
"Tuan, ini hanyalah kesalahpahaman saja, bisakah anda melepaskan saya." Tanya pemimpin iblis itu ketakutan saat melihat Qin San membunuh semua anak buahnya.
"Hahaha... kesalahpahaman kau bilang, kau sudah membunuh banyak orang yang tidak berdosa tetapi kau menyebutnya hanya kesalahpahaman, ckckck sepertinya aku membunuh kalian juga kesalahpahaman saja, jadi tidak apakan jika melanjutkan kesalahpahaman ini." Qin San menyeringai menampakan gigi putihnya yang terlihat sangat menyeramkan bagi pemimpin iblis.
"Cepat katakan apakah ada banyak iblis yang melakukan hal seperti kalian." Tanya Qin San.
Karena rasa takut yang kuat membuat ia akhirnya mejelaskan bahwa banyak yang melakukan hal sama seperti dirinya, mendengar ini Qin San juga menanyakan dimana tempat iblis lainya tetapi pemimpin iblis sama sekali tidak mengetahuinya.
"Karena kamu sudah tidak berguna lagi maka aku akan membunuhmu." Ucap Qin san tersenyum jahat.
"Tuan jangan bunuh saya, atau para iblis membunuh tuan." Ucap iblis itu yang ingin menakut nakuti.
Ancaman apa ini apakah dia tidak tahu Siapa Qin San? Bagaimana ia takut dengan ancaman anak anak seperti itu, jangankan iblis bahkan jika melawan sang penciptapun ia tidak takut.
"Apakah menurutmu aku takut dengan mereka, bahkan jika kaisar iblis kemari maka aku sendiri yang akan menghadapinya." Qin San mengfokuskan auranya kepada pemimpin iblis sehingha pemimpin itu tertekan hingga tidak bisa berdiri.
"Baiklah aku akan mengampunimu." Ucap Qin San yang memberi sedikt harapan kepada pemimpin iblis.
"Apakah itu benar tuan." Tanya iblis itu memastikan.
"Tentu saja, tetapi kau harus bisa bangun dari 20 persen tekanan kekuatanku, jika kau bisa bangun maka aku akan melepaskanmu." Ucap Qin San kemudiam mengeluarkan 20 persen tekananya.
Pemimpin iblis itu terlihat sangat menyedihkan, hanya dengan 20 persen aura Qin San saja ia sama sekali tidak bisa berdiri, jangankan berdiri ia merangkak saja tidak bisa.
Ini benar benar tantangan yang sangat mustahil untuk dilalui pemimpin iblis.
"Cih karena kau tidak bisa menahanya maka aku akan membunuhmu."Qin San meningkatkan yekananya menjadi 30 persen kekuatanya dan pemimpin iblis itu seketika meledak sehingga tercipta kembang api darah.
"Hei apakah kalian tidak mau pulang." Tanya Qin San kepada para wanita yang dalam keadaan linglung, mereka masih terlihat sangat acuh seperti tidak ada artinya mereka di bebaskan atau tidak, karena mereka sudah sangat trauma saat dilecehkan oleh para iblis sehingga tidak memiliki harapan untuk hidup lagi.
__ADS_1
"Tuan, biakah anda membunuh saya." Kata seorang wanita kepada Qin San.
Mendapat permintaan aneh seperti itu Qin San hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak tahu harus berbicara apa, tetapi sebisa mungkin ia mencoba untuk menghibur mereka, supaya mereka menghilangkan pemikiran untuk bunuh diri lagi.
"Hei, apakah kalian tidak ingin membalas dendam kepada para iblis itu." Tanya Qin San yang seketika membuat para wanita itu tersadar.
"Dari pada kalian semua bersedih dan meratapi nasib kalian lebih baik kalian bangkit dan lawannpara iblis itu bersamaku, tenang saja kalian tidak akan sendiri karena aku akan memberikan pelatihan kepada kalian." Ucap Qin San dengan santai.
Mendengar ini mereka saling menatap satu sama lain, mereka berpikir bahwa yang dikatakan Qin San ada benarnya, dari pada meratapi nasib mereka yang menyedihkan lebih baik memperbaiki diri untuk membalas dendam para iblis itu yang telah membunuh keluarga mereka.
