Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
DIKEJAR


__ADS_3

"Cih kau hanya seorang pemuda yang kebetulan bisa mengalahkan yang kai bodoh itu, sebaiknya kau di sini diam saja dan jangan mengganggu kami." Ucap Seorang Pria bernama Suo Han seorang pendekar pedang dewa di ranah jendral dewa awal.


Mendengar ejekan dari Suo Han Qin San merasa sedikit emosi.


"Oh, apakah kau ingin mencobanya." Ucap Qin San.


"Haha anak muda kau jangan bercanda, sebaiknya kau sekarang berlutut dan meminta maaf padaku maka setelah itu aku akan melepaskanmu." Ucap Suo Han memprovokasi.


"Sebelum aku berlutut seharusnya kau yang berlutut terlebih dahulu." Ucap Qin San mengeluarkan kekuatanya yang berada di ranah raja dewa.


Merasakan itu, semua orang di sana tertekan dengan kepala mereka menunduk menahan beban yang berada di pundak mereka.


"Raja dewa, bagaimana anak semuda inu berada di ranah raja dewa." Kata Suo Han Syok dengan tubuhnya yang sudah oenuh keringat karena ketakutan.


"Tuan ampuni saya yang bodoh ini, saya tidak tahu jika tuan adalah orang hebat."Ucap Suo Han yang langsung membungkuk ke arah Qin San.


Mendengar itu Qin San hanya terdiam dengan ekspresi datarnya.


"Nona mei sepertinya aku tidak di terima di sini." Ucap Qin San yang mulai bosan.


"Tuan tolong anda tidak menganggap mereka, lagipula mereka sudah minta maaf dan ini hanya sebuah kesalahpahaman saja."


"hah baiklah, lagipula aku juga ingin tahu apa yang kalian rencanakan untuk menghadapi bencana yang akan datang." Ucap Qin San langsung duduk saja di kursinya.


"Tuan aku punya rencana bagus untuk menghadapi bencana ini." Ucap leluhur atau kakek dari jia mei.


"Apakah itu leluhur." Ucap mereka penasaran.


"Kita akan membuat jebakan untuk mengalahkan para dewa yang akan diutus untuk menyiksa kita semua." Ucap Leluhur itu membuat semua orang bingung.


"Leluhur bisakah kau jelaskan secara detail." ucap mereka kebingungan.


"Begini.. untuk kali ini kita akan menggunakan sebuah artefak yang telah aku temukan di reruntuhan kemarin, artefak ini adalah artefak ilusi dan juga memiliki kegunaan layaknya sebuah labirin yang bisa membingungkan para dewa" Ucap Jia Lan atau kakek jia mei.


"Jadi rencananya adalah membuat para dewa itu masuk kedalam artefak labirin itu."


"Benar, kita akan membuat para dewa itu masuk kedalam labirin dan aku akan mengendalikan labirin itu untuk menyiksa para dewa."

__ADS_1


Mendengar rencana ini semua orang mengangguk setuju tak terkecuali Qin San.


"Bagus dengan ini para dewa bajingan yang akan tersiksa, dan kita sekarang yang akan menikmati tangisan para dewa itu." Ucap mereka tertawa.


"Jadi tuan bagaimana rencana ini menurutmu." Tanya Jia Lan.


"Cukup bagus, tapi sebaiknya kalian jangan meremehkan para dewa itu, walaupun rencana ini aku yakin 70 persen akan berhasil tapi para dewa itu juga kuat." Ucao Qin San menilai.


"Em... jadi apakah tuan punya usulan dalam hal ini." Tanya Jia lan sedangkan yang lainya hanya menyimak karena mereka takut pada Qin San.


"Tidak, aku hanya akan membantu nanti jika kalian terdesak, dan juga aku ingin memintamu untuk menyiapkan beberapa bahan untuku." Ucap Qin San.


"Bahan apa yang tuan Qin maksud." Tanya Jia Lan.


"Bahan untuk memperbaiki armor ini, dan ini adalah bahan bahan yang aku ingin kau bawakan padaku." ucap Qin San memberikan sebuah kertas yang berisi beberapa bahan untuk memperbaiki armor.


