
QIN Zu yang sedang di peluk oleh Hou Chun ia bingung karena ia tak mengenali siapa yang memeluknya ini sehingga ia hanya diam saja tetapi walaupun ia hanya diam Qin Zu merasakan perasaan yang akrab seperti ia telah mengenal Hou Chun sejak lama.
"Em kamu siapa."ucap Qin Zu pada Hou Chun yang sedang memeluknya.
"Apa kamu tak mengingatku Hou Zu."ucap Hou Chun sedih yang ternyata adiknya itu tak mengenali dia.
"Em ya...."ucap Qin Zu berbicara yang sepertinya mengenali Hou chun.
"Apa adik apakah kamu mengenaliku."ucap Hou Chun yang mengira Qin Zu mengenalinya.
"Tidak tapi pasti kamu adalah teman kakak san kan."ucap Qin Zu yang membuat Hou Chun sedikit kecewa karena Hou Zu yang ia kenal dulu tidak mengenalnya.
Sedangkan Qin San yang melihat bahwa Qin Zu tak mengenal Hou chun sama sekali,ia menduga bahwa pasti Qin Zu telah hilang ingatan.
"Nenek mungkin Qin Zu ia hilang ingatan."ucap Qin San yang menduga.
"Hm mungkin memang begitu."ucap nenek Hou menimpali.
"Nenek apakah nenek bisa menceritakan tentang bagaimana nenek berpisah dengan Zu'er."ucap Qin San bertanya.
"Baik aku akan menceritakanya."ucap nenek hou yang lalu menceritakanya.
"Waktu itu klan Hou telah menemukan Sebuah Pintu menuju alam atas,setelah menemukan pintu itu klan Hou bersiasat untuk pergi ke alam itu tanpa memberitahukan klan lain tetapi untuk pergi ke sana hanya orang yang memenuhi syarat saja yang telah berada di alam raja jadi untuk orang yang tak memenuhi syarat mereka di tinggal di dunia ini.banyak sekali orang orang klan Hou yang tak memenuhi syarat dan mereka di tinggal di sini termasuk dengan kami bertiga yang tak memenuhi syarat itu.kami bertiga setelah klan Hou pergi dari dunia ini,aku sebagai nenek mereka berdua memutuskan untuk meninggalkan klan karena di sana sudah tak ada lagi keluarga dan aku memutuskan untuk pergi menuju ke benua selatan,pada saat perjalanan itu aman aman saja tak ada masalah tapi tak di sangka bahwa kereta yang nenek tumpangi bersama Hou Zu dan Hou Chun itu di ikuti oleh seorang bandit yang membuat kita di serang oleh mereka,waktu itu aku berhasil menyelamatkan Chun'er tetapi Zu'er ia di bawa oleh Para bandit itu juga dengan barang yang kita bawa dan Bahkan kusir kuda yang membawa kami itu juga di bunuh oleh para bandit setelah itu aku dan Chun'er mencari Zu'er selama sebulan di tempat itu tetapi kami tak menemukanya dan aku memutuskan untuk berhenti mencarinya dan lalu melanjutkan pergi ke benua selatan."ucap nenek Hou Menceritakan.
Mendengar cerita dari nenek Hou itu Qin San mengerti dan lalu ia bertanya.
"Em nenek apakah nenek tahu di mana pintu menuju alam atas itu."ucap Qin San bertanya.
__ADS_1
"Dari kata para tetua dulu lokasi pintu itu berada di pegunungan kegelapan."kata nenek Hou mengingat tentang lokasi pintu menuju alam lain.
Qin San sekarang menjadi yakin bahwa pintu itu berada di pegunungan kegelapan dan ia berencana untuk pergi ke sana setelah semua urusan di dunia ini selesai.
"Tapi nek yang aku bingungkan bagaiman Zu'er bisa hilang ingatan."ucap Qin San yang memikirkan bagaimana Qin Zu bisa hilang ingatan.
"Nenek juga tidak tahu bagaimana Zu'er bisa hilang ingatan."jawab nenek hou yang juga tak tahu.
Qin San yang khawatir terhadap tubuh adiknya karena ia hilang ingatany ia lalu menunduk mensejajarkan tingginya dengan adiknya.