"Tuan apakah anda benar akan membimbing kami." Tanya salah satu dari mereka bersemangat.
"Tentu saja, tetapi bukan aku yang akan membimbing kalian melainkan bawahanku." Ucap Qin San serius.
Mendapatkan kepastian dari Qin San mereka mengangguk senang, lalu mereka menuju ke arah Qin San san memeluk dirinya.
Tentu Qin San sebagai pria memiliki reaksi alami saat mereka memeluknya yaitu bagian bawahnya terbangun, apalagi mereka masih belum menggunakan pakaian mereka jadi terlihat jelas nampak tubuh indah mereka dengan semanggka yang berukuran lumayan besar menempel di dadanya.
Sebelum pergi Qin San mengajak orang orang disana untuk tinggal di kota miliknya, mendengar itu banyak dari mereka yang ikut denganya tetapi juga tak sedikit yang masih ingin tinggal di kota itu terutama adalah penduduk asli kota yang sudah hiduf disana cukup lama.
Qin San sama sekali tidak bisa memaksa mereka, karena percuma jika mereka sudah berpendirian seperti itu.
Karena ia ingin mengunjungi sekte teratai suci, Qin San memutuskan untuk membawa mereka kealam batinya terlebih dahulu.
"Kalian semua berbarislah." Ucap Qin San kepada mereka yang ingin ikut denganya.
Semua orang merapat dan berbaris menghadap ke arah Qin San.
"Pejamkan mata kalian, dan jangan buka sebelum aku menyuruh kalian untum membukanya." Perintah Qin San.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang mereka langsung memejamkan matanya, Qin San di luar menjentikan jarinya dan cahaya putih keluar dari bawah kaki mereka dan kemudian mereka berpindah tempat ketempat yang sangat indah yang tak laind an tak hukan adalah alam batin Qin san sendiri.
"Buka mata kalian." Peirntah Qin San lalu kemudian mereka membuka mata merwka satu persatu.
Reaksi awal mereka seperti yang diharapkan oleh Qin San, mereka terkejut sekaligus kagum saat mereka tiba tiba saja muncul ditempat yang sangat indah.
"Dimana ini." Kata yang mereka ucapkan setelah membuka matanya.
"Selamat datang di alam batinku." Ucap Qin San membuat mereka bingung, kebanyakan dari mereka adalah orang biasa jadi mereka sama sekali tidak mengetahui tentang alam batin.
"Tuan apa itu alam batin." Tanya salah satu wanita penasaran.
Mendengar pertanyaan ini Qin San tersenyum lalu ia mulai menceritakan apa alam batin itu, walaupun mereka sebenarnya sama sekali
tidak tahu apa yang Qin San maksud.
"Hum sudahlah kalian silahkan pilih rumah yang kalian suka, setelah urusan selesai aku akan menemui kalian." UCap Qin San menghilang lalu ia muncul kembali di bangunan tempat ia membantai para iblis.
Qin San melanjutkan perjalanya kesekte Sekte teratai suci, di jalan benar benar mulus tanpa hambatan.
Sekitar 5 menit berlalu Qin San sampai di atas Langit sekte teratai Suci, Qin San melihat sekte itu dengan penuh kekaguman, sekte yang dulunya hanya beberapa bangunan saja sekarang telah berdiri dengan megah, Qin San bisa merasakan bahwa murid murid disekte ini lumayan jenius.
"Hmm aku tidak menyangka dia sangat terampil dalam mengurus sektenya." ucap Qin San kagum dengan kinerja Peng Gu.
Selesai menatap beberapa saat Qin San turun di gerbang sekte yang dijaga oleh kedua murid sekte teratai suci.
"Tuan spakah ada yang bisa saya bantu." Tanya salah satu dari penjaga murid kepada Qin San.
"hmm.. aku ingin menemui Peng Gu apakah dia ada." Tanya Qin Sam sedikit kagum karena orang orang ini tidak sombong layaknya sekte lainya.
__ADS_1
.......
BERSAMBUNGG...