
Mereka menunggangi grifin menuju pusat asosiasi pahlawan, Qin San kesana selain untuk mengembalikan griffin ia juga ingin melihat perkembangan dari assosiasi pahlawan, selain itu ia juga ingin memberikan bantuan berupa sumberdaya untuk mengurangi kerugian dari serangan para assosiasi hitam, bagaimanapun ia adalah bagian dari assosiasi pahlawan sudah seharusnya ia memberikan bantuan.
Singkat cerita mereka sampai di pusat assosiasi pahlawan, kedatangan Qin San dan lainya membuat gempar orang orang di sana, orang orang disana menyambutnya dengan ramah, tapi ada juga yang tidak suka padanya karena sudah seharusnya jika kota ini di serang ia ikut membantu, tapi ia malah tidak membantu sama sekali jadi itu membuat beberapa orang tidak suka padanya.
Tanpa basa basi Qin San memberikan alasan tentang kehadiranya yaitu untuk memberikan sumber daya kepada assosiasi pahlawan untuk membangun kota ini kembali. serta ia juga meminta maaf karena ia tidak bisa membantu menjaga kota ini pada saat sedang mengalami kesulitan pada waktu itu.
Ketua assosiasi pahlawan tidak mempermasalahkanya sama sekali karena ia telah mendengar jika Qin San sudah menghancurkan pusat dari assosiasi hitam tanpa sisa.
Berita itu tersebar cepat pada saat kemarin ia menggagalkan pernikahan antara keluarga Wang yang menjadi perbincangan hangat di negara ini, tapi walaupun begitu ada juga yang tidak mengetahui hal itu.
"Tetua Qin, maaf kami tidak bisa menyambut kedatanganmu dengan meriah."Ucap ketua assosiasi pahlawan dengan sopan.
"Tidak apa, justru aku suka seperti ini." Jawab Qin San tidak mempermasalahkanya.
"Oh ya, bagaimana perkembangan assosiasi pahlawan saat ini." Tanya Qin San.
"Seperti yang tuan lihat, setelah tuan memberikan sumberdaya terakhir waktu itu, assosiasi pahlawan berkembang pesat dari segi kekuatan maupun ekonominya."Jawab Ketua assosiasi pahlawan menjelaskan kemajuan yang terjadi pada assosiasi pahlawan.
"Hm, aku berharap sumberdaya yang aku berikan kali ini bisa membuat assosiasi pahlawan menjadi lebih baik lagi." Ucap Qin San.
"Tentu tetua Qin, aku pasti akan berusaha untuk memajukan assosiasi pahlawan ini dengan semampuku."
"Baiklah, aku percaya padamu, aku hanya sebentar di assosiasi pahlawan kalau begitu aku pergi dulu."Ucap Qin San pergi meninggalkan assosiasi pahlawan dengan diikuti oleh kelompoknya.
Ketua Assosiasi mengantarkan kepergian Qin San hingga gerbang assosiasi pahlawan.
Qin San juga sempat berbicara kepada klan penjinak monster saat mengembalikan griffin, mereka semua mengucapkan terimakasih pada Qin San karena telah membawa mereka ke kota ini.
Setelah mengembalikan griffin ke klan penjinak monster Qin San kembali ke mansion Langnya, tapi kini mansion lang sudah di ubah dengan tulisan mansion Qin, ya siapa lagi yang merubahnya jika bukan keempat istrinya itu.
Pada saat ia memasuki mansion Qin, terlihat beberapa wanita yang sedang mengobrol, yaps mereka adalah keempat istri Qin San serta dewi change atau Tang Ling san juga nenek Hou.
Mereka entak membicarakan apa tapi mereka semua terlihat sangat senang.
Merasakan kehadiran seseorang mereka menoleh ke arah gerbang dan melihat Qin San beserta kelompoknya yang sedang berjalan ke arah mereka.
Keempat istri Qin San melihat Qin San yang telah kembali, mereka semua berdiri dari tempat duduknya dan langsung menyerbu ke arah Qin San dengan memeluk dirinya, sedangkan nenek Hou dan Tang Lin melihat Hou Chun dan Tang Chin kembali mereka tersenyum ke arah mereka berdua,dan tatapan mereka kemudian jatuh ke beberapa sosok asing yang mengikuti kedua cucunya.
"Chun'er siapa dia." Tanya Nenek Hou kepada Hou Chun.
__ADS_1
"Nenek perkenalkan dia adalah kekasihku Luo Yin."Jawab Hou Chun membuat Luo Yin menundukan kepalanya karena malu saat Hou Chun memperkenalkan dia kepada neneknya dengan sebutan kekasih.
"Jadi ini kekasih Chun'er, Sangat cantik."Puji nenek Hou menatap Luo Yin yang menunduk malu
"Sa..salam nenek."Jawab Luo Yin gugup karena menemui nenek dari kekasihnya.
