
Semua ras malaikat jatuh sudah mulai pergi bersama dengan ras para dewa, mereka kembali ke asal mereka, karena memang sudah tidak ada harapan lagi untuk melanjutkan pertarungan ini.
Dengan adanya Ling Fang Yi dan Qin Yan hanya dengan ayunan tangan mereka dapat di pastikan kedua ras itu akan langsung mati.
Ras dewa terlihat lega karena mereka sudah selamat walaupun mereka tidak menang sedangkan Ras malaikat jatuh terlihat geram san kesal, tapi walaupun begitu mereka tidak bisa melakukan apapun karena adanya dua makhluk tak terkalahkan yang tiba tiba datang.
Tapi sebelum semua orang pergi tiba tiba langit menjadi sangat gelap, dan lama kelamaan terlihat sosok wanita cantik dengan gaun panjang hitam yang tak lain adalah dewi kegelapan.
Dengan anggun dewi kegelapan mendarat di dekat Qin San berada, ia sama sekali tidak memperdulikan yang lainya.
Bughk...
Tiba tiba dia memeluk Qin San, Qin San melihat itu ia bingung dan hanya menatap aneh kepada dewi yang tiba tiba memeluknya.
"Apa yang kau lakukan." Ucap Qin San sambil mengendurkan pelukanya.
"Dasar pria bodoh, sudah Jutaan tahun aku menunggumu tapi kamu telah melupakanmu." ucap Yun Zi atau dewi kegelapan.
"Menungguku...!!" Ucap Qin San bingung menatap lurus ke arah orang orang yang sedang menatapnya.
"Hei... kamu jangan bercanda aku sama sekali tidak mengenalmu." Ucap Qin San bingung.
"Apa kamu benar benar tidak mengenalku lagi Rua Ling." Ucap Yun Zi
Mendengar itu Qin San bingung ia menatap Wanita itu lekat lekat sambil mencari ingatan dari Rua Ling tentang wanita di depanya.
"Kau..., aku sekarang ingat, namamu adalah Yun Zi dan kau adalah teman kecil Rua Ling." Ucap Qin San yang memulai mengingatnya.
Saat mendengar bahwa Qin San hanya mengucapkan teman kecil Rua Linh, tiba tiba Yun Zi menatapnya datar dan auar kemarahan mulai keluar darinya.
"Hanya teman kau bilang...!! apakah kau tidak ingat ketika kita kecil kau telah mengucapkan sumpah padaku agar menikahiku walaupun kau mati dan bereinkarnasi kembali, dan sekarang kau sudah bereinkarnasi kembali tapi kamu sudah melupakanya." Ucap Yun Zi yang terlihat sangat marah.
"Sepertinya kau salah paham, aku sebenarnya adalah Qin San, walaupun di dalam jiwaku juga ada jiwa Rua Ling yang menyatu denganku tapi aku bukan Rua Ling." Ucap Qin San pada Yun Zi.
"Aku tidak peduli itu, entah kau adalah pecahan jiwa Rua Ling, atau apapun itu selama kau masih Rua Ling kamu adalah miliku." Ucap Yun Zi menatap Qin San tanpa ekspresi.
"Sepertinya wanita ini sangat mencintai Rua Ling, Pria Bodoh Seperti Rua Ling itu kenapa bisa menjadi pecahan Jiwaku, sekarang aku juga yang harus menanggung masalahnya juga." Batin Qin San memaki Rua Ling.
__ADS_1
"Hoe, walaupun aku menyatu denganmu aku masih mendengarmu, jadi jangan coba coba untuk membicarakanku seenaknya." Ucap Jiwa Rua Ling yang terdengar berbicara di kepala Qin San.
"Baguslah kalau kau masih sadar, jadi sekarang kau harus membantuku untuk melepas wanita ini dariku, Kurasa wanita ini sangat terobsesi padamu." Batin Qin San menjawab Jiwa Rua Ling.
"Maaf aku tidak bisa membantumu, karena ini adalah terakhir kalinya aku bisa berbicara padamu." Ucap Rua Ling.
"Hei kau jangan bercanda, Kau kira aku ini apa, aku bukan dirimu yang bisa berjanji seenaknya dan pada akhirnya malah menyusahkan orang lain." Batin Qin San tapi sama sekali tidak ada respon sama sekali.
Merasakannsama sekali tidak ada respon dari Rua Ling, Qin San hanya mendesah pelan.
Sedangkan Ling Xie melihat itu ia hanya tersenyum, Walaupun ia menyukai Yun Zi atau dewi kegelapan tapi ia juga tidak akan memaksakanya dan terlalu mengharakannya.
Ketika Yun Zi mengeluarkan aura membunuhnya, Qin San mendapati bahwa ia menemukan sesuatu yang aneh di dalam aura dari yun Zi ini dan sepertinya ia mengenalnya.
