
Leluhur pertama keluarga Gun terlihat sangat marah saat mengetahui bahwa mereka dihadang oleh orang yang tidak di kenal.
"Kalian ini benar benar mencari kematian, semuanya serang dan habisi mereka." Perintah leluhur pertama kepada semua pengikutnya.
Saat perintah itu dikeluarkan semua pengikut dari leluhur pertama mulai mengeluarkan senjata mereka masing masing , dengan cepat mereka mulai menerjang ke arah kelompok Wen Zia.
"Habisi mereka." Perintah Wen Zia kepada pasukanya.
Kelompok Wen Zia juga melesat dengan sangat cepat menyerang keluarga Gun.
Peperangan yang intens terjadi di sana.
Wen Zia menatap leluhur pertama dan para tetua dari keluarga Gun yang masih berdiam di tempatnya tanpa melakukan pergerakan.
" Baiklah sekarang adalah Saatnya untuk meregangkan tubuh." Gumam Wen Zia saat hendak menghadapi Kelompok Kelurga Gun.
Wen Zia melesat dengan menggunakan tangan kosong untuk menyerang mereka, merasakan energi kuat yang hendak menyerang mereka kelompok Leluhur keluarga Gun juga ikut menyerang.
"Kalian semua bantu aku bersama sama menghabisi orang itu." Perintah Leluhur pertama kepada lainya.
"Walaupun kalian bersama sama, kalian masih belum bisa mengalahkanku." Ucap Wen Zia menghilang lalu ia muncul di belakang tetua kedua, lalu ketua ketiga dan seterusnya.
Di setiap ia muncul pasti anggota keluarga Gun langsung berjatuhan, Kecepatanya bahkan tidak bisa dilihat siapapun, Terakhir hanya menyisakan leluhur pertama,kedua, dan leluhur ketiga sisanya sudah Wen Zia habisi.
Kelompok keluarga Gun kali ini benar benar menemui jalan buntu, pasukan keluarga Gun yang mengawal keluarga Gun juga terlihat sudah terpukul mundur oleh kelompok Wen Zia.
Ketiga leluhur melihat situasi mereka yang sudah tidak memungkinkan untuk bertahan lagi, ketiganya terlihat mengangguk seperti menyepakati sesuatu.
"Transformasi darah iblis." Ucap ketiganya yang tiba tiba saja diselimuti oleh aura hitam pekat yang mengelilingi tubuh mereka, tak hanya itu terlihat bahwa mayat mayat yang berjatuhan di serap oleh ketiganya guna untuk meningkatkan kekuatan mereka, setelah menyerap semua mayat disana muncul dua tanduk di kepala mereka yang berarti bahwa mereka sudah menjadi iblis.
Wen Zia disisi lain hanya memperhatikan saja perubahan dari ketiganya, Walaupun ranah ketiganya sangat kuat setelah bertransformasi tetapi Wen Zia sama sekali tidak gentar.
"Menarik." Gumam Wen Zia seketika ia juga bertransformasi menjadi ular sembilan surgawi.
"Kalian semua mundurlah, biar aku yang urus sisanya." perintah Wen Zia pada pasukanya agar mundur, karena kekuatan pertarunganya sudah diluar nalar mereka.
Mendengar perintah dari Wen zia semua pasukanya langsung meningalkan area pertarungan.
__ADS_1
"Hahaha, apakah kau pikir dengan transformasi ular sembilan surgawimu itu bisa membunuh kami." Ketiga iblis itu tertawa mengejek Wen Zia.
"Kita lihat saja nanti." Wen Zia hanya menanggapinya dengan dingin.
"Kalian berdua kepung dia, gunakan formasi api iblis dan bakar dia hingga ia menjadi ular bakar." Perintah leluhur pertama kepada leluhur kedua dan ketiga.
Ketiga iblis itu mengepung Wen Zia, Wen Zia yang berada ditengah tengah ia hanya terdiam menunggu apa yang akan dilakukan oleh ketiga iblis itu.
"Formasi api iblis neraka." Ketiganya berucap secara bersamaan dan membentuk sebuab pola array yang mengurung Wen Zia.
"Hmm ternyara sebuah formasi array." Gumam Wen Zia mrlihat bahwa dirinya sedang dikurung.
"Cukup hebat, Tetapi ini tidak cukup jika untuk mengurungku." Ucap Wen Zia tersenyum dan seketika auranys berubah menjadi sangat kuat menyelimuti tubuh ularnya.
