
"Haha baiklah bocah,sepertinya kau tak sabar untuk aku pukuli."ucap Shen Zing melihat Qin San yang bersemangat.
"Pak tua terima ini tekhnik sayatan kekosongan."sebuah sayatan dari pedang kekosongan berbentuk bulan sabit melesat menyerang ke arah pak tua Shen Zing.
Pak tua Shen Zing melihat itu ia hanya tersenyum"hehe cuma menerima serangan sampah ini."ucap pak tua Shen Zing lalu menghisap sayatan kekosongan itu.
Melihat tekhniknya yang terhisap oleh kekuatan dari pak tua Shen Zing Qin San tersenyum.
"Pak tua tak kusangka kau sangat menarik untuk di jadikan teman sparing bahkan kau sudah menguasai dao Penghisap."ucap Qin San sambil melesat dengan cepat menyerang pak tua Shen Zing dengan cara serangan bertubi tubi.
Tetapi serangan Qin San itu dapat di tahan oleh pak tua shen Zing dengan mudah dengan hanya menghindarinya atau kadang ia menangkisnya.
"He nak seranganmu memang sangat cepat tetapi gerakanmu masih kaku."ucap pak tua Shen Zing melihat serangan kaku Qin San padanya.
Sebenarnya bukanya serangan Qin San yang kaku tetapi karena ia jarang sekali berlatih pedang karena saat ia mati ia sudah seperti kehilangan jiwa pedang dalam dirinya yang membuat ia menjadi kaku.
"Pak tua kau memang hebat tapi..."ucap Qin San yang ternyata menyerang Shen Zing bukan karena Ia ingin mengalahkanya,karena ia yakin jika ia menyerangnya ia tak dapat mengalahkanya bagaimanapun pengalaman bertarung Shen Zing lebih banyak dari Qin San.
"Hehe pak tua...array pengikat...."seketika muncul sebuah tangan tangan hitam dari tanah yang memegang kaki dari Shen Zing.
"Sekarang....tekhnik kekosongan gerakan ke dua tangan kehampaan."ucap Qin San mengeluarkan sebuah tangan hitam yang sangat besar dari sebuah kekosongan.
Shen Zing yang gerakanya di tahan oleh array dan tangan kehampaan yang dapat menekan seseorang yang berada di dalam cengkraman tanganya ia hanya tersenyum lalu memancarkan aura kaisar elfnya yang seketika meng hancurkan tangan kehampaan dan array.
Qin San melihat itu is tersenyum karena menurutnya kaisar dewa elf ini memang tak akan mudah di hadapi.
"Pak tua kau memang pantas gelarmu adalah kaisar elf kau memang sangat kuat."puji Qin San pada Shen Zing.
__ADS_1
"Bocah kau juga lumayan,tapi sudah selesai bermain mainya dan sekarang giliranku menyerangmu."ucap Shen Zing tersenyum dengan melesat ke arah Qin San yang hanya menggunakan tangan kosong saja.
sesaar kemudian shen Zing sudah sampai di depan Qin San dan is langsung memukulnya di bagian perutnya.
Tetapi saat pukulanya mengenai Qin San,Qin San langsung membelah dirinya menjadi beberapa bagian dengan mengandalkan sebuah array yang ia buat untuk mengelabui musuh.
"Hehe bocah tekhnik ini hebat juga,tapi nak aku akan tunjukan bagaimana cara membelah diri menjadi banyak bagian.
"Tehknik klon elf kuno."ucap Shen Zing membelah dirinya menjadi sangat banyak yang mengelilingi bayangan Qin San.
Qin San melihat banyaknya klon dari Shen Zing ia tersenyum.
"Hehe pak tua sesuai perkiraanku kau pasti akan menggunakan tekhnik klon yang lebih baik dari tekhnik klon ku,sayangnya...."
"Array pembakaran api hitam."sebuah array yang sangat besar tiba tiba muncul di bawah kaki semua klon milik Shen Zing.
