Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
menghilangkan semua jebakan dan menghadapi monster.


__ADS_3

Qin San berjalan menyusuri padang rumput itu sambil melihat kesana kemari dia juga tak lupa untuk mengedarkan pandangan spritulnya yang akan berguna untuk mendeteksi sekitar dari sesuatu yang berbahaya.


Selama menyusuri tempat itu Qin San hanya menemukan pohon pohon saja dan bahkan ketika ia menggunakan pandangan spiritualnya,pandangan spiritual Qin San seperti di batasi olwh sesuatu sehingga ia tak bisa melihat dengan jelas di sekitarnya karena ketika setiap ia akan melihat pandangan spiritual Qin San seperti di tutupi oleh kabut putih yang sangat tebal.


Qin San yang terus menyusuri hutan itu ia tiba tiba menjadi bingung karena tempat yang selalu ia lewati selalu sama seperti ia hanya berputar putar ssja di tempat itu.


"Sial apakah ini ilusi lagi,tetapi ilusi ini sepertinya sangat berbeda bahkan dengan pandengan spiriyualku dan juga mata kekosongan tak dapat melihatnya."ucap Qin San yang kebingungan.


Yang tak di ketahui oleh Qin San adalah tempat itu bukan ilusi melainkan sebuah labirin besar yang dapat menyesatkan seseorang jika mereka terjebak di dalamnya.


"Hahhh bagaimana mungkin tempat seperti ini ada."ucap Qin San yang kebingungan karena terjebak dan terus berputar putar saja di tempat.


Qin San terus berpikir mencari solusi agar ia bisa keluar dari sana,ia terus berpikir hingga waktu yang sangat lama tetapi walaupun ia berpikir sangat keras ia tak menemukan jawabanya sama sekali dan itu membuatnya sangat frustasi sehingga ia memukul sebuah pohon di depanya hingga hancur.


"Boommmm."suara ledakan pohon yang di pukul oleh Qin San terdengar.


Qin San yang memukul pohon iyu menjadi aneh pasalnya ketika ia memukul pohon itu tiba tiba terjadi reaksi aneh yang membuatnya curiga.


Dan juga pohon yang di pukul oleh Qin San seketika itu mengeluarkan sebuah cahaya berbentuk sebuah kunci yang melayang di cahaya.


Melihat cahaya itu QinSan sekarang yakin bahwa kunci jawaban dari tempat ini sebenarnya berada di pohon pohon ini.


"Hem sepertinya aku harus menghancurkan pohon pohon ini satu persatu agar lebih mudah mencari tempat keluar dari sini."ucap Qin San tersenyum karena telah menemukan petunjuk.


Tanpa pikir panjang lagi Qin San lalu menghancurkan salah satu pohon dan ketika pohon itu hancur pohon iti berbeda dengan pohon tadi dan pohon yang di pukul Qin San ini seketika meledak.

__ADS_1


Booommmmmm.


Untung sebelum pohon itu meledak dengan sangat keras Qin San cepat cepat segera melesat pergi karena ia ketika memukul pohon itu ia merasakan firasat bahaya jadi dia langsung pergi dari dekat pohon itu.


"Hm jadi begini,tidak setiap pohon merupakan sebuah kunci tapi juga ada beberapa jebakan."ucap Qin San menerka.


"Jadi bagaimana cara agar bisa membedakan antara pohon jebakan dan pohon kunci."ucap Qin San berfikir.


"Baiklah untuk mencobanya aku akan mencoba memukul beberapa pohon dan melihat apakah ada perbedaan dari pohon kunci dan pohon jebakan."ucap Qin San lalu berjalan ke arah pohon yang berada di samping kirinya.


Booommmm.


Pohon itu langsung roboh seketika dan setelah pohon itu roboh tiba tiba keluar cahaya berwarna merah dengan sebuah run yang berada pada cahaya merah yang lalu mengeluarkan sebuah batu dari bawah tanah yang tak lain adalah sebuah golem yang sangat besar tetapi golem itu bukan golem batu melainkan adalah goleb besi dengan api di sekujur tubuh golem itu.


