
"Hm baiklah, kalau begitu kalian pergilah, aku ingin kalian rahasiakan pertemuan kita kepada klan Qin, biar aku sendiri yang kesana nanti." Ucap Qin San memberi perintah.
Semua anggota Klan Qi yang berada di depanya mengangguk sambil menanggkupkan tangan mereka sebagai tanda hormat lalu mereka menghilang dan pergi dari sana.
Selesai itu Qin San juga pergi dari ruanganya menuju ketempat Wen Zia mengintrogasi Ketiga leluhur Klan Gun.
Disebuah ruangan rahasia yang snagat sunyi terlihat 4 orang di sana dengan ketiganya yang dengan keadaan yang menyedihkan sedangkan satu orang menyeringai lebar saat melakukan penyiksaan kejam kepada ketiga irang yang ia ikat.
"Hehehe kalian memang sangat keras kepala, aku sedikit salut dengan kalian." Ucap Wen Zia menyeringai.
"Cih lepaskan kami, atau bangsa iblis akan menghancurkan alam kekosongan ini." Ancam daru leluhur pertama klan Gun.
"Melepaskan kalian, tentu aku akan melepaskan kalian jika kalian jujur kepadaku tentang rencana dari bangsa iblis." Ucap Wen Zia.
"Benarkah..!!" Tanya mereka sedikit tidak percaya.
"Hm.. aku bersumpah tidaj akan membunuh kalian." Ucap Wen Zia sambil menganggkat tanganya keatas langit.
"Akhirnya mereka ingin buka mulut juga." Gumam Wen Zia yang sudah amat kesal karena keras kepalanya mereka.
"Baiklah, yang kami tahu adalah sebenarnya rencana para iblis datang kemari adalah untuk menumbalkan semua kehidupan untuk sebuah senjata yang akan muncul sebentar lagi." Jawab jujur leluhur kedua yang sudah tanpa pilihan lain selain jujur.
"Senjata..!! Apa amksud kalian." Tanya Wen Zia bingung.
"Maksud kami adalah kemunculan senjata yang akan segera terjadi sebentar lagi, dan senjata itu dikabarkan adalah senjata dewa iblis yang merupakan penguasa dari ras iblis." Jelas leluhur pertama.
"Apakah kamu tahu dimana tempat kemunculan senjata itu." Tanya Wen Zia penasaran.
"Kami sama sekali tidak tahu tempatnya, tetapi kami dengar bahwa semjata itu akan muncul bersamaan dengan kemunculan sebuah daratan terbang." Jelas leluhur ketiga dengan wajahnya yang sudah oenuh dengan luka.
"Hm.. baiklah karena informasi kalian cukup bagus maka aku akan melepaskan kalian." Ucap Wen Zia menyeringai.
"Huhuhu sungguh benar benar bodoh, apakah dia pikir kita tidak akan balas dendam." Gumam leluhur kedua tertawa kecil.
"Oh, Wen Zia apakah kamu akan melepaskan mereka begitu saja." Tanya seorang pria yang baru memasuki ruangan itu.
"Hehe tuan, aku sudah bersumpah jadi aku tidak akan membunuh mereka." Ucap Wen Zia menggaruk kepalanya.
__ADS_1
"Cih, aku tahu maksudmu, kau ingin aku membunuh merekakan." Tanya Qin San menebak.
"Tuan memang bijak, bisa tahu apa yang aku pikirkan." Puji Wen Zia.
"Bijak apanya, anak kecil saja juga bisa tahu tentang siasatmu itu." Ucap Qin San yang sudah berada di depan ketiganya.
"Hei salam kenal." Ucap Qin San memperkenalkan diri.
Melihat seorang pemuda yang dihormati oleh Wen Zia mereka secara kasar menebak siapa Qin San yang sebenarnya.
"Tuan, kami minta maaf kami berjanji tidak akan pernah mengganggu tuan lagi." Ucap ketiga leluhur bersujud di kali Qin San.
"Cepat lepaskan tanganmu itu dari kakiku, aku tidak mau disentuh oleh seorang pria sepertimu." Ucap Qin San memandang secara jijik.
Mendengar itu mereka mengangguk dan langsung melepaskan tangan mereka dari kaki Qin San, tetapi saat mereka sudah lepas Qin San segera memotong kepala mereka menjadi dua bagian.
