
Saat menerima pill-pill itu tangan Jia Mei terlihat bergetar, ia bahkan terlihat sangat senang seolah olah pill itu di berikan secara cuma cuma padanya.
"Em.. em.." Qin San berdehem membuyarkan lamunan dari Jia Mei.
"Ma.. maaf tuan, jadi berapa harga dari pill pil ini." Tanya Jia mei basa basi.
"Bukankah kau tahu sendiri harga yang biasanya di tetapkan." Ucap Qin San merasa aneh melihat Jia Mei.
"Em.. kalau dari pelelangan kami harga pill sebanyak ini memiliki harga 20 Juta emas lebih, bahkan mungkin bisa tembus hingga 50 juta atau bahkan 100 juta jika peserta lelang terus menaikan harganya, tapi dengan kondisi sekarang ini bisa saja tuan menghasilkan sekitar 150 juta." Ucap Jia mei tersenyum di balik cadarnya saat menatap wajah Qin San yang ternyata sangat tampan.
"Jadi berapa sebenarnya yang ingin nona berikan padaku." Tanya Qin San.
"Untuk sekarang saya hanya bisa memberikan 50 juta keping emas terlebih dahulu, nanti ketika pelelangan telah usai saya akan memberikan sisanya kepada tuan." Jia Mei memberikan 50 jt keping emas pada Qin San.
"Hm.. kalau begitu aku pergi dulu ke ruangan lelang." Ucap Qin San melangkah pergi.
"Tuan tunggu." Kata Jia Mei menghentikan langkah Qin San.
Mendengar itu Qin San berbalik.
"Apakah ada yang perlu saya bantu nona." Tanya Qin San.
"Tuan saya hanya akan memberikan Token ini kepada tuan, Token ini adalah token VVIP di rumah lelang kami, jika nanti tuan bertemu seorang pelayan tuan bisa menunjukan token ini, dan nanti otomatis pelayan itu akan mengantarkan tuan ke ruangan tuan." jelas Jia Mei.
"Ini...!! bukankah ini terlalu berlebihan." tanya Qin San sedikit bingung.
"Tidak tuan, justru menurutku ini masih kurang untuk menjamu tuan muda di rumah pelelangan kami, karena tuan telah melelang dengan nilai nominal lebih dari 50 juta." Ucap Jia mei menjelaskan.
"Ya.. baiklah kalau begitu aku pergi dulu, dan juga terima kasih." Qin San berbalik dan berjalan menuju ruang lelang.
di depan ruamg lelang ia langsung di sambut oleh kedua penjaga di sana.
__ADS_1
"Selamat datang tuan di pelelangan kami." Ucap dia penjaga di sana dengan sopan.
"Ada apa dengan dua penjaga ini." Gumam Qin San melihat perubahan sapaan terhadapnya padahal pada orang lain kedua ini sangat tidak sopan.
"Hm." Kata Qin San sambil menunjukan Token di tanganya.
Melihat itu kedua penjaga itu membungkuk pada Qin San.
"Tuan bisa ikuti saya keruang tuan." Ucap penjaga itu.
mendengar itu Qin San hanya mengangguk.
Qin San mengikuti salah satu penjaga itu kelantai dua ke sebuah ruangan dengan satu buah sofa panjang dan satu meja yang diatanya ada beberapa minuman seperti anggur, arak dan lainya.
Ruangan itu terlihat lumayan mewah, berukuran 7 m× 7m persegi, dengan kaca besar yang berada di muka ruangan sehingga dapat terlihat orang orang yang berada di luar ruang tersebut tetapi orang luar tidak bisa melihat orang yang berada di dalamnya.
Ruangan itu memiliki gaya artistic yang unik dengan di lengkapi oleh ornamen ornamen dan lukisan yang terpajang di dinding ruangan vvip tersebut, tak lupa tentunya ada dua wanita cantik di sana yang siap melakukan apa saja demi tamu mereka, bahkan jika mereka berdua di suruh untuk melakukan itu mereka akan melakukanya dengan senang hati, apalagi tamunya seperti Qin San, mereka malah seperti tidak sabar untuk segera melakukanya.
