
Melihat Qin San yang sudah datang Kaisar Qin Lalu mengajak Qin San ke kota Qinar.
"San'Er karena kita sudah lama tak jalan jalan sekeluarga bagaimana kalau kita jalan jalan ke kota Qinar."ucap Kaisar Qin Melihat Qin San.
Mendengar ayahnya mengajaknya Qin San berpikir sejenak.
"Ayolah kak."mohon Qin Zu dengan ekspresi imutnya.
Melihat wajah Qin Zu yang memohon Qin San lalu menyetujuinya.
"Baiklah kakak setuju."ucap Qin San menyetujuinya untuk ikut.
Mendengar Qin San menyetujuinya Qin Zu menjadi sangat senang.
"Ye jalan jalan."ucap Qin Zu senang.
"Baiklah,tunggu apalagi ayo berangkat."ucap Kaisar Qin menuju ke gerbong kereta kekaisaran dan menyuruh kusir untuk membawanya ke kota.
Merekapun pergi bersama dengan memandangi Keramaian kota yang sangat ramai karena 1 hari lagi akan di adakan tournamen di kekaisaran Qin.
"Lihat bukankah itu gerbong kereta kaisar Qin."ucap Warga melihat gerbong Kekaisaran Qin.
"Iya itu memang gerbong kereta kekaisaran Qin."ucap Warga yang lainya.
Para warga yang melihat gerbong kekaisaran Qin yang sudah pasti didalamnya terdapat kaisar Qin mereka minggir dari jalan dan menundukan kepalanya.
Sedangkan di dalam gerbong Qin San dan lainya berbuncang bincang dengan bahagia dan tawa menghiasi dalam gerbong itu karena tingkah laku Qin Zu yang lucu.
"Ayah di kita akan kemana ucap Qin Zu ingin tahu.
"Em itu rahasia."ucap Kaisar Qin Melihat Qin Zu.
Qin Zu yang mendengar ayahnya merahasiakanya hanya diam tak berbicara.
"Zu'er kamu nanti akan tahu kalau kami memberitahukanya padamu sekarang iru tak akan menjadi kejutan."ucap Ling Fang Yi.
"Ya ibu."ucap Qin Zu duduk di samping ibu dan ayahnya sedangkan Qin San duduk di samping kusir untuk mengamati keramaian kota memakai topengnya agar tak memancing banyak keributan.
"Hm sepertinya aku besok akan langsung berangkat ke benua tengah."ucap Qin San teringat bahwa sebentar lagi tournamen akan di mulai.
Setelah perjalanan sedikit lama mereka akhirnya sampai di sebuah rumah makan mewah yang bernama dewa masakan dan lalu turun dari gerbong dan berjalan berempat ke dalam rumah makan yang terlihat di dalamnya benar benar sangat mewah.
"Selamat datang yang mulia kaisar silahkan ikuti saya keruangan anda."ucap pelayan menunduk penuh hirmat pada Kaisar Qin.
para pelanggan yang sedang makan yang mendengar sebutan Pelayan kepada kaisar Qin mereka menoleh ke arah mereka dan betapa terkejutnya orang nomir satu di benua timur makan di tempat ini.
__ADS_1
Mereka semua lalu menunduk dan mengucapkan.
"Hormat yang mulia kaisar."ucap mereka semua serempak.
Mendengar mereka kaisar Qin hanya melambaikan tanganya yang menandakan untuk tidak menunduk lalu rombongan Qin San pergi berjalan mengikuti Pelayan ke lantai atas yang telah di pesan oleh Kaisar Qin.
"Silahkan yang mulia kaisar."ucap pelayan itu mempersilahkan mereka duduk.
Mereka duduk dan melihat makanan yang sedang dibawakan oleh para pelayan ke meja mereka.
Ketika makanan itu datang mata Qin Zu tak beralih sama sekali ke makanan itu yang membuat 3 lainya menggeleng nggelengkan kepalanya.
"Wah makananya banyak sekali."ucap Qin Zu senang.
"Tentu itu karena untuk pesta penyambutan kedatangan Zu'Er."ucap kaisar Qin menanggapi.
"Terima aish ayah."ucap Qin Zu memeluk ayahnya.
"Adik ayo makan sebelum kakak habiskan."ucap Qin San membuka topengnya dan mengambil makananya.
"Baik Kak."ucap Qin Zu yang juga memakan mmakananya.
Sore itu mereka makan di rumah makan dengan tenang dan damai sambil melihat pemandangan matahari tenggelam dari lantai atas rumah makan.
