Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
PERBINCANGAN


__ADS_3

Qin San dan Suan Yan duduk di satu meja yang sama, sedangkan Yuan Zuan Dan istri dari Suan Yan sedang berbicara di dalam sembari menyiapkan masakan untuk mereka semua.


"Jadi apa yang sebenarnya terjadi padamu, dan kenapa kau bisa di bunuh oleh iblis?." Tanya Suan Yan serius.


"Sebenarnya yang membunuhku bukanlah iblis melainkan adalah orang yang berkerja sama dengan iblis untuk menggulingkan kekuasaanku pada waktu itu." Qin San menceritakan kejadian yang sebenarnya dengan wajah seriusnya.


"Bukan iblis, lalu siapa yang membunuhmu?." Tanya Suan Yan yang penasaran.


"Apakah kau tau siapa yang menyiarkan kematianku pada saat itu." Tanya Qin San sambil menyeruput teh yang sudah di sediakan untuknya.


"Ya, mereka adalah kelima dewa penguasa lima penjuru alam kekosongan, yang merupakan orang orang kepercayaanmu." Ucap Suan Yan menjelaskan situasi pada saat itu.


"Eh... apakah maksudmu yang membunuhmu adalah kelima orang itu." Duga Suan Yan saat menganalisis naskah pembicaraan Qin San.


"Benar, kelima orang itu adalah orangnya." Jawab Qin San yang sudah sangat emosi saat membahas masa lalunya itu.


"Bagaimana mereka bisa membunuhmu, bukankah seharusnya kamu lebih kuat dari mereka." Tanya Suan Yan sefikit bingung.


"Memang aku lebih kuat dari mereka tetapi mereka menggunakan array formasi bintang darah iblis kematian yang membuatku tidak bisa melakukan apa apa karena energiku terus terhisap oleh formasi array tersebut, dan pada akhirnya aku di bunuh oleh mereka." Jelas Qin San menceritakan masa lalunya itu.


"Brakk....


" Sialan, ternyata mereka sudah membohongi semua orang." Ucap Suan Yan membocorkan kekuatnya yang berada di ranah dewa semesta menengah.


"Kakak, apakah aku perlu membalas dendam kepada mereka." Tanya Suan Yan.


"Jangan, aku kali ini ingin sedikit bermain main dengan mereka." Ucap Qin San menyeringai.


"Kakak, jika begitu aku juga akan bermain main dengan mereka. Karena lembah raja obat merupakan pusat pembuatan pill terbesar di alam kekosongan, maka aku tidak akan memasok pill ke pada mereka kali ini." Ucap Suan Yan yakin.


"Hei, jika begitu bukankah kau akan rugi besar." Ucap Qin San sedikit tidak membenarkan rencana dari Suan Yan.

__ADS_1


"Kakak, jangan khawatir kali ini aku akan membantumu untuk memberantas lima penghianat itu, masalah rugu tidaknya aku tidak akan menghitungnya karena bagaimanapun ini semua juga demi keselamatan alam ini." Ucap Suan Yan marah.


Medengar itu Qin San tersenyum tipis, dengan memiliki dukungan besar sepertinya maka ia bisa menteralisir kekuatan dari kerajaan kekosongan yang sudah di ambil alaih oleh kelima dewa yang telah membunuhnya.


"Jika begitu, aku hanya bisa mengucapkan terima kasih padamu." Ucap Qin San mengangkat secangkir gelasnya begitupun dengan Suan Yan lalu keduanya tersenyum dan menyeruput teh secara bersamaan.


"Kakak, bagaimana jika kamu menginap di sini." Suam Yan memberikan tawaran pada Qin San.


"Maaf, sepertinya aku tidak bisa karena sebenarnya aku sudah memiliki tempat tinggal di sini, mungkin lain kali aku akan menginap di lembah raja obatmu." Qin San menolak Penawaran Suan Yan lantaran ia masih memiliki kepentingan lainya yang harus ia urus.


"Jika boleh tahu dimana tempat tinggal tuan." Tanya Suam Yan.


"Di wilayah sekte dewa pedang, yang tepatnya berada di hutan mereka." Ucap Qin San.


