
San Liu tersenyum ke arah Qin San, ia yang sudah mengingat semuanya dengan terburu buru ia memeluk Qin San dengan pelukan kerinduan, Qin San juga membalas pelukan San Liu dengan erat.
Setelah sesi pelukan yang cukup lama mereka berdua melepaskan pelukan itu, Qin San menatap San Liu dengan seksama, ia membelai wajah cantiknya lalu mencium singkat bibirnya, mendapat kasih sayang dari Qin San, San Liu menunduk malu.
"Ada apa, apakah ada yang salah." Tanya Qin San sambil membelai rambut San Liu yang bertingkah manja seperti anak kecil.
"Tidak, aku....aku sangat merindukanmu Gege."Ucapnya meneteskan air mata kesedihan dari mata indahnya.
"Aku juga merindukanmu, Oh ya ngomong ngomong bagaimana kamu bisa ada di sini?, dan bagaimana setengah jiwamu bisa terpisah seperti ini?."Qin San bertanya karena ingin tahu.
San Liu enggan berbicara ia takut jika suaminya marah dan menghancurkan dunia ini seperti dahulu di alam kekosongan.
"Tidak apa, aku tidak akan marah seperti dulu lagi."Ucapnya yang tahu pikiran dari San Liu.
Mendengar itu San Liu perlahan lahan membuka mulut kecilnya, Ia menceritakan segalanya yang terjadi padanya dari mulai awal ia diculik sampai ia terbebas karena bantuan Qin San.
Pada saat itu ia masih berumur 10 tahun semenjak ia di reinkarnasikan kedunia ini, Ia adalah gadis yang sangat periang dan tentunya manja terutama kepada keluarganya, pada waktu itu ada sebuah perayaan di kota Sanyang yang bertepat di kerajaan ini, acara itu berjalan lancar seperti biasa, tetapi saat perayaan akan berakhir tiba tiba pasukan beriubah hitam menyerang kerajaanya. Pasukan kerajaan sanyang dan orang orang berjubah hitam itu bertarung dengan sengit hingga banyak korban jiwa yang berjatuhan di antara kedua belah pihak, San Liu melihat keluarganya mengalami kesulitan ia maju untuk membantu mereka tetapi saat ia hendak membantu orang tuanya seorang pria berjubah hitam yang memiliki aura sangat kuat menangkap dirinya. Ditangkap oleh pria berjubah hitam San Liu hanya bisa meronta ronta ia sama sekali tidak bisa melepaskan dirinya dari pria berjubah hitam itu, ayah dan ibu San Liu melihat San Liu di tangkap oleh orang berjubah hitam mereka berdua menyerang orang berjubah hitam itu dengan ganas, karena kekuatan pria berjubah hitam itu lebih kuat dari mereka berdua pada akhirnya kedua orang tua San Liu terbunuh di sana.
Kakek San Liu juga membantu untuk menyelamatkanya, tapi apalah daya walaupun kakeknya bergabung tetap saja tidak bisa mengubah situasi, dan alhasil kedua orang tua San Liu yang memaksakan diri untuk menyelamatkan putrinya, mereka mati karena di bunuh oleh orang berjubah hitam itu.
__ADS_1
Setelah ia di culik oleh orang berjubah hitam itu, ia di buat pingsan olehnya agar ia tidak berontak, setelah itu ia tidak ingat kejadian apapu, ya karena itu pada saat San Liu pingsan Orang berjubah hitam itu atau yang saat ini kita kenal dengan leluhur assosiasi hitam melakukan ritual pemisahan setengah jiwa milik San Liu, Untuk jiwa yang memiliki kekuatan dewi kegelapan itu masih menyatu dengan tubuhnya sedangkan jiwa dewi airnya di kurung oleh leluhur assosiasi hitam di dalam jurang ini.
