Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
YUAN ZUAN VS GUN TA LIN


__ADS_3

Setelah berciuman panas selama beberapa saat mereka mengakhirinya karena mereka sudah sampai di depan kerajaan kekosongan.


Kereta kuda mereka berhenti di area lapang yang memang di gunakan khusus untuk area parkir kereta kuda.


Berbagai kereta kuda mewah tersusun rapi di sana, terlihat banyak sekali tuan muda dan nona muda dari segala kalangan keluarga terpandang yang saling berbincang bincang satu sama lain.


Qin San kemudian keluar dari kereta kuda miliknya bersama dengan Yuan Zuan yang tak mau lepas dari pelukanya, melihat Yuan Zuan yang begitu manja kepadanya ia hanya tersenyum tipis.


Kemunculan sosok Qin San dan Yuan Zuan menjadi pusat perhatian di antara para pria dan wanita.


"Wah sangat tampan.." Ucap beberapa wanita saat melihat Qin San begitupun dengan para pria yang melihat Yuan Zuan.


Banyak dari para pria yang melihat Yuan Zuan dengan tatapan jelek mereka, hal ini tentunya membuat Qin San kesal karena keberanian mereka melihat wanitanya.


"Benar benar sampah." Ucap Qin San dengan tatapan tajam.


Seorang pria dengan pakaian glamor berjalan bersama pengawalnya ke arah Qin San dan Yuan Zuan, ia dengan sopan menyapa Yuan Zuan tetapi tidak dengan Qin San yang pria itu abaikan begitu saja.


"Nona... ini anda sangat cantik bagaikan rembulan di malam hari yang membuat malamku menjadi terang, anda adalah wanita dengan tubuh yang memancarkan aroma wangi cinta dan kebahagiaan yang mendalam, dengan penuh perhatian aku Gun Ta Lin ingin mengajak nona ini untuk menemaniku minum." Ucap Gun Ta Lin sambil merendahkan dirinya sedikit dengan tanganya yang ingin menyambut Yuan Zuan.


Mendengar itu bukanya Senang Yuan Zuan malah merasa jijik denganya, Lidah fasihnya ini benar benar membuat Yuan Zuan ingin mengulitinya.


"Zuan'er apa perlu aku urus dia." Tanya Qin San memandang rendah cecunguk didepanya.


"Tidak perlu gege, biar aku saja yang memberinya pelajaran hingga ia tidak bisa melakukan apapun kepada wanita lagi." Ujar Yuan Zuan seketika membuat Qin San merinding.


Qin San tahu apa yang di maksud oleh Yuan Zuan, ini adalah momok bagi setiap pria yang ada tentunya juga berlaku baginya.


"Ba..baiklah jika itu yang kau mau." Ucap Qin San menyetujuinya.


"Nona apakah anda menerimanya." Tanya Gun Ta Lin bersemangat.


"Hihihi bagaimana aku menolak tawaran tuan muda ini." Ucap Yuan Zuan dengan nada menggoda.


Qin San di samping mendengar itu ia bisa merasakan firasat buruk yang akan dialami oleh Gun Ta Lin.


"Semoga kau selamat, pria bodoh." Batin Qin San memandang Gun Ta Lin drngan kasihan.

__ADS_1


"Hahaha sudah aku duga, Nona pasti akan menerima tawaranku." Ucap Gun Ta Lin Yang kemudian ia meraih tangan Yuan Zuan.


Tapi Yuan Zuan melihat ini ia menghindarinya.


"Eh, tapi sebelum itu saya memiliki satu permintaan kepada tuan muda." Ucap Yuan Zuan menyeringai.


"Silahkan nona meminta apapun yang nona minta, aku Gun Ta Lin berjanji akan mengabulkanya." Ucap Gun Ta Lin tertawa bangga.


"Aku hanya ingin menantang tuan muda untuk bertarung dengan saya, jika tuan muda bisa menang maka aku akan melakukan apapun untuk tuan muda Gun Ta Lin, tetapi jika tuan muda Gun Ta Lin kalah maka aku hanya akan meminta satu permintaan saja." Ucap Yuan Zuam tersenyum.


"Sudah berakhir nasibmu pria bodoh." Gumam Qin San.


"Jika hanya itu yang ingin nona muda ini mau maka aku akan menerimanya." Ucap Gun Ta Lin yang merasa bahwa ini hanya masalah sepela baginya.