"Kakak ada apa kenapa wajahmu terlihat khawatir seperti itu."ucap Qin Zu yang melihat wajah khawatir kakaknya.
"Tidak apa apa Zu'er kakak hanya ingin mengecek kondisi Zu'er."ucap Qin San memegang tangan Qin
Setelah itu Qin San lalu mencoba mengecek kondisi tubuh Qin Zu dengan menyentuh denyut nadi yang ada di pergelangan tangan dari Qin Zu.
Melihat phoenik Es itu tubuh spiritual Qin San terasa seperti membeku karena dinginya suhu es pada Phoenik es yang sedang tertidur.
"Hm sepertinya phoenik es ini yang mencoba menghilangkan ingatan dari Zu'er karena ia ingin menguasai tubuh Zu'er secara perlahan."ucap Qin San mengamati Phoenik es yang sedamg tertidur itu.
Selesai Qin San mengamati phoenik es itu ia memutuskan untuk menyegel phoenik itu agar tak membuat Qin Zu hilang ingatan kembali atau yang lebih parahnya ia bisa hilang kendali akibat dari terbangunya phoenik es itu.
Tapi sebelum Qin San menyegelnya phoenik es itu terbangun lalu melihat jiwa spiritual Qin San.
"Kakkkkk."suara pekikan phoenik es yang telah terbangun.
Qin San yang melihat Phoenik es yang telah terbangun ia menjadi waspada sedangkan Qin Zu di luar ia merasa kedinginan di sekujur tubuhmya yang membuat nenek Hou Dan Hou Chun khawatir.
__ADS_1
Qin San yang berada di dalam alam kesadaran Qin Zu ia di serang oleh phoenik es dengan melemparkan ribuan pedang es ke arah Qin San sedangkan Qin San yang menerima serangan itu ia lalu menegeluarkan tekhniknya.
"Tekhnik merobek ruang."ucap Qin San mengayunkan tanganya secara vertikal ke depan yanglalu munculah robekan ruang yang ingin menelan pedang es itu.
Tapi ketika ribuan pedang es itu mengenai robekan ruang itu,robekan ruang itu menjadi membeku akibat pedang pedang es dan akhirnya pecah menjadi serpihan Es.
Qin San yang melihat tekhniknya di batalkan ia menjadi terkejut karena selama ini tidak ada yang bisa membatalkan tkhnik ini.
"Apa dibatalkan begitu saja bagaimana bisa."ucap jiwa spiritual Qin San yang melihat tekhniknya di batalkan karena selama ini tekhniknya tak pernah di batalkan bahkan ketika ia sparing dengan kaisar dewa dulu ketika ia masih menjadi dewa.
Melihat tekhniknya yang sudah hancur Qin San lalu membuat tekhnik pelindung kehampaan untuk melindungi dirinya dari sisa pedang es yang masih menuju padanya.
"Tehknik pelindung kehampaan."ucap Qin San menunjukan jarinya ke depan dan terbentuklah sebuah pelindung berwarna hitam yang menutupi dirinya.
Tapi kali ini pelindung kehampaan berhasil menahan pedang es itu walaupin akhirnya membeku menjadi serpihan Es.
Setelah selesai menahan serangan dari Phoenik es sekarang giliran Qin San menyerang Phoenik Es.
"Tekhnik kekosongan gerakan keempat penjara api hitam kehampaan."ucap Qin San yang lalu muncul sebuah penjara api hitam yang mengelilingi phoenik es itu yang membuatnya kesakitan karena api hitam yang membakarnya.
"Kakkkkk."seru phoenik itu dengan teriakan kesakitan.
Melihat phoenik es itu terjebak di penjara api hitamnya Qin San tak menyianyiakan kesempatan dan membuat segel tangan yang membentuk sebuah run yang mengelilingi Phoenik es itu lalu keuarlah tali berwarna emas dari run itu dan menjerat phoenik es itu hingga phoenik es itu tak bisa bergerak karena tali emas itu berguna untuk melemahkan orang yang terjerat oleh tali itu.
.................
BERSAMBUNGG....
__ADS_1