
Petir hukuman milik Qin San telak mengenai raja yang kai. Tubuh raja yang kai yang terkena hukuman petir milik Qin San terlihat membiru dengan wajah raja Yang Kai terlihat pucat bahkan pakaian yang ia kenakan hancur karena petir hukuman.
Raja yang kai yag tadinya terbang di langit langsung terjatuh dengan keras membentur tanah membuat cekungan kecil.
"Apakah hanya segini saja kekuatan raja yang kai yang katanya di gadang gadang sangat kuat." Ucap Qin San memandang remeh ke arah raja yang kai yang telah terkapar di tanah dengan tubuhnya yang bergetar.
"Sialan apa yang terjadi dengan tubuhku, kenapa tubuh ini terasa mati rasa dan tidak bisa di gerakan." Batin dari raja Yang kai tang terkepar lemah di tanah.
"Hei kalian semua, kenapa kalian terdiam apakah kalian sudah menyerah." Ucap Xie Lian mengejek.
"Haha.. teman, kau memang hebat." Puji Xie Lian pada Qin San.
"Begitukah, tapi ini hanya pemanasan saja, aku masih belum puas untuk menghajar mereka." Qin San menyeringai dengan senyum kejam.
"Teman, untuk mereka kumohon serahkan padaku, jika aku tidak bisa menghadapi mereka teman ini bisa membantuku." Xie Lian berkata dengan sopan.
"Baiklah, aku ingin melihat bagaimana kau menghajar mereka." Ucap Qin San.
Mengangguk...
Xie Lian menoleh ke arah sekitar 30 orang yang sedang mengepungnya, dengan aura membunuhnya ia melangkahkan kakinya menuju ke 30 orang ini.
"Tinju penghancur gunung." Ucap Xie Lian memukul Keras Salah satu dari tiga puluh orang hingga terpental cukup jauh.
Xie lian berbalik arah dan menendang salah satu musuhnya.
Sekitar 3 jam telah berlalu, Tak jauh dari pertarungan itu Qin San sedang duduk sambil memakan camilan yang baru ia beli untuk menikmati pertarungan itu.
Karena keberanian Qin San untuk menonton pertarungan itu, semua warga yang penasaran akhirnya mereka juga ikut menonton sehingga area pertarungan mereka di kelilingi oleh mereka para warga.
Di sisi lain Xie Lian sudah terlihat sangat lelah, keringatnya bercucuran dan nafasnya sudah ngos ngosan beberapa luka juka terlihat di tubuhnya.
"Cukup kuat." Ucap QinbSan memuji.
Dari 30 orang itu yang sudah tumbang hanya lima orang saja, lainya hanya mengalami luka luka saja.
__ADS_1
"Baiklah saatnya untuk membantai." Ucap Qin San.
Qin San terbangun dari duduknya dan mulai berjalan menuju pertarungan.
Dengan langkah pasti ia melesat dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat oleh mata biasa.
Wushkk....
Buk...
Buk..
Buk...
Satu persatu orang telah di jatuhkan oleh Qin San, Melihat ini semua orang yang menyaksikan ini menjadi takjub olehnya.
Setiap orang yang jatuh sudah tidak sadarkan diri atau pingsan, setiap seranganya langsung mengenai titik fatal musuhnya seperti dada, leher, dagu, kepala dan bagian tongkat sakti.
"Sangat membosankan." Ucap Qin San malas.
Xie Lian melihat itu membelalakan matanya karena terkejut, musuh yang ia hadapi selama 3 jam penuh dengan seluruh tenaganya sampai ia menderita beberapa luka, tidak sampai satu menit saja mereka sudah tumbang tanpa perlawanan sedikitpun.
"Bagaimana bisa ia menghadapi semua orang ini dengan sangat cepat, apakah benar ranahnya masih di ranah dewa, aku kira bahwa kekuatanya pasti di atas ranah dewa, mungkin ia berada di ranah prajurit dewa atau bahkan jendral dewa." Gumam Xie Lian.
Di kejauhan tak di sangka ada beberapa orang yang telah menyaksikan pertarungan itu, mereka berada di sebuah paviliun megah di lanta ke dua.