"BAkar..."setelah mengatakan itu tiba tiba di array itu mengeluarkan api hitam yang menbakar setiap klon yang membuat setiap klon itu terbakar.
"Bocah terima ini."ucap Shen Zing mengeluarkan tekhniknya.
"Tapak segala sisi."ucap Shen Zing mengeluarkan jurus tapaknya yang membuat 6 tangan muncul dari bawah atas dan samping Qin San yang membuatnya terjebak di dalamnya.
"Tekhnik ini...memang tehknik yang hebat jika aku bisa menguasai tekhnij tapak segala sisi bukankah aku bisa menyerang orang dari segala arah,tapi yang terpenting sebelum memikirkan itu aku harus bisa mebghindari serangan tapak segala sisi ini."gumam Qin San.
"Tekhnik merobek ruang.."teriak Qin San yang ingin merobek ruang di sekitarnya karen dia ingin menggunakan itu untuk berteleportasi,tapi yang tak ia sangka tapak segala sisi ini juga mengunci ruang ya g berada di dalam domainya sehingga Qin San tak ada pilihan lain selain menerimanya.
"Pelindung kehampaan."ucap Qin San membuat pelindu di sekujur tubuhnya untuk menetralisir ia terluka.
__ADS_1
Booommm
Teknik tapak segala sisi itu mengenai Qin San yang membuat Qin San terluka ringan,mungkin jika Qin San tak memiliki tubuh naganya Qin San mungkin akan terluka parah.
"Ughkkkk.mengeluarkan seteguk darahnya.
"pak tua tekhnikmu ini memang sangat hebat."ucap Qin San yang bangkit dari tanah sambil mengusap darah yang berada di mulutnya.
"Oh bagaimana apakah kau sekarang akan menyerah karena melibat kehebatan tekhnikku."ucap Shen Zing melihat baju Qin San yang terkoyak tetapi tetap dengan tubuh utuh karena ia hanya menderita luka dalam sedangkan tubuhnya di lindungi oleh sisik naga takdir yang telah menyatu dengan tubuh Qin San.
"Menyerah....pak tua menyerah itu bukan pilihanku selama aku belum mendapatkan yang aku inginkan aku Qin San tak akan pernah menyerah walaupun aku harus melawan seluruh dunia."ucap Qin San dengan lantang.
"Haha memang bocah yang bagus aku semakin suka denganmu jika aku belum menghilang dari semesta ini mungkin aku akan menikahkanmu dengan putriku."ucap Shen Zing tertawa riang.
"Pak tua kau dari tadi terus membicarakan aku untuk menikahi putrimu memangnya ada apa."tanya Qin San.
"Huh itu...karena aku kasihan terhadap putriku karena dari ia kecil sudah menanggung beban berat sendirian tanpa adanya pendukung maupun orang yang melindunginya jadi aku sebagai ayahnya merasa khawatir jika ia harus sendirian setiap saat tanpa ada yang membuatnya tersenyum."ucap Shen Zing dengan raut wajah sedihnya merasa bahwa ia telah gagal menjadi seorang ayah dan malah lebih mementingkan kultivasi dari pada anaknya sendiri dan jika waktu semesta ini bisa di ulang ia akan memilih untuk tetap disisi anaknya agar anaknya bisa selalu tersenyum dan bahagia.
"Jadi begitu...pak tua mungkin aku akan membantumu untuk merawatnya tetapi aku tak bisa membawanya sekarang karena masih ada urusan yang masih ingin aku selesaikan terlebih dahulu."ucap Qin San pada shen Zing.
"Kalau begitu aku akan serahkan Yu'erku padamu."ucap shen Zing.
"Hmm"jawab Qin San datar tetapi penuh dengan kepastian di perkataanya.
"Pak tua apakah ingin lanjut."ucap Qin San yang bersemangat ingin melanjutkan pertarungan antara ia dan Shen Zing.
"Haha ayo kita lanjutkan."ucap pak tua Shen Zing menghilang dari tempatnya menuju ke arah Qin San.
__ADS_1
......................
BERSAMBUNGG.......