
Setelah memutuskan untuk membuat pil ia pergi mencari sebuah pegunungan atau hutan untuk mencari bahan bahan Pill.
Qin San melesat terbang dengan kecepatan tinggi, karena di kota tidak ada aturan maka semua orang bebas untuk melakukan apapun.
Setelah terbang selama beberapa saat akhirnya ia menemukan pegunungan yang sangat besar dengan tinggi sekitar 20000 meter dan dia meternya sebesar 17000 meter.
"Gunung ini cukup tinggi untuk ukuran seperti alam neraka." Gumam Qin San.
Qin San mendekat ke gunung itu lalu ia melepaskan kekuatan spiritualnya guna memeriksa keadaan di gunung itu.
Benar saja saat ia melihat gunung itu ia melihat banyaknya tanaman spiritual yang hidup dengan liar di gunung itu, Tetapi dengan banyaknya tanaman spiritual otomatis juga banyak hewan iblis yang bersemayam di dalam gunung itu.
Tapi Qin San sama sekali tidak mempermasalahkan itu karena dengan kekuatanya ia sudah mampu untuk menghadapi para hewan iblis di gunung ini.
"Baiklah mari mulai." Ucap Qin San mulai mempercepat langkahnya ke arah gunung.
Wush
Qin San melesat sembari melepaskan kekuatan spiritualnya.
"Ke kiri."Gumam Qin San melihat bahwa tanaman spiritual di arah kiri lebih aman dari pada yang berada di arah kanan.
Setelah beberapa saat ia mencari ia menemukan tanaman spiritual yang tak lain adalah anggrek Spiritual tingkat 5 yang bisa di buat pil maksimal pada tingkat pil suci.
"Lumayan, dengan ini aku bisa membuat ribuan pill suci." Ucap Qin San yang memulai memetik anggrek spiritual.
Selesai memetika semua anggrek Qin San melanjutkan perjalananya kembali dan mendapati bahwa ada sebuah Goa yang mengandung Hawa es yang aneh.
Ia bahkan mencoba untuk meluhat ke dalam goa itu tetapi pada saat ia melihatnya bahkan penglihatan spiritualnya di bekukan.
"Benda apa itu, bahkan penglihatan spiritual bisa di bekukan olehnya." Ucap Qin San terkejut.
Merasakan keingintahuan yang besar akhirnya Qin San memaksakan dirinya untuk masuk.
Pada saat masuk, Qin San merasakan hawa dingin yang dapat membuat tulang mengingil.
Merasakan itu ia mulai menyelimuti tubuhnya dengan api hitam miliknya.
Hawa dingin itu seketika tertekan, Qin San mulai berjalan masuk lebih dalam lagi ke goa itu.
Di kedalam Goa hanya terlihat es yang mengkristal membentuk runcingan es di atas goa juga terdapa dinding dinding es terlihat seperti kaca yang memperlihatkan wajah tampan Qin San.
__ADS_1
Semakin dalam Qin San masuk semakin dingin juga hawanya, Sekitar setengah jam berjalan akhirnya Qin San meluhat ujung dari goa itu, Di dalam Goa itu terlihat sebuah telur yang berada di atas teratai es.
Telur itu memancarkan aura dingin yang sama dengan teratai es yang berada di bawahnya.
ini teratai es tanaman spiritual tingkat langit dan juga sebuah telur aneh yang tidak di ketahui asalnya.
"Ini benar benar keberuntunganku." Ucap Qin San maju dan mengambil Teratai es spiritual dan lalu ia menyimpanya di cincin penyimpananya yang ia buat sendiri.
Setelah memasukanya ke dalam cincin penyimpanan Qin San menatap ke arah gumpalan es di depanya yang sepertinya menjebak sesuatu yang memiliki elemen es.
Ia terus memeriksa gumpalan es itu dan mendapati ada benda yang seperti sebuah tombak yang tersegel di dalamnya.
Qin San mundur beberapa langkah ia mengeluarkan 10 persen kekuatanya untuk menghancurkan es itu.
Bang... tinju Qin San tepat mendarat di gumpalan es itu,tapi anehnya gumpalan es itu sama sekali tidak bergeming.
"Ini aneh, es ini ternyata sangat kuat." Ucap Qin San menilai es di depanya.
Mengetahui bahwa 10 persen kekuatanya tidak mampu membuat es itu bergeming lalu ia meningkatkan kekuatanya hingga 50 persen tapi setelah ia mencobanya tetap saja gumpalan es itu sama sekali tidak bergeming.