"Ini..." Ucap Qin San yang tiba tiba menjadi sangat marah.
Aura di tubunya yang sudah reda seketika bangkit kembali.
"Apakah kau yang membunuh keluargaku." Ucap Qin San sangat marah.
"Apakah ada masalah jika aku membunuh keluargamu." Jawab Yun Zi datar.
"Haha, keponakan bisakah kamu redakan amarahmu itu." Orang itu adalah Rua Ling ia terlihat tersenyum ke arah Qin San.
"Kau lebih baik menyingkirlah, walaupun kau adalah pamanku aku tidak segan untuk membunuhmu jika kau ikut campur dengan urusanku." ucap Qin San memperingatkan.
"Haha keponakan..." Sebelum ia berbicara Qin San memotongnya.
"Diamlah, jangan mencoba untuk menasehatiku ini adalah masalahku, sudah aku bilang jangan ikut campur, atau kau besok tidak bisa melihat matahari pagi." Ancam Qin San.
Ling Fang Yi melihat itu ia terlihat marah melihat sikap Qin San yang tiba tiba menjadi pemarah.
"San'er berhenti." Ucap Ling fang Yu menatap tajam ke arah Qin San.
"Ibu..." Ucap Qin San terdiam.
"Hm... baiklah ibu, karena ibu telah memilih paman dari pada anakmu sendiri aku akan pergi dari sini, dan mulai sekarang kalian jangan mencariku lagi, dan untuk takdir yang selama ini aku jalani aku akan menghentikanya, aku sudah tidak peduli lagi dengan takdir ini, takdir ini hanya akan membelengguku diriku, jika takdir ini tetap memaksaku aku akan mengubahnya dan jika takdir ini tidak bisa di ubah maka aku Qin San akan menghancurkanya hingga berkeping keping." Ucap Qin San yang sudah tidak peduli lagi.
__ADS_1
Ia sekarang terlihat sangat marah, pikiranya hanya berisi tentang balas dendam keluarganya saja, tetapi ia tidak bisa melakukanya, entah kenapa tapi ia sangat membenci ini, di tambah lagi keluarganya sama sekali seperti tidak peduli dengan kematian para istri dan lainya seperti mereka sudah tahu tentang ini.
"Apakah ini karena takdir, Jika iya aku akan membunuh pembuat takdir itu, walaupun ia adalah sang pencipta sekalipun." Ucap Qin San terlihat sangat marah.
"Dan juga mulai sekarang aku Qin San akan berhenti menjadi bagian dari takdir, karena yang menentukan takdirku adalah diriku sendiri." Ucapnya dengan marah.
Jedert.......
Langit tiba tiba saja menjadi gelap, Ucapan Qin San membuat semesta marah padanya..
"Hahaha apakah kalian alam semesta juga tidak suka dengan keputusanku, jika iya kalian bisa mengambil semua yang aku punya." Ucap Qin San lantang.
Sementara itu semua orang yang melihat keputusan Qin San menjadi kecewa, kecuali ras malaikat jatuh mereka terlihat senang.
"Hahahaha... satu orang pemberontak takdir telah muncul, kita setelah ini harus merayakan kejadian ini." Ucap Lefinar melihat Qin San.
Ibu Qin San terlihat kecewa dan juga sedih padanya, ia kecewa karena Qin San sudah menjadi penentang takdir yang artinya ia telah menentang alam semesta dan juga sang pencipta dan sedih karena akibat kemarahanya adalah dirinya sendiri.
Ling fang Yi menangis di pelukan Qin Yan, Qin Yan melihat ini ia terlihat sedih tapi di hatinya sebenarnya ada senyuman tipis yang terselubung.
"Hahaha... anaku, aku bangga denganmu, jadilah dirimu sendiri dan tentanglah takdir yang membelenggu dirimu, Tunjukanlah pada semuaanya bahwa takdir sama sekali tidak pantas untuk di ikuti tapi takdir hanya pantas untuk di lawan, lampauilah batasmu dan jadilah yang terkuat." Batin Qin Yan.
Setelah mengucapkan itu seketika sambaran petir tidak berwarna menghantam tubuh Qin San, Mengangkat semua kekuatan pemberian dari takdir yang ia miliki.
Sambaran ini tidak membuat Qin San takut tapi ia malah tertawa senang karena ia telah terbebas dari takdir.
Sambaran ini terasa sangat menyakitkan bahkan berjuta juta kalia lebih menyakitkan dari pada kesengsaraan surgawi.
Duart....
Jedert....
Sambaran petir terus terjadi selama 2 tahun tanpa henti, Orang Tua Qin San dan lainya sama sekali tidak pergi dari tempat itu kecuali para dewa dan ras malaikat jatuh yang sudah pergi sejak 2 tahun yang lalu.
...........
Like..👍👍👍👍
__ADS_1
BERSAMBUNG...