
Di kamar penginapan Qin San lalu duduk di ranjang untuk melakukan kultivasinya.
"Karena sudah lama tak meningkatkan kemampuanku aku akan berkultivasi di sini."ucap Qin San yang dengan posisi bersila dan memejamkan matanya dan mulai menyerap Qi yang tersegel.
.................
Malam pun tiba Qin San yang sedang berkultivasi mulai membuka matanya dan juga terlihat keringat Qin San yang bercucuran.
Ia juga telah menembus ke ranah abadi tingkat rendah.
"Huh sepertinya aku akan mandi dulu."ucap Qin San lalu pergi ke kamar mandi.
Selesai mandi dan berganti baju dengan corak phoeniknya Qin San lalu memutuskan untuk jalan jalan di alun alun kota sambil mencari tahu tentang Tournamen yang akan di lakukan besok.
"Em apakah aku harus menggunakan topengku kembali."ucap Qin San berpikir.
Demi menghindari masalah yang tak perlu akhirnya Qin San memutuskan untuk memakai topengnya lalu keluar dari penginapanya dan berjalan ke arah alun alun kota.
Di perjalan Qin San melihat banyak sekali orang yang hanya sekedar jalan jalan atau melihat pertunjukan bersama kekasihnya atau temanya.
Bahkan juga banyak sekali gerbong dari berbagai tuan muda dari keluarga terpandang yang mungkin baru sampai di kota Yegang.
"Sepertinya tournamen besok akan sangat ramai."gumam Qin San melihat keramaian di depanya.
Qin San Lalu pergi menuju ke rumah makan mewah dekat alun alun kota dengan memakai topengnya.
Di dalam sana Qin San melihat ramai sekali pengunjung yang sedang makan dan juga mengobrol bersama temanya.
"Ramai Sekali."ucap Qin San mencari tempat duduk yang kosong.
Melihat satu tempat duduk yang kosong di samping pemuda yang sedang makan,Qin San lalu berinisiatif untuk duduk di sana.
"Hei teman apakah aku boleh duduk di sini."ucap Qin San pada pemuda yang sedang makan.
Mendengar Qin San yang sedang berbicara padanya pemuda itu lalu menoleh ke arahnya.
"Ya,silahkan."ucap Pemuda dengan pedang di belakangnya.
Setelah di perbolehkan duduk Qin San lalu memanggil pelayan di rumah makan di sana dan memesan makanan terbaik di rumah makan itu.
__ADS_1
"Teman apakah kau juga ikut dalam tournamen ini."ucap Qin San pada pemuda di depanya.
"Ya,Aku juga mengikuti Tournamen ini dan juga namaku zhou bing."ucap Zhou bing memperkenalkan namanya.
"Oh ya aku lupa namaku Qin San."ucap Qin San juga memperkenalkan dirinya.
"Teman kenapa kau memakai topeng."ucap Zhou bing yang sedikit curiga pada Qin San.
"Untuk menghindari beberapa masalah."ucap Qin San cepat.
"Menghindari beberapa masalah!!apakah kau adalah seorang buronan."ucap Zhou Bing menduga bahwa Qin San adalah seorang buronan.
"Eh bukan begitu aku menutupi wajahku karena aku terlalu tampan."ucap Qin San menatap Zhou Bing di depanya yang curiga padanya.
"Hahahahaha Teman apakah kau bercanda."tawa Zhou bing yang menganggap Qin San bercanda padanya.
"He teman kenapa kau tertawa apakah ada yang lucu."ucap Qin San melihat Zhou Bing yang tertawa di depanya.
"Bukan begitu teman tapi alasanmu menutup topengmu itu lucu."ucap Zhou Bing yang masih tertawa.
"Apakah kau tak percaya padaku teman."ucap Qin San dengan ekspresi datar di balik topengnya.
Mendengar Zhou Bing yang tak percaya padanya Qin San lalu membuka topengnya sekilas yang membuat Zhou Bing kagum dengan wajah Qin San sejenak.
