
Sementara itu Qin San muncul di sebuah hutan yang nampak hijau nan asri, tapi di hutan itu terdapat banyak sekali hewan buas yang bersemayam membuat hutan hijau itu tampak terlihat seram.
Qin San mengamati sekitarnya lalu ia berjalan lurus kedepan, ia berjalan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun untuk menghindari hewan buas di sana, walaupun sebenarnya ia bisa saja membantai semua hewan di sana tetapi ia tidak mau melakukanya, karena dia belum mengenal dunia ini jadi ia tidak mau untuk mengambil resiko.
Perjalananya sama sekali tidak memiliki hambatan karena persembunyianya memang sama sekali tidak di ketahui oleh hewan buas di sekitarnya.
Setelah berjalan Cukup lama Qin San mendapati sebuah desa, tapi desa itu sangat sepi, padahal desa itu cukup besar dan rumah ruam di sana juga cukup mewah tapi kenapa sama sekali tidak ada orang.
Qin San mengamati menggunakan indra spiritualnya dan mendapati bahwa desa ini di huni oleh gerombolan penjahat yang bersembunyi di bawah tanah.
Saat Qin San mengamati para penjahat ia melihat adegan yang sangat menyeramkan, di dalam ruang bawah tanah itu terlihat seorang gadis muda hingga wanita yang sedang di perlakukan seperti budak nafsu oleh para penjahat itu, tapi yang anehnya para wanita itu tidak keberatan melainkan mereka malah terlihat sangat senang, di dalam sana juga tergantung berbagai mayat anak kecil hingga dewasa.
"Apakah ini alam neraka, kenapa aku melihat alam ini sebagai surganya para penjahat." Ucap Qin San melihat kejadian itu.
"Apakah di alam ini masih ada orang baik." Gumam Qin San bertanya tanya.
Qin San kembali berjalan menyusuri desa sepi itu dan pada akhirnya ia sampai di sebuah kota yang sangat besar.
Berbeda dengan desa tadi kota ini terpihat sangat ramai tapi keramaian kota ini berisi hal hal yang mengerikan seperti pembunuhan terbuka, **** di tempat umum, penjualan budak, perkelahian, perjudian dan lain lain.
"Sebenarnya alam apa ini." ucapnya kesal.
"Bruk..
Terlihat seorang pemuda tampan dengan pakaian glamor menabrak Qin San.
Pemuda itu terlihat di kawal oleh beberapa prajuritnya.
"Hei berani sekali kau menabraku." Ucap pemuda itu marah.
__ADS_1
Mendengar itu Qin San hanya meliriknya sebentar lalu ia kembali berjalan.
Melihat Qin San sama sekali tidak memperdulikanya, pemuda itu menjadi marah.
"Prajurit bunuh dia." ucap Pemuda itu.
" Baik tuan muda." Ucap prajurit itu menyerang Qin San.
"Bunuh." Ucap mereka menyerbu ke arah Qin San.
"Dasar para semut pengganggu." ucap Qin San menghentakan kakinya dan semua prajurit itu terpental.
"Kalian sepertinya memang ingin mati." Ucap Qin San mencekik pemuda itu hingga kehabisan nafas lalu ia membantingnya.
Bomm... pemuda itu meledak menjadi gumpalan daging kecil yang berserakan.
"Bocah, apakah kau tau siapa pemuda yang kau bunuh itu." Ucap Seorang prajurit menatap kasihan pada Qin San
"Oh memangnya siapa dia." Tanya Qin San datar.
"Kau tidak tahu siapa dia, dia adalah putra mahkota kerajaan api merah, dan walaupun dia hanya seorang sampah tapi dia sangat di sayangi oleh keluarganya jika keluarganya tahu bahwa kau telah membunuhnya kau bisa mati mengenaskan." Ucap prajurit memeperingatkan Qin San.
" Lalu.., apakah aku peduli dengan itu, walaupun dia dewa sekalipun jika mereka bersinggungan denganku maka aku harus membunuhnya." Ucap Qin San mengeluarkan 1 persen auranya.
"Haha sungguh sombong apakah kau tahu jika ayah dari pemuda tadi berada pada ranah Half God puncak yang sebentar lagi menuju ranah dewa." Ucap prajurit itu mengira bahwa Qin San akan ketakutan.
"Hanya ranah Half God ya." Ucap Qin San mengeluarkan auranya yang berada di ranah dewa membuat semua prajurit itu ketakutan.
"Apa ranah dewa, bagaimana mungkin." Ucap prajurit itu yang terlihat ling lung.
__ADS_1
Sring...
Qin San membantai semua prajurit di sana hingga semua prajurit itu mati mengenaskan lalu ia meninggalkan mayat mayat itu begitu saja. Kejadian ini menarik perhatian warga karena Qin San sangat berani membunuh putra mahkota kerajaan api merah.
Kerajaan api merah merupakan salah satu kerajaan kuat yang di pimpin oleh raja Yang Kai, raja yang kai adalah raja yang sangat kejam dan juga bengis.
Pemilihan raja di alam neraka berbeda dengan alam biasanya, jika alam biasanya yang dipilih merupakan raja yang baik dan mengayomi rakyatnya, tetapi di alam neraka yang di pilih merupakan raja yang paling kejam dan sadis, tukang korubsi dll.
Entah kenapa begitu tapi sistem pemilihan di sini memang seperti ini sejak dahulu.
Alam neraka memiliki lima kerajaan, yaitu kerajaan api merah, kerajaan api biru, kerajaan api Kuning, kerajaan api Hitam dan satunya adalah kerajaan orang baik berkumpul yaitu kerajaan api putih.
Setelah membantai para pengganggu Qin San melanjutkan perjalananya kembali, di jalan ia hanya melihat lihat saja karena ia tidak mempunyai uang sama sekali untuk membeli sesuatu.
Terbesit ide untuk membuat sebuah pill untuk di lelang tapi mencari bahanya sepertinya agak susah, karena dia harus mencari sendiri bahan di gunung.
"Sebaiknya aku membuat pill." Ucap Qin San.
"Tapi aku harus bertanya kepada siapa tempat dimana banyak bahan bahan alkimia." Ucap Qin San mendesah pelan karena menurutmya orang orang di sini sangat sulit untuk di ajak berinteraksi karena temperamen mereka yang sombong.
Qin San mencoba bertanya kepada seorang yang berjalan untuk mengetahui di mana ada banyak bahan alkimia.
Tetapi mereka malah mengabaikanya dan sibuk dengan urusan mereka masing masing.
"Huh... sepertinya aku harus mencarinya sendiri." Ucap Qin San.
.......
BERSAMBUNG...
__ADS_1