Qin San duduk di sofa panjang sambil memegang guci arak di depanya, lalu ia meminumnya dengan pelan.
"Ada.., jika kalian ingin membantuku sebaiknya kalian berdua pergi dari sini." Ucap Qin San datar tanpa kenatap kedua pelayan itu.
Pelayan itu geram saat Qin San menolak mereka, tapi mau bagaimana lagi permintaan seorang tamu tidak boleh di tolak maka mereka harus memendam amarah mereka itu sendiri.
"Cih.. untung saja sangat tampan, jika tidak aku mungkin akan langsung membunuhnya di sini." Batin kedua wanita itu menatap gelagat Qin San saat meneguk araknya.
Setelah keduanya pergi Qin San hanya termenung di sana sambil menatap hiruk pikuk peserta lelang yang sedang berbicara satu sama lain sambil tertawa lepas.
"Orang orang di sini cukup kuat, tentunya pria paruh baya itu dan beberapa pengawalnya."Ucap Qin San saat melihat sebuah rombongan besar sengan lambag sebuah api merah yang memebara dengan naga api yang memgelilingi api tersebut.
"Sepertinya rombongan itu adalah rombongan dari kerajaan yang sedang mencariku,dengan adanya mereka aku akan sedikit terhibur. Karena mereka ingin membuat masalah denganku maka aku yang akan membuat masalah lebih dulu." Ucap Qin San menyeringai.
__ADS_1
"Raja Yang Kai telah datang." Umum seorang prajurit.
Wajah Yang Kai terlihat Buruk saat ia memasuki rumah lelang itu, ia sekarang benar benar merasa di permalukan karena prajuritnya tidak bisa menangkap orang yang telah membunuh anaknya.
"Jia Xue, apakah kau menemukan orang yang telah membunuh anaku." Tanya Yang Kai pada Jia Xue yang tak lain adalah wanita yang menghentikan Qin San tadi.
"Maaf yang mulia, orang yang membunuh tuan muda Yang Bu sangat kuat, hamba tadi sempat bertarung denganya setelah dia mengalahkan saya orang itu kabur, tapi menurut saya orang itu masih berada di sekitar sini karena saya pikir otamg itu kemari karena ingun mengikuti lelang." Ucap Jia Xue.
"Dasar bodoh, wanita bodoh sepertimu harusnya mati saja, menghentikan orang bodoh saja tidak bisa." Yang Kai mengamuk lalu menampar Jia Xue.
"Plak...
Jia Xue yang ditampar oleh Yang Kai ia pingsan hingga mulutnya mengeluarkan darah segar.
"Bawa dia pergi, kalau perlu buang saja wanita tidak becus ini, atau kalian juga bisa menikmatinya semau kalian." Ucap Yang Kai lalu kembali berjalan ke ruang Vip nya.
Qin San melihat itu hanya menatap kasihan pada wanita itu.
Semua prajurit yang mendengar perintah dari Raja yang kai tentunya sangat senang karena setelah sekian lama hanya bisa memandang tubuh Jia Xue akhirnya mereka bisa menikmatinya.
Tanpa rasa malu sedikitpun para prajurit pria itu melepas pakaian mereka di tempat umum, tapi pada saat mereka ingin menyentuh Jia Xue, tiba tiba saja Jia Xue menghilang.
"Dimana wanita itu." Tanya salah satu prajurit merasa kesal karena wanita yang baru saja ingin dia buat kehilangan keperawananya tiba tiba menghilang begitu saja.
"Sial, siapa yang berani menyelamatkan orang itu." Ucap prajurit lainya.
"Siapa yang berani menyelamatkan wanita sialan itu." Ucap Yang Kai juga bingung.
Di ruangan Qin San, terlihat seorany wanita cantik yang sedang berbaring lemah di sampingnya.
"Huh... untung saja aku cepat menyelamatkanya jika tidak mungkin juba beladiriku akan di sobek oleh para bajingan itu." Ucap Qin San lega.
__ADS_1
........
BERSAMBUNGG.....