Tapi Qin San ketika membuka topengnya tak menyadari bahwa pelayan sedang mengantar makanan ke arahnya itu melihat ia yang melepas topeng dan terkejut sehingga ia hampir menjatuhkan makanan yang ia bawa.
"I....ini tuan silahkan di makan."ucap Pelayan terbata bata lalu ia pergi kembali menjalankan tugasnya.
Zhou Bing yang melihat wajah Qin San dan reaksi dari pelayan wanita itu ia menjadi percaya.
Setelah makanan Qin San sampai ia langsung menyantapnya dengan lahap sampai makanan itu habis tak teesisa.
"Teman apakah kamu tahu bagaimana berjalanya acara tournamen besok."ucap Qin San pada Zhou Bing di depanya.
"Dari yang aku dengar besok tournamen itu akan di laksanakan dengan 3 jenis pertandingan tapi aku tak tahu itu pertandingan apa saja."ucap Zhou Bing menjelaskan pada Qin San di depanya.
"Dan aku dengar juga putri Ye Xin Ru yang merupakan orang tercantik di benua selatan juga ikut dalam Tournamen ini."ucap Zhou bing memberitahu Qin San.
Qin San yang mendengar itu tentu saja ia sudah tahu karena ia dan Ye Xin Ru mendaftar bersama.
__ADS_1
"Apakah ada informasi lain yang kau dapat."ucap Qin San bertanya pada Zhou Bing.
"Em aku dengar juga bahwa Tuan muda su yang dari sekte pedang dewa akan melamar tuan putri Ye Xin Ru."
"Sekte pedang Dewa apakah mereka hebat."ucap Qin San ingin tahu tentang sekte pedang dewa.
"Apakah kau tak tahu selama ini pemenang dari Tournamen tahun tahun lalu di menangkan oleh sekte pedang dewa dengan 3 perwakilanya yang menduduki peringkat 3 besar dan juga rumornya di sana terdapat 6 leluhur half saint yang menjaga sekte pedang dewa."ucap Zhou bing memberitahu.
"Oh hanya segitu."gumam Qin San meremehkan sekte pedang dewa.
Qin San mengatakan itu bukan tanpa alasan karena bagaimanapun dengan kekuatanya memusnahkan sekte pedang dewa hanya semudah membalikan telapak tangan.
"Terima kasih teman informasinya aku pergi dulu."Ucap Qin San yang lalu berjalan kembali kepenginapanaya.
"Ok sampai jumpa di tournamen besok."ucap Zhou Bing melambaikan tanganya pada Qin San.
Baru sampai di penginapan Qin San langsung masuk ke dalam kamarnya dan tidur di ranjangnya dengan nyenyak.
................
Pagi hari tiba matahari yang baru selesai tidur mulai bangun menyinari setiap makhluk hidup di seluruh dunia.
Qin San yang tertidur juga mulai terbnagun.
"Hahhh sudah pagi."ucap Qin San menguap.
Selesai bangun tidur Qin San mandi,berganti baju dan berangkat ke tempat Tournamen yaitu di sekte awan Suci.
Sampainya di sana Qin San yang memakai topeng bentuk rubahnya ia melihat begitu banyak pengunjung dan peserta yang ikut berpartisipasi dalam tournamen.
Qin San terus berjalan ke dalam dan melihat kekasihnya yang telah sampai di sana yang di kerumuni oleh para tuan muda berbagai sekte di sampingyan yang membuatnya terlihat risih.
"Hm beraninya mereka menggangu Wanitaku."ucap Qin San lalu mengarahkan aura yang sangat kuat ke arah para tuan muda yang terus mengikuti Ye Xin Ru yang membuat mereka terdiam dan tak bisa bergerak sehingga ye xin ru bisa keluar dari gangguan mereka.
Melihat Ye Xin Ru yang sudah terlepas dari tuan muda itu Qin San lalu terus berjalan ke arah bangku peserta yang akan ikut dalam perlombaan.
....................
BERSAMBUNGG
__ADS_1