Jika kalian bertanya tanya bagaimana cara leluhur assosiasi hitam bisa kedalam jurang kutukan dewa maka jawabanya karena leluhur assosiasi hitam memiliki artefak yang bisa menembus larangan kutukan di sini, Artefak itu ia temukan pada saat sedang menjelajahi gurun kutukan dewa dan pada saat itu, ia membuat perjanjian dengan pemilik dari pedang kutukan dewa atau bisa kita sebut dengan Lefinar atau mereka sebut tuan Nar yaitu menyelamatkanya,dan untuk bayaranya ia akan mendapat kekuatan yang sangat kuat. Benar saja jiwa dari Lefinar memberikan seluruh kekuatanya kepada leluhur itu, dan leluhur itu bisa menjadi sangat kuat dan membentuk assosiasi hitam.
Setelah memisahkan setengah Jiwa San Liu, Leluhur itu memanfaatkan San Liu sebagai muridnya dan ia gunakan untuk meneror semua orang yang berani menantang assosiasi hitam, Sedangkan untuk jiwa dewi airnya ia segel di dalam jurang kutukan dewa sebagai pasokan energi untuk tubuh Lefinar yang tersegel di salah satu lorong, jadi itulah alasan kenapa jiwa dewi air San Liu nampak lemah saat Qin San melihatnya.
Setelah menceritakan beberapa saat Qin San mengepalkan tanganya, auranya yang kuat terus meningkat membuat lorong itu bergetar.
"Gege tenangkan dirimu.."Ucap San Liu lembut.
Mendengar itu Qin San tersenyum lalu ia menoleh kesamping kanan dan kirinya, ia berpikir bagaimana ia akan keluar.
"Entahlah Gege, aku juga tidak tahu." San Liu menggelengkan kepalanya.
Qin San berpikir keras tentang ini, ia keluar dari lorong itu dengan San Liu yabg mengikuti dari belakangnya.
Tapi Saat mereka melewati air yang berbatasan dengan magma, Sebuah array formasi tiba tiba aktif mengurung San Liu kembali, Melihat itu Qin San terkejut, ia tidak menyangkan jika array di sini masih aktif.
Ya jika kekuatan spiritualnya tidak di tekan, Qin San mungkin bisa menyadari itu, tetapi karena kekuatan spiritualnya di tekan pantas jika ia tidak bisa merasakanya.
__ADS_1
"Cih, Sudah lama aku tidak menggunakan kekuatan ini, karena array ini berani menghalangi jalanku, hanya menghancurkanya adalah pilihan terbaik."Ucap Qin San mengeluarkan aura naga takdir serta Kaisar dewa elf yang sangat mendominasi, Array Itu seperti takhluk dan hancur dengan sendirinya daat mengetahui sosok absolute.
Karena auranya yang mendominasi juga berkuasa membuat alam sekitar seperti tunduk padanya, tak terkecuali kutukan yang berada di sana, seketika menghilang dengan sekejab tapi itu hanya berlaku terhadap kepada Qin San saja.
"Apa..., aku tidak tahu jika menggunakan aura Sang naga takdir dan kaisar elf bisa membuat kutukan yang berada di sini tidak berpengaruh padaku."Ucap Qin San terkejut.
"Jika aku tahu mungkin aku sudah melakukanya sejak dulu."Tambah Qin San.
San liu merasakan aura itu bahkan ia membungkuk entah kenapa, tapi aura memberikan inisiatif untuk membungkuk kepada Qin San.
Qin San melihat San Liu yang membungkuk ia mengangkat tubuhnya, mengusap rambutnya sebentar lalu menggandeng tanganya, karena kutukan di sini tidak berpengaruh padanya maka ia langsung berteleport ke tempat Long Tian.
Long Tian masih berada di posisinya,tapi bedanya kali ini ia melakukan posisi meditasi.
Merasakan kehadiran seseorang yang di kenalnya Long tian membuka matanya, ia sedikit terkejut saat mengtahui Qin San bisa menggunakan kekuatanya di dalam domain pedang kutukan dewa, tapi saat ia mengetahui Qin San mengaktifkan aura naga takdir dan aura kaisar dewa elf ia tidak heran karena aura absolute seperti naga takdir dan Kaisar Dewa elf tidak mungkin bisa di tekan oleh pedang Kutukan dewa.
.........
BERSAMBUNGG...
__ADS_1