Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
KOTA NERAKA


__ADS_3

"Dengan kecepatanku sekarang untuk menempuh Kekaisaran Qin aku membutuhkan 4 hari perjalanan."ucap Qin San melihat kedepan.


Qin San terbang tanpa hambatan dia juga terkadang istirahat di hutan selama 1 jam dan lalu terbang kembali.


Setelah sekitar 1 hari perjalanan yang melelahkan Qin San akhirnya menemukan sebuah kota yang berada di bagian agak dekat dengan perbatasan Benua selatan dan timur.


Karena ia sudah lelah Qin San memutuskan untuk mandarat ke bawah di depan gerbang kota yang bertuliskan kota neraka.


Qin San yang melihat gerbang itu bertuliskan kota neraka ia merasa aneh dengan penamaan kota ini.


"Nama kota ini sungguh aneh sekali."ucap Qin San yang kemudian masuk ke kota tanpa adanya penjagaan di gerbang kota.


Setelah berjalan ke kota itu Qin San sangat terkejut dengan dalam kota itu terlihat disana terdapat banyak mayat mayat manusia yang terpampang di Dinding rumah dan pohon.


"Benar kota yang kejam seperti penamaanya."ucap Qin San melihat Pemandangan Awal kota itu.


Qin San pun melanjutkan perjalananya ke dalam kota itu di jalan Qin San mendengar banyak teriakan dan jeritan orang yang di siksa dan di perkosa di dalam rumah.


Ia juga melihat seorang anak perempuan kecil berusia 9 tahun yang akan di jual oleh ayahnya sendiri untuk di jadikan budak oleh orang yang membelinya yang membuat anak kecil itu menangis memohon pada ayahnya agar tidak menjualnya.


Qin San yang melihat itu ia langsung menghampiri mereka dan menampar ayah anak itu dengan keras.


"Kau dasar ayah bajingan kau tega menjual anakmu sendiri hanya demi uang."ucap Qin San dengan nada marah.


Ayah anak itu yang di tampar oleh Qin San ia juga marah.


"Siapa kau beraninya kau mencampuri urusanku."ucap Ayah anak kecil itu.


"Aku hanya orang lewat yang melihat pemandangan tidak enak dan ingin menyingkirkanya."ucap Qin San pada ayah anak itu.


"Dan kau kenapa kau menjual anakmu sendiri."ucap Qin San pada ayah anak itu.


"Kenapa....hahahha emangnya apa urusanya denganmu dia adalah anaku jadi dia harus menuruti semua perkataanku."ucap ayah anak itu pada Qin San.


Sedangkan orang yang akan membeli anak itu hanya diam di tempat tanpa ekspresi dan berkata.


"He apakah kau jadi menjual anakmu itu,kalau kau menjualnya aku akan memberimu 10 tael emas."ucap pembeli itu dengan ekspresi datarnya.

__ADS_1


"Baik aku akan menjualnya 10 tael emas padamu."ucap ayah anak itu menyetujuinya.


Sedangkan anak perempuan itu yang akan di jual ia menangis tersedu sedu.


Qin San yang melihat itu semua ia menjadi sangat marah tetapi ia juga tak ingin menimbulkan masalah di kota ini karena bagaimanapun Qin San tak tahu tentang kota ini.


"Aku akan membeli anak ini 10000 tael emas ."ucap Qin San yang memberikan harga karena kasihan dengan anak kecil itu dan juga ia merencanakan untuk mengangkat anak kecil itu sebagai adiknya.


Ayah dari anak itu yang ingin menerima uang dari pembeli itu langsung tak jadi menerimanya dan menoleh pada Qin San.


Qin San yang melihat ayah dari anak itu menoleh ke arahnya ia tanpa pikir panjang mengambil 10000 tael emas dan melemparkanya pada pria itu.


Lalu Qin San membawa anak itu pergi dari situ berjalan kembali mencari penginapan.