Mendengar itu Suan Yan mengangguk, walaupun ia tidak tahu dimana Qin San tinggal tapi ia bisa menebaknya secara samar samar.


"Oh ya, aku baru ingat, apakah kau tahu informasi tentang pusaka alam yang akan muncul sebentar lagi." Tanya Qin San.


"Yang kau katakan memang benar, aku juga merasa aneh dengan ini, bagaimana bisa pusaka alam tiba tiba muncul tanpa ada tanda tandanya." Ucap Suan Yan yang juga merasa curiga.


"oh ya satu lagi, bisakah kau jelaskan tentang makhluk yang menyerang penduduk akhir akhir ini." Tanya Qin San.


"Maksudmu adalah hydra." Jawab Suan Yan.


"Hydra, apakah itu semacam naga hydra." Tanya Qin San.


"Jika dibilang sama tentunya mereka berbeda, naga hydra adalah seekor naga sedangkan ini merupakan semacam sebuah bakteri yang entah bagaimana bisa menjadi sebesar itu." Ucap Suan Yan.


"Bakteri ya, hm baiklah ini sangat membantuku." Qin San menggut manggut.


Setelah berbincang beberapa saat mareka akhirnya mengakhirinya, beberapa saat kemudian muncul dua wanita cantik yang sedang membawa beberapa nampan di tangan putih mereka yang berisi beberapa makanan masakan keduanya.

__ADS_1


Keduanya menaruh makanan di meja yang di gunakan oleh Qin San dan Suan Yan, Untung meja mereka tidak terlalu kecil sehingga masih muat jika di gunakan berempat.


Sambil berbincang dan bercanda mereka makan masakan yang di buat oleh kedua wanita cantik itu.


Setelah beberapa saat menikmati makanan itu, Qin San pamit kepada keduanya. Awalnya keduanya menghentikan kepergian keduanya, tetapu karena Qin San yang terus bersikeras karena ada urusan penting yang harus ia lakukan maka Suan Yan dan istrinya hanya bisa mempersilahkan mereka untuk pergi, tapi sebelum pergi keduanya di beri token khusus agar memudahkan keduanya keluar dan pergi dari lembah raja obat.


" Gege apa yang gege bicarakan tadi dengan Suan Yan." Tanya Yuan Zuan yang sedang di dalam pelukan Qin San.


"Aku sedang membicarakanmu." Ucap Qin San menggoda.


Mendengar itu Yuan Zuan memerah karena malu.


..........


Tak di sangka mereka berada di lembah raja obat seharian, saat ia kembali di hutan awal ia saat melawan Wan Zia ia di sambut oleh Para leluhur sekte dewa pedang dan tentunya Wen Zia, ia tadi tidak ikut bersama Qin San karena ia mengumumkan pada para hewan iblis bahwa ia sudah kalah dan ia tidak akan menjadi pemimpin hutan itu lagi dan yang menggantikanya adalah Qin San.


Semua hewan iblis saat mendengar itu awalnya ingin memberontak, tetapi karena ancaman dari Wen Zia mereka menjadi terdiam dan tidak berani lagi memberontak.


"Tuan selamat datang kembali." Ucap para leluhur menyambur kedatangan Qin San.


Melihat itu Qin San hanya mengangguk lalu ia mengarahkan pandanganya ke arah tempat yang akan ia tinggali bersama penduduk alam neraka yang masih berada di alam batinya.


Tempat yang tadinya kotor sekarang menjadi sangat bersih, bahkan ada beberapa bangunan mewah tambahan yang munkin baru mereka buat.


"Terima kasih aku sangat menyukai ini." Ucap Qin San berterima kasih kepada para leluhur itu.


Para leluhur mendengar itu tersenyum, mereka kira Qin San adalah orang yang sombong dan mungkin tidak menyukai ini, tetapi pada saat mendengar Qin San berterima kasih pada mereka, mereka merubah pandangan mereka terhadap Qin San dan mereka menjadi lebih menghormatinya.


........


BERSAMBUNGG

__ADS_1


__ADS_2