Selesai golem itu keluar dari bawah tanah golem itu memukul dadanya sendiri seperti seorang gorila yang sedang marah dan langsung melesat mengepalkan tinjunya ke arah Qin San.


Booommm....


Akibat dari pukulan itu Golem itu terpental ke belakang menabrak tanah dan sedangkan Qin San hanya diam saja di tempat tanpa bergerak karena berkat tubuh naga takdir pukulan Qin San di untungkan dan Qin San tak mendapatkan luka sama sekali.


Golem besi yang terseungkur di tanah ia bangkit kembali dan kembali menerjang ke arah Qin San,Qin San juga tak tinggal diam ketika Golem besi itu menyerangnya ia langsung mengeluarkan pedangnya dan menebas kepalanya yang seketika ia langsung terjatuh ditanah.


Tapi walaupun kepalan golem itu jatuh Qin San tetap tak mengendorkan penjagaannya karena ia tahu bahwa golem itu akan menyambung kembali dan benar saja kepala golem itu yang berada di tanah llangsung menyambung kembali.


Melihat golem itu yang bangkit kembali Qin San langsung mengeluarkan sebuah api hitam dari tanganya yang sebesar sebuah bola dan lalu melemparkanya ke arah golem besi.

__ADS_1


Golem besi yang terkena api hitam ia berguling guling di tanah karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya dan apalagi dia tubuhnya tak bisa menyambung kembali,beberapa saat kemudian golem besi itu hancur menjadi abu.


"Huhh untuk mempersingkat waktu aku sebaikanya membakar hutan ini,walaupun akan berbahaya tetapi lebih baik langsung menghadpi semuanya agar singkat dari pada menghadapinya satu persatu.


Qin San ia langsung membuat api hitam dari tanganya lalu ia terbang ka atas langit mengangkat tanganya ke atas dan membentuk sebuah api hitam yang sangat besar sehingga membua suhu di menara ke enam itu menjadi sangat panas.


"Hujan Api hitam."ucap Qin San lalu membuat api hitam yang sangat besar itu memecah menjadi api kecil kecil seperti butiran tetesan air.


"Jatuh."ucap Qin San yang lalu api hitam kecil itu jatuh ke mengenai pohon pohon itu dan membakarnya hingga habis.


Setelah membakar pohon pohon itu terlihat sekitar 10 cahaya putih di lingkar arah hutan sedangkan untuk cahaya lain adalah cahaya jebakan boom maupun monster monster.


"Saatnya melakukan pembantaian."ucap Qin Dan tersenyum melihat monster monster dari pohon yang telah hancur.


Qin San lalu mengeluarkan pedang kekosonganya dan melapisi pedang itu dengan api hitam karena pedang kekosongan adalah pedang yang tak bisa di bakar oleh api hitam jadi Qin San menggunakanya untuk membantai para monster di sana.


"Hehe bersiaplah kalian para monster."ucap Qin San melesat satu persatu membantai para monster itu.


Sekitar setengah jam 1 jam akhirnya monster monster itu hancur dan hanya menyisakan satu monster yang mengeluarkan hawa yang sangay dingin yang dapat menetralisir api hitam milik Qin San.


"Bagaimana bisa monter ini menetralosir api hitam,apakah monster ini memiliki tubuh dengan embun dewa di dalamnya."ucap Qin Dan menebak nebak karena menurutnya yang bisa menetralisir api hitam hanya embun dewa yang sangat langka yang biasanya berada di pegungan kematian yang merupakan tempat terlarang di dunia dewa tetapi ini berbeda dengan yang ada di sejarah sejarah karena embun dewa di sini juga bisa menyatu dengan monster yang menyerupai seekor beruang ini.


"Hm kalau begini aku hanya bisa menggunakan kekuatanku sendiri karena api hitam ini tak akan berpengaruh pada monster itu."ucap Qin San melihat monster beruang dengan hawa dingin di sekujur tubuhnya.


......................

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2