
"Groaarrggg."suara teriakan dari monster itu terdengar.
Dan seketika monster beruang itu berlari ke arah Qin San dengan mengayunkan tanganya ke arah Qin San dengan cakarnya yang dapat membuat benda yang tersentuh oleh tangan itu seketika itu akan membeku.
Qin San menghindar ke atas ketika beruang itu menyerangnya dengan cakarnya,karena Qin San yang menghindar tanah yang terkena cakar dari Qin San langsung berubah menjadi es dengan suhu yangsangat dingin.
"Benar benar monster yang mengerikan,jika cakar beruang itu mengenaiku pasti aku akan langsung membeku tanpa bisa bergerak."ucap Qin San yang berandai andai jika cakar itu mengenai dirinya.
Di atas langit Qin San memandangi beruang itu dengan memikirkan bagaimana cara mengalahkanya tanpa harus terkena serang es dari beruang itu.
"Huh ini akan sulit."ujar Qin San memandangi beruang yang terlihat mengamuk di bawah.
"Karena tak ada cara lain aku harus menggunakan kartu trufku terlebih dahulu."ucap Qin San mengangkat tanganya dan menejentikan jarinya.
Tikkk.......
Seketika beruang itu berhenti bergerak,Qin San yang melihat itu ia mencari kesempatan untuk menyeranngnya sebelum beruang itu bangkit dan langsung mengeluarkan pedangnya.
Sringgg........
Qin San ia menebas kepala beruang itu yang membuat pedang Qin San membeku dan karena hawa dingin dari darah beruang itu.
Tetapi anehnya ketika Qin San menebas kepala beruang itu hingga putus kepala beruamg itu kembali lagi ketempatnya yang membuat Qin San menjadi waspada.
__ADS_1
"Bagaimana bisa seharusnya kelemahan semua makhluk hidup adalah di leher mereka atau jantung mereka.tetapi beruang di depan Qin San ini malah seperti tidak memiliki kelemahanUjar Qin San.
"Tidak,semua mahkluk hidup pasti memiliki kelemahan tersendiri aku akan mengaktifakan mata kekosongan untuk melihat kelemahan beruang itu."ucap Qin San lalu memejamkan matanya dan mengarahkan energi kekosongan dan energi spiritual menyatu ke arah mata yang menyebabkan mata Qin San menjadi gelap yang sangat mirip dengan sebuah kekosongan.
Ia lalu membuka matanya dan mengarahkan pandanganya pada beruang itu untuk menganalisa kelemahan dari beruang itu,Qin San ia terus mencari titik lemah dari beruang itu sambil menghindari berbagai serangan dari beruang itu yang terlihat marah dengan setiap cakaranya yang dapat membuat udara membeku.
"Ketemu."ucap Qin San menemukan sebuah titik kelemahan beruang es itu yang berada di area titik kemaluanya.
"Ini...memang author ajg kenapa memilih kelemahan beruang di tempat itu."ucap Qin San mengutuk author.
"Tapi ya sudahlah karena sudah begini tak ada pilihan lain selain menghadapinya sendiri."Ucap Qin San memegang pedangnya yang masih terasa dingin.
"Baiklah sekarang saatnya."ucap Qin San menghilang dari tempatnya dan menghunuskan pedangnya ke arah ******** beruang.
"Hah pedang suci kekosonganku telah ternodai."desah Qin San melihat pedangnya yang habis mengebiri kelamin beruang.
Perlahan tapi pasti kekuatan beruang itu mulai menghilang dan juga hawa dingin dari beruang itu menguap nguap yang seketika memunculkan sebuah inti kristal embun dewa beserta dengan kunci terkahir yang muncul bersamaan dengan inti kristal embun dewa.
Qin San sangat senang melihat hasil yang ia dapatkan dari menbunuh beruang itu dan mengambil inti kristal itu dan memasujanya ke cincin penyimpananya.
Semua kunci yang telah didapat seketika bersinar ke atas langit dan ketika itu juga keluarlah sebuah pintu yang sangat besar di tengah tengah padang rumput dengan patung sebuah gajah yang terlihat sangat perkasa dengan wajah yang sangat sombong yang terpampang di bagian kanan dan kiri pintu.
Melihat itu Qin San berjalan mendekatinya dan lalu membuka pintu itu.
__ADS_1
Pada saat ia membuka pintu itu di perlihatkan di bagian dalam pintu itu hanya sebuah padang pasir yang sangat luas dengan suhu terik matahari yang menyengat.
Qin San melihat itu ia tanpa pikir panjang melangkahkan kakinya ke dalam bagian lain dari pintu,Setelah Qin San masuk pintu itu langsung menutup dengan sendirinya dan menghilang dari padang pasir.
"Jebakan apalagi yang akan menantiku di menara ketuju ini."batin Qin San mengamati luasnya padang pasir.
Untuk mencari petunjuk jalan keluar selanjutnya Qin San memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan terbang ke arah utara karena di arah utara ia merasakan ada sebuah aura yang sangat kuat yang menurutnnya adalah sebuah rintangan dari menara ketuju ini.
Beberapa saat setelah terbang cukup lama sekitar 5 jam Qin San berhenti karena ia telah sampai ketempat tujuanya yang berjarak sekitar 20000 km dari tempat Qin San muncul ke padang pasir ini.
Di tempat Qin San sekarang terlihat sebuah bangunan tinggi layaknya sebuah istana tetapi terlihat sanga tua dan berdebu seperti tak pernah di rawat sama sekali.
Melihat bangunan istana megah itu Qin San ia turun dan langsing segera masuk kedalam,di dalam bangunan istana itu terlihat benda benda yang berharga seperti emas,giok,berlian dan barang barang lainya yang sangat berantakan di dalam istana,Qin San yang melihat barang berharga yang berceceram di lantai ia terus berjalan tak menepedulikanya karena cincin yang di berikan oleh naga takdir memiliki lebih banyak bahan langka yang sangat berharga apalagi ternyata barang yang berada di dalam cincin penyimpanan dari naga takdir merupakan cincin penyimpanan yang unlimited/tak bisa habis yang artinya setiap Qin San mengambil barang dari cincin penyinmpananya,barant yang di ambil oleh Qin San tadi akan kembali terisi lagi si dalam cincin penyimpanan Qin San.
Qin San ia berhenti pada saat melihat sebuah ruang yang terlihat seperti ruang tahtah istana kerajaan dan ia pun masuk ke dalamnya.
Pada saat ia masuk ke dalam aula tahta,aura yang sangat kuat lalu menekan tempat itu dan Qin San yang tak ingin di tekan oleh aura itu ia mengeluarkan sedikit kekuatan naga takdir untuk melawan aura itu,Ketika Qin San mengeluarkan aura naga takdir aura di dalam aula istana itu di netralisir oleh aura naga takdir yang membuat aura kuat semakin lemah dan akhirnya menghilang.
Selesai melawan aura penindasan Qin San ia maju kedepan karena ia melihat sebuah tengkorak yang duduk di tahta itu dengan bersila yang terlihat seperti orang suvi yang mati.
"Sepertinya istana ini dulunya milik orang ini."ucap QinSan mmelihat tulang belulang pria tua.
Qin San lalu memeriksa tulang seoarang pria yang duduk di singgasananya,pada saat ia menyemtuh tulang itu tiba tiba terjadi cahaya putih menyelimuti tulang itu kemudian selesai cahaya putih itu muncul keluarlah seorang pria paru baya yang kelihatanya Qin San pernah meluhat orang tua di depanya.
__ADS_1
BERSAMBUNGG.........