Jia Lan langsung segera mengambil kertas yang berada di tangan Qin San lalu ia mulai membacanya.


"Bahan bahan ini!!.. Tuan aku hanya memiliki 2 bahan dari ke lima bahan di sini." Ucap Jia Lan.


"Baguslah kalau begitu, jadi berapa harga yang akan kau tawarkan dari bahan itu." Tanya Qin San.


"Maaf aku menolak, aku akan membelinya." Ucap Qin San bersikeras.


"Tapi tuan." Ucap Jia Lan.


"Kau jangan menolak, aku tahu jika uang tidak terlalu penting bagimu maka aku akan memberikan yang lain selain uang." Ucap Qin San.


Setelah semua orang melihat bahan yang berada di kertas Qin San, akhirnya kelima bahan sudah terkumpul.


Beberapa saat kemudian akhirnya pertemuan itu berakhir.


Karena Qin San sudah berjanji kepada mereka untuk mengambil bahan bahan yang ia pesan maka Qin San tanpa pikir panjang lagi ia langsung pergi ke kediaman mereka satu persatu, dan juga ia menukar bahan bahan itu dengan pill miliknya sehingga kedua belah pihak sama sama di untungkan.


"Akhirnya semua ini terkumpul, tidak kusangka aku bisa mendapatkan semua bahan ini kurang dari satu hari, memang keberuntungan yang hebat." Ucap Qin San.


Setelah semua bahan terkumpul Qin San kembali ke penginapanya dengan cara teleportasi.

__ADS_1


Di kamar penginapanya Qin San duduk di atas ranjangnya sambil memegang armor yang ia dapatkan dari raja Yang kai kemarin.


Selesai itu ia mengeluarkan beberapa bahan untuk memperbaiki armor itu.


Qin San mulai membakar bahan bahan itu dengan apinya dan mulai menyatukan armor itu dengan bahan bahan miliknya.


Hanya dalam waktu setengah jam akhirnya ia sudah selesai memperbaiki armor itu sehingga armor itu sekarang bisa di gunakan secara maksimal.


"Hm.. dengan ini maka aku tidak perlu takut lagi dengan ranah dewa semesta." ucap Qin San.


Setelah proses itu berhasil Qin San kemudian keluar dari penginapanya karena ia merasakan suatu aura asing dengan penuh energi jahat yang mendekat ke arahnya.


Otomatis karena memang ada orang yang mendekat maka bola api yang berada di langit langsung memborbardir orang itu.


Melihat ini Qin San hanya tersenyum dan lalu ia berkata.


"Apakah kakek tua itu ingin balas dendam karena aku telah membunuh putranya." Ucap Qin San.


"Aku harus membawa mereka pergi dari sini, atau dua pak tua itu akan membuat hancur rumah rumah warga karena telah memancing bola bola api yang menghujani mereka berdua." Kata Qin San.


Qin San seketika menghilang dari penginapanya menuju ke arah kedua orang tua itu.


"Hoe pak tua apakah kalian mencariku." Ucap Qin San yang tina tiba muncul di depan mereka.


"Apakah kau adalah orang yang membunuh putraku." ucap salah satu pak tua itu memastikan.


"Kalau ia memangnya kenapa." ucao Qin San tersenyum.


"Ternyata memang benar kau, Mati anak muda." ucap pria tua itu melesat ke arah Qin San.


Qin San melihat kedua pria tua melesat ke arahnya ia melesat menjauh dari mereka dengan tujuan menjauhkan mereka dari pemukiman warga supaya bola bola api tidak mengenai perumahan warga.


"Pak tua kejar aku." ucap Qin San memprovokasi mereka.


"Bocah jika aku menangkapmu maka aku akan mengulitimu." Ucap Yang Zao.


"Pak tua, apakah kau hanya bicara saja, kau sangat lambat bahkan siputpun kebih cepat." Ucap Qin San mengejek.

__ADS_1


..........


BERSAMBUNGG...


__ADS_2