"Jia Mei apakah orang itu sudah kau undang." Tanya seorang pria paruh baya yang tak lain adalah kakek dari Jia mei.
"Sudah kakek, dia sudah aku undang tadi." ucap Jia Mei mengangguk.
"Bagus, tapi apakah dia menyetujuinya." tanya Kakek Jia mei.
"Iya kakek, dia menyetujuinya, dan besok ia akan kemari." Ucap Kakek Jia mei yang bernama Jian San.
"Jian Bei, dimana Jia Xue." tanya Jia San kepada anaknya Jia Lan.
__ADS_1
"Ayah maaf, Jia Xue sudah sejak 3 bulan lalu belum di temukan keberadaanya, tapi kelompok kita tadi menemukan dia berada di pelelangan ini, dan mereka sekarang dalam tahap pengejaran." Ucap Jia bei
"Hah... gadis itu kenapa begitu keras kepala, bahkan ibunya saja tidak seperti dia." Ucap Kakek Jia lan.
"Entahlah ayah, kita hanya menyuruhnya untuk tetap berada di rumah tetapi ia tidak mau menurutinya dan malah kabur dari rumah." Ucap Jia bei.
Jia Xue adalah gadis yang di selamatkan Qin San beberapa saat lalu, Jia Xue adalah tipe gadis yang periang dan semaunyan sendiri, bahkan jika kemauanya tidak di turuti ia akan mencoba mencari cara agar kemaunya tercapai dengan cara apapun.
Tiga bulan lalu tanpa sepengetahuan siapapun ia kabur dari rumah dengan artefak penyembunyi sehingga semua orang tidak bisa mendeteksinya, dan pada akhirnya ia pergi ke tempat pemukiman warga, di sana ia beraenang senang seperti belanja dan lainya.
Tapi tak ia sangka bahwa ada seorang yang mengikutinya, dan orang itu tak lain adalah pengawal dari raja yang kai ya g tak sengaja melihatnya dan pada akhirnya ia tertangkap.
Setelah tertangkap ia di bawa oleh pengawal raja yang kai ke istnanya, di sana Jia Xue di sekap oleh raja yang kai.
Karena Jia Xue adalah wanita Cantik, raja yang kai sempat ingin memperkosanya tetapi tidak jadi setelah satu anak kesayanganya yang ternyata jatuh cinta terhadap Jia Xue.
Melihat permintaan anaknya itu akhirnya raja yang kai memutuskan untuk menikahkan Jia Xue dan putranya, Dan agar jia Xue tidak memberontak ia di beri segel oleh raja yang kai agar Jia Xue menuruti semua keinginanya untuk menikah dengan putranya.
Dan pada akhirnya ia menikah hanya selama dua bulan, tapi selama dua bulan itu Putra raja yang kai sama sekali tidak melakukan hal itu padanya karena putra raja yang kai terlalu mencintainya dan tidak mau melakukan itu karena ia mendengar bahwa melakukan itu menyakiti pasanganya.
Tapi tak di sangka bahwa hanya dengan dua bulan Putra Mahkota mati dan di bunuh oleh Qin San.
Dan sekarang karena raja Yang kai sudah di kalahkan oleh Qin San maka Jia Xue kembali mengingat siapa dirinya karena sebelumnya ketika ia di segel oleh raja yang kai ia sama sekali tidak mengingat siapa dirinya dan hanya mengikuti perintah dari raja yang kai walaupun sebenarnya hatinya sangat menolak itu.
...........
"Sesua janjiku tadi aku hanya mengambil armor it." Ucap Qin San berjalan ke arah raja Yang Kai yang terkapar di tanah.
"Apakkah sakit." Tanya Qin San.
"Jika itu sakit maka aku akan mengakhirinya." ucap Qin San memukul kepala raja yang kai hingga pecah.
"Huh darah yang menjijikan." Kata Qin San melihat cipratan dari darah raja yang kai yang menempel di bajunya.
Karena kesal akhirnya Qin San membakar raja yang kai.
__ADS_1
..............
BERSAMBUNGG