"Hihi, Yin'er kamu tidak perlu gugup, nenek tidak akan mengigitmu kok."Ucap Nenek Hou menghibur Luo Yin supaya tidak gugup.
"Maaf nenek, aku hanya terlalu gugup bertemu nenek."Kata Luo Yin yang memberanikan diri.
"Tidak apa, lagian ini awal kita bertemu jadi wajar jika kamu gugup."Ucap Nenek Hou.
Luo Yin mengangguk.
.....
"Chin'er siapa ini, apakah ini juga kekasihmu."Kata Tang Lin yang baru saja mendengar perkenalan Hou Chun kepada neneknya.
"Iya nek, dia juga kekasihku, dan juga calon istriku." Jawab Tang Chin.
"Benarkah Hihihi, akhirnya nenek punya menantu."Kata Tang Lin senang.
"Yue Ha nenek."Jawab Yue Ha yang terpana saat melihat kecantikan dari nenek Tang Chin, bahkan ia tidak percaya jika yang di depan merupakan nenek dari Tang Chin karena jika disebut dengan nenek sepertinya ia tidak pantas karena karena jika orang biasa melihat usianya seperti terlihat hanya sekitar 20 tahunan ke atas.
Melihat reaksi dari calon menantunya Tang Lin hanya tersenyum manis.
"Nenek sangat cantik." Kata yang di lontarkan oleh Yue Ha saat melihat wajah dari Tang Lin.
"Benarkah, kamu juga cantik."Balas Tang Lin.
Mendapat pujian dari nenek Tang Chin Yue Ha terlihat sangat senang.
Setelah bertemu nenek Tang Chin, Yue Ha menatap Tang Chin, karena ia ingin tahu siapa suami dari nenek Tang Chin atau bisa di bilang kakek Tang Chin.
"Ha'er maaf aku belum mengatakannya padamu bahwa sebenarnya nenek Lin adalah leluhur keluargaku, dan juga nenek belum mempunyai suami, jadi bisa di bilang aku adalah cucu tiri dari nenek Lin."Ucap Tang Chin.
Mendengar itu Yue Ha terdiam merenungkan bahwa kata katanya salah tidak, supaya perkataanya tidak menyinggung Tang Chin dan neneknya.
"Chin Gege maaf jika perkataanku membuatmu sedih."ucap Yue Ha meminta maaf kepada Tang Chin.
__ADS_1
"Ya tidak apa."Ucap Tang Chin mengelus wajah Yue Ha yang terlihat seperti merasa bersalah.
Sedangkan Untuk Qin San yang di peluk oleh istri istrinya ia membalas mereka dengan pelukan juga.
"Oh Ya kalian semua, perkenalkan dia adalah San Liu, dia juga akan menjadi bagian dari kalian semua."Ucap Qin San pada keempat istrinya.
Semua istri Qin San menatap ke arah wanita cantik yang tak jauh dari mereka.
Ye Xin Ru saat melihat San Liu merasakan perasaan yang akrab seperti ia pernah mengenalnya.
Sebuah tanda phoeniks ketika bangkit di kening Ye Xin Ru begitupun dengan Yan yuying.
Qin San melihat tanda phoeniks di dahi Ye Xin Ru ia tahu jika tanda itu merespon kehadiran dari San Liu, tapi yang ia tak menyangka bahwa tanda bunga muncul di dahi Yan Yuying.
"Ini...dewi bunga Yu Yangfei." Ucap Qin San terkejut mengatakan nama istrinya di kehidupan sebelumnya.
"Hihi, Gege kamu terlambat sekali menyadari siapa diriku sebenarnya."Kata Yan Yuying.
"Hehe maaf, aku tak menyangka sekali jika kamu adalah Fei'er."Ucap Qin San lalu mencium kening Yan yuying.
Kedua istri QinSan melihat itu mereka paham apa yang terjadi karena mereka sudah pernah bercerita tentang diri mereka sebenarnya pada mereka berdua jadi mereka tidak terlalu terkejut melihat itu.
"Saudari Liu, mari bergabung dengan kita."Ucap Ye Xin Ru mengajak San Liu mendekat kearah Qin San dan lainya.
"Oh ya, apakah kalian ingat janji kalian kemarin." Ucap QinnSan menagih janjinya.
"Jan...janji apa yang ge..ge maksud."Ucap mereka pura pura tidak ingat.
"Em,apakah kalian minta dihukum lebih karena telah melupakan janji kalian sendiri."Ucap Qin San kepada mereka karena pura pura lupa.
"Tidak Gege, aku ingat, kami akan melakukanya malam ini."Ucap mereka yang langsung berbicara jujur karena mereka tidak ingin di hukum oleh Qin San lebih berat lagi.
"Baiklah, Liu'er apakah kamu akan ikut."Tanya Qin San.
San Liu mendengar itu hanya mengangguk sebagai tanda setuju.
.........
BERSAMBUNGG...
__ADS_1