"Ini kenapa tuan membunuh kami." Ucapan terakhir dari kepala mereka yang dipotong oleh Qin San.
Setelah membunuh mereka Qin San membakar tubuh mereka hingga menjadi abu.
"Apakah kau sudah dapat informasi tentang mereka." Tanya Qin San pernasaran.
"Hm... ternyata begitu, ternyata tujuan mereka adalah untuk menumbalkan bangsa manusia, sebagai ganti sebuah senjata." UCAP Qin San tertarik.
"Jika begitu, maka aku akan mengambil senjata itu dan membuat mereka yang menjadi tumbal." Ucap Qin San menyeringai, sambil membayangkan bagaimana mereka terbantai.
"Baiklah, teruskan tugasmu aku akan kembali terlebih dahulu." Ucap Qin San menghilang setelah mengetahui tentang informasi.
"Baik tuan." Ucap Wen Zia menunduk.
Qin San kembali kekediamanya karena dia sudah berjanji kepada Yuan Zuan untuk melakukan itu.
Malam ini begitu indah, terlihat bintang bintang cerah yang berpadu dengan sinar bulan yang sangat indah, dua orang muda mudi terlihat sedang bersama dalam satu ranjang yang tak lain adalah Qin San dan Yuan Zuan.
"Gege, aku sedikit gugup." Ucap Yuan Zuan.
"Hehe kamu tenanglah, biar aku yang mengurusnya." Ucap Qin San yang mulai menanggalkan setiap pakaian dari yuan Zuan.
__ADS_1
"Glupp....
Qin San meneguk salivanya saat melihat tubuh sempurna dari Yuan Zuan yang sudah tanpa sehelai pakaian sedikitpun, melihat itu kemudian ia juga mulai menanggalkan pakaianya sendiri.
Awalnya Qin San juga sedikit gugup, tetapi ia memberanikan diri dan langsung mencium bibir mungil Yuan Zuan dengan panas.
Yuan Zuan sedikit tersentak kaget saat itu tetapi ia mencoba untuk mengimbangi ciuman panas dari Qin San.
Setelah berciuman beberapa saat Qin San mengubah posisinya dan langsung menindih Yuan Zuan yang berada dibawahnya dengan kaki Yuan Zuan yang membentuk huruf M.
"Zuan'er aku akan memasukanya." Ucap Qin San memberi tahu.
Yuan Zuan yang sudah pasrah disana hanya bisa mengangguk saja tanpa mau bergerak.
Tongkat naga sakti Qin San yang sudah memanjang mulai memasuki sebuah goa berwarna merah muda yang sudah terlihat sangat basah,oleh air surga yang menetes keluar dari dalamnya.
Perlahan tapi pasti Qin San memasukan tongkat naga saktinya.
Slebb....
Yuan Zuan sedikit merintih menahan sakit dari tongkat naga sakti Qin San yang sudah mulai memasuki Goa miliknya.
Sebuah darah merah terlihat keluar dari dalam goa itu yang menandakan bahwa mahkota Yuan Zuan yang selama ini sudah ia jaga selama bertahun tahun telah diambil oleh Qin San sepenuhnya.
Qin San mulai mengayunkan pinggulnya dengan pelan, supaya Yuan Zuan tidak kesakitan, setelah keadaan Yuan Zuan mulai membaik Qin San mulai mempercepat tempo geraknya.
Uh..ah..
Suara merdu dari seorang wanita yang sedang memadu cinta terdengar begitu jelas malam itu.
Tongkat Qin San terus melakukan gempuran di dalam Goa Yuan Zuan, Berbagai posisi sudah ia gunakan, tak terasa pagipun tiba Qin San dan Yuan Zuan tertidur diranjang yang sama dengan keadaan telanjang bulat.
Qin San terlihat bangun lebih awal dari pada Yuan Zuan, ia melihat Yuan Zuan yang berada di atas tubuhnya ia hanya tersenyum lalu ia mengangkat tubuhnya sedikit kesamping dan meletakan Yuan Zuan di sampingnya.
Setelah itu ia membersihkan dirinya, Yuan Zuan yang baru bangun juga bergegas kedalam kamar mandi, dan pada akhirnya keduanya mandi bersama tanpa melakukan apapun.
...........
__ADS_1
BERSAMBUNGGG....