Tubuh dewa budha emas terpampang jelas di belakangnya yang terlihat sebesar sebuah bukit, kekuatan ini bahkan 10 kali lebih kuat dari pada saat melawan Qin San dulu.
Ketika kurungan itu selesai tiba-tiba sebuah api berwarna merah darah membakar Wen Zia, Wen Zia yang masih terlindungi dengan tubuh dewa budha emasnya tidak menganggap hal itu sebagau hal yang serius.
Semakin dibakar Wen Zia bukan terlihat melemah atau kesakitan tetapi ia malah menjadi lebih kuat, sedangkan ketiga iblis itu membakarnya malah merasa kelelahan.
"Hahahaha, apakah hanya ini yang kalian punya." Ucap Wen Zia tersenyum penuh kemenangan sedangkan ketiga iblis itu masih nampak kebingungan.
"Ckckck apakah kalian ingi tahu kenapa aku tidak mengalami luka sama sekali." Ucap Wen Zia yang membuat ketiganya penasaran.
Ketiganya hanya terdiam lalu menganggukan kepalanya.
"Apakah kalian pernah dengar konsep diatas langit masih ada langit." Tanya Wen Zia.
"Cih, memangnya apa hubunganya dengan apa yang kami alami." Tanya Leluhur pertama melepas formasi api iblis neraka.
"Hubungan!!, tentu saja berhubungan." ucap Wen Zia kemudian menjentikan jarinya dan seketika sebuah array yang sangat besar tercetak dengan jelas di bawah formasi array api iblis neraka.
"Ini... adalah array yang berada di atas array." Ucap mereka terkejut.
"Dan array ini adalah array empat penjuru kematian." Gumam Leluhur kedua Shok mengetahui hal ini.
"Pantas saja, kami kelelahan saat menyerangnya, ternnyata mereka menggunakan formasi array seperti ini." ucap leluhur ketiga.
__ADS_1
"Hahaha.. apakah kalian akan menyerah." Tanya Wen Zia.
"Menyerah...??, siapa juga yang mau menyerah, lebih baik mati dari pada menyerah." Ketiganya terlihat yakin dan mulai berjuang untuk mengalahkan Wen Zia.
Tapi alhasil mereka tetap tidak bisa mengalahkan Wen Zia saat ketiganya sedang berada di domain array empat penjuru kematian.
Ketiganya terlihat begitu lemas dan lama kelamaan mereka bertuga pingsan karena energi mereka yang disedot oleh array empat penjuru kematian.
Melihat Ini Wen Zia mendekati ketiganya lalu ia membuat ketiganya tidak sadarkan diri setelah itu ia membawanya kembali kekota QinZuan bersama dengan pasukanya.
Setelah berhasil menangkap orang orang dari keluarga Gun, Wen Zia segera menghubungi Qin San yang masih berada di aula kerajaan.
"Tuan, Kami sudah menangkap mereka." Ucap Wen Zia dengan transmisi suara.
Di kerajaan kekosongan.
Seorang pemuda sedang duduk dan berbincang dengan pria lainya yang juha cukup tampan, kedua pria itu tak lain adalah Qin San dan Dewa langit atau Tian Yan.
"Tuan, Kami sudah menangkap mereka." Sebuah transmisi suara terdengar jelas di telinganya.
"Hmm, kalau begitu segera introgasi dia." Ujar Qin San dengan transmisi suaranya.
"Apakah ada yang terjadi." Tanya Tian Yan yang juga merasakan sebuah enrgi spiritual yang sedang menghubungi Qin San.
"Hanya tikus tikus kecil, kau tak perlu khawatir." Ucapnya kepada Tian Yan.
"Baiklah, kalau begitu aku pamit terlebih dahulu, dan jangan lupa untuk berkunjung ke benua langitku." Tian Yan tersenyum lalu menghilang.
"Langkah selanjutnya adalah mendekati mereka." Qin San tersenyum menatap kedua wanita cantik yang berada disamping Dewa petir dengan ekspresi mereka yang ketakutan.
"Tak lama lagi aku akan membuat kehancuran di kerajaanmu ini." Gumam Qin San menatap Dewa petir dengan niat membunuhnya.
Setelah acara pemberian hadiah selesai pemandu acara mengumumkan acara selanjutnya adalah melihat bakat spiritual seseorang dengan sebuah batu berwarna merah yang berada di atas meja yang dibawa oleh pelayan kerajaan.
"Batu ini, kenapa terlihat sangat aneh." Qin San menatap dengan curiga.
.........
__ADS_1
BERSAMBUNGGH...