"Iya adik ini sangat indah tapi kakak punya tempat yang lebih indah dari ini lain kali kakak akan membawamu."ucap Qin San melihat Qin Zu.
"Betulkah Kak,Janji."ucap Qin Zu mengaitkan jari kelingkaung Qin San.
"Hm kakak janji."ucap Qin San berjanji.
Setelah makan mereka lalu pulang menaiki gerbong kereta kembali dengan memandangi kota yang lebih ramai karena hari sudah menjelang malam yang terlihat lampion lampion yang berterbangan serta pertunjukan unik yang di gelar di pinggir jalan yang mereka saksikan dari jendela gerbong.
Mereka juga membeli sesuatu di perjalan pulang mereka untuk di bawa ke rumah.
Setelah perjalanan pulang dari rumah makan mereka akhirnya telah sampai ke istana kekaisaran Qin.
"Huh akhirnya sampai juga."ucap Qin San keluar dari Gerbong sambil menggendong Qin Zu yang sudah lelah tertidur di dalam gerbong dan membawanya ke kamar yang telah di persiapkan untuk Qin Zu.
Selesai mengantarkan Qin Zu ke kamarnya Qin San keluar melihat ibu dan ayahnya sedang bermesraan Di halaman rumah.
"Ehemm ehemm."ucap Qin San membuat mereka menoleh ke arah Qin San.
"Eh San'Er apakah ada yang ingin kamu bicarakan pada kami."ucap orangtua Qin San melihat Qin San yang menghampirinya.
"Eh tak ada ibu ayah kalian lanjutkan saja."ucap Qin San lalu berbalik.
__ADS_1
Melihat Qin San yang pergi Ling Fang yi menyuruh suaminya untuk mengejarnya sedangkan dia pergi ke kamar Qin Zu.
Mendengar perintah dari sang istri Kaisar Qin Lalu mengejar Qin San.
"He ayolah pasti ada yang ungin kau katakan."ucap ayah Qin San menepuk pundak Qin San.
"Em anu ayah aku sebenarnya ke sini untuk mencari tempat tinggal yang cukup besar yang dapat menampung warga desa apakah ada."ucap Qin San pada ayahnya itu.
"Untuk apa kamu mencari tempat tinggal."ucap ayah Qin San ingin tahu.
"Hm sebenarnya.
lalu Qin San menceritakan tentang warga desa jitong yang dibantai oleh iblis yang kehilangaan rumah mereka dan juga ia menceritakan bahwa ia juga memiliki adik sebelum Qin Zu yang sedang menyelesaikan latihanya.
Mendengar itu Qin Yan sangat bangga pada anaknya.
"Em lalu warga desa yang kau katakan itu berada di mana."ucap Qin yan pada Qin San.
"Mereka ada di sini."ucap Qin San mengeluarkan artefak dunianya.
Melihat Qin San mengatakan bahwa para warga itu ada di dalam sebuah artefek berbentuk rumah kaisar Qin tertawa.
"Hahahah San'er kamu jangan bercanda seperti itu ayah kira ucapanmu tadi benar."ucap Qin Yan tertawa seperti Qin San sedang menghiburnya.
Melihat ayahnya yang tak percaya Qin San lalu mengedarkan jiwa spirirualny ke dalam Artefak dunia menyuruh mereka berkumpul karena sudah sampai.
Mendengar intruksi Qin San para warga langsung berkumpul setelah berkumpul Qin San lalu mengangkat tanganya dan keluar cahaya yang membuat mereka semua keluar dari dunia artefak ke dunia nyata.
Qin Yan yang melihat semua itu ia menjadi terkejut dan melihat anaknya yang menurutnya semakin misterius.
"Selamat datang di kekaisaran Qin Nenek lin."ucap Qin San memberikan hormat pada nenek lin.
"Kekaisaran Qin kamu adalah pangeran kekaisaran Qin."ucap Nenek lin yang baru menyadarinya yang membuatnya terkejut lalu melihat seorang pria setengah baya di depanya yang merupakan kaisar Qin Yan.
"Apakah kamu kaisar Qin."ucap Nenek lin melihat Qin Yan.
"Iya senior saya adalah kaisar Qin."ucap Qin Yan memberi hormat pada nenek Lin.
"Kamu kaisar tak perlu memberiku hormat."ucap nenek lin.
"tidak apa senior lagian anda juga merupakan salah satu leluhur benua terkuat jadi sudah semestinya saya junior ini memberikan hormat pada anda."ucap Qin Yan dengan sopan.
......................
BERSAMBUNG......
__ADS_1