Pada akhirnya Qin San mengeluarkan 100 persen kekuatanya, tapi seratus persen kekuatanya hanya bisa membuat lubang sekecil batu krikil saja
"Sial es ini sangat kuat." Gumamnya dengan heran.
Karena energi surgawinya tidak mempan ia menggabungkan dengan api hitam miliknya, tetapi es itu sepertinya masih lebih kuat dari api hitam Qin San.
Di dalam Goa itu Qin San mengeluarkan semua jurus miliknya, Hingga 1 hari berlalu dan pada akhirnya es yang menyegel tombak itu sudah mencair sepenuhnya.
Tombak itu berwarna biru keperakan dengan ukiran naga di gagang tombaknya, Tombak itu berukuran sekitar 3 meter dengan gagang tombaknya yang terasa sangat dingin bahkan Qin San sampai melapisi tanganya dengan api hitamnya tetapi tombak itu masih terasa dingin.
"Tombak ini sepertimya sudah lama berada di sini, tapi siapa yang meninggalkan tombak di sini." Ucap Qin San.
Qin San mengangkat tombak itu dari tempatnya, pada saat ia mengangkat tombak itu tiba tiba kesadaranya terbawa kesebuah tempat yang sangat indah dan ia berada di sebuah tepi danau berwarna biru cerah dengan sekelilingnya terlihat sebuah bukui bukit kecil.
Qin San melihat sekelilingnya ia sangat takjub.
"Dimana ini." Ucap Qin San melihat sekelilingnya.
"Selain tempat ini sangat indah juga aliran energi di sini sangat padat." Ucap Qin San kagum.
Plak...
__ADS_1
Terlihat seorang pria paruh baya menepuk bahu Qin San, Pria paruh baya itu memiliki pakaian lusuh dengan kulitnya yang sudah keriput yang mungkin karena usianya yang sudah sangat tua.
"Anak muda, selamat datang di duniaku." Ucap Pria tua itu menyambut Qin San.
"pak tua,Kau siapa." Tanya Qin San.
"sepertinya semua orang sudah melupakanku, yah tapi maklum aku hidup di jaman sebelum ketiga alam semesta ini terbentuk pastinya semua orang sudah melupakanku." Ucap Pria paruh baya itu mendesah pelan.
Mendengar itu Qin San terkejut, entah ia harus percaya atau tidak, tapi dari mata pria paruh baya itu sepertinya ia berkata jujur.
"Oh ya, namaku adalah Void." ucap pria paruh baya itu pada Qin San.
"Void...??" ucap Qin San bingung.
"Ya itu adalah namaku, aku adalah void aku lahir dari kehampaan sebelum terciptanya ketiga, bukan maksudnya ke empat alam semesta ini." ucap Void pada Qin San.
"Apakah yang kau katakan ini benar." Ucap Qin San yang masih tidak percaya.
"Jika kau percaya dengan apa yang aku katakan, ini adalah benar jika kau tidak percaya anggap saja perkataanku hanya omong kosong." Ucap Pria paruh baya itu menatap Qin San.
"Sang penghancur takdir." Ucap Void menatap Qin San.
"Apa yang anda maksud pak tua." Ucap Qin San.
"entahlah." Ucap Void.
"Pak tua jika kau lebih tua dari keempat alam semesta apakah kamu tahu siapa pencipta semua alam semesta ini." Tanya Qin San.
"Sang pencipta ya..., aku tahu siapa dia dan dia adalah muridku sendiri, aku yang menyuruhnya untuk membuat alam semesta ini dan membangun sebuah peradaban yang tentram dan damai di seluruh semesta yang ia ciptakan, tapi ia malah berkhianat padaku dan membunuhku dengan senjata asal mula miliku tepatnya adalah senjata yang kau bawa itu." Ucap Void pada Qin San.
Mendengar itu Qin San terdiam.
"Anak muda, Jiwaku sudah tidak lama lagi menghilang, aku hanya bisa membantumu dengan senjata tombak itu, Semoga di masa depan kau bisa mewujudkan keinginanmu." Void tersenyum dan tubuhnya mulai menghilang.
"Tenang saja pak tua, dengan tombak ini aku akan membalaskan dendamu dan dendam seluruh makhluk hidup yang terbebani oleh takdir." Ucap Qin San dengan tekadnya yang membara.
...........
Othor minta maaf jika ada perkataan othor yang kurang berkenan, dan juga Selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakanya.
Terima kasih kepada kalian semua yang telah mendukung othor, semoga kalian semua sehat dan selalu dalam lindungaNYA.
__ADS_1
Mohon maaf lahir dan batin๐๐๐โบโบ
BERSAMBUNGG....