Reinkarnasi Dewa Kehampaan

Reinkarnasi Dewa Kehampaan
KELUARGA GUN


__ADS_3

Kediaman keluarga Gun.


Terlihat seorang pengawal dengan raut wajah yang cemas, ia terlihat begitu tergesa gesa menuju kekediaman Keluarga Gun.


Pengawal Itu lalu melaporkan kejadian itu kepada atasanya yang berjaga di kediaman keluarga Gun, Mendengar ini atasan dari pengawal tersebut langsung segera masuk ke dalam pertemuan para tetua dan leluhur keluarga Gun.


"Ada apa denganmu, kenapa kau begitu tergesa gesa." Tanya tetua ke 5 saat melihat pengawal yang datang kepertemuan dengan tergesa gesa.


"Maaf, tetua dan leluhur karena menerobos ke pertemuan keluarga, saya melakukan ini karena ada suatu hal yang penting yang harus saya sampaikan." Ucap pengawal itu menundukan badanya.


"Baiklah, cepat katakan yang ingin kau sampaikan, jika tidak penting maka aku akan mengeluarkanmu dari pekerjaanmu." Ucap Salah satu tetua.


"Baik tuan." Pengawal itu mengangguk lalu menceritakan keseluruhan cerita.


Para tetua dan leluhur hanya menyimak cerita dari pengawal dengan diam. Setelah mendengar cerita dari pengawal itu raut wajah mereka berubah menjadi marah.


"Sialan berani sekali dia membuat keluarga Gun di permalukan." Ucap tetua pertama yang terlihat marah.


"Leluhur biarkan aku kesana untuk membalas dendam." Ucap tetua pertama kepada kelima leluhur yang berada di aula pertemuan.


"Tidak, kali ini aku yang akan kesana sendiri dan membunuhnya dengan tanganku sendiri." Ujar leluhur ke empat.


"Saudara, kali ini biarkan aku ikut denganmu." Ucap lekuhur kelima.


"Baiklah, kalau begitu kalian berdua hati hati."Ucap lekuhur pertama.


"Hmmm..." keduanya mengangguk.


Kedua orang itu keluar lalu terbang melesat ke kerajaan kekosongan dengan kecepatan penuh mereka.


Wushh....


Beberapa saat kemudian mereka sampai di kerajaan kekosongan, mereka melihat bahwa banyak orang orang berpengaruh yang berkumpul di sana, mereka berdua juga melihat Gun Ta Lin dan Gun Sao Bao dengan keadaan yang sangat menyedihkan.


"Siapa yang melakukan ini kepada keturunanku." Ucap leluhur keempat melepaskan kekuatanya yang berada di ranah Dewa Galaxy menengah.

__ADS_1


"Oh, apakah ada semut yang ingin mencari mati lagi." Ucap Qin San menatap kedua orang yang terlihat begitu sombong.


"Kalian berdua, jika ingin balas dendam lakukan dengan cepat, aku tidak ada waktu lagi untuk bertarung dengan kalian." Ucap Qin San.


"Bajingan kecil ternyata kau yang telah membuat keluarga Gun ku dipermalukan, kali ini aku akan membalasmu hingga kau menganggap bahwa lebih baik mati dari pada hidup." ancam leluhur kelima.


"Hahahahaha.... aku tidak yakin kalian bisa melakukanya." Tawa Qin San meremehkan.


"Kau sepertinya sangat percaya diri bajingan kecil, Kakak keempat biarkan aku yang membunuhnya." Ucap leluhur kelima meminta ijin.


"Baiklah,tapi kau harus hati hati karena aku dapat merasakan bahaya pada anak itu." Ucap leluhur keempat memperingatkan.


"Kakak keempat tenang saja aku pasti tidak akan kalah darinya." Ucap Leluhur kelima dengan yakin.


"Nak, sekarang adalah giliranmu untuk merasakan siksaan yang belum pernah kau rasakan sebelumnya." Teriak Leluhur kelima melesat dengan membawa sebuah pedang yang berada di tangan kananya.


"Hihihi terlalu percaya diri itu tidak baik." Ucap Qin San mengaarahkan tangan kedepan dan sebuah pedang kekosongan muncul di depanya.


Qin San menghentikan pergerakan pedang leluhur kelima hanya dengan satu tanganya saja.


"Cukup kuat tetapi masih belum cukup jika untuk mengalahkanku." Ucap Qin San menambah tenaga didalam pedangnya sehingga leluhyr kelima terlihat terpukul mundur.


"Sudah aku bilang, bahwa kau belum cukup jika untuk mengalahkanku." ucap Qin San menatap leluhur kelima.


Dewa petir melihat ini ia juga berpikir demikian, dan menganggap bahwa keluarga Gun begitu bodoh menerima provokasi dari Qin San, kekuatan mereka saja hanya berada di gewa galaxy tetapi keduanya malah berani menantang dewa semesta puncak, tentunya ini hanya akan mencari kematian bagi mereka.


Dia kali ini juga tidak mau bertindak gegabah, orang seperti Qin San pasti sangat hati hati dan waspada jika ia mengetahui bahwa para iblis berkerja sama dengan mereka pasti akan terjadi gesekan yang akan membuat mereka tidak bisa tenang.


"Anak ini harus segera disingkirkan, jika tidak anak ini akan jadi ancama sejati untuk kerajaan kekosonganku." Batin Dewa petir.


"Sudah cukup bermain mainya, aku tidak akan berlama lama lagi." Ucap Qin San mengangkat tanganya dan sebuah bola hitam muncul di tanganya.


Bola hitam seukuran telapak tangan terbentuk di telapak tangan Qin Sam.


"Hancurkan." Qin San kemudian melemparkan bola hitam itu ke arah leluhur kelima.

__ADS_1


"Sial, ini adalah blackhole." Ucap Leluhur kelima panik.


Ia lalu membentuk barier pelindung di sekitarnya.


Bola Hitam itu terus melesat dan pada akhirnya mrnabrak barier pelindung dengan kuat.


"Hisap." Ucap Qin San seketika daya hisap black hole menjadi sangat kuat.


Barier pelindung itu perlahan lahan mulai terhisap.


"Apa.. dia menghisap barier pelindungku." Ucap leluhur kelima.


"Sebenarnya anak ini berada di ranah apa, kenapa aku masih belum bisa melihatnya." Ucap leluhur keempat yang meluhatbkeduanya bertarung d atas langit.


Melihat Leluhur kelima terpojok Leluhur keempat langsung melesat dan menyerang ke arah Qin san.


Qin San yang menyadari hal ini ia langsung berbalik dan mengarahkan tanganya untuk menangkap tinju dari Leluhur keempat.


"Bangg...


Leluhur keempat melihat tinjunya di hentikan dengan mudah lalu ia menggunakan tangan satunya untuk memukul Qin San.


"Tinju beruang surgawi." Ucap Leluhur keempat.


Siluet beruang terbentuk di belakang leluhur keempat, dan siluet itu mengikuti tangan leluhur keempat menunju kebagian perut Qin San.


Qin San disisi lain hanya tersenyum ia mengangkat tanganya menunjuk ke arah langit.


"Naga petir hukuman." Ucap Qin san kemudian sebuah naga besar terbentuk di atas langit meliuk liuk dengan tubuh petir hukuman.


"Hancurkan untuku." Qin San menunjuk leluhur keempat dan kemudian naga petir itu melesat dan menyerang leluhur keempat.


"Bomm." leluhur keempat tersambar petir hukuman hingga membuatnya langsung terkapar di tanah.


.......

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2