Anak itu yang di bawa Qin San merasa takut padanya tetapi Qin San yang melihat anak itu takut padanya ia menghiburnya.


"Em adik tak perlu takut dengan kakak,kakak akan selalu melindungi adik."ucap Qin San pada anak kecil itu dan memberikan sebuah permen ke pada anak itu yang langsung di terima anak kecil itu.


"Oh ya adik kalau boleh tahu siapa nama adik ini."ucap Qin San pada anak kecil itu yang menjilati permen pemberian Qin San dengan rakus.


Qin San yang mendengar bahwa anak itu tak tahu namanya sendiri ia memikirkan nama anak ini.


"Karna adik tidak tahu nama adik bagaimana bila kakak memberikan nama pada adik."ucap Qin San melihat anak kecil itu menjilati permenya dengan wajah imut.


"Emm boleh kak."ucap anak kecil itu menyetujuianya.


"Hm bagaimana kalau aku berinama adik Qin Zu."ucap Qin San memberikan nama yang sama dengan marganya.


"Qin Zu itu nama bagus kak aku suka."ucap anak kecil itu pada Qin San.


"Em kak kalau nama kakak siapa dan kenapa kakak memakai topeng."ucap anak kecil itu melihat Qin San dengan wajah imutnya.


"Nama kakak adalah Qin San."ucap Qin San lalu membuka topengnya pada Qin Zu dan menutupnya kembali.


Qin Zu yang melihat wajah Qin San ia kagum dengan ketampanan Qin San.


"Hm kakak sangat tampan."ucap Qin Zu kagum dengan wajah Qin San dan memperlihatkan wajah imut Qin Zu yang membuat Qin San gemas dan mencubitnya.

__ADS_1


"Aau kak itu sakit."ucap Qin Zu dengan wajah cemberutnya.


"Hehe maaf adik."ucap Qin San dengan menggaruk kepalanya.


Lalu selesai mereka berbincang bincang Qin San melihat sebuah penginapan yang sekaligus juga adalah rumah makan yang bernama surga.


Qin San yang melihat Nama itu malah menjadi bingung.


"Eh kenapa nama tempat ini malah surga."ucap Qin San binggung lalu masuk dengan menggandeng Qin Zu.


Setelah masuk ia melihat suasana yang sangat mewah di dalamnya dan juga terdapat peraturan yang sangat tidak mengizinkan untuk berbuat jahat di tempat makan ini dan juga bila melanggar orang itu akan langsung di bunuh oleh pemilik tempat ini yang di katakan pemiliknya adalah seoarang yang sudah mencapai half saint tingkat puncak yang akan segera menembus tingkat penyempurnaan.


Qin San dan Qin Zu lalu duduk di kursi masing masing dan pelayan datang untuk melayani mereka.


"Apakah ada yang anda ingin pesan tuan."ucap Pelayan itu dengan sopan.


"Em aku ingin dua makanan terbaik di sini."ucap Qin San pada pelayan itu.


"Baik tuan saya akan mengambilkanya tolong tuan tunggu sebentar."ucap pelayan itu sopan.


Pelayan itu lalu pergi mengambilkan makanan di dapur.


Setelah beberapa saat pelayan itu datang dan membawakan dua piring dengan porsi besar meletakan di depan Qin San dan Qin Zu.


"Silahkan di makan tuan."ucap pelayan itu membungkuk.


Qin San mendengar itu hanya mengangguk pada pelayan itu.


"Adik silakan dimakan."ucap Qin San melihat Qin Zu yang ternyata ia sudah memakan makananya dengan lahap.


Qin San yang melihat adiknya memakan makananya dengan rakus ia hanya mengelengkan kepalanya dan tersenyum ke arah Qin Zu.


"Adik kalau makan pelan pelan saja nanti kamu tersedak."ucap Qin San sedikit menasehati Qin Zu.


.....................


BERSAMBUNGG.........

__ADS_1


__ADS_2