Gun Ta Lin ini memang dikenal sebagai jenius di kerajaan ini, dengan usianya yang berada di sekitar 100 tahun ia sudah mencapai ranah jendral dewa puncak, yang menandakan bahwa ia seorang jenius.


Mendengar ini semua orang berspekulasi bahwa Yuan Zuan sedang mencari masalah kepada orang salah dan semua ini hanya akan membuatnya menyerah dengan sedikit perjuangan.


"Aku kira pria ini hanya bodoh, tetapi ternyata dia sangat bodoh." Gumam Qin San.


"Nona anda tenang saja kali ini aku tidak akan terlalu serius dalam menghadapi nona muda." Ujar Gun Ta Lin yang terkesan meremehkan.


"Oh, aku takut jika anda tidak serius anda akan memiliki nasib yang buruk." Jawab Yuan Zuan tersenyum tipis.


"Nona kalau begitu mari kita mulai." Ucap Gun Ta Lin mengeluarkan sebuah tombak dari cincin penyimpananya.


Gun Ta Lin melesat dan mencondongkan tombak itu kepada Yuan Zuan. Yuan Zuan melihat itu ia hanya tersenyum lalu ia mengangkat tanganya dan menggunakan jari telunjuknya untuk menghentokan tombak itu.


Pang.....


Suara tombak yang berbenturan dengan kekuatan spiritual terdeengar begitu nyaring.


"Tuan muda Gun Ta Lin, sepertinya anda memang tidak menghadapiku dengan serius." Ucap Yuan Zuan dengan nada menggodanya.


"Apa ini kenapa wanita ini bisa begitu kuat." Batin Gun Ta Lin terkejut.


"Nona muda sepertinya anda meremehkan saya, jika itu yang nona muda inginkan maka aku akan mulai serius." Gun Ta Lin menarik tombaknya kebelakang dengan melakukan salto.

__ADS_1


Dia melompat keudara kemudian ia mengeluarkan kekuatanya yang berada di ranah jendral dewa puncaknya.


Merasakan kekuatan itu semua orang disana merasa tekanan yang sangat kuat, tetapi tidak dengan Yuan Zuan ia hanya menanggapi kekuatan itu dengan senyuman yang dapat menghancurkan sebuah kota dan negara.


"Tombak pemusnah naga, serang." Teriak Gun Ta Lin bersamaan dengan seiluet naga di tombak miliknya yang mengandung daya hancur yang kuat.


"Hihihi cukup menarik, tapi sayangnya masih sangat lemah." gumam Yuan Zuan.


"Teratai kehidupan hancurkan untuku." Ucap Yuan Zuan lirih dan sebuah teratai putih transparan terbentuk dengan indah di tangannya lalu teratai itu dengan pelan melesat dengan anggun ke arah Gun Ta Ling.


Banggg.......


Teratai kehidupan dan tombak pemusnah naga berbenturan membuat sebuah daya hancur yang kuat di sekitar mereka, tapi hanya beberapa saat terlihat bahwa tombak pemusnah naga milik Gun Ta Lin mengalami retakan.


"Bagaimana bisa ini terjadi." Tanya Gun Ta Lin kebingungan.


Krakk..


Pyar....


Tombak Pemusnah naga Gun Ta Lin hancur menjadi kepingan besi yang tidak berguna.


Sedangkan Teratai kehidupan milik Gun Ta Lin masih melesat ke arah Gun Ta Lin, Pengawal Gun Ta Lin yang melihat Tuanya dalam bahaya mereka melesat membentuk formasi untuk melindungi Gun Ta Lin dari teratau kehidupan.


Tetapi formasi mereka gagal dan malah membuat mereka terluka kafena ledakan dahsyat dari teratai kehidupan.


Bomm.....


Ledakan besar terjadi membuat semua orang ketakutan.


Niat mereka yang ingin mendekati Yuan Zuan seketika runtuh menjadi abu.


Semua orang didalam kerajaan yang merasakan ini keluar satu persatu, bahkan Dewa petir sendiri yang merupakan kaisar mereka juga datang kesana untuk memastikan bahwa tidak ada penyusup yang datang kembali untuk menyerang kerajaan mereka karena ia tak mau acara ini menjadi kacau karena ulah tikus tikus pengacau.


.......


Bersambungg...

__ADS_1


__ADS_2