertinya aku terlalu meremehkanya,aku harus mencari celah untuk kabur sebelum ia mengalahkanku."Gumam Sosok hitam yang merasuki tubuh Hou Chun.
Mengetahui long tian ternyata sangat Kuat,sosok hitam itu hanya menghindari setiap serangan yang di arahkan padanya.
"Aku harus segera melarikan diri,tubuh ini sudah tidak kuat jika terus menangkis serangan orang ini."Gumam Sosok Hitam.
"Hahaha,kau memang kuat,aku tertanya telah meremehkanmu,tapi.....,PENJARA KEGELAPAN."seketika sebuah kekuatan kegelapan muncul di setiap sisi long tian,mengurungnya dengan kuat.
Memanfaatkan itu Sosok hitam melesat pergi meninggalkan long tiannyang terkurung di penjara kegelapan.
Long tian mengetahui itu,ia memukul beberapa kali penjara kegelapan hingga penjara itu hancur.
"Semoga saja orang itu belum mengingat siapa jati dirinya sebenarnya."Gumam Long tian sambil mrlihat ke arah Sosok hitam yang terbang ke arah barat.
"Apakah aku harus menyampaikan ini kepada tuan."ucap Long tian memikirkan.jika ia memberitahu Qin San sekarang,dapat di pastikan Qin San akan khawatir dan akhirnya ia akan memaksakan dirinya untuk kembali untuk mencari Hou Chun tetapi jika ia tidak menyampaikanya Qin San mungkin akan marah besar terhadapnya.
"Sepertinya,aku harus menyembunyikan ini terlebih dahulu,biar waktu saja yang memberitahunya."Gumamnya lalu pergi dari hutan itu menuju klan penakluk monster.
.........
Keesokan harinya..
Qin San sedang berjalan jalan di kota Sanyang,setelah menginap di penginapan semalam ia memutuskan untuk singgah di kota ini lebih lama,ia ingin memastikan keadaan Kota ini terlebih dahulu,karena kemarin malam ia merasakan aura samar yang sama dengan aura anggota asossiasi hitam,tetapi pada saat ia mengeceknya aura itu menghilang.
"Brukkk."terlihat seorang pemuda berlari dengan tergesa gesa sehingga tidak sengaja menubruk bahunya.
"Tuan maaf,aku sedang terburu buru."Ucapnya membungkuk ke arah Qin San.
__ADS_1
"Tuan,kalau boleh tahu ada apa kenapa tuan terlihat tergesa gesa."Tanya Qin San kepada pemuda yang menabraknya.
"Kalau tuan ingin tahu sebaiknya tuan ikut ke dalam kerumunan itu."Ucap pemuda itu berlari menuju kerumunan.
"Oh,apakah ada yang menarik di sana."Ucap Qin San lalu berjalan untuk melihat kerumunan di depanya.
Pada saat ia mendekat,ia melihat seorang wanita cantik yang bersama beberapa orang tua di sana,Mereka adalah orang orang dari paviliun alkimia di negara Sanyang,para orang tua itu adalah tetua di sana sedangkan wanita cantik yang menggunakan gaun pink itu adalah nona muda dari paviliun alkimia,tujuan mereka datang kesini adalah untuk mengumumkan perlombaan alkemis yang akan di adakan di kota ini,setiap alkemis di kota ini di ijinkan untuk ikut serta dalam perlombaan alkemis dan pemenang dari perlombaan ini akan mendapatkan uang sebanyak 1 juta koin emas dan juga mendapat kesempatan untuk menemani nona muda paviliun alkemis makan malam.
tentunya dengan tawaran seperti itu tidak ada yang bisa menolaknya,terutama para pemuda yang sudah lama mengaggumi sosok nona muda paviliun alkemis yang memiliki kecantikan nomor satu di negara ini,serta bakat alkemis yang tiada tandinganya walaupun ia masih menginjak usia 18 tahun.
"Paviliun alkemis!..sepertinya cukup menarik,tidak ada salahnya jika aku ikut serta dalam pertandingan ini."Gumam Qin San melihat beberapa kereta kuda yang di kerumuni oleh warga.
....
"Baiklah semuanya sudah saya jelaskan,untuk yang mau mendaftar perlombaan ini besok kalian bisa datang ke paviliun alkemis."Umum tetua paviliun alkemis.
Karena Qin San tidak tahu bagaimana pill di dunia ini ia memutuskan untuk pergi ke sebuah perpustakaan di negara ini,tujuanya adalah mempelajari buku tentang pill di dunia ini.
Dengan kekutan spiritualnya Qin San memindai seluruh kota ini untuk mencari perpustakaan buku,tak selang berapa lama memindai Qin San menemukan sebuah tempat yang mungkin adalah perpustakaan dengan nama di gerbangnya yang bertuliskan dewa pengetahuan.
"Hehe,dewa pengetahuan ya,menarik sekali."Gumam Qin San yang masih menutup matanya.
perlahan ia membuka matanya,lalu menghilang dari tempat ia berdiri menuju ke perpustakaan yang baru saja ia jumpai.
Hanya beberapa saat ia sudah sampai di depan gerbang yang bertuliskan dewa pengetahuan,pada saat ia melangkahkan kakinya kedalam gerbang itu,terlihat tekanan yang mencoba untuk menekanya.
"Lumayan,ternyata yang boleh memasuki tempat ini harus orang yang mempunyai jiwa yang kuat jika tidak mungkin akan langsung tertekan oleh tekanan ini,tetapi sayangnya mereka salah menekan orang."Gumam Qin San menyeringai lebar.
Dengan kekuatan spiritualnya ia mencoba melawan balik kekuatan spiritual yang mencoba menekanya.
__ADS_1
Wushhh....
Serangan balik kekuatan spiritual qin san membuat sebuah angin yang cukup kencang di sana,kekutan spiritual yang mencoba menekanya langsung menghilang tanpa jejak.
Tak selang berapa lama seorang pria tua dengan jenggot putih serta rambutnya yang botak datang menghampirinya.
"Bagus anak muda bakatmu dalam kekuatan spiritual benar benar sangat tinggi,bagaimana jika kau menjadi muridku,dengan begitu kau akan menjadi orang terkenal di negara ini."Ucap pria tua.
"Maaf pak tua,tapi kau sama sekali tak memenuhi syarat untuk menjadi guruku."Ucap Qin san mengabaikan pria tua itu dengan berjalan menuju perpustakaan.
"Lancang,berani sekali pemuda sepertimu menolak tawaranku,apakah kau tahu berapa orang yang berlomba lomba ingin menjadi muridku."Ucap pria tua itu dengan nada tinggi.
"Pak tua sepertinya kau tidak mendengarku."Qin San berbalik lalu menatap pria tua itu dengan tatapan mengerikan.
Untuk menghindari gangguan yang tidak perlu,akhirnya Qin San mengeluarkan kekuatanya sehingga menekan pria tua itu hingga berlutut di depanya.
"Pak tua lebih baik kau jangan menggangguku,atau kau akan merasakan akibatnya."ucap Qin San dengan nada rendah tapi sangat mendominasi.
Pria tua itu sangat ketakutan saat melihat bahwa Qin San lebih kuat darinya,ia menunduk seperti orang bodoh di sana,bagaimana bisa ia menjadikan murid sekuat Qin San yang padahal dirinya yang mungkim seharusnya menjadi murid Qin San.
"Tuan,maafkan saya,ini semua hanya kesalahpahaman,mataku buta karena tidak bisa melihat sosok agung seperti tuan."Ucap pria tua itu dengan nada menjilad.
Melihat itu ia hanya mengerutkan keningnya.
"Manusia memang selalu berubah ubah."Gumamnya lalu meninggalkan pria tua itu di sana menuju ke perpustakaan.
................
BERSAMBUNGGG.....
__ADS_1